
Sudah hampir satu Minggu Zidan dan zakira berbulan madu, kini saat nya Zidan harus kembali ke kota untuk mulai bekerja lagi.
Walaupun masih betah tinggal di vila itu, namun Zidan tidak boleh mengabaikan tugas nya sebagai dokter.
Sebelum pulang ke rumah , zakira meminta Zidan untuk singgah dulu ke rumah nya di desa waktu itu.
Namun saat baru sampai di depan rumah zakira tiba tiba teringat kepada Zion. karena di rumah itu hanya ada kenangan Zion seorang.
" Kamu kenapa ?" Tanya Zidan melihat zakira tiba tiba termenung.
" Hah ? Tidak aku hanya merindukan rumah kecil ku itu ," dalih zakira seraya melepas sabuk pengaman nya lalu turun dari mobil.
Saat masuk ke dalam rumah, keadaan di dalam masih sama seperti saat dia meninggal kan rumah dua minggu yang lalu.
Zakira baru ingat waktu itu Zion tidak sempat mengantar nya pulang yang akhirnya sekarang zakira pulang bersama Zidan yang sudah menjadi suaminya.
Jika di pikir lagi kebelakang, zakira merasa semua yang terjadi padanya selalu di luar dugaan dan tidak pernah terencana.
Zakira melihat beberapa kaos dan dan celana milik Zion berserakan di atas kursi membuat hati nya tiba tiba sedih.
Zakira perlahan mengambil salah satu baju itu dan masih tercium aroma khas Zion, seketika semua kenangan bersama Zion terbersit di ingatan nya.
Mulai dari awal pertemuan nya dengan Zion, suara berat nya, tatapan Zion yang dingin dan semua kenangan indah saat Zion berusaha keras untuk menjadi pria baik untuk nya.
Bahkan kenangan buruk yang di berikan Zion pun masih membekas di hati zakira, bentakan dan kecemburuan nya masih tergambar jelas di ingatan zakira.
Kebersamaan nya dengan Zion sangat singkat namun sangat membekas walaupun beberapa kali nyawa nya hampir melayang karena nya tapi tidak bisa di pungkiri kalau Zion sempat membuat nya bahagia juga.
Mengingat perpisahannya yang tiba tiba waktu itu membuat hati nya merasa bersalah dan juga ada rasa menyesal juga di hati nya.
" Itu punya Zion ?" Tanya Zidan, tiba tiba zakira menangis sampai membuat Zidan kaget, Zidan langsung menghampiri nya dan memeluknya.
Zidan tahu bahwa sekarang zakira pasti teringat kepada Zion, Zidan tidak bisa menampik bahwa selama ini zakira lebih sering bersama Zion.
dan dia juga tidak bisa menyangkal kalau Zakira pasti pernah jatuh cinta kepada Zion.
Setelah beberapa saat zakira bisa menghentikan tangis nya lalu melanjutkan membereskan semua pakaian dan barang nya yang akan dia bawa.
Namun saat dia ke kamar mandi, dia melihat perban yang penuh dengan darah bekas Zion yang masih belum di buang, hal itu kembali menyayat hati nya namun kali ini zakira mencoba menguatkan hatinya.
Karena dia harus menghargai perasaan Zidan sebagai suaminya, lalu zakira mengambil beberapa barang dari dalam laci di kamar nya lagi lagi zakira menemukan barang yang membuat nya kembali mengingat Zion.
Zakira mengambil sebuah cincin yang waktu itu Zion berikan kepadanya untuk melamarnya, lalu tiba tiba Zidan masuk ke dalam kamar seketika zakira langsung menyembunyikan cincin itu.
" Apa itu ?" Ternyata Zidan sudah melihat nya.
" Bukan apa apa, aku akan membuang nya ," ujar zakira terbata.
" Coba lihat," zakira tidak menolak nya, dia pun menyerah kan cincin itu.
" Maaf, aku tidak sengaja melihat nya ," ucap zakira takut Zidan marah.
" Tidak usah begitu, cincin dari ku lebih bagus, kan ?" Zidan tersenyum manis seraya meraih tangan kiri zakira lalu mengelus nya lembut.
