
Pagi sudah menjelang, zakira hendak beranjak dari tempat tidur namun lengan Zidan yang masih memeluk pinggang nya menahan nya cukup kuat.
" Aku mau ke kamar mandi ," ucap zakira sambil berusaha melepaskan pelukan Zidan.
" Beri aku ciuman selamat pagi dulu ," ucap Zidan manja.
Zakira membalikan badannya menghadap Zidan, dan Zidan sudah bersiap untuk menerima ciuman dari nya.
" Nggak mau, nanti kamu minta sesuatu yang lebih ," zakira menutup mulut Zidan dengan tangan nya, hal itu membuat Zidan kecewa.
Tidak mau menyerah, Zidan dengan cepat membuat posisi zakira jadi berada di bawah nya.
" Apa yang mau kamu lakukan ?" protes zakira, Zidan malah tersenyum smirk lalu dia mencium bibir zakira.
Perlahan tangan zakira meraih Tengkuk leher Zidan dan membuat ciuman mereka semakin intens, tak hanya di satu titik saja, Zidan kemudian menjamah ke leher zakira yang nampak sangat menggodanya itu.
Merasa sudah puas Zidan pun menghentikan ciumannya lalu mereka berdua saling menatap penuh hasrat.
" Dasar nakal !" Zakira menarik telinga Zidan cukup kencang sampai membuat Zidan mengerang kesakitan.
" aww sakit ..." Keluh Zidan dengan suara manja sambil menyusup kan kepalanya ke atas dada zakira membuat zakira tertawa puas.
" Aku harus menemui Zahir ," ucap zakira, Zaidan langsung mengangkat kepalanya lagi.
" Kamu benar, aku hampir lupa kita harus mempersiapkan pernikahan kita ," ujar Zidan.
Mereka pun saling menatap lagi.
" Aku tidak percaya besok aku akan segera menikah dan langsung menjadi seorang ibu juga, semua nya berjalan terlalu cepat ,"
" Ayo kita selesaikan semua ini, aku ingin segera hidup damai dengan mu," ujar Zidan, zakira menghela nafas panjang lalu mengangguk pelan.
" baiklah, ayo kita lakukan " pungkasnya nya.
Merekapun segera bersiap untuk mengurusi semua hal yang perlu di siapkan untuk acara pernikahan mereka besok.
Termasuk membujuk Zahir untuk bisa menerima keadaan yang sudah terlanjur terjadi, mau tidak mau Zahir harus menjadi wali untuk kakak nya.
Zakira mendatangi kamar kos Zahir sendirian, dia sengaja tidak datang bersama zidan untuk menghindari perseteruan yang mungkin terjadi lagi.
Zakira menarik nafas panjang sesaat setelah dia sampai di depan pintu kamar kos Zahir, lalu dia mulai mengetuk pintu berharap kali ini Zahir mau mendengarkan penjelasan nya.
Namun saat Zahir mengetahui kalau yang datang adalah kakak nya dia enggan untuk membuka kan pintu, karena dia masih marah dan juga kecewa pada kakak nya itu.
" Zahir , buka dulu sebentar kakak mau menjelaskan semuanya sama kamu ," ucap zakira dari balik pintu, Zahir mencoba tidak mempedulikan nya.
Namun zakira tidak mau menyerah untuk membujuk Zahir karena besok adalah hari pernikahan nya dan Zahir harus datang.
" Zahir kakak mohon, buka dulu pintunya ! Kakak tahu kakak salah tapi semuanya sudah terlanjur, benar kata kamu kakak emang bodoh kakak tidak pernah berpikir dua kali dan selalu menyesal pada akhirnya, untuk kesalahan yang terakhir kalinya kakak minta maaf Zahir," zakira terus berbicara di depan pintu berharap Zahir akan memaafkan nya lagi kali ini.
Tapi sampai beberapa saat Zahir masih belum juga membukakan pintu membuat zakira kecewa dan hampir menyerah.
