The Rose

The Rose
aku ingin lepas darinya



3 hari telah berlalu, Zion masih belum pulang juga, zakira tidak peduli dengan keberadaan nya yang justru saat dia tidak ada zakira bisa leluasa melakukan apapun di rumah mewah itu, tapi selama dia tinggal di rumah Zion, dia baru sadar kalau dia tidak pernah mendengar para pelayan di sana berbicara satu sama lain, mereka terlihat hanya saling melempar isyarat atau menulis di kertas.


Kondisi zakira kini sudah membaik karena selama berhari hari dia benar benar hanya tiduran dan tidak melakukan hal yang lain, namun berdiam diri seharian membuat zakira merasa jenuh dan ingin pergi keluar


" Anda hendak kemana ?" Seorang pelayan memberikan sebuah catatan kepada zakira


" Kau bisa bicara langsung, kenapa harus lewat tulisan seperti ini ?" Tanya zakira heran, lalu si pelayan memberikan kertas lagi


" Kami di larang bicara kecuali di suruh oleh tuan Zion !"


" Tapi dia tidak ada disini sekarang, kalian bebas untuk bicara !"


" Dia mengawasi kita ! Banyak cctv di rumah ini ! Dan anda di larang keluar rumah selama tuan Zion tidak ada !" Zakira langsung tercengang, dia baru tahu selama ini dia di awasi 24 jam penuh, bahkan di setiap sudut di kamar nya pun terdapat cctv


Sekarang zakira panik karena kemungkinan ketika dia menelpon Nanda membahas tentang pemutusan kontrak pun sudah di ketahui zion


Dengan perasaan gelisah, zakira berniat untuk jujur saja kepada Zion bahwa dia mau membatalkan kontrak dengan nya, tapi zakira tidak berani bicara langsung, menatap wajah nya saja sudah membuat nya ketakutan.


***


Malam harinya Zion di kabar kan akan segera pulang dan meminta para pelayan segera mendandani zakira .


Walaupun penampilannya sangat cantik bak seorang putri tapi tidak bisa menutupi rasa rendah dirinya pada kenyataan bahwa dirinya hanya seorang pelacur yang kini di jadikan mainan seorang pria kasar.


Zakira mencoba menenangkan dirinya yang sedari tadi terus merasa gelisah, mobil milik Zion pun telah tiba semua pelayan bersiap untuk menyabut kedatangan Zion di depan pintu masuk dan zakira di suruh berdiri di tengah tengah mereka


Sesaat setelah dia melihat sosok Zion berjalan ke arah nya tiba tiba lutut nya terasa lemas, badan nya menjadi Tremor dan berkeringat dingin


" Kau sudah sembuh ?" Tanya nya dengan wajah datar dan dingin, zakira mengangguk pelan sambil menunduk


" Kau tidak bisa bicara ?"


" Ak..aku sudah baikan !" Jawab zakira pelan


" Ikut aku !" Suruh Zion kepada zakira


Zion mengajak zakira untuk minum bir,


" Ok tenang zakira !" Zakira mencoba menenangkan dirinya, karena tangan dan kakinya tidak bisa berhenti bergetar serta perasan nya yang resah


"Kenapa kau berkeringat ?" Tanya Zion melihat keringat mengucur di kening zakira


" Tidak apa apa ! Ini efek dari obat yang baru aku minum !" Dalih zakira seraya menggenggam tangannya sendiri


" Oh !" Jawab Zion datar


Zion nampak terlihat tenang, namun entah mengapa zakira merasa suasana di sekitarnya sangat dingin dan membuat nya merinding


" Kenapa kau ingin membatalkan kontrak nya ?" Pertanyaan yang tak di harapkan akhirnya keluar juga, zakira hendak menjawab tapi entah kenapa bibir nya mendadak keluh


Zion terlihat masih tenang, seraya memutar mutarkan es batu di dalam minumannya


" Kenapa tidaj menjawab !" Zion berpindah dari tempat duduk nya lalu mendekati zakira yang sudah terlihat tegang sedari tadi


