The Rose

The Rose
si pria baik hati



Saat tiba di rumah Zidan, zakira sudah bisa bernafas lega karena dia kini aman, karena kondisinya masih sakit baru di depan pintu zakira kehilangan kesadarannya


Zidan dengan sigap meraih badan zakira yang sudah terkulai lemas


Dia langsung membawa nya ke dalam, namun karena baju zakira kotor dan basah, walaupun itu sangat memalukan bagi nya tapi Zidan terpaksa menggantikan bajunya


Namun saat baru melepas beberapa kancing baju nya zakira, Zidan melihat lebam yang sudah menghijau itu artinya lebam nya sudah cukup lama


" Apa yang terjadi padanya ?" Zidan kini penasaran dengan apa yang menimpa zakira Samapi membuat nya babak belur


Tak mau terus berprasangka Zidan melanjut kan kegiatan nya tadi, saat seluruh baju zakira telah terlepas Zidan langsung dibuat lebih tercengang karena di lengan dan punggung nya pun terdapat memar


Lalu Zidan memeriksa tangan nya yang di perban, ternyata tangan nya patah bahkan semua jari di tangan yang sebelah lagi biru biru semua


Zidan merasa iba melihat kondisi zakira yang sangat memprihatikan


" Siapa yang tega melakukan ini pada wanita tak berdaya ini !" Ucap nya semakin tidak tega melihat kondisi zakira


Lalu Zidan melihat kaki zakira yang kotor, zidan pun membersih kannya, tanpa rasa canggung Zidan membersihkan seluruh badan zakira dan memberinya infusan lagi dan menyuntik nya dengan beberapa obat yang di butuh kan zakira.


Sebelum itu Zidan sudah memindah kannya ke kamar supaya zakira bisa beristirahat dengan nyaman.


****


Sementara itu Zion masih berusaha mencari keberadaan zakira sampai dini hari,


Dia tidak memboleh kan orang orang suruhan nya pulang sebelum mereka menemukan zakira.


Bahkan sampai matahari terbit pun Zion masih terus mencari keberadaan zakira, namun nihil Zion masih belum mendapat informasi tentang keberadaan nya saat ini.


Zion pulang dengan sangat kesal dan penuh amarah, dia melempar dan menendang semua barang yang ada di rumah nya, dia juga membentak bahkan memukul siapapun yang mendekati nya, sontak para pelayan dan asisten nya berlarian menyelamat kan diri dari amukan Zion


Lalu Zion berjalan masuk ke kamar bekas zakira, amarah nya semakin menjadi dia meninju cermin besar di hadapannya sampai remuk belum puas bahkan dia meninju dinding sampai tangan nya terluka


Setelah itu Zion ambruk lalu berteriak sekencang kencang, setelah amarah nya mulai reda dia duduk bersandar pada tembok, dia melihat darah mengucur dari tangan nya yang terluka


Dan saat itu juga dia baru sadar dengan apa yang telah dia perbuat kepada zakira sampai membuat nya melarikan diri dan sekarang dia baru merasa bersalah karena telah menyakiti nya dengan sangat kejam


****


Setelah semalaman tertidur pulas, saat pagi hari zakira terbangun dan dia baru sadar kalau dia berada di kamar orang asing


Dia melihat kesekitar, dia tidak ingat dengan apa yang terjadi malam tadi, lalu dia melihat pakaian nya telah di ganti dan sepertinya pakaian yang dia pakai adalah pakaian pria sontak zakira langsung merasa canggung


Saat dia mencoba beranjak dari tempat tidur tiba-tiba seseorang masuk


" Jangan dulu bangun, kondisi kamu masih belum stabil !" Ujar Zidan sembari membawakan zakira sarapan


Zakira langsung tercengang saat dia baru sadar kalau semalam dia meminta tolong kepada Zidan


" Kamu masih harus banyak istirahat, sekarang kamu sarapan dulu dan minum obat kamu !"


