
Dengan penuh emosi zakira mendatangi Zee yang sedang bekerja. ruangan kerja Zee dan zidan memang berjauhan sehingga zakira bisa datang kerumah sakit tanpa di ketahui oleh Zidan.
Zakira sengaja menunggu beberapa saat sampai jam istirahat, pada waktu yang tepat zakira menemui Zee langsung di ruangan nya.
Zee langsung tersenyum smirk melihat zakira sudah berada di hadapan nya sekarang, Zee menyuruh semua orang di ruangan itu untuk keluar sehingga di dalam ruangan hanya ada mereka berdua.
Awal nya zakira meminta Zee untuk menghapus foto foto itu secara baik baik, namun Zee terus mengancam zakira bahwa dia akan mengirimkan foto itu ke Zidan dan juga ayah nya.
Tentu saja hal itu membuat zakira emosi lagi, zakira mendekati Zee dan langsung menarik jas dokter nya.
" Apa yang kau lakukan ! Singkirkan tangan kotor mu dari baju ku !" Zee berusaha melepaskan cengkraman tangan zakira, namun ganggaman zakira sangat kuat saking emosinya.
" Kau sudah punya segala hal yang bisa membuat mu seangkuh ini tapi kenapa kau masih iri dengan ku, hah ? Apa kau merasa rendah sekarang karena tidak berhasil membuat Zidan mencintaimu ? " Ucap zakira sambil melototi Zee.
" Kau merebut nya ****** ! Kalau kau tidak menggodanya dia sekarang pasti masih bersama ku !" ucap Zee, Zakira tersenyum smirk untuk meledek nya.
" Kalau dia mencintai mu dia tidak akan pernah mendatangi ku terus, harusnya kau sadar diri dia tidak mencintaimu sejak awal dia hanya mengasihani mu ," zakira balik membuat Zee kesal dengan ucapan nya itu.
Zee langsung mendorong zakira dengan sangat kuat hingga zakira jatuh tersungkur menimpa beberapa kursi di belakang nya.
" Sadar diri ? Kau menyuruh ku sadar diri,hah ?" Zee menginjak lengan zakira hingga membuat zakira berteriak kesakitan.
" Harus nya kau yang sadar diri dasar pelacur sialan !" Teriak Zee tepat di wajah zakira, terus zakira menarik rambut Zee dengan kencang lalu menjorokan nya hingga Zee pun terjungkal.
Tidak ada yang melerai perkelahian mereka Karena orang orang sedang makan siang, hingga mereka yang sama sama sedang emosi terus saling serang dan saling menghujat dengan kata kata kasar.
" Aku bukan pelacur lagi sekarang aku istri seorang dokter, aku akan mulai merangkak naik ke posisi yang kau banggakan itu, jadi jangan meremehkan ku aku akan membalas semua yang kau lakukan kepadaku ,"
" Jangan mimpi ! kau tidak bisa mengubah masa lalu, rasa kasihan dari Zidan tidak akan merubah status mu !" ujar Zee, Zakira tertawa kecil lagi
" Rasa kasihan dia sama ku memang beda, karena kasihan dia sampai memaksa ku untuk mau dinikahi nya karena dia mau jadi ayah dari anak yang di kandung ku, tapi sama kamu ? dia hanya mengasihani mu karena kau teman nya ," zakira kembali meledek Zee
Semakin kesal Zee meraih sebuah pas bunga kaca di atas meja di samping nya lalu berjalan menghampiri zakira.
Tanpa rasa takut zakira malah menantang nya dan terus meledek nya.
" Diam kau atau akan ku pecah kan kepala mu !" Ancam Zee seraya mencengkram baju zakira, zakira tersenyum smirk mendengar ancaman itu.
" Kau akan membunuh ku di rumah sakit ? Dengan jas dokter mu itu ? Lakukan saja karena aku akan mengajak mu juga !"
Zee melepaskan cengkraman nya sembari mendorong badan zakira, akal sehat nya masih berfungsi waktu itu.
" Zidan hanya menganggap mu sebagai teman, terima saja kenyataan itu, biarkan di bahagia dengan jalan hidup pilihan nya !" Tukas zakira yang sebenarnya ada benar nya juga.
tapi Zee merasa zakira sedang menghina nya sekarang, alhasil Zee kembali marah dan mulai kehilangan kendali nya lagi.
