
Hari ini tibalah saat yang di tunggu-tunggu tapi juga menegangkan, zakira telah merasakan kontraksi hebat di perutnya yang artinya dia akan segera melahirkan.
Selama hampir enam jam berjuang akhirnya bayi nya lahir dengan selamat berjenis kelamin perempuan.
Rasa sakit dan lelah seketika sirna saat mendengar Suara tangis bayi yang menggema di ruang persalinan itu.
Dan tentu saja bayi itu di sambut dengan suka cita oleh Zidan yang juga ikut menemani zakira berjuang antara hidup dan matinya lagi.
" Kamu hebat sayang, kamu benar benar wanita yang kuat ," ucap Zidan seraya mengecupi kening dan pipi zakira.
Setelah beberapa saat kondisi zakira pun telah stabil meskipun masih terlihat lemas.
Seorang perawat datang dan memberikan bayi cantik itu kepada sang ibu, zakira menangis bahagia tak percaya sekarang dia benar benar menjadi seorang ibu.
" Lihat dia, cantik sekali seperti ibu nya ," ucap Zidan menggenggam tangan mungil bayi itu.
" Kita kasih nama siapa ?" Tanya zakira.
" Aku mau memberi nama dia Gyandra, artinya anak perempuan yang cantik ,"
" Nama yang bagus aku suka ,"
Ayah Zidan dan ibunya segera datang untuk melihat cucu mereka, namun ayah Zidan masih ragu kalau anak itu adalah anak Zidan, dia tetap ingin bayi itu di tes DNA, walau pun Zidan merasa hal itu tidak perlu tapi untuk meyakinkan ayah nya dia pun menurutinya.
****
Setelah satu Minggu hasil dari tes DNA sudah keluar, Zidan segera memeriksanya sebelum di berikan kepada ayah nya.
Namun saat Zidan selesai memeriksa selembar kertas itu, tiba tiba dia terkulai lemas.
Hasil dari tes DNA itu menunjukan bahwa Gyandra bukanlah anak biologis Zidan, tentu saja hal itu membuat Zidan kecewa sekaligus bingung.
Zidan tidak mau seorang pun tahu tentang hal itu, Zidan pun memanipulasi hasil tes DNA itu, sehingga hasil nya menjadikan Gyandra adalah anak kandung nya.
Dia terpaksa melakukan nya supaya ayah nya tidak membenci zakira dan juga anak nya itu.
" Bagaimana hasil tes DNA nya ?" Tanya zakira saat Zidan baru saja pulang ke rumah, seraya tersenyum Zidan memberitahu zakira bahwa Gyandra adalah anak kandung nya, lalu Zidan menyuruh zakira untuk tidak mengkhawatirkan soal itu lagi.
Zakira pun turun lega, namun setelah zakira pergi wajah Zidan yang tadinya berseri seketika berubah menjadi muram.
Sambil melihat dirinya di cermin, Zidan meyakinkan dirinya untuk bisa menerima anak yang telah zakira lahir kan itu sebagai anak nya kandung nya.
Namun hati kecilnya tidak bisa berbohong ada perasaan kecewa dan juga kesal karena semua tak seperti harapan nya.
" Sayang, bisa bantu aku sebentar ?" Suara zakira menyadarkan zidan dari lamunannya.
Zidan segera keluar dan kembali bersikap biasa saja, seolah tak ada apa apa.
" Bantu apa sayang ?" Tanya Zidan sambil menghampiri zakira yang sedang menidurkan bayinya.
" Tolong kamu ayun ayunkan dia sebentar, aku mau ke toilet dulu ," zakira memberikan bayi yang tengah di gendong nya kepada Zidan.
Zidan terus memandangi wajah bayi itu dengan seksama, semakin di lihat wajah bayi yang baru berusia satu Minggu itu semakin memiliki kemiripan dengan Zion.
Zidan langsung memalingkan wajah nya dengan mata yang berkaca kaca.
" Bayinya sudah tidur ?" Tanya zakira membuat Zidan terkejut, Zidan segera mengusap air matanya sebelum di lihat oleh zakira.
" Sudah sayang," jawab Zidan cepat, zakira pun menghampirinya lalu dia mengambil alih bayinya untuk di pindahkan ke box bayi.
" Kamu kenapa ?" Tanya zakira melihat mata Zidan sedikit sembab.
" Ti ... Tidak aku hanya terharu melihat dia, aku masih tidak percaya kalau aku sudah menjadi seorang ayah," dalih Zidan mencoba menutupi semuanya kepada zakira.
Zakira pun tersenyum.
" Aku lebih tidak percaya lagi, bahkan sampai sekarang pun aku masih belum terbiasa menyusui nya ," ujar zakira seraya menidurkan bayi nya ke box bayi.
" Istirahatlah, kamu pasti lelah seharian mengurus bayi ," suruh Zidan sambil memeluk zakira dari belakang.
" Kamu juga ," zakira mengecup lembut pipi Zidan.
Zidan dan zakira pun sama sama mulai terlelap, namun baru satu jam terlelap, bayi nya menangis alhasil zakira dan Zidan pun kembali terjaga.
Setelah bayi nya lahir, zakira dan Zidan memang belum sempat tertidur nyaman saat malam hari, itu hal yang biasa memang tapi karena mereka belum terbiasa jadi mereka merasa sangat menderita.
Hari berlalu begitu cepat sudah hampir satu bulan ini zakira menjadi seorang ibu, dan itu memang tidak mudah baginya sebagai ibu baru di usia nya yang masih muda.
