The Rose

The Rose
status sosial



Zee melihat Zidan baru datang, lalu Zee menghampirinya namun Zidan terlihat sibuk memandangi ponsel nya membuat Zidan tidak menyadari Zee sudah berada di sampingnya.


Dia bahkan tidak menyadari kalau Zee sedang menatap ke arah ponsel nya juga, sehingga Zee tau kalau Zidan sedang bertukar pesan dengan zakira, salah nya sendiri masih pagi sudah kepo jadilah mood nya berantakan sekarang karena merasa cemburu.


" Kau terlihat sibuk akhir akhir ini, apa yang kamu kerjakan ?" Suara Zee menyadarkan Zidan yang masih fokus ke ponselnya.


" Sejak kapan kamu datang ?" Tanya Zidan polos membuat Zee memasang wajah ketus.


" Baru saja " jawab nya singkat, tapi Zidan seperti tidak mempedulikan nya.


Setelah mendengar jawaban Zee Zidan langsung melanjutkan langkah nya menuju ke ruangan nya, tentu saja hal itu membuat Zee marah.


" Zidan ! " Teriak Zee, Zidan langsung menoleh ke arah nya, lalu Zee melangkah menghampirinya.


" Kau benar benar berubah sekarang " ucap Zee


" Berubah ? Maksudnya ?" Zidan mengkerut kan keningnya.


" Jal - maksud ku wanita itu benar benar telah merubah mu !"


" Merubah apa ? Aku masih Zidan yang sama kok "


" Kau menyebalkan sekarang !" Ucap Zee ketus lalu dia pergi, zidan bingung dengan sikap Zee berusan tapi Zidan tidak mempedulikan nya.


****


Zee membuka pintu ruangan kerjanya dengan sangat keras membuat beberapa orang yang ada di dalam terkejut.


" Kenapa kamu masih pagi sudah emosi begitu " ujar teman Zee


" Diam lah kalau kamu tidak mau kena semprot.! " bentak Zee, teman nya itu langsung mingkem.


Sementara Zee masih merasa sangat kesal dan cemburu dengan hubungan Zidan dan zakira yang nampak nya semakin dekat, Zee belum tahu kalau mereka sudah berpacaran dan melakukan sesuatu.


Baru duduk sebentar Zee tiba tiba beranjak dari tempat duduk nya lalu membawa tas nya kembali.


" Kamu mau pergi lagi ?" Tanya temannya lagi


" Aku harus menghilangkan kekesalan ku dulu, biar bisa fokus bekerja " jawab nya seraya berlalu.


Teman temannya menatap heran dengan sikap Zee yang akhir akhir ini lebih sensitif.


" Dia mungkin masih menyukai Zidan, aku dengar dia sudah putus sama dia " bisik salah satu teman Zee yang lain.


" Benar kah ? Pantesan saja padahal baru beberapa bulan mereka pacaran, tapi pasti sih Zee marah karena dia bucin banget sama Zidan " ucap yang lain.


Benar, Zee memang masih mencintai Zidan makanya dia selalu cemburu saat tahu Zidan semakin dekat dengan zakira.


Sekarang Zee sedang melajukan mobil nya dengan sangat cepat dan dalam waktu beberapa menit dia sudah sampai di depan rumah zakira.


Zakira mendengar suara mobil parkir di depan rumah nya lalu zakira memeriksanya dari balik jendela. Zakira langsung menghela nafas saat melihat sosok Zee sedang berjalan ke arah pintu.


Dan sekarang dia menggedor pintu dengan sangat kencang


" Apa lagi sekarang " gerutu zakira, dia merasa Zee akan membuat onar lagi.


Zakira membukakan pintu untuk zee


" Ada apa kau datang ke rumah ku " tanya zakira ketus seraya menyilang kan kedua tangan nya.


Zee langsung tertawa kecil melihat sikap zakira itu.


" Kau sombong sekali padahal kau hanya ****** sialan perusak hubungan orang " Zee mulai mencela zakira dengan kata kata sarkas nya.


