
Zidan menghampiri zakira, berniat untuk meminta maaf atas sikap nya tadi siang, namun sepertinya zakira masih marah padanya.
zakira bahkan tidak mau menatap wajah Zidan sekarang.
" Kita selesaikan ke salah pahaman tadi ," Zidan meraih tangan zakira, zakira langsung menepisnya.
" Aku tidak mau mendengar omong kosong mu lagi !" Zakira pergi begitu saja,
" Apa maksud mu omong kosong ?" Zidan menghadang langkah zakira.
" Sudah lah aku malas berdebat sekarang," zakira kembali menghindari Zidan.
" Aku bilang kita harus menyelesaikan ke salah pahaman di antara kita ," Zidan menarik lengan zakira dan menahan nya lagi .
" Kesalahpahaman apa ? Aku kira semuanya sudah jelas dan aku sudah mengerti semuanya sekarang , aku memang terlalu bodoh bisa bisanya aku mempercayai semua ucapan mu dulu ," ujar zakira mencoba melepaskan genggaman Zidan.
" Maksud mu apa ? " Zidan menatap tajam wajah zakira.
" Kamu hanya mau menikmati tubuh ku saja ya kan !" Ucap zakira dengan suara lantang.
" Apa ? Kenapa kau berpikir seperti itu ? Kamu pikir aku pria macam apa ?"
" Lalu kamu anggap aku wanita macam apa ? Pelacur ? Benar tentu saja aku lupa karena aku memang pelacur,"
Niat hati untuk berdamai Zidan dan zakira malah kembali berseteru dan berdebat dengan ego mereka.
" Aku tidak pernah menganggap mu seperti itu !" Bentak Zidan.
" Lalu kenapa kau bersikap acuh kepada anak mu ? Sejak masih di dalam kandungan kau lah yang paling bersemangat dan ingin dia segera lahir tapi saat dia sudah lahir dan sampai sekarang kau malah bersikap cuek, kenapa ? "
" Karena dia bukan anak ku !" Teriak Zidan keceplosan, seketika suasana menjadi hening .
" Apa ?" Ucap zakira pelan, Zidan terdiam seraya menatap zakira yang mulai berkaca kaca.
" Kau bilang dia bukan anak mu ?" Zidan masih terdiam.
" Kau bilang dia anak mu ! Kenapa sekarang kau bilang dia bukan anak mu ," ucap zakira penuh emosi .
" Zakira , tenang dulu kita bicarakan baik baik, yah ," Zidan mencoba menenangkan zakira namun zakira yang terlanjur marah tidak mau di ajak bicara baik baik lagi sekarang.
" Jawab aku sebenar nya dia anak siapa !?" Tanya zakira dengan suara lantang.
" Kamu kira dia anak siapa !? " Zidan kembali terpancing emosi.
" Jadi karena itu kau tidak peduli dengan Gyandra? Karena dia anak nya Zion, hah ? "
" Bukan begitu zakira, dengarkan aku dulu,"
" Lepaskan aku ! Dasar munafik kamu ! Dulu kau sangat bersikukuh supaya aku tidak menggugurkan kandungan ku tapi sekarang kau tidak menginginkan nya !"
Zidan yang mencoba bersabar malah ikut emosi karena zakira terus mencelanya, alhasil tidak sengaja Zidan mengatakan bahwa zakira yang salah karena telah tidur dengan banyak pria.
Perkataan itu seperti petir di siang bolong bagi zakira, langsung menusuk dalam ke hatinya dan merusak kepercayaan nya kepada Zidan.
Zidan sempat meminta maaf karena telah berucap yang tidak pantas, namun zakira sekarang tidak mempercayai nya lagi.
Zakira masuk ke dalam kamar tanpa berkata sepatah katapun lagi kepada Zidan.
Zidan menyusulnya untuk meminta maaf namun zakira mengunci pintu nya, merasa sangat bersalah Zidan terus meminta maaf dari luar kamar.
Terdengar suara zakira menangis tentu saja hal itu membuat Zidan sangat merasa bersalah karena dia tidak sengaja berbicara kasar dan menyakiti hati zakira.
Zidan terus membujuk zakira untuk membukakan pintunya namun zakira enggan menggubrisnya.
Suara Zidan mengetuk keras pintu membuat Gyandra terbangun dan menangis, menyadari hal itu Zidan berhenti menggedor pintu.
Suara tangis Gyandra sudah menghilang, namun tangisan zakira masih terdengar, Zidan yang merasa bersalah pun duduk di depan pintu kamar berharap zakira akan membukakan pintunya untuk nya.
Namun sampai pagi menjelang zakira masih belum juga membukakan pintu kamarnya itu.
Zidan pun menyerah dan beranjak dari sana untuk segera pergi bekerja.
Sementara zakira sedari tadi malam terus memandangi wajah anak nya yang baru dia sadari memang mirip dengan Zion.
Terdengar suara Zidan mengetuk pintu.
" Zakira, aku pergi kerja dulu aku sudah menyiapkan makanan," ujar Zidan dari depan pintu kamar, namun zakira masih mengacuhkan nya.
merasa zakira masih sangat marah padanya Zidan pun tidak banyak bicara lagi.