" Iyah, dan yang ini lebih berharga ," jawab zakira mencoba terlihat baik baik saja di hadapan Zidan, padahal sekarang hatinya sangat sedih karena mengingat Zion.
Zakira sudah selesai mengemasi barang barang nya, dan segera pergi, zakira menatap nanar rumah kecil itu dari kaca spion yang perlahan terlihat semakin menjauh.
" Kamu tidak apa apa ?" Tanya Zidan melihat zakira jadi pendiam, zakira hanya menggelengkan kepala nya.
" Jangan berbohong, aku tahu kalau kamu sedang sedih, kenapa ? Kamu merindukan Zion ?" Tanya Zidan lagi, lagi lagi zakira menggelengkan kepalanya tapi dia terdengar terisak.
" Loh kok malah nangis lagi ," Zidan mengelus kepala zakira.
" Aku mengerti kok, walaupun Zion selalu bersikap kasar tapi dia tulus mencintaimu, aku tahu sebelum ada aku kamu pasti mencintainya juga," ucap Zidan mencoba membuat zakira merasa lebih baik walaupun sebenar nya Zidan enggan membahas tentang Zion.
" Maaf kan aku, harus nya aku tidak mengingat nya lagi ," ucap zakira seraya menghapus air matanya yang terus saja mengalir membasahi pipinya.
" Maaf aku karena harus mengatakan ini, tapi sebaik nya kamu melupakan dia, dia sudah kembali lagi kedunia nya dia tidak mungkin kembali lagi," ujar Zidan, zakira pun mengangguk.
" Lagi pula dia hanya memberi ku banyak kenangan buruk yang tidak pernah mau aku ingat lagi ," ucap zakira menguatkan diri namun hati nya berkata lain.
Karena sebelum nya zakira sempat ingin memilih Zion untuk menjadi ayah dari anak yang sedang di kandung nya, terlebih saat melihat Zion bahagia saat mengetahui dia hamil membuat hatinya tergetar.
Namun ternyata takdir tidak bisa mempersatukan mereka, tapi Tuhan sudah Mengganti nya dengan yang lebih baik yaitu Zidan, walaupun keluarga nya tidak menghargainya sama sekali tapi Zidan sangat menghargainya dan memperlakukan nya dengan sangat baik Itu sudah sangat cukup baginya.
****
Sudah hampir satu bulan Zidan dan zakira menjalani status baru mereka sebagai pasangan suami istri, Sejauh ini keseharian awal pernikahan mereka berjalan dengan baik, tanpa ada konflik atau pun kisruh rumah tangga.
Hari ini zakira mau pergi ke toko swalayan untuk membeli beberapa makanan, perutnya kini sudah mulai membuncit namun rasa mual nya sudah berkurang.
Selama perjalanan pulang zakira merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya, merasa takut zakira mempercepat langkah kakinya.
" Zakira !" Teriak seorang pria, mendengar namanya di panggil zakira refleks menengok ke arah suara itu terdengar.
Zakira melihat seseorang yang nampak tidak asing baginya sedang berjalan ke arah nya.
" Ternyata aku benar, ini kamu zakira ," ujar pria itu.
" Rendy?" Tanya zakira ragu karena pria itu memakai kacamata hitam.
" Iyah ini aku," pria itu membuka kaca matanya dan benar itu adalah Rendy, matan pacar sekaligus pelanggan pertama zakira waktu itu.
Zakira langsung syok melihat tiba tiba Rendy ada di hadapannya, jika di ingat lagi setelah kejadian penyiksaan nya yang di lakukan Zion waktu itu, zakira tidak pernah mendengar apalagi melihat keadaan Rendy.
Tapi terlihat jelas bekas luka yang sudah mulai memudar di beberapa bagian wajah Rendy.
" Apa kabar," Rendy tiba tiba memeluk zakira, hal itu membuat zakira risih, zakira mencoba menolak nya.
" Kau kenapa ? Aku merindukan kamu sudah hampir 6 bulan kita tidak bertemu, kau masih sewaan si brengsek itu ?" Tanya Rendy polos.
