The Rose

The Rose
si pemarah ll



Zakira masih menangis di pojokan kamar, dia tidak sanggup melihat keluar jendela karena mungkin kondisi Rendy sudah mengerikan untuk di lihat.


Zakira mencoba menenangkan diri nya, di luar terdengar suara Zion yang berteriak teriak dan mengumpat kasar, lalu dia tiba tiba masuk ke kamar sontak zakira langsung terperanjat


" Jangan mendekati ku !" Teriak zakira ketakutan, tapi Zion terus melangkah ke arah nya, tanpa berpikir panjang zakira berlari ke dalam kamar mandi untuk menghindari Zion yang sekarang nampak seperti monster bagi zakira


Zion mengikuti nya namun zakira mengunci pintu kamar mandi, Zion terus menggedor supaya zakira membukakan pintu tapi justru membuat zakira semakin ketakutan, zakira melangkah menjauhi pintu dengan langkah yang gemetar


Zakira terus menangis karena takut Zion juga akan menghajar nya


" Zakira ! Buka pintu nya atau akan aku dobrak !!" Teriak Zion


Zakira semakin Marasa takut lalu dia masuk ke dalam bathtub seraya menutup telinganya ,


" Tuhan.. tolong aku !" Ucap zakira putus asa


Zion terus mendobrak pintu hingga akhirnya pintu berhasil terbuka


Sontak zakira kaget dan tak sengaja menyalakan kran air dan membasahi nya, Zion melangkah mendekati zakira, membuat zakira semakin histeris


saat Zion sudah berada di hadapan nya zakira mulai memohon berharap Zion akan mengampuninya


" Maaf kan aku ! Aku mohon !" Ucap zakira masih menangis sesenggukan, melihat zakira yang terus terisak, tiba tiba Zion merasa iba dan saat dia melihat sorot mata memohon zakira lagi lagi meredamkan kemarahan nya


Tanpa di duga Zion ikut masuk ke bathtub yang sudah penuh dengan air dia mematikan shower lalu berjongkok di hadapan zakira dan dia mengelus wajah zakira


" Kau takut padaku ?" Tanya Zion pelan, zakira tidak berani menjawab nya,


kemudian dia menempelkan kening nya di kening zakira, lalu dia menghela nafas dalam-dalam


Untuk beberapa saat Zion tidak berbicara apa apa , hanya terdengar isakan zakira yang masih syok dan takut. merasa sudah bisa mengendalikan emosinya,


Zion mengangkat badan zakira dari dalam bathtub lalu menyuruh pelayannya untuk mengganti kan baju nya yang sudah basah kuyup


Setelah selesai berganti pakaian zakira masih tidak bisa berhenti menangis, hingga dia ketiduran di atas sofa


Saat Zion masuk ke kamar dia melihat zakira sudah terlelap dan terlihat dia masih sesenggukan, melihat raut wajah zakira yang polos itu membuat hati Zion yang keras perlahan melembut dan merasakan kenyamanan yang belum pernah dia rasakan saat dia bersama wanita lain, dan juga perlakuan Zion terlihat berbeda karena sudah beberapa kali Zion merasa tidak tega dan iba saat menatap wajah zakira


Zion membenarkan posisi tidur zakira yang tampak tak nyaman lalu dia menyelimuti nya. Zion duduk di atas meja untuk bisa memandangi wajah zakira sesekali dia mengelus lembut wajah dan rambut nya.


" Apa yang terjadi dengan ku ? Kenapa aku selalu tak berdaya saat kau menatap ku ?" Benak Zion


" Apa aku mulai menginginkan sesuatu yang lebih darimu ? jika itu benar aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi dari sisi ku ! "


***


Hari sudah menjelang malam, hampir seharian penuh zakira tertidur dan kini dia sedang mempersiap kan mental nya untuk bertemu Zion


Zion telah mempersiapkan acara makan malam yang romantis untuk zakira sebagai permintaan maaf nya, zakira berjalan dengan ragu menuju ke taman tempat Zion mempersiapkan semua nya.


