
Zion masih bersenang-senang di kasino milik nya, seolah ingin cepat melupakan sosok zakira, namun semakin keras dia berusaha melupakan nya bayangan zakira malah semakin jelas tersirat di pikiran nya
Bahkan dia mencoba bermain dengan beberapa wanita untuk mengalihkan pikirannya, tapi dia malah kehilangan nafsu nya, sampai membuat nya kesal
Dia pun pergi ke toilet untuk membasuh wajah nya , zion terdiam sejenak memandangi dirinya di cermin
" Aaah, sialan !" Teriak nya sambil meninju cermin sampai hancur.
Sepertinya Zion telah masuk ke dalam lingkaran cinta, dimana saat kau memulai kau tidak bisa dengan mudah mengakhirinya.
Karena mood nya telah rusak, Zion pun memutuskan untuk pulang. Dia mengacu mobil nya sangat kencang layak nya pembalap, dia tidak peduli dengan keselamatan dirinya maupun pengguna jalan lain
Yang dia pedulikan sekarang hanyalah bagaimana caranya untuk melupakan zakira.
Tanpa sadar dia menuju ke rumah zakira, terlihat di dalam sana gelap, Zion hanya menatap nya dari kejauhan, lalu dia kembali mengacu mobil nya dengan sangat kencang.
Zion memandangi jalan yang di lewati nya dengan tatapan kosong, dia merasakan sesuatu hilang dari hatinya yang membuat nya kembali merasa kosong dan hampa.
****
Zakira memberitahu Zidan bahwa dia akan segera mencari rumah baru, dan segera pergi dari rumah Zidan, namun sebelum menemukan tempat yang cocok zakira meminta ijin untuk tinggal beberapa hari lagi di rumah Zidan
Zidan tidak keberatan, dari pada membiarkan zakira tinggal bersama Zion lebih baik untuk sementara tinggal di rumah nya, walau pun kalau Zee tahu dia akan sangat marah
" Kau pria yang baik ! Pacarmu beruntung jadi kekasih mu." Ujar zakira membuat Zidan salting.
" Tidak juga, aku hanya bersikap sewajarnya ," Jawab nya sambil tersenyum.
" Kau bisa jadi sosok pria idaman setiap wanita yang mengenal mu ."
" Benarkah? Bagaimana dengan mu .?" Zidan memandang ke arah zakira yang ada di samping nya.
" Tentu saja ." Zakira membalas menatap Zidan Seraya tersenyum .
" Aku berharap suatu hari aku akan bertemu pria baik dan lembut seperti mu ," Ujar zakira sambil membereskan meja, Zidan masih memandang nya lalu kembali tersenyum .
" Kau sudah menemukan rumah yang kau sukai ,?" Tanya Aidan mengalihkan pembicaraan.
" Ada beberapa, aku akan melihat nya dulu besok !"
" Aku akan mengantar mu ."
" Tidak usah kamu kan harus kerja ."
" Besok sip malam ku, jadi aku punya waktu ."
" Baiklah kalau kamu tidak keberatan ."
****
Zion masih terlelap sampai tengah siang, sudah hampir 2 hari dia tidak mau makan membuat seluruh pelayan dan asisten nya khawatir.
Namun tidak ada yang berani memaksanya karena yang ada mereka akan kena semprot Zion.
Otak Zion mencoba melupakan zakira, tapi hatinya merasa berat melepaskan zakira membuat nya jadi plin-plan.
" Sial, dia benar benar sudah meluluhkan hati ku! Kenapa aku bisa jatuh cinta secepat ini , " Keluh Zion sambil masih mengumpulkan nyawa.
Penampilan nya yang sangar dan sikap yang keras seketika langsung lemah saat hatinya di sentuh oleh cinta.
Zakira benar benar sudah menaklukan hati keras milik Zion, namun dia tidak menyadari nya. Bahkan
Pernyataan cinta yang telah Zion ungkap kan kepadanya di anggap nya omong kosong karena zakira pikir orang seperti Zion hanya menganggap wanita sebagai mainan bukan untuk di cintai dengan tulus.
Pria seperti Zion tidak akan pernah merasakan bahkan mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya.
Namun semua yang Zion katakan pada zakira adalah isi hatinya yang jujur, sejak awal bertemu dengan zakira, Zion sudah merasakan hal yang lain di hatinya, dia berani membayar mahal pun agar zakira mau ikut bersamanya bukan bermaksud untuk membeli nya.
Zion beranjak dari tempat tidur nya, lalu berjalan menuju jendela kamarnya dia memandang kosong ke luar jendela
" Aku merindukannya, tapi dia tidak akan mau menemui ku lagi ." Gumam nya, lalu Zion mengambil buku harian milik zakira dan membaca nya lagi
" Dia hanya menulis hal hal yang menyenangkan !" Ujar nya sambil tersenyum
Lalu Zion memfoto buku harian itu kemudian mengirimkan nya kepada zakira
✉️" Maaf aku tidak tahu malu tapi Aku merindukan mu " tulis nya
Pesan segera terkirim, namun zakira mengabaikan nya, zakira seperti sudah muak berurusan dengan Zion.
Zion merasa kecewa karena pesan nya tidak di baca, dia pun kembali menyimpan buku harian zakira di meja, lalu ada selembar kertas berisi semua keinginan zakira.
Zion melihat nya lagi, dari sekian banyak keinginan zakira dia baru mewujudkan nya 3
" Sayang sekali, kau terlanjur membenciku ."
Zion memfoto dan mengirimkan nya lagi cacatan itu ke zakira.
