The Rose

The Rose
antara aku, kau dan dia



Zion masih belum pergi dari rumah sakit karena dia harus melakukan pemeriksaan lainnya, tapi saat dia akan pergi dia bertemu dengan Zidan di parkiran.


Zidan terlihat terkejut melihat Zion sudah bebas saja, padahal dia sudah melakukan pembunuhan.


Zidan menghampirinya dengan wajah dingin dan terlihat geram.


" Apa yang terjadi, kenapa kau bisa bebas ?" Tanya Zidan dingin.


" kau tidak tahu siapa aku, Kau tidak akan pernah bisa mengalah kan ku ," Jawab Zion dengan nada angkuh.


" Sebenarnya aku tidak peduli apa yang kau lakukan, tapi jika menyangkut zakira aku terpaksa harus ikut campur ,"


Zion nampak mulai geram karena Zidan terlihat semakin protektif kepada zakira.


" Aku sudah melamar nya dan dia menerimanya, kau bisa apa .?" Zidan mencoba menyembunyikan kecemburuannya dengan tetap bersikap tenang .


" Benarkah ? Tapi sepertinya dia tidak menginginkan nya bahkan sekarang dia sedang mencoba melupakan mu ," ujar Zidan membuat Zion kehilangan kesabaran nya.


" Jangan lancang, dia masih pacar ku !" Teriak Zion sambil mencengkram baju Zidan.


" Dasar gak punya malu, kau sudah hampir memecahkan kepalanya dan sekarang masih mengharapkan cinta nya ? Kau memang brengsek !" Zion semakin geram mendengar ucapan Zidan yang terus memprovokasi nya.


" kurang ajar !" Zion meninju wajah Zidan sampai dia tersungkur, Zidan pun jadi terbawa emosi Zidan membalas pukulan dari Zion .


Mereka berdua terus saling meninju hingga menimbulkan kegemparan di rumah sakit, beberapa petugas keamanan segera memisahkan Zion dan Zidan sebelum mereka berdua babak belur.


Keributan itu sampai menarik perhatian para dokter termasuk teman teman Zidan dan Zee juga ikut penasaran dengan apa yang terjadi.


Betapa kaget nya mereka saat melihat Zidan yang teladan sedang saling adu tinju.


Zee tak kalah kaget, bahkan dia tidak bisa berkata kata melihat Zidan melakukan hal seperti itu. Ini kali pertamanya zee melihat Zidan terlihat sangat marah.


Selama mengenal Zidan yang Zee tahu Zidan adalah pria yang lembut dan sabar sekali, melihat kejadian itu membuat Zee heran apa yang membuat Zidan sangat marah sampai berani meninju orang.


Setelah di lerai Zion langsung pergi dari tempat itu walaupun hidung dan bibir nya berdarah.


Sedangkan Zidan segera di ajak masuk ke dalam rumah sakit oleh teman teman nya dan segera mendapat kan perawatan.


" Kau mempermalukan diri mu sendiri ! " Ujar salah satu teman nya sambil memasangkan plester di pelipis nya.


" Gila, tapi kami keren, aku kira kau tidak bisa mengepal kan tangan lembut mu itu " ujar teman yang lain malah menggoda Zidan.


" Kau mau merasakan kepalan tangan ku ?" Ujar Zidan mengancam temannya


" Gak usah, aku sudah menduga nya pasti itu sakit "


Setelah selesai membersihkan semua luka dan lebam nya, Zidan pergi ke ruangan nya namun di tengah jalan dia bertemu dengan Zee.


Tentu saja Zee akan segera mencecar nya dengan pertanyaan yang sudah membludak di pikirannya.


Namun belum sempat bicara Zidan sudah memotong nya


" Nanti saja, kepalaku sakit " ujar nya sambil berlalu melewati Zee.


Terlanjur kesal Zee mengikutinya,


" Pasti karena wanita itu ya, kan ?" Tanya Zee ketus


" Sudah ku bilang nanti saja kita bicara nya "


" Aku mau sekarang, karena kau benar benar sudah berubah, orang tua mu tidak akan menyukai kau yang menjadi seperti ini ! "


" Jangan membawa mereka dalam urusan kita "


" Kenapa ? Kau malu karena sekarang kau menyukai wanita rendahan ?"


" Jangan menyebutnya wanita rendahan !"


" Lalu apa ? Pelacur ?"


" Zee !! Aku peringatkan jangan pernah ikut campur urusan ku, sekarang kau keluar " Zidan mendorong Zee keluar dari ruangan nya.


