V E

V E
69. Keputusan Ayana



Lama para tamu dan undangan keluarga menunggu acara pertunangan di mulai, karena pasangan tunangan Ryu belum juga datang. Takahiro masih tenang di suasana keluarga Takagi Daichi sudah gelisah.


Mereka selalu melihat ke arah pintu, barangkali rombongan Ayana masuk ke dalam ruangan itu yang sudah ramai.


Dan sekarang terdengar bisik-bisik dari yang hadir, kenapa Ayana belum juga datang. Takagi menghampiri tuan Talahiro dan meminta waktu sedikit lagi untuk anaknya hadir di acara pertunangan itu.


"Maaf tuan Takahiro, mungkin anak saya sedang bersiap lebih lama. Karena akan menghadapi acara penting, jadi dia bersiap lebih lama agar terlihat sempurna." kata tuan Takagi memberi alasan sekaligus meminta waktu di mundurkan.


"Terserah anda tuan Takagi, kami hanya menunggu saja." ucap tuan Takahiro.


Sedangkan di sebelah kanan agak jauh, Ryu melihat dan mendengar tuan Takagi Daichi meminta waktu di mundurkan acara pertunangannya dengan Ayana. Ryu tersenyum sinis, baru kali ini acara sepenting itu di sepelekan oleh orang terpandang dan dari kalangan bangsawan juga. Ryu pun dengan tenang menunggu kedatangan Ayana.


Dalam hati dia berdoa agar Ayana memang membatalkan pertunangannya dengan dirinya. Tamada yang melihat Ryu tersenyum senang, akhirnya dia juga ikut tersenyum.


Dan kini tuan Takagi sedang menghubungi anaknya yang juga belum datang juga. Dia kesal karena Ayana tidak juga mengangkat teleponnya.


Tak berapa lama, Heiji menghampiri tuan Takahiro dan memberikan sebuah surat. Lalu membisikkan sesuatu pada tuan Takahiro.


Ryu memperhatikan Heiji yang sedang bicara berbisik dengan kakeknya. Dia lalu memandang Tamada untuk mencari tahu apa yang Heiji bicarakan.


"Sepertinya kabar baik untuk anda tuan Ryu." kata Tamada memperhatikan surat yang di pegang Heiji.


"Maksud kamu apa?" tanya Ryu penasaran.


"Lihat apa yang di bawa Heiji itu, saya kira itu sesuatu yang penting." kata Tamada lagi.


Mata Ryu pun memperhatikan surat yang di pegang Heiji. Dia mengira itu adalah surat dari Ayana, kemudian Ryu tersenyum senang.


"Ya, itu kabar baik untukku Tamada." ucap Ryu lagi.


Kemudian Heiji mendekat ke arah pembawa acara untuk menyampaikan pesan dari seseorang. Dia lalu memberikan surat itu pada pembawa acara untuk membacakannya di depan umum.


Pembawa acara itu pun bingung, dia di tekan oleh Heiji untuk membacakan saja. Jangan sampai menolak atau mengurangi tulisan yang ada di surat itu.


Dengan berat hati, akhirnya pembawa acara tersebut menerima surat yang di bawa Heiji. Dia kemudian membuka suratnya dan membaca sebentar, dia menelan ludahnya. Menatap setiap orang yang hadir di sana. Ragu dia ingin membacakan surat tersebut, dia menatap tuan Takahiro. Tapi dia malah ketakutan sendiri karena tuan Takahiro memberinya isyarat untuk segera membacakannya di depan semua yang hadir.


"Mohon saya minta perhatian untuk semua yang hadir, saya ada pesan penting dari seseorang. Jika ini menyangkut seseorang, maka di harapkan untuk memaafkannya." ucap pembawa acara dengan gugup.


"Dan saya akan membacakan isi surat dari seseorang untuk tuan Ryu terutama, dan juga mungkin untuk keluarga terdekat yang hadir." imbuhnya lagi.


Lalu pembawa acara itu membuka pelan surat tadi, dia diam sejenak. Kembali menatap orang-orang yang sedang memperhatikannya. Siap mendengarkan apa isi pesan dari surat tersebut dan dari siapa.


"*Teruntuk calon tunanganku, tuan Ryu Shin Hiroshi.


Saya minta maaf karena tidak bisa hadir di acara penting ini, acara pertunangan kita. Sebagaimana dulu pernah saya katakan bahwa saya meminta kepada anda kalau saya tidak bisa menikah dengan anda karena saya ingin mengejar karir saya.


Maafkan sekali lagi saya telah membatalkan pertunangan secara sepihak, sejak awal saya sudah meminta pada anda. Tapi rupanya keluarga kita semua memaksakan kehendaknya, tidak memikirkan dan memberi saya pilihan untuk menolak. Maka dengan jalan ini saya membatalkan pertunangan ini.


