
Entah mengapa seharian ini Zee merasa perasaan nya tidak tenang dan mengkhawatirkan sesuatu yang tidak jelas.
Tak ingin terus merasa gundah dan gelisah Zee memutuskan untuk pergi ke rumah zidan tanpa memberitahu lebih dulu, untuk memastikan bahwa ketakutan nya itu tidak benar.
Namun setelah sampai justru Zee harus menerima kenyataan atas apa yang dia lihat sekarang, feeling nya ternyata benar bahwa zidan menemui zakira lagi dan sekarang mereka sedang bersantai bareng menikmati sebuah tontonan di tv dan terlihat sudah sangat akrab.
Zee yang sedang terbakar api cemburu tentu saja tidak bisa membiarkan hal itu, Zee segera mengetuk pintu dengan sangat keras, membuat zidan, zakira dan zahir terkejut.
" Siapa yang datang ? " Tanya Zakira dengan perasaan sedikit ketakutan.
" Biar aku periksa ," zidan beranjak dari tempat duduk nya dan segera memeriksa siapa yang datang.
Dan betapa terkejut nya dia saat melihat sosok Zee sudah berdiri depan pintu rumah nya dengan wajah penuh dengan kemarahan.
" Minggir !" Zee langsung menerobos masuk seraya sedikit mendorong badan zidan.
Tanpa basa basi, Zee langsung berjalan menuju ke arah zakira dan tanpa aba aba dia langsung menampar pipi zakira dengan sangat keras.
Plakkk
" Kau gila !! " Bentak zahir seraya menghadang Zee untuk melindungi kakak nya dari amukan Zee.
" Minggir kamu, bocah sialan !" Balas Zee sempat ingin memukul zahir juga namun zidan langsung menahan tangan nya.
" Apa yang kamu lakukan !" Bentak zidan seraya menarik Zee menjauh dari hadapan zahir dan zakira.
Sementara zakira sedang menahan sakit dan juga tangis nya karena tamparan yang di layangkan Zee sangat keras sampai meninggalkan bekas kemerahan di pipi zakira.
" Kakak tidak apa apa ?" Tanya zahir seraya memeriksa keadaan zakira, zakira menggelengkan kepalanya walaupun sebenar nya dia sangat kesakitan.
Sedangkan zidan sedang mengomeli Zee yang tiba tiba datang dan membuat keributan, tapi tentu saja Zee tidak akan diam saja, dia balik mendebat zidan yang telah membohongi nya lagi dengan mengijinkan zakira kembali tinggal bersama nya.
" Sudah aku bilang, aku hanya membantunya tidak ada urusan lagi, kamu harus percaya sama aku !" Ucap zidan mencoba meyakinkan Zee namun Zee yang terlanjur marah tidak akan mudah untuk di tenangkan.
" Omong kosong ! cepat suruh dia pergi atau aku yang akan menyeretnya keluar !" Ancam Zee.
" Zee, aku tidak bisa membiarkan dia pergi sekarang , kamu tidak tahu bagaimana situasi yang terjadi pada dia sekarang ,"
" Aku tidak mau tahu dan aku tidak peduli, aku hanya mau dia pergi dari rumah kamu sekarang !" Zee masih bersikukuh dengan keinginannya.
Hal itu membuat zidan jadi bingung harus berbuat apa, melihat zidan tidak bisa mengambil keputusan akhirnya Zee yang bertindak.
Zee masuk kembali ke mobil nya bukan untuk oergi tapi untuk mencari sebuah pamplet yang waktu itu zion sebarkan untuk mencari zakira.
Dan tanpa ragu dia menelpon nomor zion yang tertera di sana tepat di hadapan zidan.
Zidan sempat ingin mencegah nya, namun Zee sangat cepat hanya dalam waktu beberapa detik dia menyruh zion untuk datang dan membawa kembali zakia.
Zion yang sudah menahan diri untuk tidak mencari dan menemui zakira sejak beberapa hari lalu kini tanpa berpikir panjang langsung meluncur ke alamat yang telah zee beritahukan.
Sementara zidan sekarang benar benar marah kepada Zee karena tindakan nya itu.
****
Tak berapa lama zion sudah sampai saja dan tanpa berlama lama dia meminta zidan untuk membawa zakira keluar.
Zakira yang mendengar suara zion langsung terperanjat.
" Sialan ! Kenapa dia datang kagi ," gerutu zahir.
" Kakak diam disini, aku akan mengurus dia ," ucap zahir lalu dia pergi ke luar tempat zion, zidan dan Zee berada.
