
Jam menunjukan pukul 1 malam, tapi zakira masih terjaga dia masih kepikiran atas apa yang terjadi pada dia dan Zidan tadi.
Zakira memegang bibir nya seraya kembali membayangkan ciumannya tadi bersama Zidan.
" Ya ampun, kenapa dengan ku ! Jangan zakira kamu harus tau diri !" Zakira mencoba menyadarkan dirinya sendiri atas status kasta yang berbeda jauh dari Zidan.
Zakira jadi kepikiran, memang benar harus nya dia dan Zidan tidak seakrab sekarang ini, tapi zakira merasa kan getaran yang sama saat Zidan mencium bibir nya dengan saat Zion mencium nya juga.
" Bagaimana ini ? Gimana kalau aku menyukai mereka berdua ?" Benak zakira.
" Tidak ! aku harus menunggu Zion ! Aku sudah berjanji aku tidak boleh mengecewakan nya ! " zakira bangkit dari tiduran nya.
Tapi setelah di pikir pikir Zidan lebih baik dari pada Zion , membuat zakira plin plan.
" Hah ! kenapa aku jadi begini ! Dasar wanita gampangan !" Zakira mencela dirinya sendiri seraya kembali menjatuhkan badan nya di atas kasur.
****
Hari ini Zidan akan pergi ke rumah orang tua nya untuk menghadiri acara ulang tahun ayah nya, Zidan akan mengajak Zahir dan zakira untuk ikut hadir.
Zidan mau memperkenalkan kepada kedua orang tua nya bahwa Zahir dan zakira orang yang hendak dia bantu.
" Apa ? Itu acara keluarga mu, aku tidak pantas hadir disana.!" Ucap zakira
" Iyah, nanti kita minder yang datang pasti orang kaya dan hebat semua.!" Tambah Zahir
" Kalian bersama ku, aku akan pastikan semua orang menghormati kalian ! Lagi pula ini hanya acara kecil kalian tidak usah merasa canggung !" Zidan mencoba membujuk mereka.
Setelah berdiskusi dengan Zahir, zakira akhirnya mau ikut ke acara itu.
****
Acara akan segera di mulai semua tamu undangan telah datang, acaranya di adakan di ruang terbuka sehingga terlihat acara nya memang santai.
Ayah dan ibu Zidan telah bersiap untuk membuka acara namun sang putra belum juga datang.
Sementara Zee sudah duluan datang, dia pun menunggu kehadiran sang pria idaman, namun sampai beberapa waktu Zidan belum juga datang
" Zee ? Kamu tahu Zidan dimana .?" Tanya ibu nya Zidan
" Mungkin dia sedang terjebak macet Tante .!" Jawab Zee padahal dia pun tidak tahu keberadaan Zidan dimana.
Zee beberapa kali mencoba menghubungi Zidan namun panggilannya selalu di abaikan membuat Zee kesal.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Zidan datang Zee dan kedua orang tua Zidan terlihat senang namun ketika Zee melihat dua orang di belakang Zidan senyum nya langsung hilang.
Wajah nya langsung berubah menjadi ketus.
" Apa yang mereka lakukan disini ,!" Gerutu Zee sambil memalingkan muka nya, sementara ibu dan ayah Zidan menyambut kedatangan mereka dengan mencoba untuk terlihat ramah.
" Ayah ibu, ini zakira dan Zahir mereka adik kakak dan mereka adalah orang yang ingin aku bantu.!"
" Oh hai, apa kabar kalian terlihat mirip, sini sayang.! " sambut Ibu zidan untuk basa basi, zakira dan Zahir pun memperkenalkan diri dengan sopan kepada orang tua Zidan
" Baiklah kalian akan ikut bergabung, nikmati acara nya yah jangan merasa canggung !" Ucap ayah Zidan lalu dia kembali pergi untuk menyambut tamu lain.
Sementara Zee terlihat sudah tidak nyaman atas keberadaan zakira, namun dia harus menahan nya sekarang untuk menjaga image nya di depan kedua orang tua Zidan
****
Acara tiup lilin telah selesai, semua doa dan harapan telah terucap, Zidan pun bercengkrama dengan ayah serta rekan rekan ayah nya
Sementara mood Zee telah hancur sejak awal acara karena Zidan , terlebih dari awal datang sampai pertengahan acara Zidan belum juga menyapanya
Di tambah lagi Zidan malah mengajak zakira yang membuat Zee semakin kesal
" Ini tidak boleh di biarkan sebelum dia semakin melewati batas !" Zee berjalan menuju zakira
" Kau benar benar tidak tahu malu !" Ucap Zee ketus, zakira menoleh ke arah nya
" Maaf ini bukan keinginan ku, tapi Zidan yang memaksaku !"
