The Rose

The Rose
aku mencintai nya



Lagi dan lagi zakira harus bertarung antara hidup dan mati akibat keegoisan seorang pria keras kepala.


Sementara pria itu masih bisa bernafas dengan lancar karena luka tembak nya tidak mengenai organ pital nya.


Setelah keadaan Zion sudah membaik dia segera di bawa ke kantor polisi untuk di periksa, sementara kondisi zakira belum juga membaik.


Setelah tiga hari, polisi telah selesai mengidentifikasi mayat yang mereka temukan dan terbukti bahwa dia adalah ayah Zion, maka dari itu Zion resmi di tetap kan sebagai tersangka.


Sebelum menjalani sidang, Zion sementara akan di tahan di kantor polisi setempat dan masih mendapatkan penanganan medis terhadap luka nya.


Di dalam sel, Zion terlihat duduk termenung menatap kosong jeruji besi di hadapannya. Dia tidak menyesal sama sekali atas tindakan nya tetapi yang dia sesali adalah terlibat nya zakira ke dalam setiap masalah nya.


Rasa bersalah nya lah yang membuat nya menyesal, kini dia tidak tahu bagaimana keadaan zakira bahkan mungkin sekarang zakira benar benar sudah membencinya.


" Tahanan 2023, anda mendapatkan kunjungan " ujar seorang sipir, Zion pun di bawa ke ruang besuk.


Yang datang mengunjunginya adalah Zidan, bukan untuk melihat kabar nya tetapi untuk menyalah kan nya.


" Bagaimana sekarang ? Kau sudah puas menyakiti nya, hah ?" Ujar Zidan geram dengan tindakan impulsif Zion, sementara Zion hanya diam dan tertunduk mendengar Zidan menggerutu.


" Sudah ku bilang, kau hanya akan memberinya luka kau tidak akan bisa membuat nya bahagia " lanjut Zidan dengan mata yang mulai berkaca kaca.


" Sekarang bukan cuma badan nya yang sakit, tapi hati dan mental nya juga, apa yang akan kau lakukan sekarang ? Kenapa kau diam saja ? Sekarang kau menyesal ?"


Zion pun mengangkat wajah nya dan menatap dingin wajah Zidan.


" Kau pikir kau tidak terlibat, hah ? Kalau saja kau tidak lapor polisi semua nya tidak akan seperti ini "


" Apa ? Kau masih tidak menyadari kesalahan mu ?"


" Kau sengaja melakukan nya kan ? kau ingin memisah kan aku dengan zakira, kan !" Teriak Zion, Zidan menatap nya datar.


" Kau memang pria brengsek ! Kau hanya terobsesi pada nya tapi lupa cara melindungi dan menghormatinya, sekarang kau malah menyalah kan orang lain," tukas Zidan semakin geram sambil beranjak dari tempat duduk nya.


" Mulai sekarang aku yang akan mengurusnya.dan kau jangan pernah menemuinya lagi, aku tidak akan mentolerir nya lagi sekarang " ujar Zidan lalu pergi dari ruang kunjungan.


Zion menatap kepergian nya dengan pandangan kesal


" Aaah, sialan !!" Umpat nya sambil melemparkan kursi.


****


Sementara keadaan allura sudah mulai membaik, dia sudah siuman walaupun hanya sebentar dan kembali tertidur.


Zakira masih mengalami syok berat, jadi kemungkinan dia belum bisa di ajak bicara. Dalam keadaan seperti ini sayang nya Zahir tidak bisa mengurus kakak nya karena dia harus menjalani kerja lapangan selama beberapa Minggu.


Walaupun agak canggung tapi Zahir telah meminta bantuan Zidan untuk senantiasa mengurus kakak nya, Zahir bilang dia akan berkunjung sesekali .


Zidan dengan senang hati melakukan nya, bahkan dia rutin memeriksa perkembangan nya zakira setiap waktu.


Zidan duduk di sebelah zakira untuk mengajak bicara walaupun zakira masih terlelap, Zidan membicarakan hal hal ringan mengenai kesukaan nya dan hobinya lebih terlihat seperti sedang curhat.


Tapi itu berhasil membuat zakira merespon, sesekali tangan nya bergerak. Zidan pun menggenggam jemari zakira yang masih terkulai lemas.


Saat itu Zidan melihat cincin yang terpasang di jari manis zakira, membuat Zidan terdiam sejenak tapi Zidan tidak mau mempedulikan nya.


Kemudian dia mengelus nya lembut, tak di sangka sentuhan nya langsung bisa membuat zakira siuman. Melihat zakira telah membuka mata Zidan langsung terperanjat dan segera memeriksa keadaan nya.


Zakira telah sepenuh nya sadar namun dia masih belum bisa di ajak berkomunikasi, bahkan dia hanya manatap datar kepada Zidan ataupun Zahir.


Dengan segenap kesabaran Zidan terus merawat nya sudah seperti kepada keluarga nya sendiri, Zidan mencoba membujuk zakira saat dia tidak mau makan dan menolak meminum obat.


Bahkan Zidan tanpa lelah terus mengajak zakira bicara walaupun zakira tidak meresponnya.