" Jawab ! Aku tidak akan menyakiti mu !" Ujar Zion tapi tatapan nya terlihat seperti akan menerkam zakira


" Aku merasa tidak pantas untuk di kontrak oleh mu, kau bisa mendapat wanita yang lebih baik dari ku !" Ujar zakira terbata, lalu tiba tiba Zion melempar gelas yang di pegang nya


Membuat zakira semakin gemetar ketakutan


" Tatap mataku kalau bicara ! Lihat aku !" Bentak Zion sambil mencengkram pipi zakira, zakira mengerang kesakitan karena cengkraman Zion sangat kuat


" Aww sakit !" Zion langsung melepaskan cekramannya seraya mendorong zakira


" Aku sudah berusaha bersikap baik pada mu ! Tapi kau malah mau membatal kan kontrak ? Dasar ****** !!! " Zion mulai naik pitam


Zakira masih memegangi kedua pipinya yang terasa sangat sakit, tiba tiba Zion memegang kedua lengan zakira yang masih dalam posisi duduk di atas sofa


" Katakan apa alasan sebenar nya ? Ayo katakan !" Bentak Zion lagi sambil menggoyangkan keras badan zakira


" Kau menyakitiku !" Zakira mulai menangis karena takut dan menahan sakit akibat genggaman yang sangat kuat dari Zion hingga menimbulkan lebam di kedua lengannya itu


Mendengar ucapan zakira, Zion seakan semakin tersulut amarah tanpa ragu di menampar zakira sampai membuat zakira tersungkur di atas sofa belum puas dia membanting zakira ke lantai


Zakira mengerang kesakitan karena tangan nya terkilir akibat di gunakan menahan badannya saat jatuh


Zakira kini harus menerima serangan bertubi-tubi dari Zion yang terlihat seperti orang yang kerasukan


Zion melempar beberapa barang keras ke arah zakira dan mengenai kepala dan punggung nya, Zion tidak peduli dengan jerit tangis zakira yang tidak berdaya itu


Bahkan saat zakira hendak memohon meminta maaf padanya Zion malah menginjak jari tangannya, sungguh benar benar malang nasib zakira, dia tidak pernah menyangka hanya demi mendapatkan uang sampai harus mengalami hal mengerikan seperti itu


" Ibu...! Tolong aku !" Ucap nya dalam tangis, tak ada yang mau menolong, semua orang di dalam rumah itu membiarkan zakira sendirian dengan keadaan babak belur seperti itu, walupun mereka tahu dan mendengar apa yang terjadi tetapi tak ada yang berani mengambil tindakan.


" Ibu...sakit..!"


Akhirnya zakira berjalan sendirian menuju ke kamarnya dengan segenap tenaga yang tersisa, di dalam kamar zakira kembali menangis sambil memeluk lututnya.


Zion masih belum puas menghukum zakira, dia memerintahkan para pelayan untuk mengurung zakira dalam keadaan penuh luka dan hanya memberi dia makan sekali sehari dan satu gelas air minum saja.


Zion benar benar pria yang mengerikan, dia selalu bertindak semena mena kala dia marah atau merasa tersinggung


***


Beberapa hari dari kejadian zakira masih di kurung di kamar nya.


Di perlakukan tidak manusiawi seperti itu zakira pun memberontak, dia selalu membuang setiap makanan yang di berikan ke toilet


" Dari pada harus terus bersama orang seperti mu, lebih baik aku mati saja !!!" Teriak zakira ke arah cctv, dia tahu pasti Zion sedang mengawasi nya sekarang


Namun Zion tidak peduli, dia mau melihat sampai kapan dia akan bertahan hingga akhirnya dia memohon meminta pengampunan nya.


