The Rose

The Rose
hal hebat



Zion pulang dengan tenang nya dan biasa saja, Zion nampak tidak terlihat merasa bersalah ataupun gelisah setelah membunuh ayah nya kemarin.


Bahkan terlihat seperti tidak terjadi apa apa, dia melupakan nya dengan cepat karena sudah merasa puas dendam nya telah terbalaskan.


Dia merasa lega karena mulai sekarang hidup nya dan zakira tidak ada yang bisa mengganggu atau menghalanginya lagi.


Zion berjalan santai ke arah dapur untuk mengambil air minum, dia tiba tiba teringat kejadian tadi siang di rumah sakit membuat nya tertawa sendiri.


" Zakira kau ada ada saja , " Ucap nya sambil menggeleng geleng kan kepalanya.


****


Zakira menjatuhkan badan nya di atas kasur, dia merenungi apa yang terjadi padanya tadi.


" Apa yang kau lakukan zakira .? " Gumamnya sambil menertawakan diri sendiri, beberapa saat kemudian tawa memudar seiring terbersit nya ingatan terhadap sosok Zidan dan Zion yang datang bersamaan.


" Sebenarnya aku mencintai siapa ? Siapa yang benar benar aku sukai.?" Benak nya.


" Drrrr" ponsel nya bergetar sedikit membuat nya terkejut,


" Siapa ?" Zakira meraih ponsel di sebelah nya.


✉️ " Bisa kita bertemu nanti malam ?" Isi pesan dari Zidan.


" Ada apa dia ngajak ketemu, gimana yah ? Apa aku temui ajah, yah ? Tapi gimana kalau aku malah suka sama dia, gak boleh gak boleh ?" Gumam zakira.


" Aaaah, aku harus gimana ?" Teriak nya frustasi, karena hati kecil nya sulit untuk di bohongi bahwa dia telah menyukai Zidan.


✉️ " Maaf, sudah ku bilang sebaiknya kita jangan dulu bertemu !" Pada akhirnya zakira menolak nya, karena dia agak sadar diri terhadap siapa dirinya.


Tapi setelah mengirimkan pesan itu zakira jadi kembali merasa bimbang.


" Mungkin aku hanya baper karena dia selalu baik dan perhatian kepada ku, ok zakira sadarlah kau harus menghargai perasaan Zion ! Dia sudah berusaha keras !" Ucap nya memotivasi diri nya sendiri untuk menentukan kesetiaan.


****


Sementara di rumah Zion kedatangan Seorang tamu yaitu asisten ayah nya, dia menanyakan keberadaan ayah nya karena sejak semalam dia belum kembali.


" Aku tidak tahu, aku di usir di tengah jalan semalam karena aku membuat nya marah, jadi aku tidak tahu dia kemana sekarang !" Dalih Zion dengan wajah datar dan tenang, sehingga orang percaya kebohongan Zion itu.


Si asisten pun pergi, dia hendak mencari ayah Zion ke tempat yang mungkin dia datangi.


" Tidak akan ada yang tahu kalau pria tua bangka itu sudah mati ." benak zion santai lalu dia kembali melanjutkan kegiatan merokok dan minum wine nya.


" Aku merindukan nya lagi ! Harus nya aku bawa dia kesini tadi ." Gumam Zion seraya meraih ponsel nya untuk menelpon zakira.


Belum lagi menyalakan ponselnya, Zion kedatangan lagi tamu, kali ini tamu nya membuat Zion kesal.


" Suruh dia masuk kesini.!" Perintah Zion ke pelayan nya.


" Ini mengejutkan ! Ada apa kau datang jauh jauh kesini .?" Tanya Zion datar sambil terus menghisap rokoknya.


" Aku hanya ingin memastikan kau benar benar telah menghukum ayah mu ." Ujar zidan serius.


" Aku telah mengirimnya ke neraka selebih nya biar Tuhan yang menghukumnya ." Ujar Zion santai, Zidan tidak mengerti apa yang di maksud Zion.


" Apa maksud mu .?" Tanya Zidan, Zion mematikan rokok nya lalu dia mengambil segelas wine.


" Kau suruh aku untuk membalas perbuatan ayah ku, dan aku sudah melakukan nya jadi semua beres ," Jawab Zion enteng sambil meminum wine nya.


" Bicaralah yang jelas ! Apa yang telah kau lakukan .?" Tanya Zidan mulai kesal.


" Dasar bodoh ! aku tidak menghukum orang dengan undang undang, tapi dengan nyawa, itulah hukuman yang setimpal untuk si tua bangka itu."


" Jangan bilang kalau kau membunuh ayah mu .?"


" Bukan ayah ku saja tapi empat orang lainnya juga !" Ujar Zion dengan santai nya membuat Zidan tidak habis pikir dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar sekarang.


" Aku tidak bilang untuk membunuh mereka !" bentak Zidan.


" Kau memang tidak menyuruh ku membunuh, tapi kau menyuruh ku menghukum mereka, itu lah hukuman yang pantas buat mereka ."


" Setelah membunuh orang kau masih bisa bersikap santai seperti ini, hah ? "


" Terus aku harus gimana ? Menangis ?"


" Kau manusia paling buruk yang pernah aku temui !"


" Sudah lah, jangan banyak bacot sekarang semua nya sudah beres, zakira sekarang aman dan aku bisa menemui nya lagi kapan saja, kau tidak usah ikut urusan nya lagi mulai sekarang!" Ujar Zion mulai menaikan nada suaranya.


" Bagaimana kau masih ingin menemui dia setelah perbuatan laknat mu itu,!" Bentak Zidan.


" Sudah ku bilang aku akan melakukan apa pun demi bisa mendapatkan zakira ku kembali !" Ujar Zion ngotot.


