The Rose

The Rose
senyum menutup luka



Karena sangat marah, Zee jadi bertindak impulsif dia tidak memikirkan akibat dari tindakan yang akan di lakukan nya sekarang.


Melukai zakira secara fisik belum juga membuat Zee merasa bersalah, bahkan tidak ada itikad baik untuk meminta maaf kepada zakira atas perbuatan nya itu.


Dia malah mencari cari cara untuk membuat zakira semakin benci oleh keluarga Zidan.


Zee sengaja memberitahu ayah Zidan tentang pekerjaan zakira sebenarnya, namun di luar ekspektasi nya, ayah Zidan malah memarahinya karena dia terus mencari cari kesalahan zakira.


terus dia menyuruh Zee untuk tetap tutup mulut dan berhenti mengganggu zakira dan juga Zidan.


Alhasil rencana pertamanya untuk membuat ayah Zidan marah gagal. Zee sempat merasa heran dengan sikap ayah Zidan yang terlihat tetap santai dengan masa lalu zakira meski hal itu bisa membuat nilai nya berkurang di mata orang orang.


Masih bersikukuh ingin membuat zakira terlihat hina, Zee kembali menghasut ibu Zidan dengan fakta yang telah di lebih lebih kannya.


****


Di rumah, Zidan sedang ingin membantu zakira mengganti perbannya.


" Aaah, pelan pelan itu sakit banget !" Zakira berusaha menahan sakit sampai berkeringat dingin.


Padahal Zidan dengan sangat perlahan dan hati hati saat membuka perbannya.


Setelah berhasil di lepas, Zidan menghela nafas merasa prihatin melihat luka zakira yang cukup dalam dan lebar itu.


" Kenapa kamu bisa berakhir seperti ini lagi ?" Tanya Zidan tidak habis pikir.


" Dia menyebalkan sekali, ya ampun aku hampir saja mencekik nya ," ujar zakira masih kesal.


" Alah jangan sok berani, lihat nih enam jahitan !" Sadar akan hal itu zakira jadi menangis.


" Tuh kan, kenapa lagi sekarang ?"


" Sakit ... ! " Jawab zakira dengan nada manja.


Walaupun sedikit kesal tapi melihat wajah manja zakira sekarang malah membuat zidan tepesona.


" Kamu memang handal membuat hati ku meleleh," ucap Zidan sambil memberi antiseptik dan juga membalut nya lagi dengan perban.


" Muach, cepat sembuh yah ," Zidan mengecup kening zakira tepat di lukanya yang sudah di balut perban.


" Apaan sih ," zakira jadi salting, lalu Zidan menatap wajah zakira dari jarak yang sangat dekat.


" Aku lapar ," ucap Zidan.


" kamu tidak lihat keadaan tangan ku ,"


" Lebay !" ucap Zidan berniat untuk menggoda zakira.


" Ini beneran sakit, tahu !" keluh zakira seraya mengikuti Zidan yang sedang berjalan ke dapur.


" Iyah, aku yang akan masak, kamu duduk saja si sana yah ," ujar Zidan dengan nada lembut, hal itu tentu saja membuat zakira Kemabli salting.


Zakira duduk si meja makan yang hanya cukup untuk berdua saka sambil memandangi Zidan yang tengah memasak.


" Kau sangat handal melakukan semua pekerjaan rumah," ucap zakira.


" Aku sudah melakukan semua nya sendiri sejak aku SMP ,"


" Oh yah ? Kenapa ? Kan kamu punya art ,"


" sejak kelas satu SMP aku sudah minta pisah rumah, jadi aku selalu melakukan semua hal sendirian ,"


" Wah, kamu mandiri sekali ," puji zakira.


" Kenapa ?" Tanya zakira karena tiba tiba Zidan terdiam dan terlihat murung.


" Apa ? Tidak aku hanya sedang berpikir enak nya sosis ini di apain ," Zidan menyadar kan dirinya lalu lanjut memasak.


****


Saat hendak menyantap makan malam, terdengar seseorang berteriak rusuh sambil menggedor pintu sangat keras.


" Siapa itu ?" Tanya zakira.


" Kayak suara ibu ku, aku akan memeriksanya ," Zidan pergi dan membukakan pintu.