" aku pergi kerja dulu, yah ," pamit Zidan.
Lalu terdengar suara mobil Zidan yang berlalu pergi, setelah itu tiba tiba zakira kembali menangis sejadi jadinya sampai membuat anak nya ikut menangis.
Zakira segera menggendongnya dan mencoba menghentikan tangisnya namun saat dia menatap lagi wajah anak nya zakira kembali menangis sambil memeluk anak nya itu.
Manusia memang tidak bisa menjamin apapun tentang apa yang akan terjadi dengan nasib manusia lainnya.
****
Zidan tidak bisa konsentrasi selama bekerja karena mengkhawatirkan keadaan zakira selain itu rasa bersalah terus terbersit di hatinya.
" Harusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu, sial ! Gimana kalau dia terus marah padaku ," gerutu Zidan .
Beberapa kali Zidan mencoba menelpon zakira namun zakira sengaja mematikan ponsel nya karena sekarang dia sedang tidak mau di ganggu.
Merasa sesak berada terus di dalam rumah, zakira pergi ke taman untuk mengajak jalan jalan Gyandra seraya menenangkan perasaan nya juga.
Di taman yang zakira datangi ternyata ramai dengan ibu ibu yang mengajak anak nya bermain juga di sana.
Zakira mencari tempat duduk untuk istirahat, kebetulan beberapa kursi di sekitarnya telah di tempati, akhirnya zakira terus berjalan hingga ke ujung taman dan akhirnya ada sebuah kursi sedang di tempati seorang anak kecil sendirian disana.
" Boleh Tante duduk di sini ?" Tanya zakira kepada anak itu.
Anak laki laki itu hanya mengangguk tanpa menoleh, zakira tidak mau banyak tanya dia pun duduk di sampingnya.
Anak kecil itu hanya duduk terdiam memandangi anak anak lain yang sedang bermain, zakira pun penasaran takut nya dia sedang sakit.
" Kenapa kamu tidak ikut main ?"
" Aku tidak suka bermain ," jawab nya singkat.
" Loh kenapa ? Tanya zakira heran.
" Aku hanya mau melihat seperti apa yang namanya ibu, aku tidak pernah melihat nya ," tukas anak kecil itu, langsung membuat zakira tertegun.
Dia langsung ingat dengan cerita Zion waktu itu yang mengatakan saat dia kecil dia sering bermain ke taman tapi bukan untuk bermain tapi hanya untuk melihat ibu anak anak lain mengurus anak anak mereka.
" Mamah kamu kemana ?" Tanya zakira mulai bersimpati, anak kecil itu hanya menggelengkan kepalanya.
Tak mau membuat anak itu bersedih zakira mencoba menghiburnya, seolah dia adalah ibunya.
" Kamu mau main bersama ibu ?" Tanya zakira mengajak anak itu bermain.
" Kau bukan ibu ku ,"
" Aku tahu, tapi aku juga seorang ibu, kamu mau ikut main bersama Dede bayi ?" Zakira meraih tangan anak kecil itu.
Tak di sangka anak itu mau ikut bermain dan terlihat sangat senang, zakira dengan penuh kasih menemani anak itu bermain sampai akhirnya dia berpamitan pulang.
" Kamu mau pulang sekarang ?" Tanya zakira masih menuntun tangan anak itu.
" Iyah, terimakasih Tante, besok boleh aku main lagi sama Tante " tanya si anak itu dengan wajah yang berseri.
" Boleh," tak jauh dari sana ada seorang pria berwajah garang mendekati mereka, wajah anak kecil yang tadi terlihat riang seketika langsung murung lagi saat pria itu mendekatinya.
Dengan wajah dingin pria itu menyuruh anak itu segera pulang dan tanpa menyapa atau pun berpamitan kepada zakira.
" Dasar tidak tahu sopan santun," gerutu zakira.
Namun melihat anak itu tiba tiba zakira mengingat Zion.
" Apa dia juga seperti itu waktu kecil ? mungkin dulu tidak ada yang mempedulikan nya, kasian sekali," Benak nya.
" Tapi dimana dia sekarang ? Apa dia baik baik saja ?" Gumam zakira sambil mengelus lembut kepala Gyandra.
" Ya ampun, kenapa aku tiba tiba kepikiran dia ," zakira menyadarkan dirinya.
" Sebaiknya kita pulang sekarang,"
****
Entah ada ikatan batin atau apa, saat zakira mengingat Zion, Zion juga tiba tiba mengingat nya.
Semakin Zion berusaha untuk melupakan zakira, Zion malah semakin merindukan sosok nya, sekuat apapun dia mencoba pada akhirnya dia tetap tidak bisa melupakan nya.
" Aku tidak tahan !" Zion menancap gas motornya bertekad untuk kembali ke kota asal nya.
" aku hanya akan melihat wajah bahagianya sebentar setelah itu aku akan benar benar melupakan nya ,"
Wait !!!
Zion comeback ?
Apakah Zion akan menjadi orang ketiga sekarang ?
Gas kan ! next ...