Zakira mencoba tenang, walaupun sebenarnya ucapan Zee itu menusuk hatinya.


" Aku harap ada hal penting, kalau kau datang jauh jauh kesini hanya untuk menghina ku sebaik nya kau pergi saja aku tidak akan mendengarkan mu "


" Jauhi Zidan ! " Ujar Zee to the points


" Kenapa aku harus menjauhi nya ?"


" Kau benar benar tidak tahu diri, kau wanita kotor kau hanya akan membuat Zidan kesusahan "


" Dia tidak berkata seperti itu "


" Kau percaya diri sekali, kau bisa setenang itu sekarang tapi lihat setelah orang tua Zidan tahu dengan siapa anak nya pacaran kau pasti akan langsung di buang sejauh mungkin "


Zakira langsung tertegun, perkataan Zee ada benar nya tapi zakira sudah terlanjur mencintai Zidan, dia tidak bisa dengan mudah melepas kan nya.


" Itu bukan urusan mu, aku dan Zidan akan mengurus nya sendiri " zakira mencoba tetap tegar di hadapan Zee


" Kau sangat angkuh padahal kau tidak punya apa apa, aku mau lihat bagaimana reaksi ibunya Zidan saat tahu orang yang telah dia bantu malah merayu anak nya terlebih saat dia tahu pekerjaan mu yang sebenarnya "


Zakira langsung terdiam mendengar ancaman dari Zee itu,


" Lihat wajah mu kau terlihat takut sekarang, kau sangat percaya diri menghadapi ku tapi kau langsung ciut saat aku membahas tentang ibu Zidan, aku mengerti kau sebenar nya memang orang yang rendah diri " Zee masih belum puas membuat zakira kesal.


" Terus, apa hubungan nya dengan mu ? Semua itu urusan ku aku tidak akan merepotkan mu "


" Tentu saja ada hubungan nya dengan ku, kalau kau di tolak oleh orang tua Zidan, otomatis Zidan akan menjadi milikku lagi " ucap Zee percaya diri lalu dia mendekat kan wajah ke wajah zakira.


" Aku sudah mendapatkan restu dari mereka, dan Zidan tidak akan bisa membantah perintah orang tua nya ingat itu!" pungkas Zee seraya tersenyum smirk lalu dia pergi.


Setelah Zee pergi, zakira langsung menunjukan rasa insecure atas semua ucapan Zee tadi, karena pada kenyataan nya memang zakira tidak punya hal untuk di banggakan selain wajah dan badan nya yang bagus.


" Bisa bisa nya aku sampai lupa diri " zakira menghela nafas panjang lalu menjatuhkan badan nya di atas kasur.


Suara dering ponsel mengagetkannya, ada pesan dari Zidan


✉️ " Aku mengirimi mu bunga " isi pesan dari Zidan,


" Bunga ?" Setelah beberapa saat ada kurir datang mengantarkan sebuket bunga dengan sebuah surat di dalam nya.


" Ya ampun, bagus sekali bunganya " lalu zakira mengambil foto Selfi nya bersama bunga pemberian Zidan itu lalu mengirimkan nya kepada Zidan.


✉️ " Kamu membuat bunga nya insecure " balas Zidan


✉️" Kenapa emang ?"


✉️ " Karena kamu lebih cantik dari bunga nya "


Zakira langsung senyum kegirangan karena Zidan ternyata jago menggombal.


Lalu zakira mengambil surat kecil yang di selipkan di atas bunga.


" You are Priceless, l Love you beautiful " isi singkat surat itu cukup membuat zakira terharu, dia merasa sangat bahagia karena ada seseorang yang sangat menghargai nya di balik status nya yang rendah.


" Bagaimana aku bisa melepaskan dia kalau begini " ujar zakira mulai berkaca kaca.


****


Zee telah kembali kerumah sakit, kebetulan dia berpapasan dengan Zidan.


" Kamu dari mana ?" Zidan mencoba menyapa nya, tapi Zee terlanjur bad mood dia menatap nya sinis terus memalingkan muka kemudian berlalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Zidan.


