
"Bu, nama asli Ve siapa?" tanya Erick mengulang pertanyaannya.
"Iya bu, namaku sebenarnya siapa sih?" tanya Ve mengikuti Erick.
"Sebenarnya, memang nama kamu itu ya dua kata, ibu gabungkan agar tidak ada yang tahu kamu anak siapa. Biasanya nama itu kan dari asal ayahnya di sematkan. Ibu hanya menambahkan nama kamu ketika liburan di kota Venice itu. Kamu lihatkan ibu sama ayahmu liburan ke kota Venice dan naik gondola. Dari situ ibu sematkan nama Venice, karena itu suatu kenangan manis bagi ibu. Sedangkan nama kamu Eiko yang di berikan oleh ayahmu. Ibu sengaja menghilangkan nama ayah kamu di belakang nama Eiko." kata ibu Tika.
"Namaku Venice Eiko bu?" tanya Ve penasaran.
"Vanesa Eiko Takahiro, ibu yang menambahkan Vanesa agar ibu bisa mengingat namamu itu adalah kenangan ibu di kota Venice, itu saja. Bisa juga nama kamu Venice Eiko Hiroshi." kata ibu Tika lagi.
"Seperti temanku bu, dia juga nama belakangnya Hiroshi. Ryu Shin Hiroshi, namanya." kata Erick.
Ve menoleh pada Erick, ada yang aneh. Bukankah dia pernah mengenal Ryu?
"Kak apakah teman kakak yang dulu pernah aku tabrak mobilnya? Dan pernah ke klub juga sama kakak itu?" tanya Ve.
"Iya, dia Ryu Shin Hiroshi." jawab Erick.
"Apa kak Erick pikir aku sama Ryu teman kakak itu kakak beradik?" tanya Ve lagi.
"Ryu siapa nak Erick?" tanya ibu Tika ikut penasaran.
"Sahabat saya dari Jepang bu, bulan lalu dia datang ke sini. Selama seminggu tinggal di rumah saya, dan dia bilang sedang mencari adiknya." jawab Erick lagi.
"Ryu Shin Hiroshi itu anaknya Naomi Takeda, dia istri pertama Hiroshi." ucap ibu Tika lirih.
"Jadi benar Ryu dan Ve kakak adik bu?" tanya Erick.
"Jika yang nak Erick maksud Ryu itu memang benar sekali." jawab ibu Tika lagi dengan nada sedih.
"Bu, apakah ada surat lahir Ve?" tanya Ve.
"Ada, surat dari rumah sakit di sana. Masih ibu simpan, tapi di sini ibu hanya buat kartu keluarga saja. Jadi tidak ada nama ayahmu." kata ibu Tika.
"Bagaimana ceritanya ibu bertemu papa Hiroshi?" tanya Ve.
"Panjang ceritanya, namun ibu tidak akan ceritakan pertemuan ibu dengan papamu." kata ibu Tika.
Terlalu menyakitkan bagi ibu Tika, hingga dia harus rela menunda pernikahannya dengan Hiroshi karena permintaan ayahnya.
Sampai pada Hiroshi menikah dengan Naomi Takeda dan mempunyai anak bernama Ryu Shin Hiroshi.
Dan betapa senangnya ayah Hiroshi mendapatkan anak laki-laki dari Hiroshi, hingga tidak sadar juga dia mengatakan Hiroshi menikah dengan kekasihnya, yaitu Tika Harumi perempuan Indonesia yang sangat di cintai oleh Hiroshi.
Setelah pernikahan itu, Tika ibu Ve tidak langsung mengandung. Yang membuat ibu Tika harus pergi ketika Hiroshi tidak lagi memperhatikan Naomi Takeda, ibu Ryu. Tentu saja itu membuat Takahiro ayah Hiroshi marah.
Ketika Ve lahir pun Hiroshi masih sering berkunjung meskipun di larang oleh ayahnya. Dan di usianya yang ke sembilan bulan ayah mertua ibu Tika memintanya untuk meninggalkan Hiroshi.
Awalnya ibu Tika tidak menanggapi permintaan mertuanya, tapi Takahiro mengancam ibu Tika jika tidak pergi dari kehidupan anaknya Hiroshi.
Takaahiro memberi sejumlah uang untuk biaya hidup ibu Tika dan anaknya dalam jumlah yang banyak. Saat itu pikiran ibu Tika hanya menyelamatkan anaknya agar tidak di celakai oleh anak buah Takahiro.
Hiroshi tidak tahu jika ibu Tika sudah pergi sejak dia pergi dinas ke Tokyo dalam rangka pekerjaan.
Setelah pulang, dia tidak menemukan Tika istri dan anaknya. Dia marah dan tidak pulang selama seminggu ke rumah istri pertamanya.
Sampai Naomi Takeda menyusul suaminya ke rumah di mana Tika tinggal. Dari sana dia tahu bahwa suaminya itu sangat mencintai ibu Ve.
Singkat cerita, sampai bertahun-tahun berpisah Hiroshi tidak pernah peduli lagi dengan istrinya, yang dia lakukan hanya kewajiban memberinya nafkah lahiriah saja berupa jaminan keluarga.
Jika ada pertemuan keluarga besar, baru Hiroshi bersikap manis pada istrinya. Ryu sendiri awalnya tidak tahu kenapa ibunya selalu di abaikan hingga sering sakit.
Namun dia mendapat informasi bahwa ayahnya mempumyai istri lagi dan punya anak perrmpuan juga.
Dan kebetulan Ryu bersahabat dengan Erick, dengan takdir yang mempertemukannya dengan Ve.