****


" Zakira , lihat aku membawa hadiah buat kamu " zidan memberikan sebuah kado kepada zakira


Zakira terlihat tertarik walaupun raut wajah nya masih datar.


Zakira pun membukanya dengan perlahan, dan isinya adakah sebuah kotak musik. tak di sangka hadiah sederhana itu bisa membuat zakira tersenyum kembali.


Tentu saja membuat Zidan ikut bahagia.


" Kau menyukainya ?" Tanya Zidan, zakira mengangguk pelan dan mulai memainkannya.


Sejak kecil zakira memang sangat menginginkan benda itu, kotak musik adalah benda mewah bagi zakira sehingga dulu dia tidak sempat membelinya.


" Kotak musik itu akan menemani mu sementara aku bekerja, gak apa apa yah " ujar Zidan sambil mengelus lembut rambut zakira.


Zakira menoleh ke arah nya dan menatap nya dengan mata yang berbinar sambil tersenyum.


" Sama sama " ucap Zidan sudah paham apa yang hendak zakira katakan.


" aku pergi dulu, ok " zakira mengangguk. Zidan pun keluar dari kamar zakira, saat membuka pintu sudah ada Zee di depan sana.


Dengan wajah datar dan tangan yang di silangkan Zee siap untuk mencecar kembali Zidan dengan omelannya.


" Kita harus bicara " ujar Zee


" Kita bicara di tempat lain " ujar Zidan mengajak Zee ke taman rumah sakit.


" Kau tidak ada kesibukan lain apa ? Sudah hampir dua minggu kau mengurus dia, apa kau tidak lelah ?" Ujar zakira


" Aku hanya ingin melakukan nya, Zee " jawab Zidan enteng


" Kau benar benar menyukai nya ?" Tanya Zee dengan wajah yang serius, lalu Zidan menatap Zee dengan tatapan serius juga.


" Maaf kan aku Zee, tapi aku tidak hanya menyukai nya tapi aku sudah jatuh cinta kepada nya," ungkap Zidan.


Zee tidak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan, bisa bisa nya orang yang dia cintai mengaku jatuh cinta kepada wanita lain.


" A-apa kau serius ?" mata Zee mulai berkaca kaca dan suara nya terdengar bergetar.


dengan hati hati Zidan mencoba memberi pengertian kepada Zee supaya dia tidak terlalu sakit hati.


Zidan menatap hangat wajah Zee, dan berbicara lembut kepadanya


" Zee, aku menyukai mu hanya sampai sebatas teman entah kenapa aku lebih nyaman dengan status itu, aku yakin kamu akan bertemu pria yang lebih baik dari aku, jadi aku mohon biarkan aku mencintai zakira ," ujar Zidan.


Zee masih tidak habis pikir sekarang ini dia sedang di putus kan sekaligus harus mendengar curahan hati orang yang dia cintai nya itu.


" Kau teman terbaik ku, aku mau kau mendukung ku, kau tahu Zee untuk pertama kali nya aku merasakan apa itu jatuh cinta dan rasanya memang sangat luar biasa " Zidan terlihat senang saat dia bercerita tentang perasaan nya.


Melihat Zidan bahagia Zee sempat ikut bahagia namun saat dia ingat bahwa cinta nya kandas begitu saja Zee jadi kesal.


Terlebih orang yang bisa membuat Zidan jatuh cinta dan tersenyum bahagia adalah zakira, yang notabene nya wanita rendahan semakin membuat Zee cemburu.


Tapi Zee mencoba menyembunyikan kecemburuan nya di dalam senyuman palsu nya.


" Baiklah Zidan, kalau itu pilihan mu aku bisa apa. Kalaupun aku memaksamu untuk tinggal di sisi ku kau tidak akan sebahagia ini " ujar nya bijak namun tidak dengan hati nya yang masih tidak rela melepas kan Zidan.


" Kalau aku tidak bisa memiliki nya, setidak nya jangan si zakira rendahan itu yang menjadi pemiliknya " benak Zee.


****


Dua minggu lamanya Zion berada di dalam sel tahanan, dan besok adalah hari sidang pertamanya. Namun suatu hal yang mengejutkan telah terjadi.


Hari ini Zion tiba tiba bisa bebas dari persidangan dan di nyatakan bebas dari semua tuntutan, sebenarnya itu bukan hal aneh karena uang bisa mengendalikan semua nya.


Iyah, benar Zion bisa keluar karena dia menyogok seorang ketua hakim dan salah satu petinggi polisi, Zion sudah tahu cara mereka bermain sehingga hanya dengar beberapa digit nominal rupiah Zion langsung bisa keluar dari jeratan hukum.


Namun, masalah nya belum berakhir karena ternyata anak buah almarhum ayah nya masih mempunyai dendam kepadanya.


Mereka sudah tahu kalau Zion tidak akan bisa di hukum dengan undang undang persis seperti ayah nya, maka mereka akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan kepada bos mereka.


Zion sudah tahu kalau anak buah ayah nya akan memburunya jadi Zion sudah punya rencana untuk melawan mereka.