
Kini Erick sedang mencari data mahasiswa di laptopnya, karena dia kemarin meminta nama-nama mahasisiwa seluruh kelas yang dia masuki di mata kuliahnya.
"Untuk pak Erick meminta data pribadi dari seluruh mahasiswa di sini?" tanya bagian adminitrasi.
"Emm, untuk melihat. Nanti jika ujian semester bisa di perbaiki jika ada nilai yang kurang memuaskan. Saya pikir mencari data mahasiswa saya." kata Erick ketika pegawai administrasi kampus menanyakan karena heran baru kali ini ada yang menanyakan biodata mahasiswa selain pegawai adminjstrasi lainnya.
Karena yang dosen tahu hanya mengajar materi dan memberi tugas.
"Sebentar ya pak." kata pegawai itu.
Dia mengecek semua data mahasiswa, tapi dia bingung karena terlalu banyak mahasiswa. Mungkin lebih spesifikasi lagi.
"Emm, pak Erick minta angkatan ke berapa?"
"Yang sekarang semester empat, kelas yang saya masuki saja. Setiap jurusan."
"Berarti itu di bagian penjadwalan pak, soalnya ini data semua mahasiswa. Nanti bisa bingung pak Ericknya karena terlalu banyak." kata pegawai itu.
Dia diam, benar juga. Tapi jika meminta di bagian penjadwalan dosen, itu juga agak ribet.
Pegawai itu terus mencari angkatan semester empat seluruh fakuktas.
"Ah, begini saja. Satu fakultas saja ngga apa-apa di semester empat pak Rudi. Jika satu jurusan terlalu sedikit ya." kata Erick.
"Oh, oke. Fakultas apa pak Erick?"
"Pendidikan."
Pak Rudi mencari data mahasiswa yang ada di fakultas pendidikan. Di sana banyak sekali mahasiswa di fakultas tersebut
Ya, Ve di fakultas pendidikan dan jurusan sosiologi.
"Pak Erick, apa perlu di perkecil lagi?"
"Maksudnya bagaimana?"
"Satu fakultas banyak sekali, apa pak Erick satu fakultas itu mengajar di sana semua?" tanya pak Rudi.
Erick tersenyum, dia menyebutkan juusan apa saja yang dia ngajar materi matematika. Pak Rudi pun mencari semua jurusan yang di sebutkan Erick tadi.
"Nah, kan ini lebih sedikit jika ngambi beberapa jurusan saja. Pak Erick juga ngga bingung melihatnya." kata pak Rudi yang sedang mengeprint data yang di minta Erick.
Setelah selesai, data print out tersebut di berikan oleh Erick. Tapi Erick jadi bingung, bukankah itu data sangat singkat saja? Harusnya dia mencari di tumpukan formulir pendaftaran.
Tulisan tangan manual itu bisa membantu banyak, tapi di mana dia akan mencari formulir itu ya?
"Pak Rudi, biasanya adakan formulir pendaftaran?".
"Iya pak, biasanya ada formulir pendaftaran. Pak Erick juga mencari formulir pendaftaran?"
"Emm, itu kalau sudah di data kemana formulir itu di simpan?"
Pak Rudi mengerutkan dahinya, kenapa pak Erick ingin tahu sekali ya. Apa yang dia cari?
"Ada di gudang pak, itu pun jika tidak di buang ya pasti ada di gudang tumpukan formulir pendaftaran mahasiswa baru itu. Apa pak Erick sedang mencari seseorang?" tanya pak Rudi dengan ragu.
"Sebenarnya saya mencari adik teman saya, pak Rudi. Dia belum tahu ada di mana, ku pikir dia sudah kuliah dan saya coba mencari di kampus ini. Siapa tahu ada di kampus ini." jawab Erick.
"Kalau tidak ada di kampus ini bagaimana pak?"
"Ya cari di kampus lain, mungkin mencari melalui website situs beberapa kampus mengenai data mahasiswa." jawab Erick.
"Aduh pak Erick, kenapa tadi minta ke saya. Cari aja di website kampus, di sana lengkap kok nama-nama mahasiswanya. Ya sama halnya sih yang saya printout tadi."