" mana si ****** itu !" Teriak ibu Zidan tiba tiba datang dengan wajah penuh emosi.


tentu saja dia pasti sedang tersulut amarah berkat Zee yang mengompori nya lagi.


" Ada apa ini mah, datang datang marah marah seperti ini ," tanya Zidan bingung.


Ibu Zidan dan dua orang bodyguard nya nyelonong masuk dan mencari keberadaan zakira.


Mendengar keributan di depan zakira pun ingin memeriksanya, namun belum jauh melangkah, ibu Zidan sudah ada di hadapan nya dan langsung menampar nya.


Tentu saja hal itu tidak bisa di terima oleh Zidan.


" Mamah ini kenapa ?! Apa salah zakira ?" Bentak Zidan seraya merangkul zakira yang kembali harus menerima kekerasan di fisik nya.


" Kau tahu kalau wanita ini benar benar rendahan, hah ? Bahkan setelah dia menikah dengan mu dia masih bertemu dengan pria lain !" Ucap ibu Zidan marah marah sambil menunjuk nunjuk zakira.


" Apa maksud nya ? Zakira tidak akan pernah melakukan itu ,"


" Lihat bagaimana dia bisa membuat mu jadi pria bodoh, lihat ini !" Ibu Zidan memberikan beberapa lembar foto zakira dan seorang pria yang tiada lain adalah Rendy.


Dan tentu saja zakira langsung tahu siapa pelakunya.


" Itu tidak seperti yang terlihat, Zidan ! Aku tidak sengaja bertemu dia ," Zakira berusaha menjelaskan situasi waktu itu.


" Tenanglah, aku percaya sama kamu ," ujar Zidan lalu dia menyuruh zakira untuk masuk ke dalam kamar.


" Mau kemana kamu ! urusan kita belum beres, bawa dia !" Ibu Zidan menyuruh dua pengawal nya untuk membawa zakira.


Seorang pengawal langsung meraih tangan zakira dan berusaha membawanya pergi.


" Aaaah, sakit !" Teriak zakira karena orang itu menggenggam tangan zakira tepat di luka lebam nya.


" Lepaskan dia, brengsek!" Bentak zidan sambil mendorong pria itu menjauh dari zakira.


Lalu Zidan menuntun zakira untuk segera masuk ke dalam kamar, namun ibu Zidan bersikukuh untuk membawa zakira, hingga terjadi keributan.


" Mamah ! Mau bawa dia kemana ? Dia sedang sakit !" Zidan berusaha menghalangi ibunya.


Sementara zakira terus mengerang kesakitan karena ibu Zidan terus menarik lengan nya yang terluka.


" Mamah mau bawa dia ke polisi, dia sedang memanfaat kan kita, dia sedang merencanakan penipuan Zidan !"


" Mamah sudah hentikan ! Mamah jelasin dulu apa yang terjadi, jangan main hakim sendiri kayak gini !"


Ibu Zidan pun melepaskan genggaman nya, dan Zidan pun segera menyuruh zakira masuk ke dalam kamar.


" Mamah dapat dari siapa semua ini ?" Tanya Zidan seraya menahan emosinya.


" Dari si Zee, kenapa ? Dia bilang dia dapat semua informasi dari orang yang selalu menyewa dia, dasar pelacur kurang ajar, tidak tahu diri ! Pasti dia juga menipumu kan ?" Ibu Zidan terus mencela zakira, padahal dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Zidan berusaha sabar menghadapi semua ini, karena lagi lagi Zee mau mengadu domba mereka dan menjadi penyebab semua keributan ini.


" Kenapa mamah mempercayai semua omongan Zee ? Dia - Dia hanya mau memprovokasi kita mah, mamah jangan percaya begitu ajah ,"


" Kenapa mamah tidak boleh mempercayainya ? Bukan kah dia teman dekat mu, hah ? " Zidan menatap putus asa wajah ibu nya yang sangat keras kepala itu.


" Sudah lah, percuma aku menjelaskan semuanya mamah tetap gak akan percaya ,"


" Apa maksud mu ! Sekarang kamu mau mengabaikan ibu mu, hah ? Apa wanita rendahan itu sudah mencuci otak mu ?"


" Berhenti menghina nya !!" Teriak Zidan sampai membuat zakira yang berada di dalam kamar tersentak kaget.