Saat zakira tiba di taman, dia di sambut dengan lampu yang menghiasi seluruh taman membuat nya terkesima dan juga di iringi dengan musik klasik yang menangkan


Dari kejauhan nampak Zion sudah bersiap untuk menyambut zakira, untuk kali pertama nya zakira melihat Zion tersenyum manis namun itu tetap menyeramkan


Zion menarik kursi dan mempersilahkan zakira untuk duduk, zakira dengan perasaan masih was was menuruti nya saja


" Kau suka ? Aku mempersiapkan ini semua hanya untuk mu sebagai permintaan maaf ku atas kejadian tadi !" Ujar Zion membuka perbincangan


" Orang tadi sudah di bawa kerumah sakit dan dia baik baik saja !" Akhirnya kabar yang ingin zakira dengar terucap juga membuat nya merasa lega


" Jadi sekarang makan lah dengan nyaman !" Lanjut Zion kemudian dia menyantap makanan nya, zakira sebenarnya masih merasa bersalah kepada Rendy, karena dirinya Rendy jadi berurusan dengan Zion.


Dan sebenarnya untuk sekarang juga zakira merasa tidak nyaman duduk dan makan bersama orang kejam seperti Zion. tapi zakira pikir di depan Zion dia harus berpura pura baik baik saja, supaya Zion tidak kesal padanya


Setelah selesai makan Zion mengajak zakira untuk melihat pertunjukan kembang api yang telah dia rencanakan secara khusus


" Kau menyukai nya ?" Tanya Zion, zakira mengangguk pelan, lalu Zion memberikan hadiah sebuah kalung permata kepada zakira, Zion memasangkan nya juga


Lalu Zion memeluk zakira dari belakang


" Aku minta maaf ! Aku tidak akan melakukannya lagi !" Ucap Zion


Zakira merasa perbuatan Zion tadi tidak bisa dengan mudah di maafkan tapi untuk menjaga posisi nya tetap aman zakira akhirnya berpura pura memaafkannya meski hati kecil nya menolak


" Kau mau memaafkan ku ? " Tanya Zion, lagi lagi zakira hanya mengangguk


" Aku tidak mendengar mu !"


" Aku memaaf kanmu !" Jawab zakira seraya menutup matanya untuk menguatkan dirinya


Kemudian Zion mengecup pipi zakira lalu memeluknya,


" Aku benar benar hanya mainan baginya !" Ucap zakira dalam hati


***


Zion menyuruh zakira untuk tidur bersamanya malam ini, hanya tidur berdampingan tidak melakukan hal yang lain.


Zakira tidak boleh menolak nya karena dia seperti sudah di rancang untuk mematuhi setiap perintah Zion.


Zakira menelpon adiknya Zahir untuk memberitahunya bahwa dia tidak akan pulang, dia berdalih akan menginap di rumah temannya


" Maaf kan kakak yah ! Tapi kamu udah baikan kan ?"


" Aku udah baikan ! Tapi kakak baik baik saja kan?" Sejenak zakira terdiam mendengar pertanyaan Zahir itu


" Kakak baik baik saja kok ! Kamu jangan khawatir, kakak tutup telepon nya yah, kakak mau kerja lagi !"


Tanpa zakira sadari sedari tadi Zion menguping dari balik pintu kamar mandi,


lalu Zion masuk seraya berdehem dan menghampiri zakira yang tengah berdiri di depan jendela


" Kau pasti sangat menyayangi adik mu, aku iri !" Ujar nya


" Kau menguping ku ?"


" Aku tidak sengaja mendengar nya, kenapa kau berbohong ?"


Zakira memegang belakang leher nya karena Marasa malu


" Lupakan, ayo kita tidur !" Zion menuntun zakira naik ke atas kasur lalu Zion menarik nya kedalam pulukannya,


" Lemaskan badan mu, aku tidak akan menggigit mu !" Gumam Zion, zakira melirik sedikit ke Zion yang sudah memejamkan matanya dan mencoba rileks walau sebenarnya dia semakin merasa tidak nyaman.