
" hei ! Kau baik baik saja !" Sapa Zidan dengan senyum merekah di bibir nya
" Eh hai, ya untuk sekarang aku baik baik saja !" Ujar zakira ramah
dari kejauhan Zion melihat mereka terlihat akran, Zion pun menghampiri mereka
" Kau sudah mengambil pesanan nya !" Ucap Zion sambil menarik zakira ke sisi nya
" Kau lagi ?" Tanya Zion dengan sorot mata tidak suka ke Zidan
" Ini hanya kebetulan, aku lega kau memperlakukan dia dengan baik sekarang ! " Ujar Zidan datar kepada zion
" Dah zakira ! Sehat sehat yah !" Pamit Zidan dengan ramah nya kepada zakira, zakira membalas senyum kepadanya
Membuat Zion iri karena zakira tidak pernah memberinya senyum seperti itu, Zion pun jadi kesal lalu menarik zakira pergi hingga membuat minuman yang di pegang nya tumpah
" Zion, aku masih belum selesai !" Protes Zakira
" Kita pulang sekarang !" Ujar Zion dengan nada kesal lalu memaksa zakira masuk ke mobil nya
Nanda melihat nya bingung, kenapa Zion tiba tiba membawa zakira pergi, Nanda pun memberi isyarat ke zakira bahwa dia nanti akan menghubunginya lagi zakira pun mengangguk
" Kenapa kau akrab dengan dia !" Tanya Zion masih kesal dengan pertemuan zakira dan Zidan yang saling sapa tadi
" Dia sudah menolong ku, apa salah nya menyapa nya !" Jawab zakira ketus
" Sudah ku bilang, jangan berhubungan dengan pria lain !"
" Kau lupa aku ini seorang ******, aku bisa saja berkenalan dengan banyak pria di luar sana !"
" Aku tidak akan membiarkan nya ! Kau milikku tidak ada yang boleh menyentuh mu selain aku !" Pungkas Zion dengan nada mengancam
Zakira hanya bisa memejamkan matanya untuk menahan kekesalan nya sambil menghela nafas
****
Sementara Zidan masih belum pergi, dia sedang memperhatikan Zion dan zakira yang terlihat sedang berdebat
" Kau terlalu baik untuk menjadi wanita seperti itu !" Gumam Zidan menyayangkan pekerjaan zakira
Lalu dia pun pergi untuk kembali ke rumah sakit, lalu tiba tiba Zee menelpon nya
📞 " Ya kenapa ?"
📞 " Baiklah, aku akan menerima permintaan maaf mu " ( ujar Zee tiba tiba )
📞 " Memang aku kenapa ?" ( Jawab Zidan merasa tidak berdosa untuk menggoda Zee )
📞 " Zidan !!" ( Bentak Zee) membuat Zidan tertawa
Zidan pun mengajak Zee untuk makan siang bersama sebagai permintaan maaf nya dan juga mengganti acara makan siang waktu itu yang batal
" Aku memaafkan mu karena aku kasian yah !" Ucap Zee seraya menikmati makanan nya
" Benarkah ? Bukan karena kamu merindukan wajah tampan ini !" Jawab Zidan mendekat kan wajah nya ke wajah zee
" Aku colok ni !" Zee mengarah garpu ke arah Zidan sambil menahan salting karena sebenar nya memang Zee merindukan Zidan
Zidan dan Zee telah selesai makan siang, mereka pun segera kembali ke rumah sakit, namun saat di jalan dia berpapasan dengan Zahir, karena sudah kebiasaan nya dia pun menyapanya karena Zidan mengenalinya
" Zahir ! Kau mau kemana ?" Tanya Zidan agak berteriak dari dalam mobil, dan dia menepikan mobil nya
" Siapa dia ?" Tanya Zee
" Tunggu sebentar yah !" Zidan keluar dari mobilnya
" Eh bang Zidan, kirain siapa !" Ujar Zahir
" Kau sudah bertemu dengan kakak mu ?"
" Belum, tapi dia menelpon ku tadi, dia bilang dia baik baik saja !"
" Syukurlah, aku juga tadi kebetulan bertemu dengan dia ! Dia memang baik baik saja, kamu jangan khawatir !"
" Zidan, ayo !" Teriak Zee dari dalam mobil
" kalau begitu Aku pergi dulu ! " Zidan bergegas naik lagi ke mobil.
" Makasih banyak atas bantuan mu kemarin !" Ujar Zahir, Zidan pun mengangguk lalu berlalu pergi
" Siapa dia ?" Tanya Zee lagi
" Siapa zaki..! Ooh wanita yang waktu itu ? Kau masih mempedulikannya bahkan sekarang kau kenal dengan adik nya ?" Zee memulai lagi
" Bukan begitu, aku hanya menanyakan kabar nya saja, kamu gak usah berpikiran yang aneh aneh !" Jawab Zidan, Zee pun terdiam dengan perasaan kesal nya lagi
****
Malam ini zakira tidak bisa tidur, dia pun mencoba menghirup udara segar, dia pergi ke kolam renang di bagian sisi rumah yang langsung berhadapan dengan taman yang menampilkan pemandangan malam yang indah
" Wah, malam nya cerah sekali ! Bulan nya terang sekali !" Zakira menatap kagum dengan penampakan malam hari yang cerah itu, lalu dia menghirup udara malam yang segar dan menenang kan nya
Tanpa dia sadari dari atas balkon Zion memperhatikan nya, semilir angin yang mengangkat rambut nya membuat pesonanya semakin terpancar indah sampai membuat Zion tidak berkedip menatap indah nya sosok zakira
" Angin nya cukup kencang ! Baiklah sudah cukup, nanti aku masuk angin lagi !" Zakira pun masuk kembali, membuat Zion tersadar lalu Zion pun ikut masuk
Mendengar ada seseorang di lantai atas, zakira penasaran untuk melihat nya, saat zakira menoleh ke atas sudah ada sosok Zion sedang berdiri melihat nya
" Ya ampun kau mengagetkan ku !"
