The Rose

The Rose
aku pergi



" zakira.....!" Teriak Zion dan Zidan bersamaan sesaat setelah zakira menjatuhkan dirinya.


Namun beruntung petugas polisi telah mengerahkan beberapa petugas SAR dan berhasil menyelamatkan zakira yang ternyata jatuh ke balon udara yang telah di siapkan sesaat sebelum zakira terjun bebas.


Saat melihat zakira bisa di selamat kan Zion dan Zidan bisa bernafas lega walaupun nyatanya mereka masih sangat panik.


Zakira yang tidak sadarkan diri segera di bawa ke dalam ambulance untuk di periksa keadaan nya, namun ternyata zakira sudah tidak bernafas.


Alhasil keadaan kembali menegang kan karena kemungkinan besar zakira kena serangan jantung.


Beberapa petugas kesehatan melakukan pertolongan pertama untuk membuat jantung zakira kembali berdetak.


Namun setelah beberapa saat, zakira masih belum bernafas dan badan nya mulai mendingin.


" Ada apa ini ? Ada apa dengan zakira ?" Tanya Zion panik melihat para polisi mengamankan area tempat ambulance berada.


" Zakira ! Zakira !" Teriak Zidan terus memanggil nama zakira.


" Maaf kalian harus menjauh dari area ini, karena keadaan dia sedang kritis dan para medis butuh ruang supaya bisa menyelamatkan nya," ujar seorang polisi seraya menyuruh Zidan dan Zion menjauh.


Lalu ambulance itu segera pergi membawa zakira ke rumah sakit karena ternyata zakira masih tidak bernafas.


Sepanjang jalan zakira terus mendapat bantuan pemacu detak jantung namun hasil nya nihil, zakira sudah tidak merespon apapun lagi.


Alhasil dengan sangat menyesal para petugas medis menyatakan zakira telah meninggal dunia.


Zion dan Zidan yang ikut menyusul ke rumah sakit harus menerima dengan tegar kabar duka itu.


Badan zakira kini sudah tidak hangat lagi, namun masih ada sisa air mata yang mengalir di pipinya, hal itu membuat Zion dan Zidan menangis bersamaan di ruang mayat.


Mereka masih tidak menyangka zakira benar benar pergi sangat jauh ke tempat yang tidak bisa mereka datangi.


Dua pria gagah itu menangis tersedu-sedu seperti anak kecil di dekat tubuh zakira yang telah menjadi mayat itu.


Hal yang membuat mereka sangat sedih adalah rasa penyesalan karena belum sempat membuat zakira bahagia.


Dan yang lebih menyayat hati lagi karena zakira pergi dengan membawa luka hati dan penderitaan nya.


Zahir yang di beritahu kakak nya telah meninggal langsung merasa seperti mendengar petir di siang bolong.


Karena baru tadi dia bertemu dengan kakak nya itu, Zahir tidak tahu kalau ternyata tadi itu adalah pertemuan terakhirnya.


Dan ternyata kakak nya berpamitan untuk selama lamanya.


Sesampainya di rumah sakit, tangis Zahir pun pecah saat melihat badan kakak nya yang sudah kaku tak bernyawa lagi.


Zahir bahkan menyalah kan semua kejadian yang menimpa kakak nya kepada Zidan dan Zion, Zahir mengumpat dan mengatai mereka dengan kata kata yang kasar.


Sampai menimbulkan kebisingan alhasil, Zahir di aman kan ke ruangan lain.


Di ruang yang sepi itu, Zahir kembali menangis sejadi jadi nya, karena merasa sangat kehilangan sosok yang sangat di cintainya itu.


Apa lagi saat dia mengingat bagaimana perjuangan zakira untuk menghidupinya sampai rela menjual harga diri hanya untuk menghidupinya semakin membuat Zahir sedih.


" Kakak ... Maafkan aku ," ucap zahir dalam tangisnya.


tidak menyangka bahwa kakak nya akan pergi secepat itu.


****


Keesokan harinya, jasad zakira segera di kebumikan, dengan di iringi isakan ketiga pria yang mengantarkan nya ke tempat peristirahatan terakhirnya.


Berakhir sudah perjalanan hidup zakira yang berat, meski tak ada yang menganggap nya berharga namun bagi ketiga pria itu zakira adalah sosok yang sangat berharga lebih dari apapun di dunia ini.


Namun, Tuhan lebih mencintainya dari siapapun juga di dunia ini.


Senyuman nya masih tersirat di dalam hati mereka, untuk Zahir zakira adalah sosok wanita yang luar biasa melebihi ibunya.


Bagi Zion dan Zidan zakira adalah sosok wanita yang tangguh, mereka bersyukur pernah di cintai oleh sosok nya.


Meski pun zakira kini telah tiada, namun rasa cinta mereka akan tetap abadi di dalam hati mereka.