" Kamu sangat membenciku sekarang ? Bahkan untuk menjawab ku saja kamu gak mau Zahir ? ," Zahir masih enggan menjawab atau pun membukakan pintu.
" Kakak memang sedang hamil dan besok kakak mau menikah dengan Zidan, ini sangat tak terduga Zahir kakak sebenarnya sangat takut untuk melakukan semua ini," ucapan nya terhenti karena dia merasa sedih sekarang.
" sebenarnya kakak juga belum siap tapi Zidan dia selalu meyakinkan kakak kalau semua nya akan baik baik saja, dia selalu membuat kakak kuat dan selalu mendorong kakak untuk selalu melihat sisi positif setiap kejadian yang menimpa kakak," tutur zakira.
Air mata nya mulai membasahi pipi nya, sementara di dalam sana diam diam Zahir mendengar kan semua yang di ucap kan zakira.
" Zahir ? Aku tahu kamu mendengar kakak, kakak tidak mau memaksamu tapi kamu keluarga kakak satu satu nya, kakak mau meminta restu dari kamu ," pungkas zakira dengan suara lirih, setelah zakira bicara panjang lebar Zahir masih belum juga membukakan pintu untuk nya.
Merasa Zahir tidak akan memaafkannya, kali ini zakira menyerah, zakira pun pergi dengan langkah yang berat.
Sementara di dalam kamar kos itu, Zahir sedang berdiri tertegun, hati dan pikiran nya sedang berkecamuk tentang bagaimana dia harus bersikap sekarang.
Tak mau menyesal, Zahir pun menyingkirkan ego nya dia berlari menyusul zakira yang sudah pergi agak jauh, beruntung masih bisa di kejar nya.
" Kakak !" Teriak Zahir, seketika zakira langsung menoleh ke belakang nya, Zahir langsung berlari ke arah zakira dan langsung memeluk nya erat dan mulai menangis.
" Maaf kan aku, aku terlalu keras pada mu," ucap Zahir lirih, zakira tidak bisa berkata apa apa lagi karena dia terlalu terharu mendapati Zahir telah mengerti akan posisi dirinya sekarang.
****
Keesokan harinya, hari pernikahan zakira dan Zidan akan segera di laksanakan di vila milik keluarga Zidan.
Di dalam kamar ganti zakira sedang bersiap memakai gaun putih yang di beli khusus oleh Zidan untuk acara penting itu, walaupun acaranya sederhana tapi Zidan mau membuat zakira terlihat seperti seorang ratu di hari pernikahan nya itu.
Saat sedang merapikan gaunnya, dari luar terdengar seseorang mengetuk pintu dan itu adalah Zidan, zakira pun membiarkannya untuk masuk.
" Kamu sudah siap ?" Tanya Zidan seraya berjalan menghampiri zakira yang tengah duduk di depan kaca rias.
" Walaupun tidak banyak orang, tapi aku gugup Zidan ," jawab zakira, namun Zidan malah salah fokus dengan penampilan zakira sekarang.
" Kamu sangat cantik ," puji Zidan menatap zakira dengan mata yang berbinar lalu dia semakin mendekatkan diri nya ke hadapan zakira.
" Aku akan terus menggenggam tangan mu, jadi tenanglah ," ujar Zidan lalu dia mengecup lembut bibir zakira, zakira pun tersenyum malu malu.
Nampak dari raut wajah nya dia sedang sangat bahagia sekarang, walaupun sederhana dan di adakan mendadak dengan restu yang sulit di dapat tapi zakira merasa bahagia karena orang yang di samping nya adalah orang yang sangat mencintainya dan juga di dicintainya.
Meski ibu Zidan masih tidak mau memberikan restu nya tapi pernikahan sederhana itu berlangsung dengan lancar dan Hidmat.
Zidan telah memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis zakira sebagai tanda bahwa zakira kini adalah milik dia seutuhnya.