Emosinya yang masih naik turun membuat dia gampang stres.
Namun seiring waktu zakira jadi terbiasa dan naluri seorang ibu nya mulai kuat.
****
Penampilannya seringkali acak acakan, untungnya dia tetap cantik walaupun tidak memakai riasan wajah, justru wajah polosnya semakin membuat nya terlihat cantik alami.
" Papah, tolong jagain gya nya dulu, aku mau mandi sebentar ," ujar zakira kepada Zidan yang tengah tiduran.
" Iyah," jawab Zidan seraya masih fokus dengan ponsel nya.
" Ini anak nya ambil dong !" Suruh zakira agak ngegas karena Zidan mulai terlihat berbeda akhir akhir ini.
" Yaudah sini ," Zidan mengambil Gyandra dari gendongan zakira dengan wajah kesal.
Beberapa saat kemudian zakira telah selesai mandi, namun saat dia keluar dari kamar mandi dia mendengar anak nya tengah menangis dari dalam kamar.
Merasa khawatir zakira segera menghampirinya, dan mendapati anak nya sedang menangis sampai sesenggukan sementara Zidan malah tertidur dengan pulas nya seolah tidak mendengar tangisan anak nya yang cukup keras itu.
Hal itu otomatis membuat zakira marah, zakira segera menggendong anak nya dengan rambut yang masih basah.
" Zidan ! Bangun kamu !" Bentak zakira sambil memukul keras punggung Zidan sampai langsung membuat Zidan bangun.
" Apa sih, ganggu ajah !" Ucap Zidan dengan polosnya, lalu zakira berdecik kesal.
" Anak mu nangis kamu malah tidur ! aku cuma minta tolong jagain sebentar ajah masa kamu gak bisa sih !" Omel zakira.
" Aku cape, cuma hari ini aku libur aku mau istirahat !" Ujar Zidan mulai bersikap egois tentu saja zakira semakin kesal.
" Kamu pikir aku gak cape apa ? Bahkan aku tidak punya waktu libur, hanya di titipi anak sebentar kok kamu ngeluh sih !"
" Udah aku bilang, cari lagi pengasuh buat dia biar gak ribet ah,"
" Kamu lupa terakhir kali dia di asuh suster dia kena alergi makanan !"
" Ya cari yang lebih profesional lah, ribet amat, kamu ini lebay dia cuma alergi ringan aja di permasalahkan, kamu sendirian sekarang yang kewalahan, kan ," Zidan mulai ikut kesal.
" Apa lebay ? Kamu bilang lebay ? Aku mengkhawatirkan anak ku kamu bilang lebay ?"
" Ya kalau bukan lebay apa namanya ? kamu ini parno an sih !" Zidan terus mengucapkan kata kata yang membuat zakira tersinggung.
" Kamu ini kenapa sih ?" Bentak zakira sampai membuat anak nya menangis lagi.
Zidan langsung terdiam melihat zakira sangat marah padanya sekarang.
Mendengar anak nya menangis semakin kencang zakira pun pergi dari dalam kamar seraya memalingkan wajah nya dari Zidan.
Zidan mengusap rambut nya dengan kasar, dia kesal pada dirinya sendiri karena tidak bisa terus berpura pura dan menjaga sikap. tapi hal itu menjadikan dirinya manusia yang munafik .
Karena semakin besar anak nya itu semakin mirip dengan Zion, hal itu tentu saja membuat nya tidak bisa menerima anak itu dengan sepenuh hati.
Namun dia sudah terikat janji kepada zakira dan juga besar nya cinta kepada zakira yang malah membuat nya terbelenggu.
****
Zakira mulai terisak sambil memberi susu kepada anak nya, dia merasa sikap Zidan benar benar telah berubah setelah anak nya lahir.
Bukan makin perhatian kepadanya dan juga anak nya tapi malah terlihat acuh, hal itu tentu saja membuat zakira sedih.
Zidan jarang sekali mengajak main anak nya karena dia selalu beralasan sibuk kerja atau lelah, kalaupun sempat dia hanya menyapa nya sebentar lalu berlalu pergi begitu saja namun zakira selalu memakluminya selama ini.
tapi semakin hari Zidan terlihat semakin tidak peduli kepada Gyandra bahkan menggendong pun seperti tidak mau.
Hal itu membuat zakira mulai merasa adanya perubahan sikap dari Zidan, yang dulu berjanji akan membuat nya selalu bahagia.
Sempat terbersit di pikirannya bahwa Zidan sudah tidak mencintainya lagi, tapi saat meminta jatah dia selalu terlihat romantis.
" Apa dia sudah membohongi ku ? Apa sebenarnya dia hanya menganggap ku sebagai pelampiasan birahi nya saja ?" Benak zakira.
Zakira belum tahu bahwa perubahan sikap Zidan itu karena Gyandra bukan lah anak nya melainkan anak Zion.
Entah bagaimana reaksi zakira nanti jika ternyata Zidan tidak benar benar menerima kehadiran Gyandra karena dia bukan anak kandungnya.
Padahal yang bersikukuh dulu untuk tidak menggugurkan bayi itu adalah dia, tapi saat bayinya sudah lahir Zidan malah tidak menginginkannya.
Wait !!!
Tuh kan, jangan sampai Zidan merasa menyesal telah menikahi zakira.
Apa mungkin pada akhirnya Zidan bakalan menerima anak itu sebagai anak nya ?
Next...