" Kenapa lagi dia " gumam Zidan semakin heran dengan sikap Zee pagi ini.


Saat waktu makan siang, Zidan kembali melakukan hal yang sederhana tapi romantis menurut zakira, Zidan mengirimkan beberapa makanan ke rumah zakira.


Zakira tercengang dengan jumlah nya yang cukup banyak untuk di makan sendirian, tapi karena itu dari Zidan, zakira tidak akan membaginya dengan orang lain.


Dia akan menyimpan nya untuk nanti dia makan lagi sisa nya .


Di kantin rumah sakit Zee menghampiri Zidan yang tengah menikmati makan siang nya.


" Kenapa kau melihat ku seperti itu ?" Zidan merasa tidak nyaman karena Zee terus memandangi nya dengan tatapan julid.


" Orang tua mu sudah tahu kalau kita putus ?" Ucap Zee tiba tiba membahas masalah itu.


" Mereka bahkan tidak tahu saat aku pacaran dengan mu " ujar Zidan santai, Zee langsung ngenes mendengar Zidan tidak pernah membicarakan nya kepada orang tua nya.


" Kenapa ?" Ucap Zee mencoba tegar.


" Waktu itu aku masih belum yakin, aku takut kalau aku terburu buru mengenalkan mu waktu itu mereka akan kecewa karena hubungan kita pada akhirnya berakhir "


Zee menghela nafas, dia tidak habis pikir sejak pertama jadian Zidan tidak berniat serius kepadanya.


" Jadi, apa sekarang kau yakin dengan perasaan mu kepada si zakira itu ?"


Tanpa berpikir lama Zidan langsung mengiyakan pertanyaan Zee itu, hal itu membuat Zee tersenyum ngenes.


" Kenapa kau bisa seyakin itu, kau baru mengenal nya !"


" Entahlah, sulit di ungkap kan bila membahas alasan aku bisa mencintai dia dengan seyakin ini, Zee " Zee semakin panas mendengar kebucinan Zidan kepada zakira.


" Kau sudah memberitahu orang tua mu tentang si zakira ? "


" Belum, aku akan melakukan nya nanti saat zakira sudah siap "


" Bagaimana kalau orang tua mu tidak menyetujui nya ?"


" Aku akan meyakinkan mereka "


" Zidan ! sadarlah jangan di butakan oleh cinta, dia akan memberi dampak buruk kepada mu "


Zidan langsung menyimpan sendok yang di pegang nya agak keras hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.


" Kenapa dia bisa memberi ku dampak buruk ?" Zidan menatap Zee dengan tatapan dingin membuat Zee tidak nyaman karena ini kali pertamanya melihat Zidan menatapnya seperti itu.


Tapi Zee mencoba untuk memberi pendapat nya mengenai zakira yang dia anggap sebagai orang yang hina.


" Dia seorang pelacur tidak akan pernah di terima di keluarga mu yang terpelajar dan penuh kehormatan, kalaupun kau memaksa kan diri dia hanya akan mencoreng nama baik keluarga mu Zidan " jelas Zee


Zidan menjadi marah karena Zee terus merendahkan zakira , nafsu makan nya pun jadi hilang.


" Apa dengan cara merendahkan orang lain kau bisa menjadi lebih baik dari dia ? " Ucap Zidan dengan wajah yang serius membuat Zee tidak berani menjawab nya.


" Jangan meremehkan dia seperti itu, kita tidak tahu bagaimana nasib dia kedepannya " Zidan beranjak dari tempat duduk nya dengan wajah yang kesal.


Zee semakin ngenes karena Zidan sangat sulit untuk di pengaruhi dan selalu membela zakira.


Zidan pergi ke roof top Kedung rumah sakit untuk menghilangkan stres nya.


Sebenarnya Zidan juga merasa takut jika orang tua nya tidak menyukai zakira, dia tahu kalau ibu dan ayah nya selalu mementingkan gelar kepada siapapun yang akan menjadi teman mereka.


Apalagi kalau untuk menjadi seorang menantu mungkin spesifikasi nya harus benar benar sempurna.