The Rose

The Rose
dia milikku



Zahir terus memandangi Kaka nya yang tengah koma , sorot matanya menyiratkan kekesalan juga kekhawatiran dengan apa yang terjadi pada kakaknya.


" Kakak, Maaf kan aku ! aku tidak bisa menjagamu, aku memang tidak berguna " Ucap Zahir lirih


" Harus nya kita tidak percaya pada pria jahat itu, maaf kan aku !" Zahir kembali meneteskan air mata sambil menggenggam tangan zakira.


Seorang perawat dan dokter masuk ke dalam kamar, Zahir segera menyeka air matanya dan berpura pura terlihat tegar.


" Kau walinya ?" Tanya seorang dokter, Zahir mengangguk.


" Maaf karena saya harus memberi tahu anda ini, tapi anda perlu tahu kondisi pasien yang sebenarnya !" Ujar dokter hati hati .


" Semua luka yang pasien alami kami simpulkan akibat dari kekerasan dan pelecehan seksual !" Mendengar hal itu Zahir langsung tertegun.


" Kami menemukan beberapa tulang rusuk patah depan dan belakang patah, luka pada dinding rahim dan ******, juga luka sobek di anus, dan yang paling parah luka di kepalanya yang menyebabkan pasien mengalami gegar otak !" Zahir tidak kuasa mendengar hal hal mengerikan itu, badan nya kini bergetar dan hampir kehilangan pijakan nya.


" Anda tidak apa apa ?" Tanya seorang perawat,


Zahir mengatakan tidak apa apa, tapi penglihatan nya jadi kabur dan Zahir pun ambruk.


Zahir segera mendapatkan pertolongan, kondisi nya yang syok berat membuat kondisinya menurun.


Zidan pun menawarkan diri untuk menjadi wali Zahir dan zakira, saat dia mengetahui apa yang di alami zakira tentu saja Zidan semakin geram kepada Zion dan juga merasa kasihan kepada zakira.


" Kau harus melaporkannya, kasus ini harus di tuntun seberat-beratnya karena apa yang di alami wanita itu sudah tak manusiawi ! Kami menemukan 5 DNA ****** yang berbeda, itu berarti pelakunya lebih dari satu orang !" lanjut seorang dokter, Zidan langsung mengepal kan tangan nya, emosinya kini semakin memuncak.


Zidan yang sabar dan baik telah hilang, sekarang dia mencari keberadaan zion, karena Zion adalah penyebab semua nya hal buruk yang terjadi pada zakira.


Zidan melihat Zion tengah berjalan menuju ke kamar zakira, belum sempat melihat kondisi zakira, Zion langsung di hajar habis habisan oleh Zidan.


Tanpa berkata apapun dan mata yang memerah Zidan terus memukuli Zion, Zion yang sadar dengan kesalahannya tidak bisa melawan.


Beberapa orang melihat kejadian itu, dan segera melerai mereka dan membawa mereka ke kantor polisi.


****


Di kantor polisi Zion menceritakan semua yang terjadi dengan jujur walau suara nya terdengar lirih Zion berusaha keras untuk berbicara dengan jelas, lalu Zion mengakui bahwa semua terjadi karena dirinya, dia siap jika harus di hukum.


Namun Zidan belum puas, dia mau Zion menangkap semua pelaku termasuk ayah nya, ayah Zion yang harus di hukum paling berat.


Lalu Zidan memperingati Zion untuk jangan pernah menemui zakira lagi, tentu saja hal itu membuat Zion semakin terpukul.


Zidan kembali ke rumah sakit untuk menemani zakira, namun Zee telah bersiaga untuk kembali mengintrogasi nya.


" Kamu dari mana ? Kenapa kau harus terus terlibat dengan masalah dia !"


" Maaf Zee, aku jelaskan besok ! Sekarang aku terlalu lelah !" Zidan berlalu begitu saja melewati Zee yang berdiri di hadapannya.