" Hah, dia benar benar sudah gila, cinta sudah membutakan nya !" Gerutu zee.


****


Zion mengacu mobil nya dengan sangat kencang, sambil terus mengumpat. Sesekali menyeka darah yang keluar dari hidung nya.


" Sialan !!" Umpat nya.


" Lihat saja nanti, aku akan mengambil milik ku kembali "


Sementara zakira sedang duduk termenung seraya memandangi cincin yang di berikan Zion kepadanya.


" Sebenarnya dia menganggap ku apa ?" Gumamnya, terbersit di ingatan nya saat Zion memperlakukan nya bak seorang putri.


Lalu zakira meraba cincin itu, tiba tiba ingatan ketika Zion menodongkan senjata kearah nya langsung membuat hatinya terasa sakit.


Matanya mulai berkaca kaca


" Dia tetap lah Zion, pria arogan dan kasar !" Gumamnya lalu dengan yakin zakira melepaskan cincin di jari manis nya.


" Benda ini hanya akan membelenggu ku ," zakira menyimpan cincin itu di dalam laci meja di kamarnya.


" Ayo zakira, kejadian kemarin harus nya sudah bisa menyadarkan mu bahwa Zion tidak akan pernah bisa berubah, kamu tidak boleh terbujuk lagi ," ucap zakira kepada dirinya sendiri.


Setelah itu zakira menarik nafas panjang dan mencoba kembali berpikir jernih.


" ok, mulai sekarang Aku tidak akan pernah menemuinya lagi, " zakira meyakinkan dirinya sendiri. Walaupun masih ada sisa rasa nya kepada Zion tapi akal sehat nya menyuruh nya untuk melupakan Zion.


" Kakak, maaf kan aku tapi aku harus segera pergi, kerja lapangan ku belum selesai " ujar Zahir membuat zakira kaget karena tadi dia sedang menenang kan dirinya.


" Kau harus pergi lagi ?" Zakira jadi sedih, karena dia tidak mau di tinggal sendirian sekarang.


" Aku akan minta bang Zidan buat nemenin kakak, cuman tiga hari lagi kok "


" Aku juga tidak mau ninggalin kakak sendirian, tapi aku harus jadi murid teladan biar bisa dapat nilai bagus " ucap Zahir membujuk zakira sambil menggenggam tangan nya.


" Ya udah sana pergi !" Suruh zakira sedikit tidak rela. Zahir tersenyum melihat kakak nya cemberut.


" Aku pergi dulu kakak ku yang paling cantik " Zahir mengacak rambut zakira untuk menggodanya.


Zakira tersenyum melihat kepergian Zahir, walaupun agak menyebalkan tapi zakira tahu kalau adiknya menyanginya juga.


" Oh iya, kunci pintu nya jangan biarkan siapapun masuk !" Teriak Zahir dari luar rumah.


" Iyah !" Jawab zakira teriak juga dari dalam rumah.


Seketika suasana jadi hening, zakira jadi merasa agak takut berada di rumah sendirian. Suara dering ponsel nya sampai membuat nya terkejut.


Ternyata Zidan menelpon nya, dia mengatakan akan segera pulang dan akan membawakan makanan kesukaan zakira.


Tanpa sadar zakira tersenyum senang dan salting.


" Kenapa dia selalu terlihat manis dan romantis " gumamnya.


****


Tak berapa lama Zidan pun datang, zakira segera menyambut nya dengan hangat dan senyuman manis di bibir nya.


Zidan langsung salting begitu melihat zakira tengah tersenyum manis begitu.


" Ya ampun dia membuat jantung ku berdegup kencang " benak nya.


Lalu Zidan menghampiri zakira, namun zakira terkejut melihat wajah Zidan yang terlihat lebam dan terluka.


" apa yang terjadi ?" zakira memandangi wajah Zidan dengan perasaan cemas.


" tadi hanya ada sedikit masalah " Zidan nampak tidak mau zakira mengetahui bahwa dia berkelahi dengan Zion.


" aku tidak apa apa, ayo kita masuk !" Zidan merangkul zakira lalu mereka segera masuk ke dalam rumah.


" lebam kamu harus di kompres " zakira pergi ke dapur untuk membawa es batu, lalu zakira duduk di sebelah Zidan.


" aku merasa tidak asing dengan posisi ini !" ujar Zidan sambil memandangi zakira dengan mata berbinar dan senyum simpul di bibirnya.


membuat Zakira agak canggung, tapi dia mencoba tetap terlihat tenang.


" kau benar, hanya saja waktu itu aku yang terluka, aku akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan kepada ku dulu " zakira turut menatap wajah Zidan yang berada dekat sekali dengan wajah nya sekarang.