" Apa kau suka menampung orang asing ?" Tanya zion meledek saat melihat zahir keluar dari dalam rumah zidan.
" Diam kau ! Aku tidak akan membiarkan kamu membawa zakira lagi !"
" Apa urusan mu, dia milik ku ,"
" Dia bukan milik siapapun ! dia kakak ku aku yang lebih berhak untuk memiliki nya dan kau bajingan berhentilah memaksa dia untuk ikut dengan mu !" Potong Zahir tanpa rasa takut mencela zion.
Zion hanya tersenyum smirk lalu dia melangkah mendekati zahir.
" Dia tidak akan pernah bisa lepas dari cengkraman ku dan aku tidak akan pernah melepaskan nya ," ucap zion tepat di depan wajah zahir.
Zahir sempat ingin memukul nya tapi zidan dengan sigap menahan nya.
" Zakira ! Ayo pulang sayang, ini bukan rumah mu !" Teriak Zion.
Zakira yang berusaha tenang malah semakin ketakutan mendengar suara zion memanggil nama nya.
" Ini sangat memuakan , kamu tinggal masuk saja dan seret si ****** itu !" Ujar Zee kesal.
" Aku akan membujuk nya, aku tidak akan memaksa nya kali ini ," ujar zion sambil tersenyum terlihat lebih santai dari biasa nya.
Lalu zion menghampiri zidan.
" Aku tidak akan memaksanya pergi jadi kamu juga jangan memaksanya untuk tinggal, kamu sudah tahu semuanya jadi aku harap kamu bisa mengerti dan terakhir jangan ikut campur ," ucap zion, zidan tidak bisa berbuat apa apa karena memang kenyataan nya dia tidak punya hak apapun untuk ikut campur urusan mereka.
Akhirnya zidan membiarkan zion masuk ke dalam rumah, dan membiarkan zion dan zakira bicara berdua saja.
" Maafkan aku zakira, aku hanya masih belum bisa mengendalikan emosi ku zakira, sungguh aku tidak berniat untuk menyakiti mu lagi. Aku ... Merindukan mu, entah kenapa hati ku terasa hampa kembali setiap kamu pergi dari sisi ku, aku tidak berbohong zakira aku mohon maaf kan aku lagi, yah ," ucap zion dengan nada suara yang rendah.
Zakira termenung seraya mendengarkan semua ucapan zion itu, dalam hatinya berkecamuk apakah yang di katakan zion itu benar benar tulus atau hanya sebuah rayuan saja.
" Zakira, aku memang bukan pria yang baik tapi untuk kamu aku akan berusaha menjadi pria yang baik, aku akan mencoba nya dan aku mau kamu membantu ku zakira ," ucap zion lagi, tapi masih belum ada jawaban dari zakira.
Zakira masih belum yakin dengan semua ucapan zion itu.
" Kalau kamu tidak percaya, kamu boleh membawa adik kamu ke rumah ku, dia boleh mengawasi ku untuk jaga jaga kalau aku melakukan hal buruk lagi kepada mu ," zion masih belum menyerah untuk membujuk zakira.
Dan di dalam sana zakira mulai luluh saat dia mendengar bahwa adik nya boleh ikut dengan dia.
" Apa benar adik ku boleh ikut ?" Tanya zakira pelan dari balik pintu.
Mendengar zakira sudah mau merespon nya tentu saja zion langsung senang, dia segera mendekati pintu dan menjawab dengan sangat yakin bahwa dia yang dia katakan tadi serius.
Lalu zion kembali membujuk zakira untuk membukakan pintu supaya dia bisa melihat wajah nya.
Lalu zakira dengan perlahan membuka pintu dan dia melihat zion sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
Hal itu sangat langka dan baru kali ini zakira melihat senyuman zion yang tulus hingga membuat senyuman zion menjadi terlihat manis.
Setelah itu zakira perlahan keluar dari dalam kamar dan zion perlahan meraih tangan zakira untuk menuntun nya.
meskipun zakira mencoba dan berusaha keras untuk menghindari zion, tapi kemanapun dia pergi tetap saja pada akhirnya dia akan kembali lagi bersamanya.
Beberapa saat kemudian, zion membawa zakira keluar seraya menggandeng tangan nya.
Zahir dan zidan sempat terkejut tapi saat mendengar zion mengajak zahir, mereka berdua jadi heran dengan apa yang terjadi.
Setelah berpikir bolak balik, zahir akhirnya menyetujui apa yang telah di sepakati, tapi itu bukan berarti zahir senang bisa bersama kakak nya karena mau gimanapun dia tetap tidak menyukai apa yang telah zion perbuat kepada kakak nya.