Dengan refleks Zee melempar pas bunga yang masih di genggamnya tepat mengenai kening zakira, karena lemparan nya cukup kuat sehingga pas bunga itu pecah tepat saat berbenturan dengan kepala zakira.
Alhasi pecahan itu melukai kening zakira sampai darah nya mengucur di wajah zakira.
Tentu saja zakira berteriak kesakitan, hingga terdengar keluar ruangan itu, beberapa teman Zee yang baru kembali segera memeriksa apa yang terjadi setelah mendengar teriakan itu.
" Apa yang terjadi disini !" Teriak seorang teman Zee syok saat melihat keadaan di dalam sana.
Zee masih tertegun setelah apa yang dilakukan nya terhadap zakira, sedang kan zakira sedang tersungkur di atas sebuah meja seraya mengerang kesakitan.
Keempat orang itu langsung memeriksa keadaan zakira yang sudah berlumuran darah, melihat kondisinya yang mengkhawatirkan seorang dokter pria langsung membawanya ke ruang gawat darurat.
" Apa yang kau lakukan !" Bentak seorang dokter kepada Zee, Zee terlihat masih begong sepertinya dia juga syok dengan apa yang terjadi barusan.
" Hei, Zee ! Kau sudah gila ? Kenapa Kau melakukan nya lagi , Kali ini sangsi mu tidak akan ringan Zee !" Dokter itu mencoba menyadarkan Zee, setelah memberi peringatan kepada Zee dia pun keluar untuk melihat kondisi zakira.
Zee merasakan seluruh badan nya bergetar, sampai hampir jatuh karena kaki nya terasa lemas.
" Apa yang aku lakukan ?" ucap Zee samar seraya melihat tangan nya yang bergetar, tiba tiba Zee menangis menyesali perbuatan nya yang nekad itu.
Sementara itu zakira segera mendapat kan penanganan dokter, sedang Zidan masih belum mengetahui kejadian huru hara itu, sampai ada seorang perawat yang memberitahunya mengenai Zee yang kembali melukai seorang pasien.
Awal nya Zidan tidak terlalu peduli, tapi perasaan nya jadi tidak enak, Zidan pun mendatangi tempat kejadian.
Terlihat Zee sedang duduk di lantai sambil menangis, lalu Zidan menghampirinya dan langsung kaget melihat ada darah berceceran di lantai dan juga di meja.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Zidan baik baik sembari membantu Zee bangun.
" Maaf kan kan aku Zidan, aku tidak sengaja melukai zakira ," ucap Zee sambil menangis.
" Apa ? Zakira ? apa yang terjadi dengan dia ?" Zidan semakin kaget mendengar nama zakira disebut Zee , tanpa banyak tanya Zidan langsung berlari kembali keluar untuk mencari keberadaan zakira.
Hingga dia berpapasan dengan teman Zee yang memarahi nya tadi, lalu dia memberi tahu Zidan bahwa orang yang di serang zee sudah mendapat penanganan medis dan keadaan nya sudah baik baik saja sekarang.
" Bagaimana dengan kandungan nya ?" Tanya Zidan dengan wajah panik.
" Apa dia sedang hamil ?" Tanya si dokter tercengang.
" Dia istriku!"
" Apa ? Kapan kamu menikah ?" Si dokter itu semakin tercengang.
" Dia di ruang rawat inap sekarang ," Zidan segera menuju kesana.
" Ya ampun, dia selalu tak terduga !" Gumam si dokter sambil menggelengkan kepala nya.
Zidan memeriksa satu persatu tirai yang tertutup dengan perasaan yang cemas, hingga dia melihat zakira sedang terbaring di ranjang paling ujung, Zidan segera menghampirinya.
zakira sempat terkejut karena tiba tiba Zidan ada di hadapan nya.
" Apa yang terjadi, kenapa kamu jadi seperti ini ?" Tanya Zidan seraya memeriksa keadaan zakira.
" Aww sakit !" Erang zakira saat Zidan menyentuk lengan nya yang membiru hasil injakan Zee tadi.