Hampir 3 hari zakira tidak makan dan minum, bahkan dia tidak mandi sama sekali, keadaannya sangat mengenaskan dengan badan penuh lebam di mana mana bahkan dia tidak bisa menghubungi adik nya sendiri


Hampir Setiap hari dia mendengar teriakan dan umpatan kasar Zion yang membuat mental nya semakin terguncang, bahkan sampai membawanya ke titik akhir keputusasaan nya


Hari ini zakira sudah sangat putus asa, zakira menatap dari cermin badannya penuh lebam lalu dia menatap wajah nya, nampak tak ada harapan lagi baginya untuk mendapat kan kebahagiaan di hidup nya.


Zakira telah kehilangan semangat hidup nya dan hendak mengakhiri hidup, dia menyala kran di Bathtub sampai air nya penuh, lalu dia mengunci pintu kamar mandi


Melihat sesuatu akan terjadi para pengawas cctv melapor kepada Zion bahwa zakira seperti nya akan melakukan bunuh diri


Zion langsung terperanjat dan segera bergegas pulang ke rumah nya dan menyuruh para pelayan untuk segera memeriksa keadaan zakira


Saat para pelayan berhasil mendobrak pintu, zakira sudah merendam kan seluruh badannya di dalam air, salah satu pelayan langsung menyelamatkannya dan memberi pertolongan pertama pada zakira


Beberapa saat kemudian Zion datang dan segera mengambil alih memberi nafas buatan dan menekan nekan dada zakira agar jantung nya kembali berdetak


***


" Panggil ambulance dasar bodoh !" Teriak Zion yang terlihat panik seraya terus memberi pertolongan kepada zakira


Hingga akhirnya tanda tanda kehidupan muncul lagi pada zakira, Zion langsung membawa nya ke rumah sakit menggunakan mobil nya


Dengan kecepatan penuh dia sat set sat set menembus jalanan yang cukup ramai, hingga dia bisa menyelamat kan zakira dengan tepat waktu.


Walaupun keadaan zakira sedang tidak bisa berbuat apa apa, tapi Zion tetap memberi penjagaan yang ketat kepada zakira.


Zakira sudah mulai siuman, saat dia membuka mata tidak ada siapapun di dalam sana, namun badannya masih terasa kaku belum bisa di gerakan


Seorang perawat datang untuk mengontrol kondisinya


" Anda sudah sadar ? " Tanya si perawat lalu dia hendak menelpon seseorang tapi zakira mencegah nya, zakira memberi kan isyarat supaya si perawat tidak memberi tahu Zion kalau dia sudah sadar, si perawat pun mengerti dan mengurungkan niatnya


Zakira sudah menduga kalau Zion tidak akan melepaskan dirinya begitu saja


Zakira meminta agar si perawat itu membantunya kabur, melihat keadaan zakira yang terlihat depresi si perawat pun mengiyakan


Saat seorang penjaga masuk dan menyakan kondisi zakira, si perawat langsung bilang kalau zakira belum siuman


" Aku mengerti ke adaan mu ! Aku akan membantu mu ! " Bisik si perawat


" Terima kasih !" Jawab zakira merasa terharu akhirnya ada seseorang yang mau menolong nya sekarang


Zion sempat datang menjenguk zakira, tapi zakira terus bepura pura tidur


" Apa dia sempat membuka matanya ?" Tanya Zion kepada perawat


" Kondisinya sudah stabil, tapi karena efek obat yang di berikan kemungkinan dia akan banyak tertidur !" Ujar perawat


" Oh yah ! Aku akan langsung membunuh nya jika aku tahu dia berpura pura !" Ancam Zion dengan wajah dinginnya


Jantung zakira langsung berdetak kencang, begitupun si perawat ikut merasa takut dengan ancaman seorang Zion.


" Terus awasi dia, nanti aku akan kembali lagi !" Perintah Zion kepada para pengawal nya


" Dan kau, jika nanti dia bangun aku minta jangan dulu di kasih obat !! Aku peingat kan kau jika nanti aku datang dia masih tertidur aku juga akan membunuh mu !" Ancam Zion kepada si perawat, mendengar ancaman itu si perawat langsung menelan air liur nya


" Ba..baik pak !" Jawab nya terbata