
Zion membawa zakira ke hutan untuk mengajak nya berburu, hal yang tidak pernah zakira lakukan seumur hidup nya.
Suara nyaring senapan angin yang beberapa kali Zion lepaskan terus mengagetkan zakira, sampai zakira mencoba menutupi telinganya.
" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Zion melihat zakira menutup telinga dan matanya saat Zion menargetkan seekor kelinci untuk menjadi buruan nya kali ini
Zion menarik zakira lalu dia menyuruh zakira untuk menembak kelinci itu, tentu saja zakira tidak tega menembak hewan lucu itu sampai membuat nya gemetaran
" Sini aku ajarkan !" Zion menempatkan tangan nya di atas tangan zakira yang di paksa memegang senapan, dengan posisi dia di belakang zakira
" Kau targetkan kelinci nya, lalu shut !"
" Aaah !" Teriak zakira melihat seekor kelinci kena tembakannya
" Gadis pintar !" Zion mengelus rambut zakira " ambil itu !" Suruh nya kepada Doni , sedang zakira berjalan menuju ke sebuah pohon untuk menyandarkan badan nya yang terasa lemas
" Dia seperti psikopat !!" Gumamnya seraya menenangkan diri
Tidak sampai di situ zion mengajak zakira untuk memasak hasil buruan nya tadi, di depan mata nya kelinci tadi di kuliti dan di bakar utuh
" Wah ini menyenangkan, berburu di alam liar bersama wanita cantik ! " Ujar Zion sambil merangkul dan mengecup pipi zakira
" Kita seperti telah menyatu dengan alam !" Lanjut nya sambil menatap zakira yang terlihat tegang
" Kelinci nya sudah matang tuan !" Ujar Dion, membuyarkan pandangannya terhadap zakira
" Mari kita makan !" Zion menyantap hidangan hasil buruannya dengan lahap, sedang zakira terlihat jijik melihat daging kelinci bakar di hadapannya
" Kau tak makan ?" Tanya Zion dengan mulut penuh
" Aku tidak suka !" Jawab zakira pelan
" Benarkah ? aku kecewa sekali ! " Ujar Zion dengan tatapan yang mengintimidasi zakira, zakira langsung mengambil piring di hadapannya dengan terpaksa dia memakan daging kelinci itu.
***
Sesampainya kembali ke rumah, zakira ijin untuk pergi toilet, tanpa sepengetahuan Zion zakira memuntah kan kembali makanan yang dia makan tadi.
" Apa aku bisa bertahan dengan dia ?" Ucapnya pada diri sendiri
" Dia sangat mengerikan !"
" Hei kau masih di dalam ?" Zion menggedor pintu toilet, zakira langsung terperanjat dan menghapus air matanya yang sempat keluar sedikit
" Se..aku segera keluar !" Zakira hampir mengatakan kata berbahaya yang bisa memancing amarah Zion, zakira bergegas keluar
Saat baru keluar pintu Zion langsung menarik zakira, lalu dia mencium bibir nya dengan ganas, lalu dia memangku zakira ke atas kasur kemudian dia melanjutkan mencumbu zakira
benak zakira sudah berpikir kalau Zion akan melakukannya tapi setelah beberapa saat dia mencumbu dan membuat zakira horny, Zion berhenti melakukannya dan pergi begitu saja meninggal kan zakira
Zakira merasa lega karena untuk sekarang dia tidak bisa melakukannya karena sedang datang bulan.
***
Hari sudah berganti malam, zakira meminta ijin untuk pulang dengan hati hati
" Kau hanya tinggal berdua dengan adik mu ?" Tanya Zion sambil merokok
" Iyah !" Jawab zakira " dari mana dia tahu ?" Lanjut nya dalam hati
" Kau tidak boleh tinggal bersama nya !"
" Hah ? Kenapa ?"
" Apa ? Ma..maaf saya tidak mengerti maksud anda !"
Zion mematikan rokok nya, lalu berjalan mendekati zakira
" Kau milikku ! Tak ada pria yang boleh melihat mu selain aku !" Ujar nya tegas, zakira bingung harus menjawab apa sedang dia harus merawat adiknya yang sedang sakit
" Adik ku sedang sakit sekarang ! Aku harus merawat nya !" Ujar zakira
" Kau tidak mengerti ucapan ku ?" Zion menatap zakira dengan tatapan mengintimidasi
" Ak..aku mengerti, tapi !"
