V E

V E
74 Keakraban Ryu Dan Ve



Dua hari Ryu menginap di rumah papanya, Hiroshi. Mereka sangat senang dengan kedatangan Ryu, apa lagi cerita tentang pertunangannya yang gagal karena calon tunangan Ryu kabur. Cerita itu malah di jadikan ledekan oleh Erick dan Ve.


Meski hanya bercanda saja, namun Ryu merasa kehangatan tercipta di keluarga baru papanya itu.


"Oniichan besok mau pergi?" tanya Ve ketika malam hari mereka kembali mengobrol berdua antara kakak beradik.


"Ya, oniichan mau mengejar cinta Hana. Oniichan juga merasa bersalah padanya, jadi oniichan harus minta maaf juga." jawab Ryu.


"Emm, kata kak Erick oniichan mencium paksa Hana saat mabuk?" tanya Ve.


"Ya, ternyata pacar kamu itu tidak bisa di jaga mulutnya ya." ujar Ryu mengusap rambut adiknya itu.


"Ya, ngga apa-apa. Lagi pula sejak itu oniichan juga suka sama Hana kan? Hana itu baik, dia selalu mengingatkan aku dengan kebaikan sewaktu di sana. Dulu aku pernah cerita tentang ibu dan papa sedikit, tapi Hana selalu mengingatkan penting sebuah hubungan meski baru pertama kali terjalin." kata Ryu.


Ryu tersenyum senang, ternyata penilaian adiknya juga bagus mengenai sikap Hana. Tidak salah juga dia menyukai gadis itu.


"Kamu setuju jika oniichan dengan Hana?" tanya Ryu.


Mereka menikmati makanan yang di pesan melalui layanan pesan antar.


"Aku suka Hana, kalau oniichan serius nikahi dia. Tapi, apa perbedaan oniichan dengan Hana bisa di terima?" tanya Ve ragu.


Walaupun mereka besar di beda negara, tapi pemikiran tetap sama mengenai pasangan hidup. Tidak ada salahnya Ryu menceritakan masalahnya pada Ve, dia adiknya dan tidak mungkin memberikan penilaian jelek.


"Oniichan sudah pikirkan, seperti papa. Apa bisa seperti itu? Jika Hana meminta, oniichan akan menuruti mengikuti Hana." kata Ryu.


"Jangan karena seseorang oniichan, ikuti kata hati oniichan aja. Aku yakin Hana juga tidak akan memberatkan oniichan untuk mengikuti Hana. Tapi masalahnya, apakah Hana..." ucap Ve ragu dan tidak enak juga.


"Kenapa? Hana akan menolak oniichan?" tanya Ryu.


"Emm, ya. Seperti itu, oniichan belum tahu Hana itu menyukai oniichan atau tidak. Karena akan sia-sia saja jika Hana mempunyai kekasih di kampungnya." kata Ve mengingatkan kakaknya.


Dan memang benar, Ryu jadi diam. Memikirkan apa yang di katakan oleh Ve adiknya.


"Kamu benar, oniichan belum tahu hati Hana pada oniichan. Tapi apa salah jika oniichan mencarinya dan meminta Hana untuk menikah dengan oniichan?"


"Tidak, ngga ada yang salah. Tapi oniichan jangan patah semangat, cinta akan tumbuh kok di Hana untuk oniichan. Percaya sama Eiko, adikmu ini." kata Ve memberi semangat pada kakaknya itu.


"Kamu sepertinya yakin jika Hana akan menerima cinta oniichan."


"Karena biasanya perempuan itu jika belum punya pasangan, pasti luluh juga sama kegigihan laki-laki. Seperti kak Erick, dia seperti menyerah sama aku. Tapi selalu mendekat sama ibu, itu kan sama aja mempermainkan perasaan perempuan."


"Ooh, jadi kamu suka juga sama Erick waktu itu? Kenapa kamu menolaknya?"


"Kak Erick maksa, dia maksa aku untuk jadi pacarnya. Jadi aku terpaksa menerimanya." kata Ve dengan malu-malu.


"Tapi terpaksa juga sekarang mau menikah. Itu bukan terpaksa, tapi kamu mau juga."


"Heheh, awalnya di paksa. Tapi sekarang memang aku mencintai kak Erick."


Obrolan terus berlanjut, kedua orang tua mereka melihat keakraban kakak beradik asyik ngobrol merasa senang.


"Mereka sepertinya akrab sekali, mungkin karena sama-sama dewasa. Jadi mempunyai masalah yang sama." kata Hiroshi.


"Em, ya. Aku juga senang mereka semakin akrab. Apa lagi sekarang Ryu sepertinya sedang suka sekali dengan gadis bernama Hana. Apa kamu mengenalnya, suamiku?" tanya ibu Tika.


"Aku tidak mengenalnya, tapi aku tahu orangnya. Gadis itu juga memang sangat ramah, sikapnya juga baik." jawab Hiroshi.


"Apakah gadis itu akan menyukai Ryu juga?"


"Aku tidak tahu, tapi sangat aneh sebenarnya jika gadis itu tidak menyukai Ryu."


"Kenapa begitu?"


"Karena Ryu itu laki-laki tampan dan sukses. Dia juga kaya, usaha miliknya itu banyak sekali. Anaknya ulet dan apa lagi ya?"


"Em, iya aku percaya. Anak sendiri selalu di puji terus."