" Dia selalu pergi tanpa berpamitan ," ucap Zidan pelan.


" Aku harap dia menemukan kebahagiaan di sana ," ucap Zion menaruh setangkai bunga mawar di atas pusara.


Mereka bertiga pun satu persatu pergi meninggalkan pemakaman, meski sangat berat untuk melangkah pergi.


**** Satu tahun kemudian ****


Kini Gyandra telah tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik, dengan paras yang semakin mirip dengan mendiang ibunda nya.


" Ayah ," panggil Gyandra masih cadel.


Seorang pria kekar Dangan badan penuh tato menoleh ke arah nya lalu memeluknya.


" Apa sayang ," jawab nya dengan suara serak khas nya, Yap kini Gyandra di asuh oleh Zion yang mana adalah ayah kandung nya.


Dari sosok anak nya lah dia belajar banyak tentang sisi baik kehidupan nya.


Karena anak nya pula, Zion kini telah berubah dan bertobat.


Dia tidak lagi bermain dengan kejahatan dan kriminal, dia mau anak nya tumbuh dengan uang yang baik, sekarang Zion rela bekerja serabutan demi untuk menghidupi anak nya itu.


Sesekali Zion merindukan kehadiran zakira, namun mata indah dan senyuman manis sang anak yang sama persis seperti zakira mampu mengobatinya.


Walaupun kini hidup sederhana tapi dia merasa bahagia, sempat terbersit di benak nya kenapa tidak dari dulu dia hidup seperti ini, mungkin zakira sekarang masih ada di sisi nya.


Tapi Zion tidak menyalah kan takdir, semua sudah di atur harus seperti ini, karena walaupun zakira telah tiada tapi sosok hangat nya masih terasa ada di sekitar nya.


****


Sementara itu, Zidan sekarang telah membuka praktek sendiri di tempat yang waktu itu pernah dia datangi saat berbulan madu bersama zakira.


Suasana nya tenang, sesekali sosok zakira terasa hadir di sisi nya saat Zidan mengunjungi taman bunga yang di sukai zakira.


Bahkan tawa nya masih terngiang jelas di telinganya.


" Kau pasti bahagia sekarang, zakira ," ucap nya pelan seraya memandangi Poto zakira yang di ambil di tempat yang sama.


" Aku juga akan ikut bahagia untuk mu ," ucap nya lagi seraya memejamkan matanya, lalu dia merasakan hembusan angin yang menyentuh rambut dan badan nya.


Lalu Zidan tersenyum, membayangkan saat ini zakira sedang bersama nya dan ikut tersenyum kepadanya.


****


Dan Zahir kini telah lulus SMA, namun sayang zakira tidak bisa memenuhi janjinya, meskipun begitu Zahir tidak mau bersedih.


Justru dia senang karena doa kakak nya terkabul, dia mendapat kan beasiswa full untuk kuliah di Jepang, dengan penuh haru Zahir mengunjungi makam mendiang kakak nya.


Zahir memberitahu semua yang telah dia capai meski sesekali terisak tapi Zahir mencoba untuk tidak menangis.


Terlebih ini adalah peringatan satu tahun Kematian nya.


" Sampai jumpa lagi kak, ini hadiah buat kakak ," Zahir menyimpan setangkai bunga mawar di atas pusara kakak nya.


Begitupun dengan Zion, untuk memperingati satu tahun kepergian zakira dia mengajak Gyandra untuk mengunjungi makam ibunya, sambil membawa setangkai bunga mawar dia bercerita tentang betapa pintar dan menggemaskan nya anak mereka.


Meski Gyandra masih belum mengerti tapi dia tahu bahwa ibundanya telah tiada sekarang.


Yang terakhir datang adalah Zidan, dia melihat ada tiga tangkai bunga mawar di atas pusara zakira, dia pun ikut menaruh bunga mawar yang di bawa nya itu.


Berbeda dengan yang lain, alih alih bercerita tentang nya Zidan justru membacakan sebuah puisi dengan rangkaian kata yang indah untuk menggambarkan betapa cantik dan indah nya sosok zakira di mata nya.


" sampai jumpa lagi di tempat lain, nama mu akan selalu terkenang, zakira ," tukas Zidan lalu dia beranjak pergi dari pemakaman itu.


*****


Ini adalah kehidupan yang zakira inginkan, damai dan tentram namun sayang Tuhan lebih menyayangi nya lebih dari siapapun di dunia ini.


Tuhan mau zakira hidup bahagia bersama nya saja, semoga penderitaan dan luka hatinya selama ini menjadi penebus semua dosa dosa.


_______ THE END _______


TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DAN MEMBACA NOVEL KU SAMPAI AKHIR.


CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA, AMBIL YANG BAIK NYA SAJA, OK !