The Rose

The Rose
cinta dan benci



Zakira lupa bahwa hari ini dia harus bersembunyi dari Zion. Sambil celingukan zakira berjalan bergegas menuju ke halte bus di rasa Zion tidak ada di sekitar nya zakira pun lega dan berjalan santai.


" Tit tit tit " tiba tiba suara klakson mobil mengagetkannya, saat zakira menoleh dia semakin kaget karena Zion sudah berada di belakang nya, entah dari mana datang nya tiba tiba dia sudah ada di sana.


Zakira mencoba tidak mempedulikan nya, dia memalingkan mukanya dan terus berjalan dengan langkah tergesa, Zion terus mengikutinya dengan laju mobil yang sangat pelan hingga membuat pengendara lainnya kesal karena mobil Zion menghalangi jalan mereka.


Suara klakson dari mobil kendaraan lain terus berbunyi namun Zion tidak peduli Zion terus mengikuti zakira.


Karena kesal zakira pun menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah Zion dengan sorot mata yang tajam, Zion segera menurunkan kaca mobil nya.


" Apa yang kau lakukan ?" Bentak zakira.


" Butuh tumpangan ?" Ujar Zion santai, membuat zakira mulai frustasi.


" Pergilah, kau mengganggu yang lain,"


" Tidak sampai kamu masuk ke mobil ku,"


" Lupakan, aku tidak peduli," zakira kembali melanjutkan perjalanannya.


Zion pun kembali mengikutinya, alhasil beberapa pun orang meneriakinya.


" Hei kalau mau berantem di rumah saja, jangan di jalan ganggu orang lewat aja !" Teriak seorang bapak bapak.


Zion malah tersenyum santai, seraya terus melaju pelan mengikuti zakira. Hingga makian terus terdengar dari pengendara lain membuat zakira semakin kesal alhasil dia pun terpaksa masuk ke dalam mobil Zion.


Zion menatap zakira yang terlihat bete sambil tersenyum.


" Ayo pergi !" Ujar zakira berurat.


" Siap laksanakan ," Zion masih belum puas membuat zakira kesal.


Sepanjang perjalanan zakira terus cemberut seraya memandang kosong ke jalanan, dia tidak mau bertanya tujuan mereka kemana karena dia tidak mau bicara sepatah kata pun kepada Zion.


Setelah beberapa saat berkendara mereka sampai di sebuah restoran mewah, Zion mengajak zakira untuk makan siang bersama nya.


Hidangan mewah sudah tersaji di hadapan mereka, Zion makan dengan lahap sementara zakira terlihat tidak bernafsu makan.


" Kau tak makan ?" Tanya Zion.


" Tidak, kau saja," ketus zakira, Zion langsung tersenyum smirk.


" Mau kusuapi ?" Zion menatap zakira dengan mata yang mengancam.


Zakira langsung meraih sendok di hadapan nya dan makan dengan perlahan, dia lebih banyak minum ketimbang makannya sehingga zakira merasa cepat kenyang.


Setelah selesai makan zion mengajak zakira untuk mengobrol santai, walau suasana nya tidak mendukung.


Zion baru menyadari bahwa zakira sudah tidak memakai cincin lamaran pemberian nya waktu itu.


" Kenapa kau melepaskan cincin nya ?" Tanya Zion


" Aku tidak mau memakai nya, cincin itu memberiku banyak kenangan buruk !" Jawab zakira datar.


Zion langsung menyilangkan kedua tangan nya sambil menatap zakira dengan pandangan aneh.


Zakira menyadarinya sampai membuat nya tidak nyaman, zakira pun meminta untuk segera pulang karena kini badan nya terasa kurang sehat.


Zion menuruti nya untuk segera pulang. Di dalam mobil zakira merasa badan nya kepanasan zakira pun membuka beberapa kancing bajunya seraya mengipasi badannya dengan tangan nya.


Terlihat Zion tersenyum smirk melihat zakira kepanasan membuat zakira curiga Zion telah memasukan sesuatu ke dalam minumannya tadi.


zakira tidak mau mempedulikannya, tapi Zion malah mengarah kan mobil nya ke jalan lain bukan ke arah rumah zakira.


" Mau kemana kita ?" Tanya zakira seraya terus mengipasi badan nya yang terasa semakin panas, Zion tidak menjawab nya dia terlihat terus fokus menjalan mobil nya.


Zion membawa zakira terus menjauh dari kota, membuat zakira gelisah, sementara badan nya terus memanas hingga keringat mengucur di keningnya.


Zakira mengingat rambut nya yang terurai hingga leher nya terlihat jelas sampai membuat Zion hampir kehilangan fokus karena terpana dengan keindahan leher zakira yang merupakan bagian tubuh zakira yang sangat dia sukai.


Merasa ada yang tidak beres zakira langsung marah kepada Zion.


" Apa yang kau masukan ke dalam minuman ku !"


" Kau sudah merasakan sekarang ? " Ujar Zion santai, jadi memang benar Zion memasukan sesuatu ke dalam minuman zakira.


" Apa yang kau lakukan ?! " Teriak zakira seraya mencengkram lengan Zion, badan nya kini terasa ada yang menggelitik membuat nya sesekali menggeliat.


" Kau benar benar brengsek !" Zakira nampak berusaha menahan gejolak birahi yang tiba tiba muncul dengan sangat kuat.


