
Zion Alatas adalah nama pria bertubuh kekar dan dipenuhi tato itu, dia adalah seorang bandar judi dan pemilik kasino, zion sudah terkenal di kalangan wanita penghibur sebagai pria kulkas yang arogan tapi banyak yang ingin di kontrak oleh nya karena dia muda, tampan dan kaya, namun dia selalu pemilih, hanya wanita berspesifikasi sempurna yang akan dia pilih.
Namun dari beberapa wanita yang pernah dia pilih rata rata dari mereka menyesal telah di kontrak oleh Zion karena katanya Zion sangat kejam dan memperlakukan mereka benar benar seperti boneka yang dimainkan sesuka hatinya lalu membuang nya karena sudah bosan atau menemukan mainan baru yang lebih bagus. Terkadang Zion bertindak tak berprikemanusiaan saat ada orang yang menentang nya.
Dan sepertinya kali ini juga Zion mau mengganti wanita nya, yang dia anggap sebagai mainan untuk menghiburnya
" Kau tuan Zion ?" Tanya Nanda sopan, Zion meresponnya dengan hanya menaikan alisnya
" Mana wanita baru ku ?" Tanya nya dingin
" Anda bisa memilih yang anda mau, mereka di sana !"
Zion pun berjalan menuju para wanita tadi, semua wanita langsung berdiri berjejer rapi saat melihat kedatangan Zion, sedang zakira yang tidak termasuk pilihan di suruh pergi oleh Nanda, dengan rambut yang masih acak acakan zakira berjalan perlahan untuk pergi, tak di sangka perhatian Zion malah tertuju pada zakira lalu dia mengikutinya
Nanda segera mengikuti nya juga
" Aku mau yang ini ?" Zion meraih tangan zakira lalu menariknya, sontak zakira kaget dan tertegun saat wajah dia dan Zion berhadapan sangat dekat
" Tapi dia tidak masuk ke dalam pilihan !" Ujar Nanda hati hati dengan ucapan nya
" I don't care, i want it !" Ucap nya masih memandangi zakira dengan senyum smirk nya
Melihat keributan itu, mamih Karin segera menghampiri mereka
" Ada apa ini ?" Tanya nya melihat zakira di pegang Zion
" Berapa harga dia ?" Zion keukeuh mau zakira, melihat wajah yang sangar dan suara yang berat itu membuat Zakira takut di tambah mendengar niat nya itu membuat zakira semakin tegang
" Mamih tolong !" Zakira memberi isyarat ke mamih Karin untuk menolong nya
" Euh dia masih baru, jadi...!" Belum selesai bicara ucapan nya terpotong oleh Zion
" Aku gak peduli, dia harus jadi milikku ! Berapapun yang kau ingin aku akan memberikannya !" Ucap nya mengajak bernegosiasi, zakira menggelengkan kepalanya dengan wajah memohon tapi jika berurusan dengan uang mamih Karin tidak bisa menolak
" Baiklah, mari kita buat kontrak nya!"
" Apa ?" Nanda tercengang
" Mamih...!" Zakira nampak tidak mau di kontrak oleh pria itu
" Sebentar, saya mau berdiskusi dengan nya dulu !" Ujar Nanda menarik mamih Karin ke tempat lain, sembari menunggu keputusan akhir zakira duduk di kursi di seberang Zion yang terus memandanginya, menyadari itu zakira hanya bisa menelan air liur nya saking canggung nya.
Zakira tidak sanggup menatap mata Zion karena merasa pria itu sangat menakutkan baginya. Setelah beberapa saat Nanda dan Karin pun kembali dan bisa bisa nya mereka berdua menjadi sepakat untuk membiarkan Zion membawa zakira.
Zakira tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada dirinya sekarang, dia menatap kesal kepada nanda dan mamih Karin yang malah tersenyum bahagia di atas penderitaannya. Bisa bisa nya mereka langsung setuju setuju saja tanpa bertanya kepada nya dulu.
