The Rose

The Rose
bom waktu pun meledak



zakira tiba tiba jadi kepikiran kenapa Karin bisa dengan mudah mengembalikan uang nya bahkan dengan jumlah utuh


" Ah bodo amat, yang penting uang ku kembali !" Gumam zakira , lalu dia menghela nafas berat


" apa aku bisa bertahan sampai kontrak berakhir ?" keluh zakira tidak bersemangat


tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, mengejutkan zakira, dia kira itu adalah Zahir namun saat dia lihat siapa yang datang dia semakin terkejut


" Zidan ! Apa yang kau lakukan disini ?!" Tanya zakira heran


" Kau sedang ada di rumah rupanya, aku kira Zahir sudah pulang !" Tak berapa lama Zidan muncul


" Kakak kapan pulang ?" Tanya Zahir datar


Lalu Zahir mengajak Zidan untuk masuk, zakira masih bingung tapi dia mempersilah kan nya masuk


" Kenapa kalian terlihat akrab?" Tanya zakira


" Aku meminta bantuan nya untuk membantu ku mencari cara buat membawa kakak pulang dari rumah pria menyeramkan itu !" Jelas Zahir, zakira tercengang mendengar niatan adik nya itu


" Ya ampun, itu tidak perlu nanti kalian kena bahaya !" Zakira jadi merasa khawatir


" Dia tidak menyakiti mu lagi kan ?" Tanya Zidan


" Sampai sekarang belum, tapi semoga sampai nanti kontraknya habis dia tidak melakukan nya lagi !"


" Memang berapa lama kontrak nya ?" Tanya zahir penasaran,


" Satu tahun !" Jawab zakira malu malu


" Apa ? Lama sekali ! Apa dia terus meniduri kakak setiap hari selama satu tahun itu ?" Tanya Zahir polos, zakira langsung memukul kepalanya


" Kau tidak sopan bertanya hal seperti itu !" Omel zakira merasa malu kepada Zidan


" Untung nya Dia tidak begitu, bahkan sampai sekarang kita belum melakukan nya !"


" Syukurlah, aku takut kakak hamil !"


" Kau ini benar benar !" Zakira mencoba menahan kekesalan nya


" Lalu kalau bukan untuk ****, ngapain dia membayar mu !" Ujar Zahir lagi, Zidan segera membekap Zahir untuk melerai perdebatan karena zakira terlihat sudah mulai emosi


" Itu hal yang tidak perlu kamu tahu, itu urusan orang dewasa dan itu privasi !"


Zakira jadi semakin malu karena Zidan harus mendengar hal yang memalukan itu


Karena kebetulan bertemu zakira, Zidan sekalian saja menyampaikan maksud nya waktu itu.


" Aku tidak bermaksud apapun, aku hanya mau membantu mu, kamu terima atau tidak itu terserah kamu ! Kamu yang menjalani semua nya ! Aku hanya memberi mu saran !" Ujar Zidan


" Aku..aku akan memikirkannya ! Terima kasih sudah peduli dengan ku !"


" Apa dia akan mengijinkan kamu pergi ?"


" Entah lah ! Aku ragu kalau dia akan mengijinkan aku pergi !"


" aku yakin dia bukan pria ba..!"


Belum selesai berbincang, ada seseorang yang mengetuk pintu dengan keras, sampai mengejutkan mereka


Zahir pun membukakan pintu, mereka bertiga tercengang melihat siapa yang datang


" Zion kenapa kau kesini ?" Tanya zakira


" Ayo pulang !" Tanpa permisi Zion langsung masuk dan menyeret zakira keluar


" Urusan ku belum selesai !"


" Kenapa kau menyeretnya begitu !" Bentak Zahir sambil melepaskan ganggaman tangan Zion


" Ini bukan urusan mu !" Jawab nya dengan wajah yang terlihat marah, lalu kembali menggenggam lengan zakira


" Kau menyakitinya !" Zidan meraih tangan zakira untuk menahan nya


" Jangan sentuh dia !!" Bentak Zion


" Ada apa ini Zion, kenapa kau tiba tiba datang ke rumah ku ?" Zakira melepaskan genggaman Zion dan Zidan


" Kenapa dia ada di rumah mu ?" Tanya Zion dengan nada tinggi


Zakira menghela nafas, sudah pasti dua pengawal itu yang memberitahu Zion tentang hal ini,


" Dia hanya...!" Zakira ragu untuk mengatakan yang sebenarnya


" Dia hanya menawari ku beasiswa !"


