The Rose

The Rose
harga diri vs gaya hidup



Jam menunjukan pukul 05 : 15 zakira bergegas untuk pulang, seraya mengendap-endap agar Rendy tidak terbangun. Sesampainya di rumah zakira melihat Zahir masih tertidur lelap, melihat nya tertidur begitu terbersit di hatinya rasa kasihan atas nasib yang harus mereka alami, membuat nya terisak dan membangunkan Zahir.


" Kakak sudah pulang ? " Tanya nya setengah sadar


" Hemm!" Jawab zakira seraya menyeka air matanya


" Kakak menangis ?"


" Nggak kakak hanya menguap ! Kakak mengantuk sekali !"


"Ooh !"


Zakira selalu menutupi apa yang dia rasakan di depan zahir, Seakan tak mau adiknya tahu penderitaan dan rasa sakit yang dia alami


" Kamu mau sarapan apa ? "


" Emang kakak punya uang ?" Tanya Zahir membuat zakira tertegun " kalau gak ada gak usah ajah !"


Lanjut nya sembari pergi ke kamar mandi.


zakira menghela nafas panjang,lalu melihat saldo di dalam rekening nya penuh dengan uang, tapi uang nya dari hasil kerja kotor membuat nya bimbang


" Maaf Zahir, kakak memberimu makan dari uang kotor ini !" Tak ada pilihan lain zakira pun sudah tidak peduli lagi dengan apapun, yang penting dia dan adik nya bisa makan dan hidup berkecukupan mulai sekarang.


Zakira pergi ke super market untuk membeli berbagai kebutuhan dia dan adiknya, bahkan dia membelikan baju dan sepatu baru untuk Zahir.


" Kakak ? Aku suka yang ini tapi harganya terlalu mahal !" Ujar Zahir saat melihat sepatu yang di inginkan ya


" Udah ambil aja, jangan mikirin harga !" Ucap zakira enteng, melihat adiknya tersenyum bahagia membuat semua beban dan lelah nya hilang, zakira kemudian mengajak Zahir makan di restoran, Zahir yang belum pernah makan di restoran terlihat sangat excited, melihat itu zakira makin tidak peduli dengan harga dirinya yang telah hilang, yang penting sekarang Zahir bisa merasakan apa yang orang lain sering lakukan.


" Makan lah yang banyak, biar kamu tambah tinggi !" Ujar zakira


" Iyah, kakak juga harus makan yang banyak !" Zakira mengangguk


Saat dalam perjalanan pulang, Zahir tiba tiba bertanya dari mana kakak nya mendapatkan uang sebanyak itu, bahkan semua tagihan sudah terbayar lunas, zakira bingung harus menjawab apa Zahir tidak boleh tahu uang yang dia punya hasil dari melacur.


" Emmm sebenar nya kakak dapat pinjaman dari bank !" Jawab nya ragu berharap Zahir percaya


" Apa ? Kakak pinjam uang ke bank hanya untuk membuat ku merasakan semua hal tadi ?"


" Nggak, kakak niat nya pinjam uang untuk membayar semua hutang kita, tapi karena nanggung kenapa gak sekalian ajah buat yang lainnya !"


" Ya ampun, kakak ini ! Gimana kalau nanti gak ke bayar ?"


" Itu urusan kakak, kamu gak usah mikirin ! "


Zahir dan zakira malah menjadi bertengkar gara gara kebohongan nya alhasil sesampai nya di rumah mereka pun marahan, mereka saling membanding pintu kamar masing masing. Zakira sebenarnya hanya berpura pura kesal supaya Zahir tidak curiga, tapi saat dia melihat semua barang mewah pemberian Rendy dia semakin bingung, nanti kebohongan apa lagi yang harus dia lakukan jika Zahir melihat semua itu.


" Aduh kepala ku pusing ! Kenapa aku jadi serba salah begini !" Keluh nya


***


Semakin hari kehidupan zakira menjadi liar dan nakal karena tuntutan pekerjaannya, mulai clubing, minum minum bahkan sampai ikut berjudi. zakira yang polos dan cengeng telah banyak berubah, namun tidak merubah kepribadian aslinya yang seorang penyayang.


Zakira sudah mulai terbiasa dengan kehidupan malam nya, bahkan dia sudah bisa bergaul dengan wanita penghibur yang lain, namun tentu saja yang sirik padanya selalu ada karena zakira terkesan di anak emas kan memicu keirian di antara pekerja yang lain.


Tapi zakira sudah terbiasa dengan julidan dan perkataan kotor yang di lontar kan kepada nya, zakira sudah tidak peduli karena sekarang zakira merasa percaya diri atas dirinya yang lebih unggul dari pada yang lain.