" Bawa dia ! kita bawa barang baru ke rumah !" Perintah Zion kepada para ajudan nya
" Anjir, dia pikir aku apaan !" Benak zakira
" Terima kasih, kamu telah membebaskan ku !" Ucap seorang wanita keluar dari dalam mobil milik zion lalu meraih tangan zakira, dia terlihat depresi lalu wanita itu berlari ke arah teman teman nya yang lain
" Apa maksud nya itu ?" Gumam zakira heran dengan ucapan wanita tadi " perasaan ku jadi gak enak !" Tapi sekarang terlambat Zakira segera di bawa ke dalam mobil mewah milik Zion
Zion pun masuk ke dalam mobil dengan sikap nya yang dingin itu seolah membuat suasana juga ikut dingin, dia duduk di sebelah zakira, zakira terlihat hanya menunduk dan menjaga jarak darinya
Tapi tiba tiba Zion menarik nya lebih dekat kepadanya, lalu merangkulnya
" Kau milikku mulai sekarang, jadi kau harus menuruti semua perkataan ku, ok !" Ucap nya dengan suara berat nya tepat di telinga zakira, zakira langsung mengangguk patuh
Lalu Zion mengelus rambut dan pundak zakira
" Kenapa kau tegang sekali ! Apa kau takut kepada ku ?" Tanya nya, zakira tidak menjawab nya karena sebenarnya zakira memang takut.
" Kau benar benar takut yah, lihat wajah ku ini ! Lihat !!!" Ucap Zion sedikit membentak karena zakira tidak mau memandang ke wajah nya, Zion pun menarik dagu nya untuk memaksanya melihat wajah nya
" Apa wajah ku ini menakut kan hah ? " Zakira terpaksa menggelengkan kepalanya,
" Aku ini orang yang baik, sangat baik ya kan pak supir ?" Pak supir langsung bilang iya iya ajah
" Kamu gak usah takut pada ku ok !" Ujar nya lagi, zakira juga hanya bisa mengiyakan nya saja karena nada bicara terasa mengintimidasi nya
Mereka pun tiba di sebuah vila mewah, halaman nya pun luas seukuran lapangan sepak bola.
Zakira langsung di ajak masuk ke rumah mewah itu di sambut oleh para pelayan dan penjaga yang berjejer rapi menyambut kedatangan Zion dan zakira.
Zakira hanya bisa melongo melihat semua isi dan arsitektur yang serba mewah di dalam vila itu.
" Dia lebih kaya dari Rendy !" Gumamnya di dalam hati
" Bersihkan dia !" Perintah Zion kepada para pelayan, seketika zakira langsung di bawa ke sebuah ruangan yang lebih mirip seperti salon.
Zakira di mandiin, lalu melakukan semua perawatan mulai dari kulit, kuku dan rambut sudah seperti pelayanan di salon.
Bahkan zakira di dandani layak nya seperti seorang putri, dia pun kagum melihat penampilannya yang terlihat sangat cantik di depan cermin besar di hadapan nya
" Lihat penampilan mu ini ! Sangat luar biasa !" Gumamnya
Tapi dia bingung, dia tidak tahu apa yang harus di lakukan nya terhadap zion
" Apa aku harus bertingkah centil ? Atau anggun atau gimana ini !" Ucap nya pada dirinya sendiri
Lalu ada seorang pria yang datang menyuruh nya menemui zion
Saat tiba, terlihat Zion sedang merokok dengan segelas wine di tangan nya
" Maaf tuan, wanita anda sudah siap !" Ucap seorang pelayan, Zion menoleh ke arah zakira yang tengah berdiri agak jauh darinya nya. Dengan langkah khas nya dia berjalan perlahan mendekati zakira
Zion berdiri tepat di hadapan zakira lalu dia menghembuskan asap rokok nya ke wajah zakira, membuat nya batuk batuk lalu zakira mengibaskan tangannya untuk menghilangkan asap rokok itu
" Kau tak suka asap rokok ? Baiklah aku akan membuang nya!" Zion membuang rokok nya
Lalu dia meminum wine di gelas yang di genggamnya sampai habis, lalu dia lempar gelas itu sampai pecah, membuat zakira kaget, tanpa aba aba Zion langsung menarik leher zakira kemudian dia mencium bibir zakira dengan ganas nya, membuat zakira hampir kehabisan nafas.
zakira tidak tahu bahwa pertemuannya dengan Zion akan membawa masalah baru di hidup nya, dan dia tidak akan bisa lepas begitu saja dari seorang Zion meskipun memohon dengan air mata darah.