Zee tersenyum smirk mendengar ucapan zakira
" Kau sudah percaya diri hanya karena kau di ajak Zidan, sadar lah itu tidak merubah siapa dirimu sebenarnya !" Zee mulai lagi menghina zakira
" Sebelum semua orang disini tahu, sebaik nya kau segera pergi dari sini, kalau bisa dari kehidupan Zidan juga! Ingat dia milik ku jangan berharap kau bisa menggodanya !" Zakira kali ini ingin melawan kesombongan Zee yang terus merendahkannya
" Sepertinya dia tidak mencintai mu, kamu nya saja yang ke geeran !"
" Diam kau jangan sok tahu ,! " Bentak Zee
" Jangan terlalu bucin, nanti kau yang akan kecewa ,!" Pungkas zakira seraya berlalu pergi dari hadapan Zee
Zee semakin marah dan hendak menyusulnya, tapi ibu nya Zidan memanggilnya Zee segera memperbaiki ekspresi wajah nya untuk caper kepada ibu Zidan
" Kau sudah bertemu Zidan ,?"
" Belum Tante, Zidan nampak nya sedang sibuk bercengkrama dengan teman teman ayah nya ,!" Jawab Zee dengan senyuman yang dibuat buatnya
" Masa dengan pacar sendiri tidak bisa menyempatkan waktu ,!" Ibu Zidan pun membawa Zee ke hadapan Zidan
" Zidan, kau lupa dengan pacar mu ini ,!" Zidan hanya tersenyum melihat Zee datang
" Kau ini ! Kalian bisa ngobrol dulu, !"
****
" Kenapa kau tidak menjawab telepon ku, ?"
" Aku sibuk, maaf ,!" Singkat Zidan
" Sibuk apa ? Bermain dengan ****** itu ,?"
" Ayolah Zee jangan mulai lagi, aku sedang tidak ingin berdebat, kalau kau hanya membahas itu aku akan pergi ,!"
" Tapi..!" Pembicaraan Zee terpotong oleh kedatangan beberapa teman ibu Zidan, dia memperkenalkan Zidan dan Zee sebagai pasangan kekasih.
Merekapun saling berbincang akrab, namun Zee salfok dengan Zidan yang terlihat terus memperhatikan zakira, sesekali memalingkan pandangan nya tapi matanya kembali lagi mencari keberadaan zakira.
Merasa di remehkan dan tidak di anggap oleh Zidan, Zee berniat untuk melampiaskan kemarahan nya kepada zakira.
Zee permisi pergi kepada beberapa orang di sana, Zidan memandangi kepergiannya tanpa curiga.
Zee membawa segelas minuman dan kembali menghampiri zakira, tanpa aba aba dia langsung menyiramkan minuman yang di bawa nya ke wajah zakira.
Sontak orang orang langsung gaduh, Zahir langsung menghampiri kakak nya
" Kenapa kau ini ,!" Bentak Zahir
" Dasar bocah, gak usah ikut urusan, dasar kalian orang orang rendahan ,!" Zee memaki balik Zahir
Zidan yang mendengar ada keributan segera menghampiri kerumunan, Zee yang masih melontarkan makian dan cacian nya segera di tarik Zidan ke tempat lain.
Sementara Zahir membawa zakira ke luar taman dan membantu membersihkan wajah dan bajunya yang kena jus jeruk.
****
Zidan melepaskan genggaman nya pada Zee dengan kekesalan nya sudah memuncak.
" Kenapa kau kekanakan sekali ,!"
" Apa ? Kekanakan ? Dia pantas menerima nya ,!"
Zidan mengusap rambut nya kasar, terlihat dia sudah sangat stres menghadapi sikap Zee, walaupun sikap Zee wajar ketika dia merasa kesal dan cemburu saat Zidan selalu bersama zakira.
Namun semua tindakannya itu lah yang salah, mereka terus berdebat saling membela diri, hingga Zee merasa kalau Zidan memang mulai menyukai zakira.
" Kenapa kau membelanya terus ? Kau tidak menghargai ku sebagai pacar mu ! Kau tidak sadar niat baik mu itu justru membuat hati yang lain terluka ?" Ujar zee seraya merderai air mata
Zion nampak terdiam saat mendengar perkataan Zee memang benar, Zidan tersadar bahwa dirinya memang salah.
" Kau menyukainya hah ?" Terdengar suara Zee bergetar, zidan masih terdiam dan terlihat bingung mendengar pertanyaan Zee.
" Kenapa kau diam saja ? Kau menyukai wanita itu ?" Zee mulai menekan Zidan dengan tutur kata nya, membuat Zidan menatap nya dingin.
" Maaf Zee !" Ucap Zidan Singkat dan padat, Zee Langsung mengerti bahwa jawaban nya adalah iya.
Tanpa berkata apapun Zee menatap Zidan dengan sorot mata kecewa, kesal tapi juga tidak mau kehilangan, semua nya campur aduk yang pada akhirnya keluar menjadi air mata.
Zidan terlihat menyesal karena telah mengecewakan Zee, tapi dia tidak bisa membohonginya juga.
" Aku rasa hubungan kita tidak akan berhasil !" Ucap Zidan pelan, Zee malah menamparnya lalu langsung berlalu pergi tanpa berkata apapun.