V E

V E
41. Prepare



Malam ini, ibu Tika akan berbicara serius pada Ve. Dia masuk ke dalam kamar anaknya itu, dia melihat Ve sedang membaca buku dan sepertinya sedang mendengarkan sebuah percakapan di sebuah situs di internet.


"Ve, sedang apa?" tanya ibu Tika.


Ve kaget, dia buru-buru menutup laptopnya dan menoleh ke arah ibunya yang semakin mendekat padanya. Ve tersenyum pada ibu Tika.


"Ada apa bu?" tanya Ve.


Ibu Tika tersenyum dan duduk di ranjang anaknya itu.


"Ibu mau bicara sama kamu." kata ibu Tika.


"Bicara apa bu?" tanya Ve lagi.


"Kamu mau bertemu dengan papamu?" tanya ibu Tika membuat Ve terkejut.


Ve diam, berpikir apakah memang dia ingin bertemu dengan papanya? Sejujurnya iya, tapi bagaimana dengan ibunya di rumah?


"Ve?"


Ve menunduk, lalu mengangguk pelan. Dia mendongak kembali, menatap mata ibunya yang terlihat sedih.


"Aku khawatir sama ibu jika aku ke Jepang, ibu sama siapa?" tanya Ve lirih.


"Ada Andre dan bu Siti, ibu bisa minta tolong sama mereka kok. Pergilah temui papamu, dia pasti sangat senang sekali bertemu denganmu." kata ibu Tika tersenyum.


"Tapi, apa papa bisa mengerti apa yang Ve ucapkan bu? Ve sedang belajar bahasa Jepang, agar bisa bicara sama papa." kata Ve.


Kembali ibu Tika tersenyum, dia bangun dari duduknya dan memeluk anaknya itu.


"Papamu pasti mengerti, dulu juga ibu bicara bahasa ibu beliau memgerti. Tapi entahlah kalau sekarang, sudah sangat lama papamu tidak bicara dengan ibu memakai bahasa ibu. Hehe.." kata ibu Tika.


"Benarkah? Papa juga bisa bahasaku bu?"


"Emm, dia bisa bahasa kita dengan lancar. Dan ibu juga bisa bahasa Jepang agar ibu tahu apa yang di bicarakan orang waktu itu, karena ibu sendirian di saja. Jadi mau tidak mau ibu harus bisa bahasa di sana."


"Waah, ibu juga bahasa Jepangnya sangat bagus. Aku iri sama ibu bisa bahasa Jepang, waktu itu ibu bicara sama kak Ryu sangat lancar sekali. Makanya aku belajar setiap malan agar bisa bahasa Jepang." kata Ve dengan manja.


Ibu Tika kembali tersenyum, dia memeluk anaknya erat.


"Setelah pulang dari Jepang, ibu akan ajari kamu bahasa Jepang sedikit-sedikit. Karena ada beberapa kata yang ibu juga tidak mengerti. Kamu bisa tanya sama papamu atau kakakmu nanti." kata ibu Tika.


"Tapi, benar ibu tidak apa-apa Ve tinggal sendiri di rumah?" tanya Ve lagi.


"Iya, ibu akan baik-baik saja di rumah. Kamu jangan khawatirkan ibu, temui papamu." kata ibu Tika meyakinkan anaknya dengan senyuman.


Ve memeluk ibunya erat, dia sangat senang sekali akan bertemu papanya. Papa Hiroshi, seperti apa ya sekarang papa Hiroshi? gumam Ve dalam hati.


Setelah pembicaraan itu, ibu Tika keluar dari kamar anaknya dan masuk ke dalam kamarnya. Menenangkan hatinya yang berkecamuk dan gelisah.


_


Ryu sudah membeli tiket pesawat untuk Ve, dia mendapatkan identitas Ve dari Erick. Dia tahu semua karena memang dulu dia mencari tahu tentang Ve, jadi tidak sulit dan juga tidak harus meminta data pada Ve. Hanya satu KTP saja.


Hari ini, sore hari Ryu akan berangkat ke Jepang dengan Ve. Dia sudah prepare dengan kopernya. Hanya Erick yang terlihat sedih ketika Ryu akan membawa pacarnya itu.


"Lo jangan khawatir, Eiko akan gue jaga di sana. Kantor gue juga ada di Tokyo. Jadi bisa saja gue pulang ke apartemen dengan adikku." kata Ryu meyakinkan Erick.


Dia tahu sahabatnya itu sangat khawatir dan sedih di tinggal oleh Ve.


"Bukan begitu, dia tidak ada yang bisa di ajak bicara di sana. Karena dia belum mahir berbahasa Jepang." ucap Erick.


"Gue akan sewa mahasiswa Indonesia untuk menemaninya pergi atau gue beri dia kamus untuk mempelajari bahasa Jepang di sana." jawab Ryu lagi.


"Gue akan ke sana dalam empat hari lagi, Ve sudah gue izinkan tidak masuk perkuliahan selama satu minggu. Dan gue akan izin selama tiga hari saja, karena dua harinya gue libur tidak ada jam mengajar di kampus." kata Erick.


