
setelah drama selesai, Zakira meminta ijin kepada Zahir untuk pergi dan menyuruh nya untuk jangan mencari keberadaan nya lagi, Zahir yang mulai memahami posisi zakira sekarang, tidak akan menahan nya lagi.
Dia akan mendukung apapun keputusan yang kakak nya lakukan asal itu terbaik untuk nya.
" hidup lah menjadi orang yang berguna Zahir , kakak menyayangimu," ucap zakira seraya memeluk sang adik untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi lagi.
" Kakak harus tetap sehat, aku mau kakak ada di samping ku saat aku lulus nanti ," ujar Zahir mencoba tegar.
Zakira mengangguk pelan lalu dia berpamitan pergi, sebelum nya dia sudah memberitahu Zahir mengenai alamat panti asuhan tempat dia menitipkan anak nya.
Zahir terus menatap kepergian zakira yang perlahan menjauh dari pandangan nya, dari kejauhan zakira kembali berbalik dan melambaikan tangan nya.
Zahir membalas nya dengan senyuman, dia berharap kakak nya bisa segera menemukan kebahagian nya karena zakira pantas mendapatkan nya.
****
Zakira berjalan sendirian menyusuri trotoar jalan yang ramai dengan pejalan kaki lain.
Dan tiba tiba Zion yang tidak di ketahui dari mana datangnya menarik nya dari belakang membuat zakira berteriak kaget.
" Dari mana saja kamu ?" Tanya Zion, zakira langsung menghentikan teriakan nya setelah melihat seseorang yang di kenal nya itu.
" Lepaskan aku ! " Bentak zakira seraya menatap tajam wajah Zion.
" Aku sudah mencari mu kemana mana," ucap nya lagi .
" Kenapa kau mencari ku, aku sudah tidak mau bertemu dengan kamu lagi !" jawab zakira dengan nada tinggi.
" Kamu mabuk lagi ?" Zion mencium bau alkohol dari badan zakira
" Apa urusan nya dengan mu !"
" Aku mempedulikan mu !"
" Diam Zion ! berhenti mempedulikan ku, aku sudah muak, semua hanya omong kosong !" bentak zakira.
Lalu zakira berusaha pergi namun Zion menghalangi jalan nya.
" Ayo ikut dengan ku ! Kita pergi ke tempat yang jauh ," ujar Zion.
" Aku akan pergi sendiri ," singkat zakira lalu dia menyingkirkan Zion dari hadapan nya, tapi Zion mengikutinya lagi.
" Dimana anak ku ?" Tanya Zion lagi membuat zakira menghentikan langkahnya.
" Jangan tanyakan dia, kau bukan ayah nya !"
" Ayo ajak dia, kita pergi sama sama ke tempat yang jauh ,"
Zakira menatap Zion, terlihat dia sangat serius dengan ucapan nya itu, namun zakira tidak mau terbuai lagi dengan tutur kata yang terdengar meyakinkan itu.
" Aku bilang aku mau pergi sendirian ," zakira kembali melanjutkan langkahnya tapi Zion lagi lagi menahan nya untuk pergi.
Tak mau berurusan lagi dengan Zion, zakira berteriak kencang seraya berontak seolah Zion sedang melecehkan nya, alhasil beberapa orang datang menolong nya.
Saat Zion sedang di aman kan, Zakira lari untuk segera menjauh dari nya, tidak mau kehilangan zakira lagi, Zion segera mengejar nya .
Karena panik, zakira berlari tanpa arah lalu dia menyebrang jalan tanpa melihat kesekitar nya sampai hampir saja dia tertabrak mobil.
Mobil yang hampir menambrak nya berhenti tepat sesenti lagi mengenai badan zakira, untung saja si pengemudi bisa mengerem dengan tepat waktu.
Si pengemudi pun keluar untuk memeriksa keadaan orang yang hampir dia tabrak, dan siapa sangka orang yang hampir menabrak zakira adalah Zidan.
Dalam keadaan masih syok zakira semakin di buat kaget melihat Zidan sekarang ada di hadapan nya, sementara Zion juga sedang berlari ke arah nya sekarang.
