V E

V E
49. Jatuhnya Mobil Ke Laut



Hiroshi, Ve dan Erick masuk di mobil yang sama. Erick duduk di depan, sedangkan Hiroshi dan Ve duduk di belakang. Rasa gelisah Erick semakin bertambah ketika mobil sudah mulai melaju.


Dia menoleh ke arah supir yang mengendarai mobil itu, dan sepertinya supir ini adalah suruhan Sinjo, asisten tuan Hiroshi Pikir Erick.


"Tuan Hiroshi, di mana asisten anda?" tanya Erick untuk memastikan jika Sinjo juga sudah siap di tempatnya, dan Erick bertanya dengan bahasa Indonesia.


"Dia bilang izin tidak ikut denganku, jadi aku pergi sendiri menemui putriku." jawab Hiroshi.


"Ooh, berarti supir ini adalah anda yang membawanya?" tanya Erick.


Hiroshi memperhatikan sang supir, dia tidak mengenal supirnya itu. Tapi mungkin Sinjo menggantinya.


"Aku tidak mengenal supir ini, tapi mungkin Sinjo yang menggantinya." jawab Hiroshi.


Erick curiga, apa jangan-jangan dia adalah suruhan anak buah tuan Takahiro?


Dia menoleh ke belakang, melihat Ve dan tuan Hiroshi begitu tenang menatap setiap jalanan. Bagaimana dia akan menghubungi Ryu.


Tapi akhirnya, dia menghubungi Ryu dan tersambung.


Erick berbicara dengan Ryu dalam bahasa Inggris, karena dia tahu Ryu pasti mengerti kenapa dia menggunakan bahasa Inggris.


"Halo?"


"Ada apa?"


"Lo menyuruh anak buah lo untuk menjemput papa lo sama adik lo pergi ke bandara?" tanya Erick menatap supir yang ternyata sedang tegang.


"Bagaimana penampilannya?"


"Dia memakai jas hitam lengkap dan tunggu, dia sepertinya membawa kami tidak ke bandara."


"Hei, siapa kamu?" tanya Erick pada sang supir dengan bahasa Jepang.


Hiroshi dan Ve kaget, mereka saling pandang dan Hiroshi bertanya pada Erick.


"Ada apa, Erick?"


"Dia bukan supir yang di suruh Ryu tuan Hiroshi." jawab Erick.


Dan tiba-tiba saja, supir itu menancap gasnya untuk lebih cepat sampai di mana dia membawa ketiga orang tersebut.


Erick panik, kemudian dia merebut kemudi dari tangan supir yang mau melarikan mereka entah mau di bawa kemana. Dan terjadi perebutan kemudi antara Erick dan supir tersebut.


Hiroshi dan Ve kaget, kenapa kedua orang itu berebut kemudi.


"Erick, kenapa kamu mau mengambil alih kemudi itu?" tanya Hiroshi heran campur kaget.


"Dia akan membawa kita lari dari Tokyo dan entah mau kemana. Saya lihat tadi jalan ke bandara di lewati tuan." jawab Erick masih merebutkan kemudi dari supir itu.


Akhirnya, Erick memukul orang tersebut beberapa kali dan dia terjatuh pingsan. Dia menarik orang tersebut dan pindah tempat duduk, tapi sialnya ketika dia akan mengerem dan berhenti, ternyata remnya blong.


"Sial!"


Umpat Erick, dia kini berpikir lalu menoleh ke belakang. Di sana dua orang anak dan ayah sedang tegang sama saja.


"Tuan, apakah anda bisa menghubungi Ryu?" tanya Erick.


Dia tidak bisa melepas kemudinya, sejak tadi dia berusaha jalan pelan dan berputar mengelilingi jalan yang tadi di lewati.


"Bisa."


Tanpa pikir panjang, Hiroshi menghubungi anak laki-lakinya itu. Dia terus menghubungi, namun belum di angkat.


"Ryu belum menjawab sambungan teleponku, bagaimana ini?" tanya Hiroshi.


Erick berpikir, bagaimana caranya mobil itu berhenti.


"Tuan, bisakan anda pindah tempat duduk di depan? Bisa anda ganti baju yang di pakai oleh orang ini?" tanya Erick.


Otaknya berpikir, mungkin memnag ini jebakan. Tapi dia akan berpikir sesuai rencana Ryu.


"Erick, apa yang akan kamu lakukan?"


Hiroshi tampak berpikir, apakah dia akan melakukan itu? Tapi untuk apa?


"Erick, saya belum mengerti."