" Zidan ! Kenapa kau selalu bersikap dingin pada ku ketika ada wanita itu ? Kau selalu mencuekan ku tapi terlihat perhatian kepada dia ! Aku ini pacar mu bukan dia, bisakah kau menghargai hal itu, hah ?" Omel Zee, Zidan yang sudah sangat lelah terpaksa harus mendengarkan Omelan Zee itu.


" Bukan begitu Zee, aku hanya kasian sama mereka ! Mereka tidak punya siapapun untuk membantu mereka !"


" Kenapa kamu peduli !!? kenapa kau harus memperdulikan mereka ? mereka orang asing kita tidak tahu mereka orang seperti apa ! " Zee menaikan nada bicaranya hingga terdengar lantang di sepanjang lorong rumah sakit itu.


Zidan terdiam mendengar perkataan Zee yang memang ada benar nya, tapi entah kenapa dia tidak bisa berhenti peduli kepada zakira.


" Berhentilah bersembunyi dalam kata kasian, atau peduli atau simpati atau apalah, jelaskan kepadaku kenapa kau mau mengurusi wanita itu ? Bahkan sekarang kau ikut campur masalah nya ! Aku tidak habis pikir dengan mu Zidan !" Zee pergi meninggal kan Zidan yang masih berdiri tertegun dan terlihat mulai frustasi.


Zidan menghela nafas panjang lalu memejamkan mata nya berharap bisa menemukan kekuatan lagi malam ini.


karena apa yang dia alami hari ini cukup menguras energi dan pikirannya.


****


Zee malam ini mendapat giliran untuk mengontrol kondisi zakira, mau tidak mau Zee harus melakukan nya karena ini sudah menjadi tugas nya.


Saat dia baru masuk kamar zakira, dia melihat Zidan tengah tertidur di atas kursi, membuat Zee merdecak kesal.


" Wah, apa yang dia lakukan sekarang ! " Gumam Zee, Zee segera memeriksa kondisi zakira yang masih belum ada perubahan.


Sambil memandangi zakira dengan tatapan kesal Zee mematikan alat bantu pernafasan zakira, membuat detektor jantung berbunyi dan membangunkan Zidan.


Zidan seketika langsung beranjak dari tidurnya, dan bergegas memeriksa keadaan zakira.


" Apa yang kau lakukan !" Bentak Zidan melihat Zee malah membiarkan zakira dalam kondisi seperti itu, Zidan segera menggeser Zee lalu kembali memasang alat bantu nafas zakira.


" Kenapa kau melakukan nya ?" Tanya Zidan kesal.


" Jangan becanda kamu ! kau seorang dokter tidak pantas mempermainkan keselamatan pasien seperti ini !"


Karena Zee juga sedang kesal pada Zidan, dia tidak mempedulikan apa yang di ucap kan Zidan kepadanya, dia lanjut memeriksa zakira.


Kemudian seseorang datang ke kamar zakira,


" Kau adiknya dia kan ?" Tanya Zee melihat Zahir datang, Zahir yang masih terlihat kurang sehat mengiyakan.


" Baguslah, kau bisa pulang sekarang !" Ucap Zee sambil menoleh ke Zidan


" Kau istirahat saja dulu, kakak mu biar aku yang menjaganya !" Ujar Zidan kepada Zahir.


" Hei Zidan ! Kau ini benar benar ..!" Tegur Zee, karena terlalu kesal Zee tidak melanjutkan ucapan nya, dia malah langsung pergi begitu saja tanpa menyelesaikan pekerjaan nya juga.


melihat Zee tidak suka, Zahir mengerti apa yang sedang terjadi, dia pun menolak tawaran Zidan, Zidan pun terpaksa mengalah dan pulang.


****


Ke esokan hari nya, Zidan bergegas pergi ke rumah sakit walaupun hari masih sangat pagi, sehingga para petugas keamanan menjadi heran dan penasaran.


Mereka sempat bertanya, namun Zidan menjawab nya hanya dengan senyuman.


Karena masih pagi pelayanan dokter umum belum berjalan, dia pun menyempatkan diri untuk melihat kondisi zakira


Terlihat Zahir masih tertidur lelap di samping zakira sambil menggenggam tangan zakira, Zidan membangunkannya menyuruh Zahir tidur di atas kursi agar lebih nyaman.