" Ok ladies, para VVIP silahkan berkumpul !" Teriak Nanda, tak berapa lama para wanita cantik berkumpul


" Kalian tahu kan apa yang akan kalian lakukan ?"


" Yes mamih !"


" Ok pinter, let's go ayo kita rampok semua uang para bajingan itu !" Lanjut nya mengajak 7 orang pergi ke sebuah kasino mewah di kota itu, yang sudah sangat terkenal bagi para sultan nakal dan wanita wanita nakal juga banyak yang mengais rezeki disana.


" Tunggu! Nanti di dalam sana apa yang harus aku lakukan ?" Tanya zakira, polos nya ternyata masih ada


" Oh Iyah karena kamu masih baru, kamu ikutin mamih ajah ok ! "


" Lalu mereka kemana ?"


" Euh kamu ini ! Mereka bakal ngikutin si Nanda buat ketemu sama pelanggan kontrak!!" Jawab mamih Karin sedikit ngegas, dia kesal karena zakira selalu banyak nanya, mereka pun masuk terpisah.


Saat masuk zakira terkesima dengan isi dari ruangan luas itu, arsitektur nya sangat mewah di hiasi lampu besar di mana mana, lalu terdengar sorak Sorai para pria saat melihat mamih Karin datang


" Huuuuh.....! Ini dia ratu ****** kita !" Teriak seorang pria lalu di ikuti tepuk tangan yang meriah dari yang lain


" Dasar para buaya brengsek!" Umpat nya bercanda


" Wih kayak nya barang baru nih !" Seorang pria paru baya menghampiri mereka berdua sembari melirik lirik zakira


" Jangan ganggu dia, dia masih anak baru gak pantes buat Lo !" Ujar mamih Karin, walaupun yang ada dipikiran nya cuma uang tapi dia juga suka pilih pilih pelanggan yang pas buat pekerja nya


" Alah Lo ini, so jual mahal !"


" Emang dia mahal, Lo yang cuma ngandelin gajih UMR mah kagak bakalan bisa bayar dia !" Lanjut nya mengejek si pria tadi, lalu berlalu pergi mengajak zakira duduk di depan meja judi


" Liat ! Ratu ****** ini akan mengalah kan para bajingan itu !" Gumamnya percaya diri saat dia mulai memasang, permainan judi itu berlangsung sangat sengit zakira yang tidak mengerti hanya bisa planga plongo dan ikut bersorak saat yang lain nya bersorak.


" Aku pergi ke toilet dulu !" Ucap nya ke mamih Karin


Di dalam toilet itu awal nya tidak ada siapapun namun selang beberapa menit, ada 3 wanita masuk kesana lalu bergunjing tentang ketidak sukanya kepada zakira tanpa mereka tahu zakira ada di dalam WC


" Anjir gue kesel banget sama si zakira, anak baru songong banget !" Ujar salah satu dari mereka


" Ya iyalah songong orang masih baru udah jadi VVIP udah pelanggan nya ganteng lagi, makin makin lah dia !" Jawab yang lain sambil memeriksa riasan nya


" Alah biasa aja kali, nanti ujung ujung nya dia bakal jadi simpanan pria tua, yang baru dipegang udah keluar !" Ejek mereka lagi sambil tertawa lepas


Zakira yang sedari tadi mendengar gunjingan itu keluar dengan kesal, membuat mereka bertiga kaget, zakira berjalan menuju ke wastafel dengan wajah songong


" Kalian pasti ingin punya wajah kayak gini kan !" Ucapnya sambil menyombongkan wajah cantik nya


" Kasian kalian ****** kelas rendah bayaran nya uang receh !" Ejek zakira membalas perkataan mereka tadi membuat mereka bertiga marah


Dengan percaya diri zakira menggertak mereka bertiga, namun ternyata mereka bertiga sangat bringas dan mengeroyok zakira untunglah waktu itu Nanda masuk ke toilet


" Apa yang kalian lakukan !" Teriak nya menghentikan perkelahian mereka, lalu Nanda menarik keluar zakira


" Sekali lagi kalian mengganggu dia, gue patahin leher Lo pada !" Ancam nya, zakira yang merasa di selamatkan nyawanya malah kembali meledek mereka, dia menjulurkan lidah memberi mereka jari tengah saat hendak pergi.


" Lo gila apa ! Ngapain lo berantem sama mereka ! Kalau sampai wajah lo babak belur harga lo turun nanti !" Omel Nanda lalu mendorong nya duduk bersama teman VVIP nya tadi, rambut dan wajah nya terlihat acak acakan


Tiba tiba suara gemuruh orang orang yang bersorak kembali terdengar menyambut kedatangan bos mafia judi sekaligus pemilik kasino itu, Nanda segera pergi ke arah nya, ternyata dia lah orang yang akan menjadi pelanggan kontrak.