Zakira masih tidak percaya dan tidak habis pikir kenapa bisa pas seorang dokter yang menolong nya


Melihat zakira terus menatap nya , Zidan pun menempelkan telapak tangan nya ke kening zakira


" Panas mu sudah turun !" Ucap nya menyadarkan zakira


" Apa ini kebetulan ?" Tanya zakira


" Entah lah, tapi kamu beruntung aku yang menemukan mu !" Ujar Zidan sambil duduk di ujung kasur


" Sebenar nya aku tidak mau membahas nya tapi mungkin aku bisa membantu mu, apa pacarmu menyiksamu ?" Tanya Zidan dengan tatapan serius


" Kau melihat semua nya ?" Zakira menutupi badan nya


" Aku tidak bermaksud lancang, hanya saja tadi malam keadaan nya darurat!" Ucap Zidan malu malu


" Apa yang terjadi ?" Tanya Zidan kembali ke topik utama


" Aku..hanya..!" Zakira tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya karena mungkin itu akan membuka aib nya


" Kalau kamu belum bisa cerita, jangan di paksakan nanti saja kalau kamu sudah siap ! Nanti kalau keadaan mu sudah baikan kamu harus lapor polisi , dari awal aku lihat dia memang tipikal pria kurang ajar !" Ujar Zidan


" Kamu tau dia ?"


" Kau lupa ? Kita pernah bertemu di rumah sakit dan pacarmu itu telah menghinaku !"


" Dia bukan pacar ku, dia hanya...!"


Melihat zakira terlihat sedih, Zidan langsung menyuruh nya makan dan melupakan apa yang dia katakan tadi


" Terimakasih banyak ! " Ucap zakira mata nya mulai berkaca kaca


" Eh jangan nangis ! Itu sudah jadi tugas ku menolong orang yang memerlukan bantuan ! Kamu tidak perlu merasa terbebani !" Zidan mencoba menenang kan zakira


" Bantuan kamu lebih dari itu, kamu telah menyelamatkan seluruh hidup ku !" Ucap zakira seraya melanjutkan makan nya di sertai air mata yang mulai mengalir di pipinya


Zidan memandang nya dengan tatapan nanar, dia merasa kalau kehidupan yang zakira jalani pasti berat


Setelah selesai makan dan minum obat, Zidan menanyakan apakah ada keluarganya yang bisa di hubungi, zakira memberitahu nya bahwa dia hanya punya seorang adik laki laki, Zidan langsung mengerti keadaan zakira dan menyuruh nya untuk beristirahat, nanti siang Zidan akan mencoba menghubungi adik nya


****


Zahir yang hendak pergi sekolah tercengang saat melihat beberapa orang yang berbadan tegap memberikan selebaran foto kakak nya kepada orang orang di jalan dan di mobil


" Kenapa kakak ku di cari orang orang seperti itu ? Apa mereka defkolektor bank ?" Zahir langsung bersembunyi dan mencoba menelpon kakak nya


Ponsel zakira tengah di pegang oleh Zion yang sedang berharap dengan putus asa berharap zakira mau kembali ke rumah nya


Kemudian ada panggilan masuk ke ponsel milik zakira dan tertulis " adik " di layar ponsel


Zion pun menjawab nya


" Kakak kenapa banyak orang menyeramkan yang mencari mu ?" Ujar Zahir


" Kau adiknya zakira ?" Tanya Zion


" Siapa ini ? " Zahir memeriksa lagi nomor yang dia panggil takut nya salah nomor tapi tidak itu memang nomor milik kakak nya


" Kenapa kau menjawab ponsel kakak ku ?" Tanya Zahir lagi


" Kau tahu dimana kakak mu berada ?" Merasa ada yang tidak beres Zahir langsung menutup panggilan nya


" Dasar orang aneh, aku jadi khawatir, dimana dia sekarang !" Ujar Zahir lalu pergi menuju rumah nya lagi


Beberapa saat kemudian, ada panggilan masuk ke ponsel Zahir dari nomor baru


Awal nya Zahir ragu untuk mengangkat nya tapi akhirnya dia menjawab nya


Terdengar suara seorang pria di balik panggilan itu, Zahir merasa khawatir namun ternyata itu panggilan dari Zidan, dia memberitahukan bahwa zakira sedang sakit dan dia ingin bertemu dengan adik nya


Zidan telah mengirim alamat rumah nya kepada Zahir, dan juga menyuruh zahir membawa beberapa pakaian untuk kakak nya


Zahir pun mengerti dan akan datang kesana nanti malam.