Zakira dan zahir pun segera pergi bersama Zion, zakira tak lupa mengucap kan terima kasih kepada Zidan. Entah kenapa untuk kali ini Zidan merasa berat melepaskan zakira pergi.
" Kenapa kau terlihat sedih,!" tanya Zee, Zidan tidak menjawab nya dia langsung masuk ke dalam rumah di ikuti Zee
" Kau berhutang permintaan maaf pada ku !" Ujar Zee sambil menyilang kan tangan dan berdiri di belakang zidan, namun di luar dugaan Zidan jadi marah kepada Zee
Dia memarahi Zee karena bertindak semaunya, tidak melihat situasi dan kondisinya, bagaimana jika terjadi sesuatu yang lebih buruk pada zakira dan Zahir pikirnya.
" Kenapa kau ini ? Kenapa kau jadi berubah seperti ini ? Kau menyukai wanita itu ?"
" Zakira namanya zakira, bukan wanita itu !"
" Kenapa kau terus mempedulikan nya !" Bentak Zee , Zidan menatap nya dingin
" sepertinya hubungan baru kita tidak akan berhasil, sebaik nya kita sudahi saja sebelum semakin rumit !" Ujar Zidan, mendengar Zidan memutuskan nya sebelah pihak Zee merasa tidak terima.
Zee tidak mau putus, Zee langsung meminta maaf karena tindakannya tadi dan meminta Zidan untuk menenangkan dirinya dulu dan memikirkan kembali keputusan nya.
****
Zakira dan Zahir sudah sampai di rumah Zion, zahir langsung terbelalak melihat rumah yang besar dan semua isinya seperti di dalam istana.
Zion nampak bersemangat menyambut zakira kembali ke rumah nya Namun zakira terlihat malas.
Zakira tidak terlalu mempedulikan nya, zakira kini hanya ingin segera beristirahat.
Zahir tidak mau terbuai oleh kemewahan pasilitas yang di berikan Zion, Zahir akan bertindak tegas padanya meskipun Zahir agak takut menghadapi Zion yang memang terlihat menyeramkan.
" Kenapa kau terus mengejar kakak ku ? dia sudah menolak mu kenapa kau terus meminta nya kembali ?" Tanya Zahir tegas
" karena aku menyukai kakak mu, sumpah bukan karena aku menyewanya atau soal uang, jujur aku menyukai nya sejak saat pertama aku membawa nya ke sini !" Jawab Zion , zahir menatap Zion dengan tatapan dingin nan tajam
" Kalau kau menyukainya, kenapa kau memberinya uang ? Itu sama saja kalau kau merendahkan nya !"
" Aku memberi nya uang untuk menghargai pekerjaan nya bukan untuk merendahkannya juga untuk membujuk dia supaya mau aku dekati !" mendengar ucapan Zion yang cukup masuk akal Zahir jadi kesal.
" Aah, sialan ! kenapa nasib dia seperti ini !" Teriak Zahir terlihat frustasi, lalu Zahir pergi dari hadapan Zion
Zion kali ini hanya terdiam tidak bereaksi apapun, lalu dia berjalan masuk ke kamar zakira
Zakira nampak sudah tertidur, Zion menatap nya dengan tatapan penuh kerinduan,
" Aku melakukan kesalahan lagi, maaf kan aku !" Ujar Zion mendekati zakira yang sudah terlelap dan duduk di samping tempat tidur nya.
" Tolong ajari aku untuk menghargai perasaan orang lain zakira, tolong ajari aku untuk memaknai arti cinta yang sesungguhnya, tolong tetap lah di sisi ku !" Zion mengelus rambut zakira.
Kemudian Zion beranjak pergi tanpa bersuara ke luar kamar, setelah itu zakira membuka mata nya, ternyata zakira belum tidur dan dia mendengar semua ucapan Zion.
Zakira pun termenung, apa yang harus dilakukan nya sekarang, zakira membenci Zion karena sikap nya tapi melihat dia berusaha bersikap baik kepada nya membuat hatinya plin-plan.
Zahir pun belum tidur dia melamun sambil menatap langit langit kamar milik orang lain itu, entah apa yang dia pikirkan nya, hanya saja dia sedang bad mood.
Sementara Zion sedang berdiri di tepi kolam, sambil merokok di temani minuman beralkohol, nampak dia sedang menenangkan dirinya.
Lalu Zidan juga masih terjaga, dia merasa ada yang hilang, Zidan merasa tiba tiba hampa saat zakira pergi, suasana rumah pun jadi terasa aneh baginya.