"Heheh, iya ya. Kenapa ngga mencari di website aja. Ya sudah, terima kasih pak Rudi atas bantuannya." kata Erick.
"Iya, pak Erick sama-sama." jawab paj Rudi.
Erick lalu pergi dari ruangan administrasi tersebut, dia melangkah kelaur menuju parkiran. Hari ini dia tidal ada jadwal mengajar di kampus, jadi dia akan pergi ke perusahaannya. Dia akan memeriksa data satu persatu yang tadi dia minta pada pak Rudi.
_
Sampai pada nama-nama huruf V, dia mencari terus. Dan apa yang dia cari pun ketemu.
Ya, dia mencari biodata Ve. Benarkan namanya Ve saja atau ada kepanjangannya, siapa nama ibu dan bapaknya? Dia lihat berulangkali.
"Ternyata Ve memang di tulis namanya Ve aja ya?" gumam Erick.
Dia kesusahan mencari tahu tentang Ve, tapi dia mencatat tanggal kelahiran Ve, tahun dua ribu satu bulan Mei tanggal enam.
"Emm, ini ku catat dulu. Baru nanti aku cocokkan dengan cerita Arfan. Katanya Ve dan ibunya itu pendatang di kampung itu sembilan belas tahun lalu. Ibunya bernama Tika, dan tidak ada nama ayahnya. Arfan bilang dia anak yatim, mestinya jika anak yatim tetap di cantumkan nama ayahnya. Tapi kenapa tidak ada namanya ya?" Erick masih bergumam.
Dia kemudian memghubungi sahabatnya yang di Jepang.
Tuuut.
Dalam bahasa Jepang.
"Halo Ryu, kamu bisa cari tahu tanggal kelahiran adikmu?" tanya Erick
"Apa lo menemukan petunjuk?"
"Gue belum yakin, coba kamu cari tahu tentang istri kedua ayahmu siapa namanya. Dan dari mana dia berasal?"
"Gue sudah bilang dia dari negaramu, tapi gue tidak tahu siapa namanya dan dari mana asalnya."
"Bukan begitu, gue pengen mencocokkan saja tanggal lahir adikmu." kata Erick.
"Emm, baiklah nanti gue cari di buku lembaran keluarga. Tapi kayaknya susah, karena istrinya tidak terdaftar di keluarga besar kami." kata Ryu.
"Lo cari dari sejarah ayahmu, mungkin ada jejak di sana. Karena sepertinya memang semua di tutupi dengan rapat agar tidak ada yang tahu." kata Erick lagi.
"Ya, lo benar. Oke, nanti gue cari tahu tentang masa lalu ayah. Sepertinya ibuku tahu sedikit tentang cerita ayah."
"Oh ya, apakah ibumu sudah lebih baik?"
"Lumayan, beliau sudah mau keluar. Ayah juga suka mengunjungi ibu."
"Salam untuk ibumu, lain waktu gue akan berkunjung ke Jepang." kata Erick.
"Oke, jika ada petunjuk jelas dari pencarianmu gue akan datang ke Indonesia. Kabari gue terus, bro."
"Siip, jangan khawatir. Lagi pula gue lagi penasaran sama seorang gadis." kata Erick.
"What? Lo naksir mahasiswamu?"
"Hei, gue bilang penasaran sama mahasiswa yang penampilannya cuek. Tapi dia tangguh."
"Itu namanya lo naksir. Hahah, kena kualat kan lo."
" Brisik lo! Udah, gue tutup teleponnya."
Klik.
Erick menutup sambungan telepon dengan sahabatnya Ryu. Dia senyum-senyum sendiri memgingat ucapan Ryu tadi, apa katanya? Naksir?
Erick menopang dagu, sembari membayangkan Ve. Dia memang manis, dan wajahnya tidak terlalu kentara dengan wajah Indonsesia, tapi ada perpaduan oriental melayu.
Kulitnya putih meski dia sering beraktifitas di luar rumah, tapi matanya tidak sipit jika wajah oriental. Rambutnya juga lurus. Siapa Ve?
Sangat misterius sekali.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊😊😊