" Kau tidak apa apa ?" Tanya Zion seraya membantu zakira bangun sementara Zidan masih tertegun karena kebetulan yang sedang terjadi di hadapan nya itu.
Zion mengajak zakira untuk menepi, tapi zakira menepis tangan Zion lalu dia hendak pergi lagi namun Zion dengan sigap bisa menahan nya sekarang.
" Kenapa kalian bisa bersama? Kau bersikeras mau bercerai karena ingin bersama dia lagi ?" Tanya Zidan merasa patah hati karena mengira zakira kembali bersama Zion.
Zakira menatap Zidan tajam tanpa mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
" Lepaskan !" Suruh zakira kepada Zion.
" Tidak aku tidak akan melepaskan mu ,"
" Lepaskan !!" Teriak zakira kesal karena Zion terus memegangi lengan nya dan menahan nya untuk tidak pergi namun Zion tidak menggubris nya.
" Pergilah ! dia tidak terluka, kau sudah tidak ada urusan dengan zakira lagi, kan ," Ujar Zion dingin kepada Zidan, lalu Zion menarik tangan zakira untuk segera pergi.
Namun Zidan juga meraih tangan zakira dan menahan nya pergi.
Zakira langsung menghela nafas kasar, dia sudah muak menghadapi dua pria itu.
" Kalian berdua lepaskan tangan ku ! " Ujar zakira dingin namun mereka berdua tidak ada yang melepaskan genggaman nya hal itu membuat zakira kembali kesal.
" Lepaskan aku, dasar kalian brengsek ! Aku mau pergi sendiri aku tidak mau bertemu dengan kalian lagi !!" Teriak zakira seraya berontak hingga genggaman mereka berdua lepas.
Kemudian zakira lari ke ujung sisi jembatan yang di bawah nya adalah sungai yang cukup dalam.
" Aku akan pergi sendirian, jangan mengikuti ku !" Ujar zakira seraya naik ke pembatas jembatan.
" Apa yang kau lakukan !!" Teriak Zidan seraya berlari ke arah zakira.
" Jangan mendekat, atau aku benar benar melompat !!" Teriak zakira memperingati Zion dan Zidan yang sudah terlihat khawatir.
" Zakira, turun zakira apapun yang kau pikirkan jangan lakukan itu , aku mohon ," ujar Zion mencoba membujuk zakira sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi.
" Tidak, aku tidak mau turun, aku akan pergi ke tempat yang jauh dimana kalian tidak akan bisa menemui ku lagi ," ucap zakira membuat Zidan dan Zion semakin panik.
" Tidak zakira, jangan lakukan itu ! Maafkan aku karena telah mengusik mu, aku berjanji akan benar benar pergi dari hidup mu tapi aku mohon jangan lakukan itu ," ujar Zidan khawatir kalau zakira benar benar mau bunuh diri.
" Aku muak dengan kalian, aku muak dengan kehidupan ini, aku muak dengan semua yang terjadi padaku, aku mau pergi saja !" Ujar zakira dramatis.
" Kamu tidak boleh seperti ini zakira, kamu tidak kasihan kepada anak mu ? Dia masih membutuh kan mu ," ujar Zion.
" Diam ! diam kalian aku tidak butuh kata motivasi dari kalian, kalian yang sudah membuat hidup ku hancur dasar brengsek ! " Zakira terus mengumpat dan mengatai Zion dan Zidan yang sedang berusaha membujuk nya.
Kejadian menegangkan itu menarik perhatian orang orang yang melintas, karena keadaan yang berbahaya seseorang berinisiatif untuk memanggil polisi.
Beberapa orang lain mencoba membujuk zakira untuk turun dari atas pembatas jembatan, namun bukan nya menurut zakira malah semakin marah.
Dan pada akhirnya zakira benar benar menjatuhkan dirinya ke sungai, semua orang berteriak histeris terutama zidan dan Zion yang segera menghampiri zakira berharap bisa menangkap nya.
Namun terlambat badan zakira telah jatuh dengan sangat cepat, hingga mereka hanya bisa menyaksikan nya dengan perasaan gak karuan.