"Oke, lo berarti lima hari di Jepang?"


"Mungkin, jika Eiko melebihi batad waktu yang di tentukan. Pokoknya gue yang akan menjemput Eiko ke Jepang, lo ngga usah mengantarnya lagi kesini." kata Erick lagi.


"Oke, oke. Thanks ya, you the best friend." ucap Ryu.


Erick tersenyum, dia lalu membantu Ryu menyiapkan semuanya untuk keberangkatannya nanti sore.


Sedangkan Ve sudah menyiapkan juga koper dan tasnya agar nanti tidak ada yang ketinggalan.


Andre masuk ke dalam rumah Ve, dia mencari Ve di dalam kamarnya.


"Ya, lo masuk aja. Gue lagi beres-beres." jawab Ve.


Andre pun masuk ke dalam kamar Ve, dia melihat Ve sedang merapikan tas bawaannya.


"Jadi bener, lo mau pergi ke Jepang?" tanya Andre.


"Iya." jawab Ve singkat.


"Mau apa?" tanya Andre lagi.


Ve menghentikan kegiatannya, lalu melihat Andre yang sedang menatapnya serius.


"Gue harus ngomong dari mana ya?" kata Ve bingung.


"Ngomong apa sih Ve, gue ngga ngerti."


"Emm, sebenarnya ini adalah sebuah rahasia ibu gue. Lo tahu gue mau pergi ke Jepang dari siapa?" tanya Ve, dia ingin tahu Andre mengetahuinya mau ke Jepang dari siapa.


"Ya dari tante Tikalah, katanya ada seseorang yang harus lo temui di sana. Apa benar begitu?"


"Iya, gue mau menemui papaku di sana." jawab Ve lirih.


"Kenapa ngga papa lo aja yang kemari?"


"Kakak gue yang ngajak, jadi gue ikut aja. Senangkan bisa jalan-jalan ke Jepang." ucap Ve dengan senangnya.


"Kakak lo, siapa kakak lo? setahu gue lo ngga punya kakak." kata Andre semakin ngga mengerti.


"Duh, gimana mau jelasinnya sama lo sih. Gue bingung, udah lo nanti tanya sama ibu aja ya. Dan nanti jangan banyak tanya karena itu sebuah rahasia. Lo kalau masih penasaran sama cerita gue, tunggu gue pulang dari Jepang. Nanti gue jelasin semuanya sama lo. Kalau sekarang gue ngga sempat cerita panjang lebar sama lo. Oke?"


"Ve, gue makin ngga ngerti sama ucapan lo itu. Gue makin pusing!"


"Ya makanya, lo tunggu gue pulang dari Jepang. Berisik banget sih lo!"


"Ck, lo mau pergi tapi gue kok jadi sedih ya."


"Heh, lo cowok jangan cengeng. Tapi gue mau titip ibu sama lo, kasihan ibu sendirian di rumah. Meskipun cuma seminggu di Jepang, tapi gue tetap aja khawatir sama ibu. Jadi gue minta tolong sama lo ya, jaga ibu dan kalau ada apa-apa lo antar ibu atau hubungi gue."


"Eh, lo kira tempatnya satu Indonesia bisa hubungi lo. Lo pergi ke Jepang berarti nomor lo ngga berlaku." kata Andre.


"Hehehe, oke nanti kalau gue ganti nomor lo gue hubungi. Gue mau tahu kabar ibu aja nantinya sama lo, gue juga khawatir sama ibu meski cuma satu minggu di sana." kata Ve lagi.


"Oke, jangan lupa kabari gue kalau lo nanti sampai di Jepang." ujar Andre.


"Siiip."


"Terus gue harus bantu apa nih?"


"Ngga perlu, udah beres semua sih. Kak Erick yang jemput gue ke sini."


"Boleh gue ikut antar lo ngga?"


"Mobilnya ngga muat, gue duduk di belakang sama ibu di depan kak Erick sama kak Ryu. Maaf ya."


"Ya udah ngga apa-apa, lo hati-hati di saja ya Meski pun itu negeri papamu, tetap aja itu negeri asing buat lo."


"Iya, gue tahu. Nanti ada kak Ryu yang akan nginap di sana juga kok."


Setelah mengobrol cukup lama kedua sahabat dari kecil itu, kini Erick dan Ryu sudah menjemput Ve.


Dia menunggu di depan, Andre membawaoan tas Ve ke depan dan di berikan pada Erick. Tak lupa ibu Tika juga sudah siap untuk mengantar anaknya sampai ke bandara.


"Ayo kita berangkat." kata Ryu.


Lalu Ve dan ibu Tika masuk ke dalam mobil Erick, Ryu dan Erick juga masuk. Tak lupa Ve dan ibu Tika berpesan pada Andre dan ibu Siti yang kebetulan ikut mengantar hanya sampai mobil Erick.


_


_


_.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