✉️" Beri aku satu kesempatan lagi 🙏!" Tulis nya lagi
Zakira masih mengabaikan pesan nya.
✉️ Aku ingin menelpon mu, tapi aku takut suara ku membuat mu takut, aku akan memelan kan suara ku mulai sekarang.
Zion terus mengirimi zakira pesan, tapi tidak ada satupun pesan yang zakira balas.
****
Zakira dan Zidan sedang sibuk mengunjungi beberapa rumah untuk memeriksa kondisinya
" Rumah ini cocok untuk pengantin baru seperti kalian !" Ujar seorang agen rumah, zakira dan Zidan saling menatap lalu mereka tertawa
" Maaf kami bukan pasangan !" Ujar zakira
" Oh, maaf kan saya, saya lancang !"
Setelah beberapa saat mereka memeriksa kondisi rumah yang di tawarkan,Mereka pun selesai melihat lihat, zakira bilang dia akan mnimbang nimbang lagi mana yang lebih cocok untuk nya dan Zahir tinggal.
Saat zakira hendak masuk ke dalam mobil, dia melihat seseorang yang di kenal nya, zakira mencoba menghampiri nya untuk memastikan dia tidak salah orang
" Ibu ?" Ucap zakira, Seorang wanita berusia 45 tahunan menoleh kepadanya, mata wanita itu langsung terbelalak saat melihat zakira ada di depannya
" Kenapa kau ada di sini !" Ujar nya sambil melihat kesekitar, seperti sedang waspada
" Ibu..kemana saja ? Kenapa ibu meninggalkan aku dan Zahir !" Ternyata wanita itu memang ibunya
" Aku bukan lagi ibu mu !" Ujar wanita itu
" Apa ? " Zakira langsung merasa sakit hati mendengar perkataan sarkas dari ibunya sendiri
Zidan yang sedari tadi melihat dari kejauhan pun mencoba menghampiri mereka.
Di waktu bersamaan seorang pria memanggil nama ibunya, zakira mengerti sekarang kenapa ibunya menelantar kan mereka karena dia sudah punya keluarga baru
" Ibu, tunggu aku belum selesai bicara !" Zakira menahan ibunya saat ibunya hendak pergi
Ibunya itu menarik zakira agak jauh agar Zidan tidak tidak mendengar ucapan nya
" Siapa dia ? Pacar mu ? Dia sepertinya orang kaya! Jadilah wanita pintar porotin dia kalau bisa segera menikah dengan dia !"
" Apa ? Itu yang kau lakukan selama ini ? Kau membuang anak mu hanya untuk pria kaya ?"
" Tentu saja kalian hanya beban untuk ku ! Sekarang aku mau hidup enak, jadi pergi lah jangan pernah menemui ku lagi, kita sudah tidak ada hubungan lagi !"
Zakira tidak habis pikir ibunya bisa bertindak Setega itu pada dia dan Zahir, bahkan ucapan nya itu membuat hati zakira semakin hancur, wanita itu pun pergi begitu saja tanpa memperdulikan keadaan atau kabar anak anak nya.
" Ibu, apa kau Setega itu ? Ibu bahkan tidak mau tahu kabar ku atau Zahir ?" Teriak zakira, tapi ibunya tidak menggubrisnya
Dia terlihat pergi bersama pria lebih tua darinya
" Siapa dia ?" Tanya pria itu
" Tidak tahu, dia salah orang !" Jawab ibu zakira terdengar oleh zakira dan Zidan yang masih berada di sana
Zakira terlihat sedang menahan kesal, Zidan pun menghampirinya
" Ayo pergi !" Ajak Zidan sambil merangkul pundak zakira
Zidan tak bertanya atau berkata apapun karena dia tahu kejadian tadi sangat melukai hati dan perasaan zakira.
Zakira terlihat murung dan memandang kosong ke luar kaca mobil.
" Dasar wanita kejam !" Gerutu zakira
" Kau membuang ku ? Jangan sampai suatu hari kau datang mencari ku, karena aku juga akan membuang mu !"
Zidan menoleh ke arah nya
" Kau baik baik saja ?" Zakira menghela nafas lalu dia menoleh
" Maaf, kau harus melihat kejadian tadi ! Pasti membuat mu tidak nyaman !"
" Tidak apa apa, aku jadi lebih mengenal mu !" Jawab Zidan
" Kau wanita kuat dan hebat zakira !" Ucap Zidan seraya menatap hangat ke zakira.
Zakira yang masih memandang nya langsung menunduk
" Aku hanya menguat kan diri, kalau tidak memikirkan Zahir mungkin aku sudah bunuh diri ." Ucap zakira lirih, tiba tiba Zidan menggenggam tangan nya membuat zakira deg-degan
" Aku yakin bukan karena terpaksa dengan keadaan, tapi kamu memang tercipta untuk jadi wanita kuat ! Semua hal berat dan menyakitkan akan segera berlalu, kamu sabar ajah semua hal yang terjadi selalu ada sisi baik nya !" Ucap Zidan memberikan zakira semangat.
Mendengar ucapan dari Zidan membuat zakira merasa tenang, karena selama ini tidak ada orang yang memberinya motivasi yang bisa menguatkannya.
" Terima kasih !" Ucap zakira, Zidan mengangguk pelan sambil tersenyum manis
" Semangat terus yah !" Zidan mengelus kepala zakira, membuat zakira semakin salting dan jantung nya mendadak deg-degan
" Jangan sampai aku menyukai nya, aku harus tahu diri !" Ucap zakira dalam hati.