
Sampai di bandara internasional Sukarno-Hatta, Ryu langsung di jemput oleh ayahnya Hiroshi. Ryu akan menginap sehari di rumah baru Hiroshi. Berarti dia juga akan bertemu dengan Ve, adiknya.
"Papa sudah hafal di kota ini?" tanya Ryu ketika mereka sudah di dalam mobil.
"Papa belum hafal, tapi ada GPS untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Walau pun kadang GPS itu menyesatkan, hahaha." kata Hiroshi tertawa lucu.
Ryu mengerutkan dahinya, kenapa kinerja GPS tidak akurat begitu? Aneh.
"Rencananya berapa hari di sini?"
"Dua minggu, hingga aku bisa mendapatkan cintaku pa." jawab Ryu.
"Emm, papa penasaran siapa gadis itu sehingga kamu rela datang kemari." kata Hiroshi, dia menoleh ke arah anaknya.
"Papa pernah melihatnya jika papa ingat." ucap Ryu.
"Siapa?" tanya Hiroshi penasaran.
Siapa gadis itu? Dan dia pernah melihatnya?
"Dia gadis yang aku sewa untuk menemani Eiko ketika di Jepang pa." jawab Ryu.
Wajah cerianya menceritakan Hana membuat Hiroshi ikut tersenyum juga. Dia senang anaknya menemukan tambatan hatinya.
"Gadis biasa? Apa kakekmu menyetujuinya?" tanya Hiroshi, ada raut wajah cemas ketika dia ingat kalau gadis yang dia suka itu gadis biasa.
Bukan dia tidak suka, hanya saja apakah ayahnya Takahiro akan menerima gadis itu sebagai pasangan Ryu.
"Kakek hanya menyuruhku untuk membawa gadis itu pa, dan papa tahu? Ternyata gadis itu bukan gadis biasa. Ku rasa kakek juga menyelidiki siapa gadis itu sebenarnya dan asal usulnya." jawab Ryu.
Mereka kini sampai di rumah Hiroshi yang baru, terlihat berbeda dari rumah dulu Ve dan ibu Tika tinggal. Dan sekarang mereka bertiga pindah ke rumah yang cukup besar.
Ryu keluar dari mobil dan di sambut oleh adiknya Ve atau Eiko.
"Hai oniichan, apa kabar." sapa Ve mendekat pada Ryu.
Ryu tersenyum senang, dia lalu memeluk Ve dengan erat. Lalu mencium kening Ve dengan cepat.
"Oniichan kangen sama kamu." jawab Ryu.
"Aku juga oniichan, ayo kita masuk. Sebentar lagi kak Erick juga datang kemari." ajak Ve pada Ryu.
"Waah, kemajuan sekarang. Bahasa Jepangmu cukup lancar juga." kata Ryu memuji kalimat adiknya.
"Tentu saja, ada papa yang mengajariku. Aku pengen bisa bahasa Jepang agar bisa bicara lancar sama oniichan." ucap Ve lagi.
Mereka berangkulan masuk ke dalam rumah, Hiroshi senang melihat kedua anaknya itu akur dan akrab sekali. Dia mendekat pada istrinya, Tika Harumi.
"Mereka sepertinya saling menyayangi." ucap ibu Tika.
"Iya sayang, aku senang kedua anakku begitu saling menyayangi satu sama lain. Meski mereka tidak dari rahim yang sama." kata Hiroshi.
"Tapi mereka memilik darah yang sama, yaitu kamu suamiku." ucap ibu Tika dengan senyum mengembang.
"Emm, kamu benar. Dan kamu tahu kenapa Ryu datang kemari?" tanya Hiroshi.
"Mau apa dia kemari? Apa ada tujuan penting juga?"
"Ya, dia mengejar gadis yang dulu membantu Eiko tinggal di sana. Dan dia di pekerjakan Ryu untuk menemani Eiko. Cinta itu unik bukan, ternyata Ryu juga suka orang Indonesia juga. Seperti papanya, hahah." ucap Hiroshi, dia mendekap istrinya erat.
Ibu Tika hanya tersenyum saja, dia menatap wajah suaminya yang begitu bahagia.
"Suamiku, apa kamu tidak merindukan Naomi?" pertanyaan ibu Tika secara tiba-tiba itu membuat tawa Hiroshi menghilang.
Dia menatap istrinya, mencari tahu apakah dia sedang cemburu.
"Sayang, kamu bertanya apa?" tanya Hiroshi menyelidiki wajah istrinya.
"Harumi, kadang aku juga merindukan Naomi. Tapi tidak punya keinginan untuk kembali dan mencarinya. Tapi ketika aku lehilangan dan jauh darimu, aku benar-benar sangat hancur, aku selalu pergi ke rumah yang dulu pernah kita tinggali, rumah itu penuh kenangan denganmu. Makanya jika aku merindukanmu, aku selalu pergi ke rumah itu. Dan kejadian aku tenggelam di laut, aku dan Eiko juga Erick kesana. Karena hari berikutnya ayah mengumumkan kalau aku telah meninggal. Aku sedih tapi mungkin ayah punya cara lain untuk menyatukan kita, Harumi. Mungkin suatu hari nanti, kamu bisa bertemu ayah dan dapat restu darinya." kata Hiroshi.