" Maaf aku sedang buru buru," zakira tidak begitu menggubris Rendy, sekarang zakira sedang berusaha menjauhi nya sebelum Rendy melakukan hal yang meresahkan nya lagi.
" Kenapa aku harus bertemu orang itu lagi," benak zakira, tapi ternyata Rendy mengikutinya membuat zakira tidak nyaman.
" Kenapa kau mengikuti ku ?" Protes zakira, Rendy tiba tiba nyosor ingin mencium bibir zakira untung zakira dengan sigap menghindar lalu menamparnya.
" Apa kau gila !" Bentak zakira.
" Ayolah jangan sok Jual mahal, mumpung kita ketemu kita main lagi, yuk ! Nanti aku belikan apapun yang kamu mau ," ucap Rendy seraya meraih tangan zakira.
" Hentikan ! Aku sudah tidak melakukan pekerjaan itu lagi ," zakira menepis tangan Rendy.
" Kenapa ? Padahal kamu bisa dapat banyak pelanggan dengan wajah dan bentuk tubuh mu itu," Rendy memandangi tubuh zakira dengan mata yang genit.
" Aku sudah menikah dan sekarang aku sedang hamil, jadi jangan ganggu aku !" Zakira kembali melanjutkan perjalanannya meninggalkan Rendy.
" Kenapa dia tiba tiba ada di sekitar sini ," benak zakira, dia merasa heran karena rumah tinggal Rendy jauh sekali dari sana, tidak mau ambil pusing zakira segera melupakan nya.
Baru sampai di rumah ada notifikasi pesan masuk ke ponsel nya, ada pesan isinya beberapa Poto dari nomor tidak di kenal lalu zakira membukanya.
Zakira mengkerut kan keningnya sesaat setelah membuka foto foto itu, dia kembali di buat bingung kenapa tiba tiba dia dikirimi foto nya bersama Rendy tadi dengan engle yang aneh, kenapa bisa terlihat seperti orang yang sedang bermesraan.
" Siapa ini ,kenapa dia mengirimkan ku foto seperti ini," zakira menelpon nomor itu, dan ternyata itu adalah nomor milik Zee.
" Bagaimana dengan fotonya ? Engle nya sangat bagus kan, gimana kalau Zidan melihat ini ? Dia pasti akan sangat marah oh Iyah gimana kalau ayah nya juga tahu ? Wah itu pasti seru ," ujar Zee
Zakira berdecik kesal, karena Zee lagi lagi mengusik ketenangan hidup nya.
" Sebenarnya apa mau kamu ? Kenapa kau selalu mengusik ku ?" Tanya zakira tegas.
" Tidak banyak, mau ku hanya melihat mu hancur saja ," jawab nya santai, membuat zakira semakin kesal.
" Sebaik nya kau hapus foto foto itu, jangan menyebarkan fitnah !" Suruh zakira namun Zee malah mengungkit masa lalu zakira bersama Rendy.
" Dari mana kamu tahu semua itu ?" Zakira tercengang kenapa Zee bisa tahu tentang hubungan nya bersama Rendy dulu.
" Alah kamu gak perlu tahu, yang jelas sekarang aku tahu semua aib mu, bahkan tempat mu bekerja pun aku tahu ,"
" Zee ! Berhenti mengganggu ku!" Teriak zakira semakin jengkel dengan kelakuan Zee yang sekarang telah mencampuri urusan pribadinya.
Tapi zee malah tertawa puas mendengar zakira marah.
" Kau telah menghancurkan kebahagiaan ku, sekarang aku akan menghancurkan kebahagiaan mu, segala sesuatu itu harus adil, kan ?" Zee pun mematikan panggilan itu.
Setelah itu Zakira merasakan dada nya sangat sesak, matanya sudah memerah karena menahan tangis sekaligus emosi.
" Dia selalu mencari gara gara !" Gerutu zakira sembari mengambil tas nya lalu dia kembali pergi keluar hendak menemui Zee dan memastikan dia tidak memberitahu ayah mertuanya tentang masa lalu nya itu.