Zion memarkirkan mobil nya di telpi sebuah pantai yang nampak sepi, hanya terdengar suara desir ombak dan burung pelikan di luar sana.


Sedang kan di dalam mobil zakira nampak sudah sangat tersiksa, sesekali dia berteriak karena gejolak birahi nya terlalu kuat hingga membuat tubuh nya panas.


" Ayo kita bersenang senang !" Zakira menggelengkan kepalanya, saat Zidan mendekatkan dirinya ke wajah zakira dia salah fokus ke tanda merah di leher zakira.


Zion langsung memeriksanya.


" Ini bekas kecupan, siapa yang melakukan nya ?" Tanya Zion dengan mata yang bergetar, zakira malah menepis tangan Zion yang memegang lehernya.


Lalu Zidan membuka paksa baju zakira hingga membuat beberapa kancing nya lepas, di dada zakira terdapat lebih banyak bekas kecupan membuat Zion murka.


" Apa yang kau lakukan ! Siapa yang melakukan ini ?" Zidan mencengkram baju zakira.


Zakira menatap wajah Zion seraya mencoba melepaskan cengkramannya sambil menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya.


" Jangan katakan kalau si Zidan brengsek itu sudah meniduri mu, " mata Zion mulai berkaca kaca, zakira tidak menjawab nya dia hanya menatap wajah Zion dengan tajam.


Zion langsung mendorong badan zakira hingga kepala zakira hampir membentur kaca mobil, Zion langsung pergi keluar mobil sambil membanting pintu mobil nya dengan sangat keras.


Zion berteriak teriak di luar mobil sesekali menendang ban mobil dan memukul bemper mobil nya hingga penyok.


Sementara di dalam mobil, zakira tengah kewalahan menahan efek dari obat perangsang yang Zion berikan kepadanya efek nya cukup kuat hingga setelah satu jam belum juga reda.


Zakira melihat keluar kaca terlihat Zion masih sangat marah dan frustasi mengetahui dia sudah tidur dengan pria lain.


tak berapa lama Zion kembali berjalan menuju ke arah zakira, zakira langsung panik karena mungkin Zion akan benar benar membunuh nya sekarang.


Zion membuka pintu mobil lalu menarik zakira keluar,


" Kau benar benar telah mengkhianati ku !" Bentak Zion seraya memojokan zakira ke bodi mobil.


" Kau harus menerima akibat nya !" Zion kembali mencengkram baju zakira yang telah terbuka membuat payu dara nya terlihat menyembul dari balik kaos dalam nya.


Mendengar zakira terengah-engah dan sekarang zakira menggenggam lengan nya kuat membuat Zion menguatkan hatinya untuk tidak tergoda.


Zion pun memasukan kembali zakira ke dalam mobil tapi sekarang zakira berada di belakang. Zion terdiam beberapa saat seraya memandangi zakira yang terus mengerang dan badannya terus menggeliat.


Tidak bisa di pungkiri bahwa melihat zakira terus menggeliat membuat Zion ikut birahi, namun dia masih ragu karena dia akan menikmati bekas orang.


Tapi melihat zakira yang sekarang hanya mengenakan kaos dalam membuat Zion tak bisa menahan nya lagi.


" Dia memang ******, dia pandai menggoda , " ucap Zion seraya beranjak dari tempat duduk nya lalu pindah ke kursi belakang tempat zakira tengah menahan gejolak birahinya.


Zion langsung meraih pinggang zakira lalu segera ******* bibir zakira, zakira sempat menolak tapi birahi nya harus di salur kan sekarang juga.


Alhasil dia harus menerima cumbuan Zion yang membuat nya tidak bisa menahan *******, hingga beberapa saat kemudian mobil pun terlihat bergoyang dari luar sana.


Tapi kali ini permainan Zion berbeda, dia melakukan nya dengan sangat kasar hingga membuat zakira mengerang kesakitan.


" Hentikan kau menyakiti mu !" Suruh zakira namun Zion malah semakin melakukan nya dengan cepat dan kuat membuat zakira berteriak kesakitan hingga tak sadar mencakar punggung Zion cukup dalam dan panjang.


Setelah 30 menit permainan yang kasar Zion segera mengeluar kannya.


" Aku mau tahu benih siapa yang akan tumbuh," bisik nya seraya mengeluarkan nya di dalam, zakira mencoba mendorong badan Zion menjauh dari atas badan nya namun tenaga nya sudah habis.


Zakira menatap Zion dengan penuh kebencian begitupun sebaliknya, namun Zion terlihat mulai mengucurkan air mata nya.


" Kau bajingan sialan , aku membencimu Zion " ujar zakira lirih.


" Kau mengkhianati ku, sudah ku bilang aku tulus mencintai mu tapi kau tidak mau mengerti," ujar Zion dengan suara bergetar.


zakira langsung menangis.


" Kenapa semua nya harus jadi seburuk ini ?" Ujar nya samar.


Zion juga nampak tak sanggup membendung air matanya, namun Zion mencoba menyembunyikan nya, dia duduk di sebelah zakira seraya menutupi matanya yang sudah banjir dengan air mata.


Mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka rasakan, cinta dan benci bercampur menjadi satu di dalam hati mereka kini.


Semua yang terjadi di luar kendali mereka dan telah merubah semuanya, telah merusak harapan yang telah terbuat saat pertama kali mereka merasakan apa itu cinta, sekarang hanya waktu yang bisa membuat mereka menentukan untuk lanjut atau usai.