The Rose

The Rose
bom waktu



" siapa nama mu ?" Tanya Zion setelah melepaskan ciumannya


" Zakira !" Jawab zakira pelan dengan nafas yang terengah tapi masih tidak berani memandang wajah zion


" Aku suka bibir manis mu ! Dan leher indah mu ini !" Zion lanjut mengecup leher zakira sampai meninggal kan beberapa bekas memerah di leher zakira


" Kau milikku dan hanya untukku, aku tak akan melepaskan mu !" Ujar nya dengan suara berat


" Kalau kau sampai bermain dengan pria lain, aku tak akan segan menghukum mu !" Ancam nya


" Kau boleh pulang sekarang, besok aku akan menghubungi mu !" Pungkas Zion lalu pergi meninggalkan zakira, zakira langsung membuang nafas lega sesaat setelah Zion pergi


" Ya ampun kenapa dia sangat menakutkan, bahkan mendengar suaranya saja membuat ku merinding !"


" Apa yang dia lakukan pada leher ku !" Zakira memegang leher nya yang terasa sakit, dia tidak tahu apa yang di tinggal kan Zion di lehernya


***


Zakira pulang tepat jam 12 malam, dan Zahir sudah tertidur lelap


" Apa aku jadi Cinderella sekarang !" Imbuh nya saat melihat jam di ponsel nya


Zakira segera menghapus semua riasan di wajah nya, namun dia tercengang saat dia melihat ada beberapa tanda kemerahan di leher nya


" ya ampun apa ini !! " Zakira mencoba menghilang kannya namun tidak bisa


" Gimana ini, kenapa tidak mau hilang !" Zakira menjadi resah karena mungkin Zahir akan melihat nya besok.


Pagi hari pun tiba, zakira masih terlelap namun suara telepon dari seseorang membangunkannya


📞 Iyah ?


📞 Kau masih tidur ? ( Terdengar suara seorang pria )


📞 Siapa yah ? ( Allura mencoba mengumpulkan nyawa nya )


📞 Kau sudah lupa, ini aku Rendy !


Ternyata yang menelpon nya adalah Rendy, mantan pacar nya sekaligus pelanggan pertamanya, Rendy berniat untuk mengajak zakira bertemu hari ini, namun zakira menolaknya karena dia sudah di kontrak seseorang, tapi Rendy memaksa nya, zakira pun tidak bisa beralasan lagi akhirnya dia menyetujui untuk bertemu tapi jika dia ada waktu Rendy pun setuju.


" Apa tidak apa apa ? " Benak nya " gak apa apa lah toh dia gak bakalan tahu !" Ucap zakira


Zakira pun keluar kamar untuk pergi ke kamar mandi, namun saat itu dia melihat adiknya berbaring di atas sofa dan terlihat menggigil


" Kenapa dia ?" Zakira mendekatinya lalu iseng memegang jidat nya dan benar saja bahwa adiknya itu demam, zakira pun membawanya ke dokter walaupun awal nya Zahir menolak tapi zakira memaksanya


***


Mereka pun tiba di rumah sakit tempat waktu itu zakira di periksa, dokternya pun orang yang sama yaitu dokter Zidan. Zakira dengan malu malu masuk sambil menggandeng Zahir,


" Silah kan du..duk !" Ucap Zidan agak tercengang saat melihat zakira masuk


" Kamu datang lagi ?" Ucap Zidan masih mengingat zakira " dia pacar mu ?" Celetuknya membuat zakira dan Zahir bingung


" Bukan, dia adik ku !" Sanggah zakira segera


" Ooh !" Ucap Zidan sambil tersenyum


" Kenapa anda tersenyum, dia benar benar adikku !" Tegas zakira, mengira Zidan berpikiran yang tidak tidak


" Iyah, aku percaya !" Jawab Zidan lalu dia menyuruh Zahir duduk untuk di periksa


Setelah pemeriksaan selesai, Zahir ternyata sakit tipus dan perlu banyak istirahat


" Kau sudah tidak melakukan nya lagi kan ?" Tanya Zidan tiba tiba


" Apa ? Melakukan apa ?" Zakira tidak mengerti dengan apa yang di maksud Zidan


" Kau pasti masih melakukan nya, aku peringatkan sekali dua kali bisa saja tidak jadi, tapi kalau keseringan nanti kamu bisa ha..." Zakira langsung memotong ucapan Zidan


" Aku sudah tidak sakit, aku sudah sembuh !" Teriak zakira dengan wajah panik


Zahir menatapnya bingung, lalu zakira mengisyaratkan kepada Zidan supaya dia tidak bertanya tentang masalah itu di depan adik nya. Zidan pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .


" Kenapa dia bertanya hal sensitif seperti itu, untung saja tadi aku mencegah nya, kalau tidak !" Gerutu zakira setelah keluar dari ruangan pemeriksaan


" Kakak kenapa ? Dari tadi terlihat aneh ! Itu lagi kenapa kakak pake Hoodie di gituin, apa gak panas ?" Protes Zahir melihat zakira mengikatkan tali hoodinya sampai menutupi seluruh leher nya


" Dasar aneh !" Ketus Zahir lalu pergi duluan meninggal kan Zakira,


" Adik kurang ajar !" Kesal nya


***


Selama zakira berjalan bersama Zahir, ternyata ada seseorang yang mengikuti mereka, ternyata dia adalah suruhan nya Zion untuk menelusuri kehidupan zakira dan dengan siapa saja dia bertemu, Zion tidak mau kalau zakira bertemu dengan pria lain selain dirinya, bahkan dengan adiknya sekalipun.


