The Rose

The Rose
dunia masih belum baik baik saja



Zakira melihat Zion tengah menunggu seseorang di sebuah kafe, tanpa ragu zakira langsung menghampirinya lalu menyuruh Zion untuk menghapus video itu.


" Kenapa ? Aku mau menyimpan nya sebagai kenang kenangan, ******* mu sangat merdu," ujar Zion, zakira langsung menampar Zion.


Tapi tiba tiba seorang wanita menegur zakira dari arah belakang nya.


" Kenapa kau disini ? " Wanita itu menatap zakira dengan tatapan sinis.


" Jadi kamu benar pacar pria itu ?" Tanya si wanita


" Apa ? Bu ... Bukan kita -"


" Iyah Tante dia pacar ku, dia sengaja pacaran dengan anak Tante karena dia mau memanfaat kannya saja, " Zion memotong ucapan zakira seraya merangkul zakira.


" Apa ! Sudah aku duga kau wanita gak bener !!" Bentak wanita itu yang ternyata adalah ibu nya Zidan. Zakira melepaskan rangkulan Zion lalu mencoba menjelaskan yang sebenar nya kepada ibu nya Zidan.


" Nggak Tante, aku tidak memanfaat kan Zidan,"


" Plakkk ..." Suara tamparan yang sangat nyaring mendarat di pipi zakira, zakira langsung tidak berkata kata apa apa.


" diamlah, aku tidak mau mendengar alasan murahan mu !" ucap ibu Zidan dengan mata yang melotot.


Tepat saat itu Zidan yang baru datang langsung berlari menghampiri mereka saat melihat zakira di tampar oleh ibunya .


" Apa yang mamah lakukan !" Zidan langsung menarik zakira ke arah nya di hadapan Zion dan juga ibunya.


Keriuhan pun terjadi, perdebatan mereka menjadi perhatian pelanggan di kafe itu hingga membuat beberapa orang tidak nyaman.


Seorang staf pun, menyuruh mereka pergi dari kafe tersebut.


" Mamah sebaik nya pulang, " ucap Zidan masih sabar.


" Lepaskan wanita rendahan itu ! Kau juga harus ikut pulang sama mamah !" Ibu Zidan melepaskan genggaman Zidan kepada zakira lalu menarik Zidan pergi.


Zakira yang terlihat sedang menahan tangis hanya bisa tertunduk malu.


" Kau sadar sekarang ? Kau tidak akan bisa bersamanya, kalian terlalu berbeda," ujar Zion, zakira tidak mau mempedulikan nya karena zakira sedang sangat marah kepadanya.


Zakira pun pergi, sadar bahwa semua yang terjadi karena ulah nya Zion menyusul zakira bukan untuk meminta maaf tapi untuk membujuk nya supaya dia mau kembali bersamanya.


" Ayo pergi bersama ku, hanya aku yang bisa nerima kamu apa adanya kamu," Zion menarik zakira ke dalam pelukan nya.


zakira langsung mendorong Zion.


" Kamu yang membuat ku menjadi wanita rendahan dan sekarang kamu mau mempermalukan ku !?" ucap zakira lantang.


Zion menatap sayup wajah zakira yang terlihat frustasi dan air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.


Semua yang dilakukan Zion untuk mendapatkan zakira kembali memang salah, karena justru dia malah membuat zakira semakin membencinya, namun ini adalah Zion apapun akan dia lakukan demi mendapatkan apa yang dia mau.


" Kau tidak akan bisa hidup bahagia bersama orang orang seperti itu ," ucap Zion masih mencoba membujuk zakira, zakira menyeka air matanya.


" Lalu ? Kamu pikir kalau hidup dengan mu aku bisa bahagia ? Baru beberapa bulan saja aku mengenal mu sudah 3 kali aku hampir mati, bagaimana bisa aku hidup bahagia, hah !" ucap zakira masih emosi.


dari kejauhan terlihat Zidan kembali menghampiri Zion dan zakira yang nampak masih berdebat, melihat zakira menangis Zidan langsung menarik nya kedalam pelukan nya.


" Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa kau menangis apa Dia mengancam mu ?" Tanya Zidan seraya menyeka air mata zakira yang mulai keluar deras dari pelupuk matanya.


Tapi zakira menggelengkan kepalanya, melihat Zidan perhatian kepada zakira merupakan pemandangan yang sangat menyesakkan bagi Zion.


Zion kembali cemburu buta dan muncul niatan untuk kembali memojokan zakira dengan video syur nya.


" Kau akan terus memperlakukan dia dengan lembut seperti itu setelah kau tahu apa yang dia lakukan kemarin dengan ku ?" Zion mengambil ponsel nya lalu memutar video yang sengaja dia ambil waktu itu untuk mengancam zakira di hadapan Zidan.


Mata Zidan langsung bergetar dan tangan nya langsung terkepal.


" Aku bisa menjelaskan nya ," ujar zakira dengan suara yang bergetar takut Zidan marah kepadanya.


Tapi justru malah marah kepada Zion, dia langsung merebut ponsel itu dan segera menghapus nya.