"Begitulah kisah ibu, Ve. Ibu sebenarnya tidak mau bercerita, takutnya kamu semakin membenci papamu. Bukan salah papamu Ve, ibu yang pergi dan menyembunyikan semua identitasmu dan juga permintaan kakekmu." kata ibu Tika lagi.
"Lalu , apa yang harus aku lakukan bu?" tanya Ve.
"Kamu ngga perlu melakukan apa-apa, jika kamu ingin bertemu papamu ibu tidak tahu apa yang harus ibu lakukan. Tapi ibu hanya ingin kita itu hidup aman dan damai tanpa ada gangguan dari mereka lagi." kata ibu Tika.
Ve diam, dia bangun dari duduknya dan memghampiri ibunya dan memeluknya. Mereka menangis terisak berdua. Erick melihat pemandangan seperti itu pun jadi terharu, bibirnya tersenyum puas. Dia akan segera memberitahu Ryu masalah ini.
Satu dering telepon berbunyi.
Jody
"Halo, Jody kamu masih di klub?" tanya Erick.
"Kakak kemana aja sih? Udah mau magrib ini, Jody sendirian di sini, takut." kata Jody dengan merengek.
"Iya, maaf ya. Kakak segera kesana. Jangan kemana-mana." kata Erick mengingatkan.
"Iya, cepat kak Erick kesini."
Erick memutuskan sambungan teleponnya, dan memanggil Ve yang masih memeluk ibunya.
"Ve."
Ve menoleh, dia menatap Erick sambil menghapus air matanya.
"Ada apa kak?" tanya Ve.
"Aku mau jemput Jody dulu sekalian pulang, sudah mau magrib." kata Erick.
"Iya kak, kasihan Jody sendirian di sana."
"Bu, saya pulang dulu ya. Lain kali saya mau mendengar cerita ibu lagi. Hehe.." kata Eruck sambil menyalami tangan ibu Tika.
"Ibu sudah cerita semuanya sama kalian." jawab ibu Tik.
Lalu Ve mengantar Erick sampai depan rumah.
"Aku pulang dulu ya, jaga diri baik-baik. Nanti aku jemput besok kuliahnya." kata Erick.
"Ngga usah kak, aku berangkat sendiri aja." kata Ve.
"Aku khawatir sama kamu."
"Aku bisa jaga diri kok, ngga usah jemput ya."
Erick menatap Ve, dia menarik nafas panjang lalu mengangguk. Dia lalu menarik kepala Ve dan mencium keningnya. Lalu pergi dan melambaikan tangan pada Ve.
Ve tersenyum, dia kemudian masuk ke dalam rumahnya. Hatinya sedikit lega, meski ada pertanyaan tentang Ryu pada Erick. Namun dia menahannya tadi karena Jody harus di jemput dan segera pulang.
_
Erick kini sudaha ada di kamarnya setelah dia menjemput Jody. Dia langsung masuk kamar setelah makan malam dan akan menyelesaikan materi untuk besok di kampus.
"Rick, kamu tidak kemana-mana?" tanya ibu Fatma menghampiri anaknya.
"Ngga ma, aku ada tugas buat besok." jawab Erick sedangn mengetik di laptopnya.
"Kamu suka sekali mengajar mahasiswa di kampus?" tanya ibu Fatma memperhatikan anaknya yang sedang mengetik di laptopnya.
"Iya ma, aku suka berinteraksi dengan mahasiswa di kampus." jawab Erick.
"Emm, sampai dapat pacar mahasiswa sendiri." kata ibu Fatma mencibir anaknya.
Erick menghentikan kegiatannya, dia memandang ibunya yang masih melihat ke laptopnya.
"Eh, ma. Tahu ngga, emm Ve itu bukan anak sembarangan ternyata." kata Erick seperti mulai bergosip dengan ibunya.
"Eh, lalu Ve anak siapa? Kamu belum cerita tentang anak itu." kata ibu Fatma.
Erick menghela nacas panjang, dia menyesal telah bicara tentang Ve tadi. Dia terlalu antusias dengan kabar bahwa Ve adalah adik Ryu satu ayah.
"Ngga sih ma, dia anaknya ibu Tika." kata Erick menutupi lagi kisah ibu Tika.
"Ih, kamu itu bikin mama penasaran aja sih? Cepat cerita, kalau ngga. Mama mau di sini aja." kata ibu Fatma.
"Ish, kok gitu? Aku ngga konsentrasi nantinya ma."
"Salah siapa kamu bikin mama penasaran."
"Ya udah, secara garis besar Ve itu ternyata adiknya Ryu. Dan udah, jangan tanya-tanya lagi. Erick ngga mau cerita banyak ya." ucap Erick memotong pembicaraan agar mamanya tidak bertanya lagi.
Tapi justru karena dia mengatakan cerita yang menggantung, ibu Fatma semakin penasaran.
"Yang benar kamu? Bagaimana ceritanya sih kok bisa Ve adiknya Ryu?" tanya ibu Fatma semakin penasaran.
"Dugaan Erick aja ma, udah ya. Nanti lagi, aku nanti mau tanya sama Ryu benar ngga Ve itu adiknya." kali ini kalimat Erick mengaburkan kebenaran agar mamanya tidak bertanya lagi.
Dan ibu Fatma pun diam, sebenarnya dia masih penasaran. Tapi biarlah nanti saja dia bertanya lagi, dia kasihan anaknya sedang mempersiapkan materi untuk besok.
"Ya udah, mama nanti tanya kamu lagi Rick. Pokoknya mama ingin tahu semuanya tentang Ve. Titik! Dia kan calon mantu mama." kata ibu Fatma dengan tegas.
Erick hanya diam, lalu menggelengkan kepalanya saja. Kemudian ibu Fatma keluar dari jamar anaknya itu.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊😊😊