"Hahah, tidak sayang. Memang itulah Ryu, coba kamu perhatikan wajahnnya. Wajah Ryu di.turunkan dari genku lebih banyak. Dan juga Eiko, dia lama-lama seperti Ryu. Cantik seperti ibunya yang cantik ini, cup." kata Hiroshi, lalu dia memcium istrinya itu dengan lembut.


_


Ryu sudah bersiap untuk pergi ke rumah Hana di kampung. Memang sebelumnya, Ryu mendapatkan alamat lengkap Hana dari Tamada.


"Oniichan akan pergi sekarang?" tanya Ve ketika Ryu sudah bersiap pergi.


"Pasti, aku selalu berdoa semoga oniichan memdapatkan kebahagiaan dengan gadis di centai oniichan." ucap Ve.


Mereka kini berpelukan, rasanya Ve berat harus berpisah lagi sengan Ryu. Dua hari Ryu di rumahnya, Ve merasa sudah akrab dan dekat sekali.


Dalam hidupnya sekarang menginjak dewasa, dia.menemukan kasih sayang laki-laki tiga sekaligus, ayahnya, kekasihnya juga kakaknya.


Dan entah kenapa, Ve jadi sedih jika harus berpisah lagi dengan Ryu. Dia menangis, membuat Ryu heran kenapa adiknya itu menangis.


"Hei, kenapa adikku ini menangis?" Ryu berusaha melepas pelukannya, tapi Ve malah mengeratkan pelukannya dan tidak mau lepas.


Ryu tertawa kecil, dia mencubit pipi adiknya itu dan mengusap air mata Ve yang sempat menempel di tangannya.


"Jangan sedih, nanti kita ketemu lagi. Oniichan hanya akan mencari Hana, setelah Hana bisa oniichan bawa kita akan bertemu lagi. Oniichan janji akan sering meneleponmu nanti setelah pulang ke Jepang." ucap Ryu menghibur Ve yang sedang sedih.


"Benar ya, oniichan nanti sering meneleponku dan nanti sering datang kemari?" tanya Ve sedikit manja.


"Hahah, oniichan baru tahu sekarang Eiko manja ya. Duh, gemes jadinya. Kenapa kamu jadi adikku sih?" ucap Ryu tanpa sadar.


"Oniichan ngga mau punya adik sepertiku?" tanya Ve melepas pelukannya pada Ryu.


"Eh, bbukan seperti itu maksudnya. Sudah jangan pikirkan. Oniichan senang kamu adikku, jadi kita lebih dekat lagi. Maaf, kalau aku bicara salah." ucap Ryu pelan.


Dia menatap adiknya dengan lembut. Perasaan sesaat dulu pada Ve memang sudah tidak ada lagi, dia kini hanya menyayangi Ve benar-benar sebagai adiknya. Cintanya perlahan tumbuh pada Hana setiap harinya.


Ve pun tersenyum, dia lalu menggandeng tangan kakaknya dan berjalan keluar dari kamar yang Ryu tempati untuk menginap.


Kedua orang tua Ve, Hiroshi dan ibu Tika sangat senang mereka sangat akrab dan saling menyayangi.


"Kamu langsung pergi sayang?" tanya Hiroshi pada anak laki-lakinya.


"Iya pa. Waktuku ngga banyak, jadi mau memanfaatkan waktuku ini. Jika memang aku tidak berhasil meyakinkan Hana, aku akan tetap pulang dan meneruskan hidupku di sana." ucap Ryu.


"Jangan patah semangat, semua memang butuh usaha. Jadi berjaunglah, dan..minta maaflah padanya." ucap Hiroshi.


Ryu tersenyum, ternyata semua tahu perbuatan konyolnya pada Hana ketika mabuk itu. Dan kemudian dia mengangguk pasti.


Ibu Tika menghampiri suaminya dan menatap anak sambungnya itu.


"Terima kasih, ibu telah melahirkan adik yang begitu lucu dan manja. Haha, dulu waktu pertama kali bertemu Eiko, dia sangat dingin dan tidak seperti sekarang." ucap Ryu pada ibu Tika.


Ibu Tika tersenyum, dia memeluk Ryu dengan erat.


"Eiko di besarkan tanpa kasih sayang sesosok laki-laki sejak kecil. Jadi kamu maklumi dia ya jika merepotkanmu." ucap ibu Tika pada Ryu.


Lalu ibu Tika melepaskan pelukannya pada Ryu.


"Tapi aku suka Eiko yang sekarang, dia lucu. Dan aku suka punya adik manja, rasanya aku seperti superhero untuknya. Hahaha." ucap Ryu dengan tawa senangnya.


Dan Hiroshi, ibu Tika pun tertawa. Hanya Ve yang terlihat cemberut karena di ledek kakaknya. Ryu melihat adiknya kesal dia pun mendekat pada Ve.


"Hei, jangan marah. oniichan hanya bercanda." kata Ryu mencubit hidung Ve.


Lalu keempat orang itu keluar rumah, Ve dan Hiroshi kembali memeluk Ryu secara bergantian.


"Telepon papa kalau kamu sampai di hotel." ucap Hiroshi melepas pelukannya.


"Pasti pa."


Dan berganti Ve yang memeluk Ryu.


"Oniichan jangan patah semangat ya, aku selalu mendukungmu dan mendoakan oniichan. Semangat!"


"Terima kasih sayang, duh benar-benar aku gemas sama kamu."


Lalu Ryu naik taksi online yang sudah menunggunya di depan rumah Hiroshi. Dia akan menggunakan penerbangan menuju kota Hana agar cepat sampai di sana.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊😊😊😊