The Rose

The Rose
masalah nya tidak bisa di hindari



Zakira telah memutuskan untuk tidak melakukan aborsi, walaupun berat harus menjadi seorang ibu di umurnya yang masih belia itu, tapi kini hati nuraninya telah tergerak untuk membiarkan bayi nya hidup.


Namun tentu saja bukan satu hal yang mudah nya, banyak tantangan yang harus dia lalui setelah memutuskan untuk mempertahan kan janin di perutnya itu.


sekarang pun zakira sedang memikirkan cara bagaimana dia akan menjelaskan semua nya kepada zahir, dia pasti akan syok mendengar kakak nya kini sedang berbadan dua.


Zakira segera menganti pakaian nya kembali dan mengemasi barang barang nya untuk segera pulang. Matanya terasa perih karena tadi dia menangis cukup lama.


Zion dan zidan langsung menghampiri zakira sesaat setelah zakira keluar dari dalam kamar pasien.


" Aku akan mengantarkan nya pulang, " ujar zion


" Kamu tinggal dimana sekarang ?" Tanya zidan kepada zakira, tapi zakira terlihat enggan memberitahu nya.


" Ya sudah, tidak apa apa," ujar zidan pasrah, zion pun membawa zakira pulang.


walaupun Zidan merasa cemburu tapi dia tidak bisa membuat suasana kembali memanas hanya karena egonya.


****


suasana di dalam mobil terasa sunyi, Zion sesekali melirik zakira yang terlihat sedang melamun.


" Aku mau tinggal di tempat yang jauh dari orang orang," ujar zakira seraya menatap jalanan di sampingnya.


" Hemm ? Baiklah ayo kita pergi ke tempat dimana hanya ada kita," ujar zion seraya tersenyum bahagia dia sudah merasa percaya diri karena zakira telah memberinya kode bahwa dia akan memilih nya.


" Apa aku bisa jadi seorang ibu ?" Zakira meraba perutnya.


" Mungkin awal nya akan berat, tapi setelah terbiasa kamu akan bisa jadi seorang ibu yang hebat ," zion mencoba memberi motivasi kepada zakira.


" Kau tahu dari mana, bahkan kamu tidak punya ibu ? " Tanya zakira seraya menoleh ke arah zion.


Pertanyaan yang cukup menyinggung tapi itu memang benar.


" Waktu kecil aku selalu melihat para ibu mengasuh anak anak nya di taman, banyak dari mereka yang terlihat senang saat anak mereka mulai bisa berjalan dan bicara, mereka selalu bilang bahwa mereka bangga karena telah berhasil merawat anak nya dengan baik " ujar zion, zakira menyimak nya seraya merasa kasihan kepada zion yang sejak kecil tidak di urus ibunya .


" kenapa kau pergi kesana ? itu akan membuat mu merindukan ibu mu,"


" entahlah, hanya melihat ibu orang lain aku cukup merasa senang waktu itu,"


" Itu pasti menyedihkan buat mu " zakira kembali mengalihkan pandangan nya ke depan.


" Waktu itu iyah, tapi sekarang tidak aku telah menemukan kebahagiaan lain, aku akan menjadi seorang ayah," ucap zion bersemangat.


Melihat zion terlihat senang zakira kembali mengelus perut nya.


" Terimakasih, kamu tidak jadi melakukan aborsi," zion mengelus lembut kepala zakira.


Zakira masih terdiam tanpa berekspresi yang ada di dalam pikiran nya sekarang hanya bagaimana dia harus memilih jalan hidup nya di antara dua pria yang telah hadir di hidup nya itu.


Mereka sama sama mencintainya yang membuat nya sulit memilih adalah apa yang mereka bawa di belakang mereka, zidan dengan restu kedua orangtuanya yang akan sulit di dapat dan zion dengan masalah yang selalu mengikutinya.


****


Baru juga zakira memikirkan tentang masalah yang selalu di bawa zion ke dalam hidup nya, zion tiba tiba berhenti mendadak karena mereka kini sedang di hadang masalah baru.


Gengster yang waktu itu ternyata masih memburu zion dan sekarang mereka sedang mengepung mobil zion.


" Ada apa ini ?" Tanya zakira syok.


" Kenapa harus sekarang," keluh zion.


" Kau membuat masalah lagi ?!" tanya zakira.