Saya juga sudah menanda tangani kontrak kerja di Korea sebagai model iklan dan pemotretan hari ini. Saya tidak bisa meninggalkan karir saya yang sedang bagus untuk masa depan karir saya.


Sekali lagi, saya minta maaf. Dan untuk tuan Takahiro mohon sampaikan pada beliau permohonan maaf saya, tuan Ryu.


Sekali lagi saya minta maaf pada anda dan keluarga anda.


Salam dari saya, Ayana Daichi*."


Pembawa acara itu menghela nafas panjang setelah mengakhiri pembacaan surat dari Ayana. Dia melipat kembali surat itu, lalu Heiji mengambil surat yang di pegang oleh pembawa acara tersebut.


Dan suara bisik-bisik itu semakin santer, rasa kebingungan karena pembatalan pertunangan secara sepihak membuat keluarga Takagi Daichi merasa malu karena sikap anaknya.


Tuan Takagi sendiri bingung dan malu, awalnya dia sangat senang bisa berbesan dengan tuan Takahiro yang kaya serta hanya mempunyai satu pewaris.


Tapi kini, anaknya malah menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Dia lalu mendekat pada tuan Takahiro dan meminta maaf atas tindakan anaknya yang bodoh.


"Tuan Takahiro, maafkan anak saya. Saya tidak mengajarkan anak saya bertindak bodoh seperti itu. Entah apa yang merasukinya. Sekali lagi saya mohon maaf atas anak saya, anda bisa mengatur jadwal ulang pertunangan antara Ayana dan Ryu tuan Takahiro." ucap Takagi dengan tidak tahu malunya.


"Iya tuan, maafkan anak saya." sambung Akane untuk menyelamatkan keadaan sekarang ini.


Dan tuan Takahiro hanya diam saja, wajah datarnya membuat tuan Takagi bingung. Takahiro menghela nafas panjang, dia memperhatikan orang-orang semua yang hadir. Lalu dia menatap tuan Takagi dan berucap.


"Pertama, tuan Takagi harus minta maaf pada Ryu, kedua tuan Takagi harus meminta maaf pada Naomi dan keluarga besarnya. Ketiga, anda harus meminta maaf pada keluargaku dan yang ke empat anda harus meminta maaf pada orang-orang yang hadir di sini. Anda tahu, perbuatan anak anda itu sangat membuat malu semua keluarga. Mereka sangat kecewa, apa lagi Ryu. Apakah perbuatan anak anda itu bagi keluarga anda di benarkan? Tentu saja tidak, jadi jangan pernah meminta kembali untuk meneruskan perjodohan cucuku dengan anakmu yang tidak tahu diri itu." ucap tuan Takahiro.


Baru kali ini laki-laki tua itu berbicara panjang dan tenang, tidak ada rasa marah. Namun dia merasa lega, setidaknya dia tahu yang sangat menginginkan perjodohan adalah ayahnya Ayana. Dan Takahiro tahu alasannya di balik ngototnya Takagi meneruskan perjodohan dan melanjutkan pertunangan.


Ryu mendekat pada kakeknya juga Naomi, semua tampak kecewa dan marah. Namun Ryu tidak menunjukkan rasa kecewa itu.


"Ryu, kamu sudah di tolak oleh calon tunanganmu. Jadi kamu bebas memilih gadis yang sekiranya sepadan dengan kita. Setidaknya dia bisa mengerti aturan dari keluarga kita dan menuruti apa yang sudah di buat. Silakan kamu mencari gadis yang kamu suka." ucap Takahiro lagi.


"Benarkah kek?" tanya Ryu tidak percaya.


Wajah gembira dia tampilkan, bayangan Hana di pelupuk matanya membuat dia bersemangat. Senyumnya mengembang, lalu menunduk malu.


Sementara hampir semua tamu yang hadir membubarkan diri satu persatu karena acara memang di batalkan dari Ayana sendiri.


Tuan Takagi merasa malu dan kecewa, dia sudah tidak ada kesempatan untuk berbesan dengan tuan Takahiro. Takagi Daichi dan Akane berpamitan untuk pulang.


Tapi tuan Takahiro hanya diam saja dengan pamitnya calon besannya itu. Ryu hanya tersenyum saja ketika Takagi meminta maaf padanya.


Dia juga berterima kasih pada Ayana sebenarnya, karena memutuskan pertunangan yang tak terduga. Kelak jika bertemu dengan Ayana, dia akan berterima kasih padanya. Pikir Ryu.


Kini dia akan mengejar Hana, meskipun dia nanti harus kembali ke Indonesia untuk bertemu Hana. Dia akan melamar Hana, dia juga mengetahui dari Tamada kalau Hana pulang ke negaranya untuk liburan dan sekaligus membawa kedua orang tuanya ke Jepang menghadiri wisudanya nanti tiga bulan lagi. Dan setelah wisuda, Hana akan kembali selamanya ke negaranya Indonesia.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