Zion terdiam sejenak mendengar perkataan zakira, lalu dia mengepal kan tangan nya dan beralih menghadapi Zidan


" Kenapa kau memperdulikan nya ? Kenapa kau ikut campur urusan nya ? Siapa kau ?" Zion mulai mengintimidasi Zidan


" Apa penting status ku untuk memperdulikan nya, aku hanya ingin hidup dia lebih baik agar dia tidak akan bertemu pria sepertimu lagi !" Balas Zidan tak ingin terintimidasi


" Memang aku pria seperti apa hah !!" Bentak Zion


" Kau pria brengsek, kau sadar itu !" Zidan balas membentak zion


Dua pria ini pun terus berdebat sengit di balkon rusun yang sempit


" Katakan sekali lagi, maka kau akan kehilangan gigi depan mu !" Ancam Zion sambil mencengkram baju Zidan


Melihat keadaan semakin sengit Zakira mencoba melerai mereka


" Apa yang kau lakukan ! Kenapa kau selalu seperti ini !" ucap zakira sambil melepaskan genggaman Zion di baju Zidan


Zion terlihat semakin kesal, namun dia menahan nya agar dia tidak meledak


" Sudah ku bilang, jangan bertemu pria lain !"


" Aku tidak sengaja bertemu dengan ..!"


" Jangan berbohong ! Mana ada kebetulan bertemu di rumah !!" Bentak Zion sampai membuat zakira tersentak


" Jaga sikap mu ! kau membuat ku muak !" Kini gantian Zidan yang mencengkram baju Zion


Sementara zakira di tarik ke dalam rumah oleh Zahir


" Kakak tak apa ?" Tanya Zahir seraya menenangkan zakira


Dari dalam rumah, terdengar Zion dan Zidan sedang berdebat, namun karena Zion orang yang keras kepala dia tidak akan pernah mendengar saran orang lain


Dia kembali masuk ke dalam rumah dan ingin membawa paksa zakira lagi


" Kau boleh sekolah lagi , setelah kita menikah !" Ujar Zion seraya menarik paksa lagi zakira


" Apa ?" Ucap zakira dan Zahir sama sama kaget


" Aku tidak akan pernah membiarkan kau menikahi kakak ku !" Zahir menarik zakira ke pelukan nya


Zion pun berteriak sambil mengumpat kasar, lalu dia meninju Zahir sampai dia tersungkur, membuat zakira berteriak histeris, Zidan pun refleks membalas Zion kemudian mencoba membawa Zion pergi dari rumah zakira


Zakira membantu Zahir bangun dan memeriksa keadaan nya, namun Zion yang tengah ngamuk tidak akan bisa di tahan, dia mendorong Zidan sampai tersungkur lalu dia menarik kasar zakira untuk ikut dengan nya


Zakira Kali ini mencoba berontak namun Zion langsung menampar nya, membuat zakira mulai takut dan mencoba melawan namun apalah dayanya, meski sekuat tenaga mencoba melepaskan genggaman Zion justru malah membuat tangan nya semakin sakit


Zahir dan Zidan mencoba mengejar Zion dan zakira, namun di halangi oleh dua pengawal Zion.


Saat sampai di bawah Zion terus menyeret zakira untuk memaksanya masuk ke dalam mobil, namun zakira menolak nya


Karena terus di seret zakira sampai terjatuh, kemudian Zion mencengkram baju zakira dan mengangkat nya


" Kenapa kau membuat ku harus bertindak kasar lagi hah !!" Bentak Zion lagi


" aku sudah mencoba baik, tapi Kau malah membuat ku marah, jadi kau harus menerima akibat nya ! Ayo masuk !" Zion memasukan paksa zakira ke dalam mobil nya


Tidak tahan melihat zakira di perlakukan kasar, Zahir dan Zidan mencoba melawan, hingga akhirnya Zidan berhasil lepas dari penjagaan si pengawal dan segera berlari ke arah Zion dan menghajar nya


Zion sempat di pukuli berkali kali oleh Zidan, dan zakira mencoba kabur, namun para pengawal Zion sangat sigap, mereka langsung menghajar Zidan dan Zahir lagi, sementara zakira yang belum sempat lari dapat di kejar oleh Zion


Dan akhirnya dia harus pasrah di bawa kembali oleh pria menakutkan itu, Zion segera menancap gas dan pergi dari tempat itu


Zahir berteriak memanggil nama zakira sambil menangis, sedang Zidan berusaha untuk mengejar mereka namun usaha nya gagal karena mobilnya di hadang oleh mobil para pengawal Zion


Alhasil mereka pasrah membiarkan zakira kembali di bawa paksa oleh Zion yang kini sedang mengamuk. hal itu yang membuat mereka khawatirkan, zakira mungkin akan mengalami penganiayaan lagi


Di dalam mobil , zakira terus menangis untuk kali ini Zion nampak tidak ingin terbuai oleh tangisan dan tatapan memohon zakira


Dia ingin memberi pelajaran kepada zakira bahwa jika ada orang yang memanfaat kan kebaikan nya maka dia harus menerima kemurkaan nya.


" Berhenti menangis dasar kau ****** !" Bentak Zion


" Aku sudah berusaha jadi orang baik, tapi kau malah meremehkan kan ku, dasar sialan !" Zion terus memaki zakira dengan suara yang lantang


" berhenti menangis ! Zion mencengkram baju zakira lalu mendorong nya kasar sampai zakira membentur jendela mobil


Karena zakira terus menangis, Zion jadi kehilangan konsentrasi nya untuk mengemudi, Zion pun menepikan mobil nya lalu dia menarik zakira keluar dari mobil.