Melihat keadaan zakira yang babak belur seperti itu tentu Zidan sangat kesal kepada Zee, tapi dia tidak bisa melakukan apa apa terhadap nya, alhasil Zidan hanya bisa menghela nafas kasar lalu memeluk zakira.
" Bagaimana dengan bayi nya ? Apa dia baik baik saja ?" Tanya Zidan seraya mengelus lembut perut zakira.
" Dia baik baik saja ," jawab zakira.
" Syukurlah, coba lihat lengan mu !" Zidan meraih lengan zakira yang nampak bengkak, lalu Zidan meminta seorang perawat untuk mengambilkan nya es batu.
Sambil mengompres lengan zakira, Zidan jadi tak banyak bicara membuat zakira khawatir.
" Kamu kenapa ?" Tanya zakira pelan.
Zidan terlihat sedang menguatkan diri nya bahkan mata nya pun terlihat sudah berkaca kaca, menyadari hal itu zakira jadi merasa bersalah.
" Maaf kan aku, harus nya aku diam saja di rumah tadi !"
" Tidak ini bukan salah mu, ini salah ku harus nya aku bisa membuat dia menyegani mu," Zidan beranjak dari tempat duduk nya.
" Tunggu sebentar, nanti aku kesini lagi ," ujar Zidan lalu dia pergi.
" Kamu mau kemana ?" Zakira hendak mencegah nya pergi tapi baru beranjak sedikit dari tempat tidur dia langsung merasa pusing.
" Aaaah, kepalaku sakit ," keluh nya, alhasil zakira kembali tiduran.
****
Zidan kembali mendatangi Zee dengan wajah yang terlihat marah.
" Apa yang kamu lakukan ? Kenapa dia bisa mendatangi mu ke sini ?" Tanya Zidan dingin.
" Di ... Dia yang datang sendiri ," Jawab Zee terbata.
" Dia tidak mungkin mendatangi mu kalau tidak ada kepentingan ,ayo jujur apa yang mau kamu lakukan pada istriku !" Zidan mulai menaikan nada bicaranya.
" Jangan menghakimi ku saja, dia yang mulai Zidan ! dia terus menghina ku dan bilang kalau kamu hanya mengasihani ku, aku tidak bisa menerimanya ,"
" Jadi hanya kerena dia berkata seperti itu dia pantas mendapatkan perlakuan kasar mu, hah ?
" Aku juga terluka Zidan, dia juga menyakiti ku ," Zee terus mencoba membela dirinya.
" Diam kamu ! kamu yang lebih sering menghina nya bahkan kata kata mu lebih tak manusiawi, kau tidak terima hanya karena dia berkata seperti itu, lagi pula perkataan nya memang benar ,"
Zee langsung terdiam mendengar ucapan sarkas dari Zidan itu, matanya mulai berkaca kaca.
" Apa ?" Ucap Zee, Zidan langsung berhenti bicara melihat Zee mulai menangis.
" Jangan pernah menemui ku atau zakira lagi, aku mau kita putus hubungan sebagai teman atau pun rekan kerja ," tukas Zidan lalu dia berlalu pergi.
Zee berdecik kesal karena perbuatan nya malah membuat Zidan semakin membencinya.
Ibarat senjata makan tuan, Zee malah kena batunya sendiri niat hati ingin menjatuhkan zakira malah dia yang tersungkur.
Selain di jauhi oleh Zidan, Zee juga mendapat kan sangsi keras dari rumah sakit, dia di pecat secara tidak hormat dari rumah sakit dan juga lisensi dokter nya pun telah di tangguh kan selama satu tahun.
Tentu saja hal itu membuat Zee terpukul sekaligus merasa sangat malu.
Namun semua hal itu belum juga menyadarkan Zee untuk berhenti berbuat jahat terhadap Zakira.
bahkan sekarang dia tidak menyesal lagi karena sudah melukai zakira.
Sekarang muncul di benak nya untuk benar benar membuat harga diri dan martabat zakira jatuh di hadapan ayah dan ibu mertuanya.
Semua aib zakira yang sengaja Zee cari tahu akan benar benar Zee bongkar kepada ayah dan ibu nya Zidan.
wait !!!
zee memang si manusia berisik !
apakah yang akan di lakukan mertua zakira setelah mendapat pengaduan Zee itu ?
Lanjutan nya di next chapter yu ...