Nampak Zidan sangat marah dan juga cemburu setelah melihat video zion tengah menyetubuhi pacar nya.


Zakira terlihat sudah sangat frustasi menghadapi Zion hingga sekarang dia tidak tahu harus bagaimana untuk menghadapi mereka berdua.


" Berhenti merendahkan nya !!" Zidan mencengkram baju Zion.


" Kau cemburu ? Apa hatimu sakit ? Rasanya ingin kau membunuh orang yang meniduri pacarmu ya, kan ? Itu lah yang aku rasakan saat aku tahu kau sudah meniduri nya juga !!" Ujar Zion tak kalah lantang dengan mata yang mulai berkaca kaca.


" Bugg !!" Zidan meninju wajah Zion sampai Zion tersungkur.


" Aaah !" Teriak zakira panik melihat mereka mulai bertengkar.


" Kau pikir kau tidak merendahkan nya dasar brengsek ! Bahkan kau menikmati tubuh nya dengan gratis !" Ucap Zion terus menyulut amarah Zidan.


Zidan hendak memukul Zion lagi, tapi zakira langsung menghadang nya.


" Jangan Zidan, aku mohon ," Ujar zakira lirih.


" Aku hanya wanita rendahan kenapa kalian seakan sedang memperebutkan sebuah berlian ? Aku akan pergi saja aku tidak akan bisa hidup tenang bersama kalian," ujar zakira seraya menguatkan dirinya.


Zakira menghampiri Zidan yang sedang berdiri tertegun dan masih mengepalkan tangan nya.


" Apa maksud mu ?" Tanya Zidan lirih, zakira meraih tangan Zidan dengan tangan yang bergetar, dengan sorot mata sayup zakira menatap mata Zidan yang nampak nanar memandang nya.


" Aku akan pergi, kau harus bertemu dengan wanita terhormat Zidan, bukan wanita seperti ku," ujar zakira lembut.


" Tidak mau, aku hanya mencintaimu !"


" Ibu mu benar, aku tidak setara dengan kalian aku hanya akan membuat noda pada keluargamu, biarkan aku pergi yah " zakira perlahan melepaskan genggaman nya.


Lalu zakira berjalan ke arah Zion dan membantunya berdiri.


" Aku akan pergi, carilah wanita lain yang lebih baik dan bisa membuat mu bahagia, perlakukan dia dengan baik, yah " ujar zakira lembut.


" Bukan ini yang aku mau zakira !" Zion menggenggam erat tangan zakira.


" Aku hanya membuat hidup kalian berantakan, ini keputusan ku jangan ikuti aku dan jangan cari aku, aku mohon," ujar zakira seraya menoleh ke arah Zidan dan Zion yang nampak sangat terpukul mendengar keputusan zakira itu.


Zakira mulai melangkah pergi menjauhi mereka berdua yang masih tertegun, tidak percaya zakira telah mengambil keputusan yang tiba tiba itu.


Zion hendak mengejar zakira tapi Zidan mencegah nya.


" Jangan, kita harus menghormati keputusan nya dia merasa dia telah menghancurkan kehidupan kita padahal kita lah yang membuat hidup nya hancur " ujar Zidan seraya menahan air matanya.


" Aaaah sialan !" Teriak Zion seraya mengusap kasar rambut nya.


****


Zakira langsung menangis sejadi jadinya sesaat setelah dia sampai di halte bus yang kebetulan kosong.


Dia merasakan dadanya sangat sesak lalu dia menepuk nepuk dadanya pelan, begitu berat hidup yang harus dia jalani tanpa memiliki tempat untuk bersandar dan berlindung.


Dia menelpon Zahir dengan suara serak dan masih sesenggukan, Zahir yang khawatir langsung menanyai keberadaan nya dan segera datang menemui zakira.


Dari jauh Zahir melihat zakira sedang menangis sendirian di halte bus, dengan perasaan hancur Zahir segera berlari kearah nya.


Saat melihat sang adik zakira langsung memeluk nya erat seraya menangis sejadi jadi nya di pelukan sang adik.


Zahir tak mau menanyakan apapun, karena dia pun kini ingin ikut menangis. Dia kira kakak nya tidak akan menagis lagi setelah bertemu dengan Zidan, sosok pria yang baik hati itu tapi nyatanya semua nya masih tidak baik baik saja, dunia masih belum membaik bagi mereka berdua.


Zahir menepuk nepuk pelan punggung zakira untuk menenangkan nya.


" Ayo pulang " ajak Zahir, zakira mengangguk seraya masih sesenggukan.


Zidan dan Zion melihat zakira yang sedang menangis dari mobil mereka masing masing, tak terasa air mata mereka ikut jatuh membasahi wajah mereka.


" Pasti berat buat dia " benak Zidan seraya mengalihkan pandangan nya karena tak kuasa melihat zakira menangis sampai sesenggukan seperti itu.


Sementara Zion sedang menyesali dirinya sendiri karena dia terus memaksakan cinta nya hingga membuat zakira menderita.


" Bodoh bodoh bodoh !" Zion memukul mukul gagang setir mobil nya dengan wajah frustasi.