Lalu Zidan memeriksa semua alat bantu yang terpasang ke tubuh zakira biar berpungsi dengan baik.


Saat waktu istirahat pun Zidan kembali menjenguk zakira yang masih belum ada perubahan, kali ini Zidan bisa merasa leluasa melakukan apapun yang dia inginkan untuk membantu Zahir dan zakira karena Zee tidak sedang bertugas.


" Apa yang kau impikan zakira ? Kenapa tidur mu sangat lama ?" Ucap Zidan pelan


" Aku akan menghukum Zion, kamu tidak perlu khawatir dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal !" Lanjut nya


Tiba tiba tangan zakira bergerak, membuat Zidan terperanjat memeriksa kondisinya, akhirnya zakira bisa melewati masa kritis nya.


Nafas dan detak jantung nya telah kembali normal, tapi zakira masih belum siuman.


****


Zidan benar benar melaporkan Zion lagi kepada polisi atas kekerasan dan pelecehan terhadap zakira, Zidan juga melaporkan ayah Zion.


Zion yang sudah mendapatkan surat panggilan kepolisian bergegas menemui Zidan untuk menyuruh zidan membatalkan laporan atas ayah nya, karena dia khawatir justru ayah nya akan kembali membuat onar.


" Kau tidak tahu dia orang seperti apa ! Dia juga akan membunuh mu ! Jangan terlibat, biar aku yang urus semuanya !" Ujar Zion meyakinkan Zidan


" Kau ingin aku melepaskan ayah mu yang biadab itu ? " Ucap Zidan ketus


" dia kebal hukum, dia tidak akan bisa di hukum oleh undang undang, aku yang akan menghukum dia, tapi aku minta waktu ! Aku harus menyusun rencana !"


" Kau pikir aku bodoh ? Manusia seperti mu mana bisa di percaya !" Zidan masih ragu dengan Zion, mulai kesal Zion mencengkram dan menarik baju zidan.


" Kau ! Kau tidak tahu cara kerja kita, kita hanya membayar nyawa dengan nyawa tidak ada pengampunan atau nurani itulah cara kerja di dunia ku, jadi aku mohon kau jangan ikut campur, cabut laporan atas ayah ku, aku akan menangani nya dengan cara ku !" Zidan menatap dingin wajah Zion yang terlihat kesal.


" Kenapa dia harus bertemu dengan pria seperti mu !" Ucap Zidan, Zion melepaskan cengkeramannya sambil sedikit mendorong Zidan


Zion terlihat sesekali menundukan kepalanya, matanya mulai memerah


" Aku tidak memikirkan hal ini akan terjadi, harus nya aku tidak jatuh cinta kepadanya ! Kau benar aku terlalu egois !" Ujar Zion


" Kau mencintainya ? Itu malah menjadi belenggu bagi zakira ! Kau membawa dia ke dalam jurang kehancuran !"


" Aku tahu ! Aku tahu ,Tapi Waktu itu aku hanya ingin dicintai, itu saja tapi ternyata itu malah memberinya bencana !" lanjut Zion, masih menyalahkan dirinya.


" Aku meminta kepadamu untuk menjaganya, selama aku menghukum ayah ku !"


" Tanpa diminta pun aku akan menjaganya, tapi mungkin selamanya aku akan menjaga nya !" Zion tercengang mendengar pernyataan Zidan itu.


" Apa ? jangan bilang Kau juga menyukainya ?"


" Urus saja ayah mu ! " jawab Zidan datar lalu dia berlalu pergi.


Zion mengepalkan tangan nya, dia merasa harus segera melenyapkan ayah nya, supaya dia bisa kembali membawa zakira dan menjamin hidup nya aman sebelum Zidan benar benar merebut zakira.


Sementara Zidan sudah mencabut laporannya, dan menunggu apa yang akan dilakukan Zion, karena dia sudah berjanji, Zidan akan terus mengawasinya .