
Malam sudah hampir dini hari, Zion tidak pulang ke rumah nya dia justru malah datang ke rumah zakira.
Zion mengetuk jendela kamar zakira, zakira yang tengah tertidur langsung terperanjat mendengar ada orang yang mengetuk jendelanya.
Zion terus mengetuk jendela membuat zakira ketakutan, tapi dia penasaran ingin melihat nya zakira dengan perlahan membuka sedikit gorden jendela kamarnya.
Lalu perlahan mengintip siapa yang ada di depan jendelanya itu, perlahan zakira melihat seseorang berbadan tinggi besar membuat tangan dan jantungnya bergetar.
Tapi saat zakira melihat wajah nya dia tercengang melihat Zion sedang berdiri dengan keringat membasahi rambut dan keningnya, zakira pun membuka gorden seluruh nya untuk memastikan nya.
Melihat kondisi Zion yang terlihat kacau tanpa berpikir panjang zakira berlari ke pintu depan untuk membukakan pintu untuk Zion.
Saat pintu terbuka Zion langsung merangkul erat zakira sampai membuat zakira tersentak.
" Apa yang terjadi dengan mu ?" Tanya zakira dengan wajah bingung dan perasaan khawatir.
" Aku butuh pelukan ! " Jawab Zion terus memeluk erat zakira.
" Kau tidak boleh ke rumah ku ! Nanti Zahir akan mengusir mu ,!"
" Kalau begitu sembunyikan aku.!" Zion menarik zakira ke dalam kamar nya.
" Apa yang kau lakukan .!" Protes zakira sambil berbisik.
" Nanti Zahir kebangun .!" Zion malah menatap nya dengan tatapan yang berbinar.
Tanpa peringatan Zion langsung mencium bibir zakira.
" Hei apa yang kau..lakukan .!" Zakira mencoba melepaskan ciuman Zion yang terlihat sangat kencang, sampai membuat zakira mengernyitkan dahi nya.
Zion tidak mendengarkan protes zakira karena sekarang dia sedang meluapkan kerinduan nya terhadap zakira.
Zion mendorong badan zakira sampai mentok ke tembok dia terus memvacum bibir zakira sampai zakira tidak mampu lagi untuk menolak nya.
Hingga akhirnya Zion melepaskan ciuman nya, kemudian mereka saling menatap tanpa di duga zakira berjinjit dan menarik leher Zion untuk kemudian saling beradu mekanik lagi sampai berakhir di atas ranjang.
Namun tidak untuk melakukan nya, mereka hanya berciuman panas untuk saling mengungkap kan kerinduan di diri mereka.
" Aku merindukan mu !" Ucap Zion lirih sambil memeluk kembali zakira yang tengah berbaring di atas kasur.
" Aku juga merindukan mu !" Zakira membalas pelukan hangat dari Zion itu, seperti tidak mau kehilangan momen.
Zion terus memeluk dan mengecupi zakira
" Hentikan ! Kau membuat seluruh wajah ku basah !" Zakira membungkam mulut Zion, Zion malah tersenyum salting.
" Apa yang kau lakukan dini hari begini ! Nanti kalau ada yang nyangka maling gimana ?"
" Aku sudah tidak kuat menahan nya, aku mau segera bertemu dengan mu !" Zakira terdiam sambil menatap hangat Zion yang juga tengah menatap nya.
" Kenapa kamu berkeringat.!" Zakira mengelus wajah Zion
" Semua sangat berat zakira, tapi sekarang kita bisa hidup tenang," Ujar Zion lalu dia menutup matanya sambil kembali memeluk zakira.
Zakira tidak mengerti apa maksud Zion, tapi zakira tidak mau bertanya lagi karena Zion nampak sudah mulai terlelap di pelukan nya.
****
Pada saat pagi hari zakira bersikap seperti tidak ada apa apa agar Zahir tidak mencurigai nya, Zahir telah pergi zakira bisa bernafas lega karena sekarang dia bisa menyuruh pergi Zion tanpa harus mengendap-endap.
Tapi saat zakira masuk ke kamar nya terlihat zion masih terlelap tidur, zakira tidak tega untuk membangunkan nya, alhasil zakira membiarkan nya tertidur untuk beberapa saat lagi di kamar nya.
Sudah hampir jam sepuluh, Zion masih belum ingin bangun tapi saat dia mendengar suara gaduh seseorang sedang memasak membuat nya terpaksa beranjak dari tempat tidur.
Perlahan Zion membuka pintu lalu dia bejalan ke arah dapur, di sana terlihat zakira tengah sibuk memasak, terlihat dapur sangat berantakan dan zakira yang sesekali teriak kesakitan terkena cipratan minyak membuat Zion tertawa kecil.
Mendengar seseorang tertawa zakira menoleh kebelakang di sana Zion sudah berdiri menontonnya memasak.
" Kau sudah bangun ! Duduk lah kau harus makan dulu sebelum pergi .!" Ujar zakira
Zion pun menurutinya.
" Mungkin rasanya agak aneh tapi masih bisa dinikmati , cobalah .!" Zakira menyodorkan beberapa hidangan hasil masakannya, Zion tersenyum lebar mendapatkan perlakuan hangat dari zakira.
Zion mulai menyantap makanan nya
" Ini lumayan ! Kau pandai memasak ternyata .!" Zakira tersenyum mendengar pujian Zion.
" Kau tidak makan ,?" Tanya Zion
" Aku sudah makan tadi pagi ! Kau saja , nikmati makannya yah aku mau membereskan kekacauan di sana .!" Zakira pergi kembali ke dapur yang memang sangat berantakan seperti kapal pecah.