" Aku tidak akan membiarkan nya hidup bersama pria seperti mu !"


" Kenapa kau percaya diri sekali bisa mendapat kannya, sementara kau tidak memikirkan penilaian orang lain terhadap zakira, meskipun kau berusaha kalian tidak akan bisa bersama !"


" Aku tidak akan pernah mengalah pada mu apapun alasan nya !"


" Aku tidak berharap kau mengalah, tapi aku akan merebut nya, aku akan membawa nya ketempat seharusnya dia berada."


" Memang aku membawanya kemana brengsek ! Aku juga sedang mencoba membuat dia bahagia !" Zion mulai habis kesabarannya, sekarang Zion mencengkram kerah baju Zidan.


" Dia tidak akan pernah bahagia bersamamu karena sekeras apapun kau berjuang membahagiakan nya tetap saja kalau dia masih berada di dalam lumpur kotor dia tidak akan pernah seutuh nya bahagia,!"


Mendengar ucapan Zidan itu, Zion langsung diam dan tertegun.


" Pikirkanlah, hidup mu saja sudah sangat berantakan dan sekarang kau mau mengurus kehidupan orang lain ? Kau hanya akan membuat dia semakin sengsara !" Ujar Zidan seraya pergi dari hadapan Zion.


" Aaah !" Teriak Zion sambil melempar gelas yang ada di dekat nya.


" Beraninya kau menghina ku dasar brengsek ! Aku akan buktikan kalau ucapan mu salah !" Zion tidak terima atas semua ucapan Zidan tadi, dia merasa Zidan telah merendahkan nya.


****


Zidan pulang dengan pikiran yang kacau, sesekali dia menghela nafas panjang, dia masih tidak percaya kalau Zion telah membunuh ayah nya hanya demi melindungi zakira.


Selain itu Zidan juga khawatir jika zakira kebawa ke dalam masalah yang akan Zion dapat nanti akibat tindakan nya itu.


Zidan beberapa kali mencoba menelpon zakira namun zakira tidak juga menjawab nya, Zidan pun memutuskan untuk menemuinya sebelum Zion mendahului nya.


Sementara zakira tengah makan malam bersama Zahir.


" Kenapa tangan mu ,?" Tanya Zahir melihat lengan zakira yang di perban.


" Ini - ini tadi kakak jatuh trus kena kawat !" Jawab zakira.


" Kakak ini, habislah semua badan mu sama bekas luka !" Omel Zahir, namun Omelan nya harus terhenti karena mereka kedatangan tamu.


Seseorang mengetuk pintu, Zakira dan Zahir saling melirik.


" Siapa ?" Tanya zakira, Zahir menggelengkan kepalanya. Zakira pun memeriksanya.


" Zidan ! Ada apa ? " zakira tercengang karena Zidan tiba tiba datang ke rumah nya.


" Maaf aku hanya mengkhawatirkan mu !" Ucap Zidan pelan.


Zakira tidak bisa mengusirnya alhasil zakira mempersilahkan Zidan masuk ke dalam rumah nya. Zakira memberinya teh hangat seperti yang selalu Zidan lakukan kepadanya.


Lalu zakira duduk berseberangan dengan Zidan.


" Aku tidak apa apa, kamu tidak perlu mengkhawatirkan keadaan ku lagi !" Ujar zakira,


" Aku minta maaf mewakili Zee !"


" Tidak apa, aku juga salah !" Setelah percakapan singkat itu suasana menjadi hening.


Zidan mencoba menikmati teh hangat nya sedang zakira ... Dia sedang merasa canggung sekarang.


" Zakira ?"


" Iyah !"


" Begini aku bukan bermaksud mau mengatur mu tapi -" Zidan terlihat ragu ragu untuk menjelaskan situasi yang membuat nya khawatir.


" Kenapa ?" Tanya zakira menunggu Zidan melanjutkan ucapan nya, tapi Zidan tidak bisa memberitahu zakira secara gamblang mengenai Zion.


" Zakira, aku mau kau menjaga jarak juga dengan Zion !" Zakira langsung mengerti maksud Zidan mengenai Zion.


" Aku tahu ! Tapi aku tidak bisa mengatur dia, dia sangat keras berbeda dengan mu, dia tidak akan mendengarkan siapapun kecuali keinginan nya saja ," Ujar zakira, Zidan menatap nya dengan sorot mata berbinar.


" Aku mengerti sekarang kenapa Zion tidak mau melepaskan mu !" Ujar Zidan serius, zakira menatap nya heran.


" kenapa memang ?" Tanya zakira pelan.


" Kepolosan dan kecantikan mu memang bikin candu !" Ujar Zidan seraya menatap serius ke zakira.


mendengar ucapan Zidan yang serius zakira langsung tertegun, sementara waktu mereka saling menatap dalam keadaan hening.


" Kau sebaik nya pulang, ini sudah malam !" Ujar zakira memecah keheningan, dan mencoba terlihat biasa saja, padahal hati nya sedang berdegup kencang.


" Baiklah aku akan pulang sekarang !" Zidan menyadarkan dirinya lalu beranjak dari tempat duduk nya.


Mereka semakin canggung satu sama lain, tapi mereka sepertinya sudah tahu isi hati dari masing masing mereka.


Sesaat setelah Zidan pergi zakira merasakan gejolak hebat di dalam hatinya.


" Kenapa kamu terus melakukan itu ! Kalau begini terus aku akan benar benar jatuh cinta pada mu ," gumam zakira seraya menutup pintu rumah nya.


Begitupun dengan Zidan, rasa nya kini semakin jelas bahwa dia mencintai zakira, hal hebat kini dia rasakan saat dia benar benar merasakan sensasi jatuh cinta kepada seseorang hingga membuat nya ingin memilikinya seutuh nya.