Zidan melihat zakira sudah tidak memakai cincin pemberian Zion lagi, Zidan rasa zakira memang sudah membencinya sekarang.


Sekarang Zidan merasa kesempatan nya semakin besar untuk bisa mendapatkan hati zakira, dia tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi pula Zidan sudah tahu kalau zakira juga menyukainya.


Zidan tiba tiba berhenti tersenyum dan menatap zakira dengan serius, membuat zakira semakin salting.


" Kamu kenapa ?" Tanya zakira pelan, jantung nya sudah berdegup kencang karena Zidan melihat nya dengan tatapan serius seperti itu.


Zahir semakin mendekatkan dirinya kepada zakira, tanpa harus banyak bicara dan ungkapan penuh makna, zakira sudah tahu niatan Zidan.


Zidan merubah titik pandangan nya mengarah ke bibir manis zakira, lalu dia meraih lengan zakira yang sedang mengompres lebam nya.


Tidak bisa lagi menahan nya, Zahir segera mengecup bibir zakira yang di sambut hangat oleh zakira.


Merasa sebuah kecupan belum cukup, Zidan melingkarkan tangan nya di leher dan pinggang zakira dan segera memvacum bibir zakira.


Perlahan Zidan membaringkan zakira di atas sofa, zakira melingkarkan kedua tangan nya ke leher Zidan yang sekarang berada di atasnya.


Kini tidak ada lagi jarak dan batasan di antara mereka, tanpa banyak bicara mereka saling mengungkap kan rasa mereka yang sebenar nya lewat ciuman itu.


Mereka terus berciuman mesra sampai mereka bermain dengan lidah mereka, Zidan sekarang benar benar lepas kendali dan lupa niat nya untuk perlahan menyatakan perasaan nya terhadap zakira.


Namun sosok zakira yang teramat mempesona membuat nya tidak sabaran, namun untung nya zakira tidak menolak nya.


Seolah sedang melayani klien nya, zakira terus mengikuti dan menikmati permainan yang di berikan Zidan hingga tidak sadar zakira membuka semua kancing baju Aidan.


Tidak mau bermain terlalu jauh Aidan tersadar dan segera berhenti lalu membuka matanya, zakira nampak kecewa karena dia sedang menikmati ciuman Zidan dia malah berhenti.


Zidan menatap mata zakira yang menyiratkan dia menginginkan sesuatu yang lebih, namun hati nurani Zidan ingin menolak nya.


Suasana masih hening hanya terdengar suara nafas mereka yang terengah.


Leher dan bibir zakira seakan terus menggoda Zidan yang mencoba untuk menahan keinginan lelakinya.


Tak ingin melakukan sesuatu yang lebih, Zidan segera beranjak dari tempat nya, membuat zakira semakin kecewa.


" Maaf kan aku, aku terlalu bersemangat " Zidan terlihat bersalah, namun zakira sudah terlanjur nafsu dia mau menuntaskannya.


Jiwa pelacur nya langsung muncul, zakira membuka kaosnya di hadapan Zidan membuat Zidan terbelalak.


" Apa yang kau lakukan " ujar Zidan gugup


" Aku seorang pelacur, Zion membayar ku mahal hanya untuk menemaninya tidur sekarang aku mau melakukan nya gratis dengan mu " ujar zakira sambil naik ke pangkuan Zidan.


Zidan terlihat sangat tegang, tapi zakira mencoba melemaskan nya dengan memberi kecupan lembut di bibir nya.


Zidan kembali memandangi zakira yang sedang tersenyum menggodanya, hati nuraninnya pun luluh Zidan sudah tidak bisa menahan nya lagi, dia kembali melahap bibir manis zakira.


Merasa suasana mulai memanas zakira membawa Zidan ke kamarnya. Zakira sekarang dalam mode wanita nakal dia terus memancing Zidan supaya dia melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman.


Zakira telah membuka semua pakaian nya hanya menyisakan ****** ***** dan bh nya saja, Zidan sudah sangat di luar kendali dia segera menjelajah ke semua area sensitif zakira.


Hingga malam yang syahdu pun di mulai di iringi oleh suara ******* dua insan yang sedang di memadu kasih.


Ini adalah pengalaman pertama bagi Zidan namun dia sudah bisa bermain dengan baik hingga membuat zakira terus mendesah keenakan.


Hingga tak terasa malam yang menyenangkan bagi mereka telah berganti pagi, zakira dan Zidan masih tertidur tanpa berbusana dan masih saling berpelukan.