" Bawa dia kesini !" Perintah Zion saat dia mengetahui kalau zakira sedang bersama adik nya


Saat zakira dan Zahir sedang menunggu bus, tiba tiba sebuah mobil Mercedes-Benz hitam berhenti tepat di hadapan nya, lalu seorang pria turun dari mobil kemudian menghampiri zakira


" Anda harus segera ikut saya menemui tuan Zion !" Ucap nya, seketika zakira langsung panik karena Zahir mendengar nya


" Siapa dia kak ?" Tanya Zahir


" Anda harus segera pergi, sebelum tuan Zion marah !" Ucap nya lagi


" Euh dia .." zakira menarik Zahir ke tempat agak jauh dari orang tadi " dia suruhan nya bos kakak !" Bisik zakira


" Kenapa dia mencari kakak ?"


" Euh gak tahu, kayak nya ada hal penting deh ! Kamu pulang duluan yah !" Zakira meninggal kan Zahir, tapi balik lagi untuk memberi Zahir uang buat makan dan uang jajan nya, lalu zakira pamit lagi dan menyuruh Zahir segera pulang


Zakira mengikuti perintah Zion dengan segera, walaupun merasa cemas kepada adik nya karena Zahir harus pulang sendiri dalam kondisi sakit seperti.


Zahir menatap kepergian zakira yang sudah berlalu dengan mobil mewah itu, dia mencoba memahami kakak nya itu yang harus bekerja keras untuk dirinya.


***


Di dalam mobil zakira menghela nafas berat, lalu melepaskan ikatan Hoodie di lehernya


" Kenapa dia tiba tiba menyuruh ku datang ? Padahal dia bisa menelpon ku dulu nanti aku bisa berdandan dulu !" Ujar zakira merasa tidak PD dengan apa yang dia pakai sekarang


" Jika tuan Zion menyuruh anda melakukan sesuatu anda harus segera menuruti nya, tidak ada kata nanti atau sebentar bagi tuan Zion !" Jawab asisten Zion yang bernama Doni


" Kenapa ?"


" Karena dia Zion, anda harus berhati hati dia gampang marah dan arogan !" Ucap Doni memperingati zakira


" Dia mudah marah dengan kesalahan sekecil apapun dia juga ringan tangan, jadi jika anda mau selamat anda harus menjaga sikap anda jangan sampai memancing kemarahannya !" Lanjut nya, zakira pun menelan ludah nya setelah mendengar peringatan dari Doni


***


Mereka pun tiba di hunian Zion, saat baru saja masuk zakira sudah mendengar suara teriakan zion dari dalam sana membuat nya ingin pulang lagi


Kata makian kasar dan umpatan terdengar jelas, Zion seperti sedang memarahi seseorang di dalam sana.


" Sepertinya ini bukan waktu yang tepat ! Sebaiknya aku pulang saja !" Ujar zakira hendak pergi namun Dion mencegah nya pergi dan menyuruh nya untuk tetap menemui zion


" Anda harus bisa menenang kan nya !" Suruh nya


" Bagaimana aku bisa menenangkan singa yang sedang mengamuk !" Ujar zakira gelisah


Tanpa tapi, zakira di tarik masuk ke dalam ruangan di mana zion sedang marah marah, baru saja sampai di depan pintu sebuah bola golf melayang hampir mengenai jidat zakira, zakira yang panik hampir kehilangan pijakan nya.


Namun itu baru permulaan, pemandangan di hadapannya sepertinya akan lebih mengerikan karena Zion sudah siap mengayunkan stik golf ke arah seorang pria yang sedang berlutut.


Tanpa rasa iba Zion langsung menghantam kannya ke kepala orang itu, sontak membuat zakira berteriak histeris. teriakan zakira itu membuat Zion berhenti melakukan aksinya tapi dia kini berjalan ke arah nya membuat zakira ketakutan setengah mati


Zion melemparkan stik golf yang sudah berlumuran darah itu lalu menghampiri zakira, dia berjongkok di depan zakira yang ambruk dan sedang menangis


" Kenapa kau menangis hah ? Aku hanya bercanda ! Kita sedang bersenang senang !" Ujar Zion tanpa rasa bersalah


" Orang ini benar benar gila !" Benak zakira


Zion memegang dagu zakira lalu menyeka air mata zakira " Kemana saja kau, aku merindukan mu !"


" Kau mau ikut bersenang senang dengan ku ?" Tanya Zion sambil tersenyum smirk, zakira menggelengkan kepala nya. Tiba tiba senyum di bibir Zion menghilang dan pandangan nya berubah menjadi sinis


" Bawa dia ke kamar ! " perintah Zion ke Dion . Lalu Zion mengambil lagi stik golf nya kemudian dia melanjutkan melampiaskan kemarahan nya kepada orang tadi.


Zion sudah seperti bom waktu yang sewaktu waktu bisa meledak dimana saja dan kepada siapa saja.