Ibu Tika tersenyum, dia sangat bahagia jika suaminya itu selalu mengingatnya. Saat ini dia hanya butuh suaminya, ketika anak gadisnya sebentar lagi akan di miliki oleh laki-laki yang di cintainya.
"Aku bahagia bisa bersamamu di hari tuaku, suamiku. Karena Eiko sebentar lagi akan mendapatkan jodohnya dan akan di jaga oleh suaminya kelak. Dan aku, aku hanya punya dirimu." ucap ibu Tika.
Hiroshi terharu dengan ucapan istrinya, dia memeluk ibu Tika erat. Memang di saat sudah menginjak masa tua, yang di butuhkan adalah pasangan hidupnya yang saling mencintai dan menyayangi.
"Oh ya, Ryu akan mencari cintanya? Siapa dia?" tanya ibu Tika.
"Emm, dia dulu yang membantu dan menemani Eiko di Jepang. Ternyata dia mahasiswa yang cerdas dan bukan gadis sembarangan, begitu yang di katakan Ryu. Cinta memang datang pada siapa saja ya, tidak tahu berlabuh pada siapa."
"Ya, tapi apakah ayah Takahiro menerima keputusan Ryu mencari gadis yang dia sukai?"
"Kamu tahu, Ryu pernah mau bertunangan dengan gadis model. Tapi ternyata gadis itu lebih memilih karirnya sebagai model dari pada bertunangan dan menikah dengan Ryu. Hanya kedua orang tuanya yang menginginkan anaknya menikah dengan Ryu. Dan kamu tahu, orang tua gadis itu tahu kalau Ryu punya kekayaan banyak. Bukan hanya dia punya perusahaan sendiri, tapi juga perusahaanku juga dia mengira Ryu memilikinya Dan jika tidak salah kira, perusahaan ayah juga akan jatuh ke tangan Ryu. Dan ternyata ayah tidak menghendaki itu, beliau punya cara untuk membatalkan pertunangan di depan banyak keluarga tapi yang membuat malu dari orang tua si gadis itu. Anaknya benar-benar menolak pertunangan itu, dia kabur ke Korea." ucap Hiroshi lagi.
Ibu Tika terdiam, memang terkadang mertuanya itu terlihat jahat. Tapi semua rencana dan tindakannya tidak terduga. Suaminya dia biarkan pergi dengan cara tidak biasa, dan Ryu? Dia mencari gadis yang di cintainya.
Dia salah telah berpikiran buruk pada mertuanya saat ini, tapi biarlah. Saat ini dia sedang bahagia bisa bersama lagi dengan suaminya. Ve juga sekarang lebih manja, apa lagi sekarang Erick sangat mencintainya.
Dulu, Ve sangat cuek dan dingin serta acuh pada laki-laki lain yang mendekat padanya. Mungkin dia tidak mau memikirkan laki-laki lain sebelum dirinya lulus kuliah dan berencana akan membahagiakan dirinya.
Hingga bertemu dengan Erick sebagai dosennya, dan kini bisa bertemu dengan kakaknya juga papanya.
Sementara itu, Ryu dan Ve sedang mengobrol santai. Bertanya apa pun sampai Ryu bertanya tentang Hana pada Ve.
"Eiko, kamu mengenal Hana lebih dekat?" tanya Ryu dengan ragu.
Ve menatap Ryu dan melebarkan matanya, lalu memicingkan matanya. Heran.
"Kenapa? Apa oniichan suka Hana?" tanya Ve curiga.
"Halo semua?" suara Erick memecah keheningan kedua kakak beradik itu.
Ve dan Ryu menoleh ke arah Erick yang berjalan mendekat padanya.
"Hei, Ryu. Lo kapan sampai di sini?" tanya Erick yang ikut duduk di depan keduanya.
"Baru tadi gue sampai. Selamat ya, lo sudah merebut hati adik gue. Papa bilang kalian akan menikah?" tanya Ryu.
"Ya, tapi tunggu semester ini selesai. Mungkin dua bulan lagi. Apa lo bisa datang nanti?" tanya Erick.
"Emm, semoga gue bisa datang. Saat ini gue juga mau menemui seorang gadis di sini." jawab Ryu.
"Waah, benarkah? Lo sudah menemukan cinta lo sendiri?"
"Sebentar, oniichan tadi tanya tentang Hana. Apa gadis itu Hana?" tanya Ve.
"Ya, dia gadis yang mencuri hatiku saat ini. Gue akan mencarinya, gue datang untuk mencarinya di kotanya." jawab Ryu.
"Lo tahu dia di mana tinggal?"
"Gue belum tahu, tapi gue udah dapat alamatnya. Tamada mencari informasi tentang Hana sampai alamat rumahnya di sini." jawab Ryu.
"Emm, lo ngga sulit cari informasi seperti itu. Asisten lo memang bisa di andalkan."
Lalu ketiganya kini mengobrol santai, tidak hanya mengenai rencana menikah. Tapi juga beberapa rencana akan bertemu Hana nanti.
_
_
_
😊😊😊😊😊😊😊