V E

V E
21. Ryu Bertemu Ve



"You?!"


Ryu kaget, ternyata dia bertemu lagi dengan Ve yang menabraknya tiga hari lalu karena terbuu-buru.


"Aah, mister ada di sini?" tanya Ve kaget.


Erick terkejut, kenapa Ryu kenal dengan Ve?


"Lo kenal sama dia?" tanya Erick pada Ryu dengan heran.


Ve yang tidak mengerti apa yang di katakan Erick, hanya bisa diam. Memperhatikan keduanya dengan diam-diam meninggalkan keduanya yang sedang berdebat kecil.


"Ya, dia yang menabrak gue waktu itu. Apa kamu juga kenal dia?" tanya Ryu ikut heran juga.


"Dia gadis yang selalu gue selidiki selama ini dan dia juga mahasiswaku." kata Erick.


Mereka tidak sadar kalau Ve sudah tidak ada di tempatnya.


Orang-orang menatap takjub pada Erick dan Ryu yang terlihat bak sebuah model. Tinggi dan berbadan kekar membuat orang-orang dan semua mahasiswa yang baru masuk jadi mendapat pemandangan yang menarik.


Ryu menoleh ke arah di mana Ve berdiri tadi, namun dia kehilangan Ve. Sama halnya Erick, dia juga mencari Ve.


Lalu Erick melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, pantas saja Ve buru-buru pergi karena sudah waktunya jam kuliah di mulai.


"Ayo kita ke kantorku sebentar, lalu terserah lo mau apa lagi di sini. Bisa lo ke perpustakaan atau ke kantin. Tapi sudah gue pastikan lo akan jadi perhatian mahasiswa di sini, karena lo berbeda." kata Erick.


"Apa yang berbeda?"


"Kamu bintangnya saat ini, lihatnya para mahasiswa melihatmu dengan senang hati." kata Erick.


Ryu menatap setiap mahasiswa yang lewat dan memberinya senyum. Ada yang tersenyum balik dan juga ada yang menyapa Ryu.


"Mister, boleh berkenalan tidak?" tanya salah seorang mahasiswa memberanikan diri menyapa Ryu mengajak kenalan.


"Ryu tersenyum saja, dia melirik ke arah Erick yang acuh akan keadaan seperti itu.


"Hei, lo bantu gue menyapa mereka." bisik Ryu.


"Yang di sapa kan lo, bukan gue. Ya lo jawab aja kenapa?" kilah Erick.


"Ish, tega lo sama gue. Gue risih dengan gadis-gadis ini." kata Ryu.


"Hei, nikmatilah rasa bintangmu di sini. Mereka menyukai lo, Ryu." kata Erick dengan melangkah cepat meninggalkan Ryu yang kebingungan karena di kerubuti oleh mahasiswi kampus.


Hingga di dalam kantor Erick, tersebar bahwa ada artis Korea datang ke kampus mereka. Dosen-dosen yang masih jomblo terutama dosen perempuan pun penasaran. Mereka keluar dan ingin melihat Ryu dari dekat.


"Waah, memang ganteng banget ya itu artis. Siapa sih namanya?" tanya salah satu dosen perempuan pada temannya.


"Aku dengar dia itu teman pak Erick. Pak Erick aja good looking, apa lagi ini temannya. Bikin meleleh." kata dosen itu sambil berbisik.


Tapi Erick mendengarkan gosipan mereka tentang Ryu, dia tersenyum lalu mengambil buku-buku materinya untuk masuk ke dalam kelas matematika.


_


Kini Ryu ada di dalam mobil Erick, dia menunggu Erick pulang. Karena katanya Erick hanya dua kali pertemuan di kelas matematika hari ini dan kelas Ipa.


Ryu kembali mengotak atik ponselnya karena bosan. Jam menunjukkan pukul sebelas siang, dia keluar dari mobilnya karena bosan.


Matanya berkeliling melihat semua bangunan dan orang-orang berlalu lalang. Ryu berada di tempat parkir, matanya melihat sebuah motor yang di dalam ingatannya itu milik gadis yang dulu menabrak mobilnya.


Dia memperhatikan motor itu, dan tak berapa lama seorang gadis mendekat pada motornya karena perkuliahannya sudah selesai, dia pun langsung pulang.


Ryu keluar dari mobil Erick dan dengan cepat menghampiri gadis itu yang tak lain adalah Ve. Dia menarik pergelangan tangan Ve dengan cepat.


Ve kaget, dia menoleh ke arah seseorang yang memegang lengannya.


"Mister, kenapa ada di sini?" tanya Ve dengan bahasa Inggris yang dia bisa sedikit- sedikit.


"Emm, aku menunggu temanku di sini." jawab Ryu.


"Oh, pak Erick itu teman mister?" tanya Ve.


"Yes, kamu tahu Erick?" tanya Ryu.