Sambil makan Zion memandangi zakira yang sibuk beberes, suara gaduh alat masak dan piring yang berbenturan menjadi soundtrack indah pagi itu.
Zion yang awal nya tidak menyukai kegaduhan tapi melihat zakira yang melakukan nya membuat nya mentolerir nya, justru hal itu membuat dia tidak bisa berhenti tersenyum.
****
" Kau mengusir ku. ?"
" Euh bukan begitu maksud ku, hanya mencegah hal buruk terjadi saja ,"
" Kau takut Zidan tiba tiba datang, ?" Tanya Zion, zakira sempat terdiam lalu dia mengambil piring kotor bekas Zion.
" Dia hanya kadang kadang datang kesini ," Jawab zakira hati hati
" Jangan khawatir, aku tidak akan marah ," Zion beranjak dari tempat duduk nya lalu dia mengelus lembut rambut zakira.
Zakira yang tadinya tegang kembali tersenyum, membuat Zion ikut tersenyum.
" Aku akan tinggal sebentar lagi, perutku masih penuh ," Ujar Zion lalu dia berjalan ke ruang tamu.
Zakira membiarkannya, karena Zidan dan Zahir sedang tidak ada, di pun kembali melanjutkan beberes rumah, sambil terus di pandangi Zion, saat sedang mengepel Zion tiba tiba memeluknya dari belakang.
" Kenapa kau sangat cantik,"
" Hei, apa yang kamu lakukan !" protes zakira.
" lain waktu jangan memakai baju ini sambil beres beres yah ," Ujar Zion tidak bisa menahan diri melihat zakira memakai baju dress berwarna putih tanpa lengan itu.
" Kenapa ?"
" Kamu terlihat seksi dan semakin menawan, aku tidak mau kau menarik perhatian pria lain ." Zakira jadi salting mendapat pujian terus menerus dari Zion.
" Aku hanya memakai baju seperti ini di rumah saja ." Zakira melepaskan pelukan Zion, Zion malah terus bermanja manja pada zakira.
" Hei hentikan, aku harus segera menyelesaikan ini ." Zion tidak mau mendengar nya, Zion masih terus menggoda zakira dengan menggelitiknya.
Sampai zakira kegelian, jadilah mereka saling bercanda dan bergurau, untuk pertama kalinya Zion tertawa lepas dan merasa sebahagia ini, tidak nampak seperti seseorang yang telah membunuh.
Mungkin memang ayah nya lah penyebab hidup nya tak bahagia dan berantakan, walaupun tidak bisa di benarkan tindakan Zion itu memang tepat menghilangkan sumber keburukan yang tumbuh di dirinya.
" Aku menyerah !" Ujar zakira sudah kelelahan dan menjatuhkan diri di atas sofa.
" Kau membeli rumah ini dari uang ku ,?" Tanya Zion sambil menindih badan zakira, tapi zakira baru ingat kenapa Zion bisa tahu alamat rumah barunya.
" Tunggu dulu ! Dari mana kamu tahu alamat rumah ku ,?" Tanya zakira serius, Zion malah tersenyum lalu dia mencium bibir zakira.
" Hei, jawab dulu pertanyaan ku !" Zakira menutupi bibir nya.
" Aku yakin kamu pasti sudah tahu !" Zion menarik tangan zakira lalu mencium lagi bibir manis nya itu.
Zakira langsung tertegun mengetahui kalau Zion selalu mengikutinya,
" Apa dia tahu kalau aku sering bersama Zidan ,?" Benak zakira.
" Emmm Aaah !" Tiba tiba zakira mendesah karena Zion telah menggerayangi ke area lain.
" Hei hei jangan lakukan itu, aku harus segera pergi sekarang ." Zakira tersadar dan segera bangun sebelum Zion menginginkan hal yang lain.
" Kau mau pergi kemana ,?" Tanya Zion berhenti menggerayangi zakira.
" Aku harus cek up ke rumah sakit ,"
" Kau belum sembuh total rupanya, Aku akan ikut dengan mu ," Ujar Zion sambil berdiri
" Apa ? Jangan nanti Zidan marah ,!" Zakira ikut berdiri
" Kenapa aku harus peduli! Kau ini pacar ku dan aku mencoba bertanggung jawab ,!" Ujar Zion sambil memegang kedua lengan atas zakira.
" Aku mau membuktikan kepadanya mulai sekarang aku akan benar benar berubah dan akan menjaga mu ! Jadi dia tidak usah mencemaskan keadaan mu lagi ," Zion mencoba meyakinkan zakira.
" Sudah ku bilang, kamu tidak perlu memaksakan apapun ,"
" Sudah ku bilang aku tidak memaksakan diri ini kemauan hati kecil ku ," Zakira pun mengalah, dia membiarkan Zion ikut dengan nya .
****
Mereka segera berangkat, tapi zakira terlihat celingukan ke sekitarnya.
" Kamu kenapa ,?" Tanya Zion bingung
" Kau tidak membawa mobil ,?"
" Oh itu , anu aku semalam tidak memakai mobil ku ," Zion jadi gelagapan karena tidak mau zakira tahu kalau dia sudah membunuh orang.
" yaudah kita naik bis saja ." ucap Zakira terlihat kecewa lalu dia berjalan duluan, kemudian Zion menyusul nya sedikit berlari kemudian dia menggandeng mesra tangan zakira.
Zakira tersenyum melihat Zion terlihat bahagia, raut wajah nya kini menggambar kan keceriaan.