" Sudah ku bilang kau milikku !! Kau tidak paham !!! " Bentak Zion memotong ucapan zakira dengan suara yang sangat lantang hingga terdengar Sampai keluar rumah, membuat zakira hampir copot jantung
" Jangan menangis, jangan menangis !" Ucap zakira di dalam hati karena air matanya sepertinya akan keluar
" Jangan sampai aku mengulangi nya lagi !" Zion mencengkram dagu zakira, zakira memberanikan diri untuk menawar
" Untuk malam ini saja, aku mohon ! Mulai besok aku akan tinggal disini sampai kontrak selesai !" Ujar nya sambil mengepal kan tangan untuk menguatkan dirinya
Melihat mata memohon zakira, Zion tiba tiba menjadi luluh, dia melepaskan cengkeramannya dengan sedikit mendorong zakira
" Pergilah sebelum aku berubah pikiran !" Ujar Zion sambil membelakangi zakira , zakira tercengang tidak menyangka Zion memberinya izin, tidak mau mau menyia-nyiakan kesempatan zakira segera pergi
" Terima kasih aku akan kembali besok !" Pungkas zakira lalu dia pergi dengan langkah sedikit berlari
Zion membalikan badannya untuk melihat kepergian zakira, nampak terlihat jelas di mata Zion bahwa dia tidak mau zakira pulang
***
" Hah untung saja ! Tapi bagaimana aku menghadapi nya besok !" Gumam zakira saat dia sudah masuk ke dalam taksi
" Kenapa aku harus bertemu pria seperti itu, menyeram kan sekali !" Lanjutnya seraya bergidik
" Tapi aku akan terus bertemu dia !" Ucapnya putus asa " mungkin lain waktu dia akan membunuh ku ! " Pikir nya " tidak ! Aku belum mau mati !" Keluh nya lagi
Supir taksi yang melihat zakira bicara sendirian terlihat bingung lalu dia menggeleng geleng kan kepalanya
***
Zion menjatuhkan badannya di atas kasur, tanpa di duga seorang Zion juga bisa menangis, entah apa yang membuat nya tiba tiba terisak tapi itu menunjukan bahwa Zion sebenarnya masih memiliki perasaan tidak seperti yang orang orang kira bahwa Zion tidak punya hati dan perasaan karena sikap arogan dan tak ber nurani yang selalu dia tunjukan kepada orang orang.
Sikap Zion yang arogan dan kasar bukan tanpa alasan, dia adalah anak dari seorang mafia juga namun dia adalah anak di luar nikah, lebih tepat nya dia adalah anak seorang pelacur yang dulu di sewa ayah nya. Zion di besarkan di keluarga yang keras dan kasar bahkan ayah nya selalu menyiksanya jika dia tidak menurut kepada ayah nya
Sejak kecil Zion belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, membuat nya tidak tahu apa itu kasih sayang dan kelembutan.
Hingga akhirnya terbentuklah kepribadian Zion yang sekarang, namun ada yang membuat nya lemah yaitu rasa kesepian dan kehampaan yang selalu merasuki hati nya.
Dia selalu bermain wanita semata mata hanya untuk menghilangkan rasa sepi di hatinya itu, namun itu bukan cara yang tepat, karena yang Zion butuhkan adalah seseorang yang bisa mencintai dan memberinya kasih sayang yang tulus.
***
sementara di sisi kehidupan yang lain ada seseorang yang hidupnya penuh dengan kesempurnaan, penuh kasih sayang dan berkecukupan yaitu Zidan. seorang anak dari keluarga berpendidikan, ayah nya seorang profesor dan ibunya adalah seorang dosen, dia adalah anak tunggal kaya raya, sejak kecil sudah hidup berkecukupan tentunya kedua orang tuanya selalu memanjakannya.
Zidan adalah sosok anak yang sempurna, tampan, pintar, ramah dan baik seakan tidak ada celah dari dirinya.
kehidupan nya sudah enak, tapi yang selalu orang tuanya tekan adalah " kapan dia menikah, dan memberi mereka cucu " itulah yang sering dia dengar dari orang tuanya, membuat nya sempat frustasi makanya dia memilih tinggal sendirian
walaupun banyak dikelilingi oleh wanita cantik di sekitar nya termasuk Zee tak serta Merta membuat Zidan tergoda, menurut nya cinta yang tepat akan datang di waktu yang tepat juga.