" Aku tidak membuat nya, mereka yang memulai nya, " ucap zion membela diri sambil melihat kesekitar nya.


" Aku lupa kau memang selalu membawa masalah, bisa bisa nya aku menaruh harapan kepadamu," gerutu zakira.


" Maaf kan aku, tapi bisakah kau mengencangkan sabuk pengaman nya !"


" Ini masalah mu aku akan pergi," zakira mencoba keluar dari mobil, tapi zion telah menguncinya.


" Itu berbahaya, kita berada di tengah jalan bagaimana kalau kamu tertabrak mobil,"


Zakira mencoba pasrah seraya menghela nafas kesal, zion tetap fokus melajukan mobil nya walaupun dia mulai di pepet dari sisi kiri dan kanan.


" Nanti kau boleh memakiku sepuasnya, tapi sekarang kita harus kabur dulu," ujar zion seraya bermanuper menghindari mobil mobil di depan nya.


" Kau memang menyebalkan !" Ucap zakira cukup lantang seraya memegang erat sabuk pengaman nya.


Laju mobil zion terhenti kembali karena si pemimpin gengster telah menunggunya di ujung jalan, dengan mesin yang masih menyala zion mencari cara supaya mobil nya bisa lolos.


" Pindahlah kebelakang !" Suruh zion, tanpa banyak pertanyaan zakira langsung menurutinya, lalu zakira duduk menunduk di bawah jok.


" Zion, aku takut," ucap zakira mulai berkeringat dingin.


" Tenang lah, aku akan menjaga mu,"


" Dia benar benar marah karena aku membunuh majikan nya, sayang nya aku tidak sebodoh tua bangka itu ," benak zion, lalu dia menggeber geber kan gas mobil nya seraya memantau situasi nya, saat menemukan kesempatan zion langsung menancap gas.


Mobil zion melaju kencang menuju ke arah si ketua yang sedang memegang senjata api.


" Tutup telingamu dan terus menunduk !" Titah zion, zakira langsung menuruti nya.


Si ketua geng itu langsung menembakan beberapa tembakan, untung nya zion bisa ngedrift pada waktu yang tepat sehingga peluru panas itu hanya mengenai kaca belakang tanpa melukai seorang pun.


Setelah itu zion terus menancap gas hingga si pemimpin geng itu kehilangan fokus nya.


Mobil zion mampu di susul oleh dua mobil milik beberapa genster itu, hingga mobil zion penyok di beberapa bagian karena beberapa kali kena tabrak mereka.


Zakira terus menunduk seraya masih menutup kuping nya, namun tubrukan itu menimbulkan goncangan yang kuat hingga membuat zakira beberapa kali mengerang kesakitan.


Zion berusaha keras supaya mereka bisa lepas dari kejaran orang orang brengsek itu, melaju tanpa arah hingga mobil nya sampai di sebuah pelabuhan yang penuh dengan boks kontainer.


Tempat itu strategis untuk di pakai bersembunyi karena banyak ruang sempit untuk bersembunyi.


" Ayo kita sembunyi," zion menarik zakira yang sangat ketakutan, namun kaki dan badan zakira terasa lemas karena syok.


Zion pun langsung menyuruh zakira naik ke punggung nya lalu berlari sekuat tenaga untuk mencari persembunyian sebelum para gengster tadi datang.


Hingga akhirnya zion menemukan celah kecil di antara boks kontainer besar disana.


" Semoga disini aman ," ucap zion seraya menurunkan zakira.


" Maaf kamu harus mengalami hal seperti ini lagi," zion memegang wajah zakira yang terlihat tegang.


" Aku takut ..." Ucap zakira dengan suara bergetar.


" Aku akan menjagamu dengan nyawaku ,"


" Bagaimana kalau mereka menemukan kita ?"


" Kita harus tenang, shutt " zion mendengar suara langkah kaki beberapa orang yang mulai mendekat.


mereka telah menemukan mobil Zion terparkir di depan, sehingga mereka menyisir area itu ke semua ujung.


" Cari dia sampai dapat, kali ini kita harus benar benar membunuh dia !" Teriak di pemimpin geng.


Zakira semakin tegang dan memegang erat lengan zion, zion mendekap nya untuk membuat nya tenang.