Zidan sudah tidak bisa menahan lagi emosinya, hingga Zidan mengutarakan semua yang dia tahu tentang ibu nya selama ini.


" Mamah tidak sadar kalau mamah lebih hina dan rendah dari dia, aku tahu mamah suka berselingkuh, aku juga tahu mamah suka membawa gigolo ke rumah dan mamah selalu bermain di rumah saat papah gak ada, aku tahu semua nya mah, jadi jangan sok suci karena mamah lebih hina dari istri ku !" Tutur Zidan penuh dengan emosi.


Zakira tercengang mendengar semua yang di katakan Zidan itu, sekarang zakira tahu kenapa Zidan memilih pisah rumah sejak kecil, karena dia tahu perbuatan bejat ibu nya itu.


" A ... Apa ? Itu tidak benar Zidan ," ibu Zidan kaget dengan fakta yang di utarakan anak nya sampai membuat dia bicara terbata.


" Kamu salah sangka, itu tidak seperti yang kamu pikirkan ," ibu Zidan berusaha meraih tangan Zidan namun Zidan menepisnya.


" Jangan banyak alasan, bahkan sampai sekarang mamah masih melakukan nya, aku tahu itu bahkan papah juga tahu semua perbuatan mamah itu !"


" Apa ? Papah mu juga tahu ?" Sekarang ibu Zidan mulai terpojok karena semua aib nya sudah terbongkar bahkan di dengar oleh zakira yang dia anggap wanita yang hina.


" Se - sejak kapan ?"


" Sejak dia mengalami impoten, dia membiarkannya karena dia merasa tidak bisa memberikan mamah kepuasan tapi aku tahu itu lebih dulu dari sebelum papah mengalami hal itu ," Ibu Zidan langsung ambruk mengetahui ternyata selama ini aib nya telah di tutupi oleh anak dan suaminya.


" Jadi berhenti menghina zakira, dia begitu bukan karena keinginan nya dia hanya terpaksa karena keadaan mendesak nya, tapi mamah melakukan nya secara sadar, jadi siapa yang lebih rendah sekarang ?" Ucap Zidan dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Sementara di dalam kamar zakira pun ikut menangis karena demi membelanya Zidan rela membuka aib ibunya sendiri.


Suasana jadi sendu, ibu Zidan terus meminta maaf kepada Zidan sambil berderai air mata, namun Zidan masih tidak bisa memaafkannya karena luka di hatinya sudah membekas sejak lama.


Walaupun begitu, ibu Zidan mengerti dan tidak memaksa Zidan untuk segera memaafkan nya, tapi sekarang ibu Zidan merasa sangat malu dan juga berdosa kepada Zidan dan juga suaminya.


terlebih kepada zakira, dia yang telah menghakimi zakira sebegitunya, tanpa introspeksi dirinya sendiri dan sekarang zakira pun sudah tahu semua aib nya.


****


Ibu Zidan telah pergi, suasana kembali tentram zakira pun keluar dari dalam kamar, dia mendapati Zidan masih berdiri tertegun di ruang depan.


Mendengar suara langkah kaki Zidan pun berbalik ke arah datang nya zakira.


Zidan menatap sendu zakira dari kajauhan, zakira melihat betapa sedih nya Zidan sekarang , zakira pun membuka kedua tangan nya untuk menawari Zidan pelukan.


Zidan segera menghampiri zakira dan langsung masuk ke dalam pelukan zakira.


Zidan berusaha untuk tidak menangis lagi namun saat zakira berkata " tidak apa apa " Zidan mendadak tidak kuasa menahan air mata nya.


Alhasil Zidan pun mengis di pelukan zakira, zakira tidak menyangka di balik sosok nya yang selalu tersenyum ramah itu ternyata menyimpan luka yang begitu dalam di hatinya.


Zidan selalu menenangkan nya di saat dia menangis kini gilirannya menenangkan Zidan.


Manusia memang selalu saling menyangka bahwa kehidupan orang lain selalu lebih baik dari nya padahal siapa yang tahu, karena pada hakekat nya kehidupan manusia tidak akan pernah ada yang sempurna.


Wait !!!


Ibu Zidan ternyata langganan ?


Di balik sosok tegas dan garang nya ayah Zidan tenyata dia sangat lemah pemirsa !


next ...!