Tanpa berkata apapun Zion berjalan menuju zakira dengan raut wajah serius
" Kenapa kau belum tidur ?" Tanya zakira, tapi Zion tidak menjawab dia malah menggenggam tangan zakira lalu menarik nya kembali ke area kolam renang
Zakira jadi cemas, takut Zion akan melakukan sesuatu kepada nya
" Ak..aku mau tidur, ini sudah larut Zion !" Ujar zakira barhati hati dan mencari alasan agar Zion melepaskan genggaman nya
" Ikut aku sebentar, aku mau bicara sesuatu !" Zion kembali menarik zakira
" Ke..kenapa ?" Tanya zakira gugup karena Zion terus menatap nya dengan pandangan aneh dan terus menggenggam tangan nya
" Kau suka tipe pria seperti apa ?" Tanya Zion tiba tiba membuat zakira heran
" Apa ? Kenapa tiba tiba bertanya hal seperti itu ?"
" Pria seperti ku pasti bukan tipe ideal mu, jadi tipe pria seperti apa yang membuat mu suka ? Aku akan berusaha menjadi seperti itu !" Ujar Zion lagi dengan nada rendah dan tatapan mata yang berbinar
" Apa maksud mu ?" Zakira masih bingung dengan sikap Zion yang tiba tiba menjadi lembut
" Pria romantis ? Pria lembut ? Atau pria baik ? Katakan mana yang lebih kau suka ?" Zion semakin mendekat kan wajah nya ke wajah zakira, membuat zakira semakin gugup
" Aku tidak mengerti maksud mu ! " Zakira mencoba menghindari tatapan Zion
" Kau tidak mengerti maksud ku ? Baik lah aku akan menjelaskan nya ! " Zion menarik lembut dagu zakira supaya dia bisa menatap nya dengan baik
" Sejak pertama aku melihatmu, kau sudah menarik perhatian ku, semakin aku melihat mata mu semakin kuat keinginan ku untuk memiliki mu, lalu sikap ku yang selalu protektif kepada aku akui karena aku cemburu, kau tahu apa artinya cemburu ? Itu berarti aku mencintai mu, jelas sekarang ?" Ujar Zion serius
Zakira masih tertegun bingung mendengar pernyataan cinta mendadak dari Zion
" Apa yang dia lakukan ? Apa dia mau mempermainkan perasaan ku sekarang ?" Benak zakira
" Kenapa kau diam ? Kau menganggap ku becanda ?" Tanya Zion lagi, zakira menelan ludah lalu dia mencoba bicara dengan benar
" Jangan terlalu buru buru menganggap itu cinta, nanti kamu keliru mungkin yang kamu rasakan kepada ku itu bukan cinta tapi hasrat dan nafsu !" Ujar zakira pelan
" Aku bisa membedakan nya, kalau aku cuma berhasrat pada mu aku sudah meniduri mu setiap hari toh aku sudah membayar mu dan itu tugas mu juga, tapi kau lihat selama ini aku masih belum meniduri mu sampai saat ini, kau tahu kenapa ? Bukan aku tidak mau tapi karena aku ingin menghormati mu ! Kau tahu apa alasan nya kenapa aku ingin menjaga mu ! Karena aku mencintai mu !" Jelas Zion terus menatap mata zakira dengan mata yang berbinar, membuat jantung zakira bergetar
Zakira tertegun kembali, merasa semua yang di katakan Zion masuk akal dan melihat tatapan nya yang seperti itu zakira merasa yang dia katakan Zion tulus, tapi zakira tidak ingin cepat percaya gombalan nya
" Aku merasa kecewa saat aku tahu kau takut kepadaku, karena itu aku akan berubah menjadi pria yang bisa membuat mu nyaman !" Lanjut Zion
" Jadi pria seperti apa yang kau suka ?"
" Ak..aku tidak tahu ! Aku sudah mengantuk aku mau masuk dulu !" Zakira mendorong badan Zion lalu bergegas masuk ke kamar nya
" Dia masih takut kepada ku ! Dia tidak mempercayai ku " Gumam Zion sambil menatap zakira yang perlahan berlalu dari pandangan nya, lalu dia menatap pantulan wajah nya di air kolam yang tenang
" Tentu saja ! aku harus memperbaiki ekspresi wajah ku dulu menjadi lebih ramah !" Ucap nya kepada diri sendiri
****
" Ya ampun, dia membuat ku merinding !" Ucap zakira sambil melihat ke bulu di lengan nya yang pada berdiri
" Apa dia serius dengan ucapan nya !" Zakira memegang dadanya yang masih deg degan
" Ada apa dengan jantung ku ! Hei berhenti lah jangan tertipu rayuan nya !" Zakira memukul mukul pelan dadanya
Entah karena takut atau karena pernyataan cinta nya Zion yang membuat jantung zakira terus bergetar, yang jelas zakira kini jadi bimbang dengan sikap Zion yang tiba tiba ingin berubah demi dirinya.