Kini zakira dan Zidan telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah, setelah banyak drama yang di lalui akhirnya satu hal yang mereka perjuangkan pun telah terlaksana.
Zidan terlihat sangat bahagia begitupun zakira, Zahir yang tadi nya tidak menyetujui pernikahan ini pada akhirnya ikut bahagia melihat kakak nya tersenyum ceria.
" Aku titip kakak ku, jangan buat dia menangis lagi ! aku mempercayai mu untuk menjadi pendamping hidup nya, jangan pernah kecewakan aku lagi ," ujar Zahir tegas kepada Zidan.
" Aku akan menjaganya dan akan membuat nya selalu tersenyum bahagia seperti ini,"
Namun di balik kebahagian mereka tentu saja selalu ada orang yang sirik, siapa lagi kalau bukan Zee. Semua usaha nya untuk menjauhkan zakira dari Zidan ternyata sia sia, mereka malah menjadi suami istri.
Hal itu membuat Zee semakin membenci zakira, kali ini Zee sudah tidak berniat merebut Zidan namun dia ingin melihat zakira tetap hidup sengsara meski telah hidup bersama Zidan.
Zee mau hari hari yang zakira lewati bersama Zidan terasa menyiksa, senjata andalan nya adalah dengan memanfaatkan kebencian ibu Zidan.
Zee berniat untuk terus menghasut ibu Zidan supaya terus membenci zakira hingga menjadikan nya ibu mertua yang kejam buat zakira, otomatis kehidupan pernikahan zakira tidak akan seindah yang di harapkan nya.
" Lihat ****** itu, aku benci melihat dia tersenyum seperti itu !" Gerutu Zee sambil menatap zakira yang sedang bercengkrama dengan zidan dari kejauhan.
Acara selesai dengan cepat, beberapa orang tamu yang datang telah pergi satu persatu, Zidan terlihat mengantar mereka ke depan, Zee melihat zakira tengah sendirian, dia pun menghampirinya.
" Apa kau merasa seperti Cinderella sekarang ?" Ujar Zee, zakira langsung menoleh ke arah Zee datang.
" Seorang pelacur menjadi istri seorang dokter tiga generasi , kau pasti sudah memakai semua keberuntungan mu hanya untuk itu ," Zee mulai mengompori zakira lagi.
" Kau ini kenapa ? Apa kau iri ? " Ucap zakira tidak ingin kalah.
" Kenapa aku harus iri, derajat ku lebih tinggi dari mu ,"
Zakira tertawa kecil untuk mengejek Zee.
" Aku tahu, tapi kau kalah saing dengan pelacur, itu pasti memalukan ," sarkas zakira langsung membungkam mulut tajam Zee.
" Sayang ," terdengar suara Zidan memanggil zakira.
" Iyah sayang ," jawab zakira seraya tersenyum smirk kepada Zee, hal itu semakin membuat Zee kesal merasa zakira sedang meledek nya.
Zidan menghampiri zakira untuk mengajak nya masuk ke dalam vila, tanpa menghiraukan keberadaan Zee karena Zidan masih marah kepadanya karena kejadian waktu itu.
Namun Zee tidak mau berdiam diri dan tidak terima di acuhkan seperti itu.
" Selamat atas pernikahan kalian ," ujar Zee dengan senyum palsu di bibir nya.
Zidan dan zakira menoleh ke arah nya bersamaan tanpa bereaksi apapun.
" Aku akan mengirimkan hadiah spesial untuk kalian ,"
" Tidak usah," ucap Zidan menolak mentah mentah lalu pergi meninggal kan Zee.
Senyuman Zee seketika hilang dan kembali kesetelan sinis nya.
" Aku akan tetap mengirimkan nya, lihat saja nanti kalian pasti akan terkejut ," gumam Zee.
Entah apa yang akan Zee lakukan yang pasti itu bukan hal yang baik, dia adalah tipe manusia yang tidak bisa melihat orang lain bahagia.