"Beliau itu dosen saya, mister." jawab Ve.


"Owh, begitu. Emm, kalau boleh tahu siapa nama kamu?" tanya Ryu ingin berkenalan dengan Ve.


"Kalau mister teman pak Erick tanya saja sama pak Erick siapa nama saya." kata Ve.


Dia buru-buru memarkirkan motornya dan menaikinya. Dan menjalankan motornya, tapi sebelum pergi dia meminta maaf pada Ryu.


"Mister, saya minta maaf waktu itu. Karena saya buru-buru cepat pulang." kata Ve menyesali perbuatannya dulu.


"Ibu saya jatuh, di rumah tidak ada orang jadi saya harus cepat pulang."


"Oh, saya turut prihatin atas kecelakaan kecil menimpa ibumu." kata Ryu lagi.


"Ngga apa-apa mister. Kalau begitu saya pulang dulu, mister." ucap Ve.


_


Erick dan Ryu mendatangi klub karate di mana adiknya belajar karete.


"Kenapa bukan lo aja yang ngajarin adik lo itu karate?" tanya Ryu ketika mereka dalam perjalanan memuju klub karate tersebut.


"Gue sibuk, ngga ada waktu. Lagi pule gue ada alasan untuk menemui Ve." jawab Erick.


Ada sinar kebahagiaan yang terpancar pada Erick ketika dia menyebutkan nama Ve. Ryu menoleh ke arah Erick, dia tahu sahabatnya itu sedang jatuh cinta pada gadis itu.


"Lo suka sama gadis itu?" tanya Ryu langsung menebak.


"Eh, gue cuma suka dia yang cuek dan dingin." jawab Erick sedikit salah tingkah.


Membuat Ryu tertawa lebar, sahabatnya itu tidak bisa menyembunyikan perasaannya padanya. Ada sorot mata ceria di dalam pupil Erick yang tertangkap oleh Ryu.


"Gue sedang menyelidiki dia, jadi mungkin dari situ kali gue suka sama dia. Lagi pula dia mahasiswaku." ucap Erick lagi.


"Ya ya, mahasiswamu. Tidak masalahkan kalau dosennya suka pada mahasiswanya?"


" Ya tidak masalah, selagi itu wajar saja. Eh, hei! Lo menjebak gue?!"


"Hahahah!!"


Tawa Ryu makin lebar, dia senang meledek sahabatnya. Namun begitu dia juga tertarik sama Ve dan ingin mengenal lebih jauh. Apa ya tanggapan Erick jika Ryu mengatakan dia juga suka Ve?


"Gue juga suka Ve, pada pandangan pertama gue suka pada gadis itu." kata Ryu melirik ke arah Erick.


Dia ingin tahu, apakah Erick cemburu jika dia mengatakan dia juga suka Ve.


Dan benar saja, wajah Erick berubah masam. Dia diam dan tiba-tiba melajukan mobilnya dengan kencang.


"Hei, bro. Lo kenapa?"


"Gue ngga apa-apa." jawab Erick masih mode kesal pada Ryu.


"Lo cemburu?"


"Tidak!"


"Ayolah Erick, lo tahu pada awal gue melihat gadis itu seperti ingin melindungi sebagai kakak. Gue merasa terlalu dekat sama dia, padahal gue baru kenal sama Ve. Ini Mengherankan kan?"


"Ya, gue heran. Kenapa lo jadi suka sama Ve padahal baru dua kali bertemu dengabnya." masih dengan nada ketus.


"Hahah, Erick cooling down. Gue marasa dia adalah adikku, lo percaya?"


Erick menoleh dan menatap Ryu tidak percaya. Ryu malah balik menatap Erick dan mengangguk.


"Bisakah lo ceritakan pada gue siapa Ve itu dan di mana ibunya." kata Ryu.


Erick diam, dia juga berpikir bahwa Ve adalah adiknya Ryu. Tapi dia perlu membuktikannya sendiri bahwa Ve mamang adiknya Ryu.


"Gue belum bertemu dengan ibunya." kata Erick.


"Lalu, bisakah sekarang kita bertemu dengan ibunya gadis itu?"


"Untuk apa? Dan dengan alasan apa?" tanya Erick.


Ryu diam, benar juga. Harus punya alasan bisa bertemu dengan ibunya Ve. Apa alasannya ya?


Sampai juga mereka di klub karate itu. Erick juga melihat motor Ve terparkir di sana. Dia tersenyum, kemudian dia keluar di susul oleh Ryu.


Melangkah masuk ke dalam dan melihat semua anak-anak sedang berlatih dengan Ve. R


Ryu takjub dengan apa yang di lakukan oleh Ve, dia pun tersenyum. Lalu ikut duduk di samping Erick yang sama-sama memperhatikan Ve memberikan materi karate.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