****


Siang ini Zee mengajak Zidan untuk makan siang di luar sebagai peringatan hari pertama jadian mereka


Awal nya Zidan menolak tapi merasa kasihan kepada Zee dia akhirnya setuju untuk pergi


Sepanjang jalan Zidan tercengang saat melihat Banyak orang berbadan besar sedang menyebarkan gambar zakira


" Ada apa ini ?" Tanya Zidan


" Aku seperti pernah melihat wanita ini ! Tapi dimana yah, apa di rumah sakit ?" Ujar Zee seraya memperhatikan foto zakira


Zidan jadi merasa khawatir, takut nya mereka segera mengetahui keberadaan zakira melihat dari orang orang itu Zidan yakin kalau mereka pasti suruhan orang yang memukuli zakira


" Kita balik lagi aja yuk !" Ajak Zidan kepada Zee


" Loh kita baru juga sampai !"


" Kita makan di rumah aku ajah yah !" Baru hari pertama jadian sudah di ajak ke rumah nya tentu saja Zee tidak bisa menolak


Zee pun menurut tanpa protes, tapi Zee memperhatikan Zidan seperti orang yang sedang cemas


" Kamu kenapa kaya orang gelisah gitu ?" Tanya Zee


" Euh anu, tidak apa apa ! " Ucap Zidan sambil tersenyum untuk menyembunyikan kegelisahan nya


Setelah sampai Zidan baru sadar, Zee belum tahu kalau ada zakira di dalam, alhasil Zidan gelagapan dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang


Sedang Zee sudah bersiap untuk masuk


" Euh Zee aku minta maaf tapi, apa boleh kita batalkan acara hari ini, aku baru ingat kalau di rumah ku tidak ada makanan apa apa !" Ucap Zidan dengan hati hati


" Gak apa apa nanti kita pesen go food ajah !" Jawab Zee santai


" Tapi rumah ku berantakan, nanti kamu tidak nyaman !" Zidan masih berusaha mencari alasan biar Zee tidak masuk ke rumah nya


" Kamu ini kenapa, kita sudah kenal lama jadi santai ajah !" Zee merebut gagang pintu yang sedari tadi Zidan pegang dan masuk duluan ke dalam rumah


" Rumah rapi gini di bilang berantakan ! " Protes Zee saat melihat keadaan rumah terlihat rapih dan bersih


" Kamu terlihat aneh ! Apa kamu menyembunyikan sesuatu ?" Tanya Zee sambil menatap tajam Zidan


Zidan langsung terlihat canggung dan gelagapan, melihat ada yang tidak beres Zee langsung masuk ke dalam dapur lalu memeriksa kulkas, ternyata isi kulkas nya penuh dengan bahan makanan


" Ini apa ? Kenapa kau berbohong ?" Tanya Zee mulai kesal


" Sebenar nya, begini aku.. ,!" Zidan semakin gelagapan


" Aku sudah mengenal mu lama Zidan, aku tahu kamu tidak pandai berbohong, ayo katakan ada apa ini ? Kau menyembunyikan sesuatu dariku ?" Zee terus menekan Zidan


Sementara di dalam kamar zakira terbangun karena mendengar ada suara ribut di luar, walaupun masih sempoyongan dia tetap berusaha berjalan keluar untuk melihat apa yang terjadi


Saat zakira membuka pintu, dia mendengar suara seorang wanita yang sedang ngomel, zakira pikir itu istri Zidan, mungkin dia marah karena suaminya menolong nya


Dia pun keluar berniat untuk meminta maaf, tapi justru membuat keadaan semakin kacau.