Suara mereka terdengar mulai menjauh, namun si pemimpin terdengar masih berada di dekat sana, ini kesempatan zion untuk menghajar nya satu lawan satu.


" Tunggu sebentar disini," zion menduduk kan zakira lebih ke dalam celah sempit yang gelap itu.


" Kamu mau kemana ? jangan tinggal kan aku, Aku takut ," zakira menarik lengan zion.


Zion menatap zakira dengan tatapan hangat, lalu mengelus rambut nya dengan lembut.


" Aku akan memeriksa keadaan, aku akan kembali dan menjemput mu, semua akan baik baik saja, ok ,"


" Jangan pergi !" Zakira terus menahan zion.


" Tunggulah, aku akan segera kembali, aku berjanji kali ini aku akan benar benar menjaga mu," zakira pun melepaskan genggaman nya.


Zion pun segera pergi, namun baru beberapa langkah dia kembali lagi lalu mengecup lembut bibir zakira.


Lalu zion meraih kedua tangan zakira lalu menaruh nya di kedua telinga zakira.


" Aku tidak mau kamu mendengar sesuatu yang buruk lagi ," ujarnya.


" Tutuplah mata mu setelah aku pergi lalu hitung sampai seratus nanti aku akan kembali, ok ?" Zakira mengangguk pelan.


Zion pun segera pergi sesuai permintaan zion saat zakira tidak lagi melihat zion, dia mulai berhitung seraya menutup mata nya.


walaupun telinganya di tutup namun dia masih bisa mendengar keributan yang terdengar samar, setelah itu terdengar suara tembakan beberapa kali hingga membuat nya terkejut.


Zakira masih terus berhitung, hingga hitungan nya hampir selesai.


" 97, 98 ... 99 ," zakira membuka perlahan mata dan telinganya, ternyata hari mulai gelap dan suasana semakin riuh setelah terdengar tembakan tadi.


" 100 ," hitungan nya telah selesai tapi zion masih belum kembali juga membuat zakira khawatir.


Zakira pun memberanikan diri untuk melihat keluar sana, dengan langkah perlahan zakira mulai keluar dari tempat persembunyian nya.


Tepat saat zakira hendak melihat apa yang terjadi di luar seseorang dari arah belakang menarik dan langsung memeluk nya.


" Jangan melihat nya ," terdengar suara yang tidak asing, zakira langsung menangis di pelukan nya.


" Maaf kan aku, harus nya aku menyuruh zidan mengantar mu, lagi lagi aku bersikap egois maaf kan aku ," ujar zion seraya menahan air matanya yang hampir keluar.


Zakira semakin mengeratkan pelukan nya, di sisi lain dia sangat takut namun di sisi lainya lagi dia merasa lega karena zion masih selamat dan menepati janjinya.


****


si pemimpin geng yang ingin membunuh zion telah meninggal terkena tembakan tepat di kepalanya, namun pelakunya bukan zion melainkan Dion.


Para preman yang waktu itu telah berkhianat tenyata sekarang sudah berpihak lagi kepada Zion, mereka telah melumpuhkan beberapa gengster yang mencoba menghabisi Zion.


Namun beberapa lain nya berhasil kabur, para preman itu segera membersihkan tempat kejadian sebelum orang lain mengetahui nya dan melibat kan polisi.


Zion terus memeluk zakira supaya zakira tidak melihat situasi yang terjadi, lalu berjalan perlahan menuju ke mobil nya.


Zakira duduk seraya menenangkan dirinya di dalam mobil, seraya memperhatikan zion yang tengah mengobrol dengan seseorang di luar sana.


Zakira tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi yang terpenting sekarang adalah semuanya telah berakhir dan dia selamat tanpa luka sedikitpun.


Zakira masih terus memperhatikan zion yang terlihat bingung sekarang, orang yang bersamanya tadi sudah pergi, lalu zion berjalan ke arah mobil lalu masuk ke dalam mobil seraya menghela nafas berat.


" Kamu baik baik saja ? Apa yang terjadi ?" Tanya zakira pelan, zion menoleh ke arah nya seraya tersenyum.


" Aku baik baik saja, tapi situasi nya kacau sekarang," ujar zion tidak mau menjelaskan nya lebih jelas.


Zakira merasa zion sedang menghadapi masalah berat, tapi zakira tidak mau terus bertanya karena mungkin zion tidak mau membahasnya sekarang.