"Tuan akan berganti nama nanti. Jika mobil ini saya tabrakkan ke arah lain dan meledak, anda akan kehilangan nama anda dengan baju ini. Semua akan mengira anda sudah meninggal." kata Erick, ini memang harus di jelaskan.


Dan Hiroshi tampak berpikir, namanya akan hilang sesuai dengan terbakarnya mobil ini? Masih belum mengerti, tapi dia akhirnya menurut.


"Baiklah, saya akan turuti apa katamu meski saya tidak mengerti." kata Hiroshi.


"Ini juga demi kebaikan anda ke depannya tuan."


Hiroshi akhirnya membuka semua bajunya, hanya tersisa celana pendeknya saja. Ve hanya menutup mata dengan kedua tangannya, melihat papanya berganti pakaian.


Erick tampak tenang, namun di belakang ada mobil yang mengikuti mereka, Erick melihat dari kaca spion. Dia mencoba menghubungi Ryu lagi, tapi tetap tidak di jawab.


"Kemana Ryu?" gumam Erick.


Kini mobil itu di percepat jalannya, Erick berusaha kembali menginjak rem. Tapi sia-sia, Erick kesal, kenapa di saat dia membutuhkan sahabatnya itu malah tidak bisa di hubungi?


"Erick, saya sudah berganti pakaian laki-laki ini. Lalu, apa yang harus kita lakukan?" kata Hiroshi.


Erick melihat sekeliling, mobil di belakang rupanya terus mengikuti mobil yang di bawa Erick. Karena sudah pernah tinggal di Jepang, Ryu masih hafal jalan-jalan di sana. Dia akan ke pelabuhan, di sana dia akan menghentikan mobilnya dengan paksa.


Entah rencananya akan berhasil atau tidak, tapi dia akan menenggelamkan mobilnya ke laut.


"Ve, bersiaplah kamu. Apa kamu bisa berenang?" tanya Erick.


"Bisa kak, memangnya kita mau kemana?"


"Ke laut."


"Apa?!" teriak Ve dan Hiroshi.


"Ya tuan, mobil ini remnya blong. Jadi tidak bisa berhenti dengan pelan. Jalan satu-satunya ya harus di tabrakkan dan atau di tenggelamkan." jawab Erick.


Saat ini semuanya tampak tegang, Erick juga yang membawa mobil itu lebih tegang. Namun dia bersikap tenang agar bisa berpikir.


Mobil sampai di pinggir laut, Erick berusaha mengambil jalan di sisi jalan itu. Dan kebetulan sekali suasana sedang sepi.


Tapi tiba-tiba mobil yang tadi mengikuti mobil Erick, Hiroshi dan Ve melaju dengan kencang dan menabrakkan mobilnya ke arah mobil Erick.


Dan sialnya, mobil itu pun oleng dan hampir terjungkal ke laut.


"Awas!!"


Teriak Erick, dia kaget mobil yang tadi mengikutinya ternyata memang ingin mobil Erick masuk ke dalam laut. Erick melajukan mobilnya dengan cepat untuk menghindari mobil yang mengikutinya.


Mobil Erick memasuki jembatan yang melewati laut, dia terus melaju dengan kencang agar menghindar dari kejaran mobil di belakangnya.


Tapi sialnya mobil di belakang masih mengejarnya dan entah bagaimana, rupanya mobil di belakang melaju kencang dengan sengaja, tidak peduli mobil lain saling bersahutan klakson dia terus menabrakkan mobil Erick. Dan Erick sendiri tidak bisa menguasai keseimbangan kemudinya lalu terjungkal mobilnya.


Sempat tersangkut di pagar, namun ada mobil lain yang sedang melaju kencang. Akhirnya mobil itu langsung terjungkal masuk ke dalam laut.


Orang-orang melihat kejadian itu merasa ngeri dan menjerit. Satu mobil jatuh ke dalam laut. Mobil-mobil lain berhenti, menyaksikan mobil yang di tumpangi Erick, Hiroshi dan Ve masuk ke dalam laut hingga ke dasar.


Beberapa menit tidak ada kemunculan mereka bertiga, sebuah mobil pemadam kebakaran serta mobil polisi sudah berdatangan.


Mereka bersiap menolong orang yang ada di dalam mobil yang tenggelam itu.


Sementara itu, mobil yang tadi menabrak mobil Erick sampai masuk ke dalam laut kini di tahan karena orang-orang meneriaki bahwa gara-gara mobil itu, mobilnya jatuh ke dalam laut.


_


_


_


😊😊😊😊😊😊