
Saat tiba di kamar, zakira sudah tidak bisa membendung air matanya, dia menangis tersedu-sedu mendengar semua ucapan yang di lontarkan Zee kepada dirinya.
Zidan jadi merasa bersalah, dan meminta maaf atas nama Zee, tapi zakira masih terus menangis hingga sesenggukan.
Zidan pun memeluk zakira berharap bisa meringan kan kepelikan yang di rasakan zakira.
" Kau tidak boleh melakukan ini ! Semua yang di katakan Zee benar, aku akan menodai nama baik mu .!" Ucap zakira dalam tangisnya.
" tapi kau tetap seorang manusia yang berhak mendapat perlakuan manusiawi , dan kau tetap seorang wanita yang harus di hormati dan aku akan melakukan nya .! " Ucap Zidan tepat di telinga zakira.
Lalu Zidan merenggangkan pelukannya lalu menatap wajah zakira dengan mata sayup.
" Aku memang tidak menyukai pekerjaan mu tapi tidak dengan dirimu, kamu pasti punya alasan kenapa kamu melakukan pekerjaan itu, aku menghargainya.!" Ujar Zidan lembut membuat zakira perlahan menghentikan tangisan nya.
Zidan menggenggam tangan zakira lalu menyeka rambut zakira yang menutupi wajah nya.
" Dengar ! kau masih seperti bunga mawar hanya saja tumbuh di tempat yang salah, aku yakin jika kamu layu dan semua kelopak mu berguguran akan selalu ada bunga baru yang tumbuh lebih indah dan saat itu aku akan membawa mu ke tempat yang seharus nya kau tumbuh ! "
Zakira menatap wajah Zidan dengan mata yang bergetar, sorot mata yang Zidan tujukan kepadanya membuat hatinya berdegup cukup kencang.
" Kau tidak boleh melakukan ini, nanti kau membuat ku harus memilih .!" Ujar zakira dengan suara lirih.
" Aku tidak bisa menghentikannya ! Aku terlanjur masuk di kehidupan mu .!"
" Jangan membuat Zee semakin marah, kau harus menjaga perasaannya ! Sebaiknya kau pergi sekarang .!" Ucapan zakira menyadarkan Zidan bahwa dia memiliki hati yang harus dia jaga.
Zidan menundukan kepalanya, seraya meminta maaf karena Zidan hampir melakukan hal yang lancang.
Dirasa kondisi zakira sudah tenang, Zidan berpamitan untuk pergi, saat sudah di luar kamar Zidan memegang dadanya.
Zidan merasakan jantung nya berdetak kencang tadi
" Kenapa ini !" Tanya nya pada dirinya sendiri, lalu Zidan tiba tiba tersenyum sumringah, untuk kali pertama di dalam hidup nya dia merasakan sensasi yang dia rasakan di hatinya tadi.
Apa itu artinya Zidan memang sudah mulai menyukai zakira, semua kepeduliannya berubah menjadi rasa cinta.
Sementara zakira sedang menyadarkan dirinya dari perasaan yang sempat tersirat di hatinya tadi.
" ya ampun, tadi itu apa ? aku tidak boleh seperti itu," gumam nya.
Jika suatu hari zakira benar benar jatuh cinta kepada Zidan itu wajar, karena cara Zidan memperhatikan dan memperlakukan nya memang bisa membuat hati siapa saja baper, terlebih wajah nya yang tampan dan fisik yang sempurna menambah daya tariknya.
****
Setelah hampir satu bulan mendapat kan perawatan yang intensif, kondisi zakira sudah berangsur kembali normal, walaupun gerak nya masih tidak terlalu leluasa karena masih banyak tulang yang masih belum sembuh total.
kondisi psikis nya sudah lebih baik berkat bantuan Zidan yang selalu memberi perlakukan baik dan memberi motivasi positif kepada zakira.
Zahir dan zakira akan pulang ke rumah baru mereka yang sejak satu Minggu lalu telah mereka beli, rumah itu berada satu komplek dengan rumah zidan.
Zidan sengaja merekomendasikan rumah di lingkungan nya karena Zidan ingin tetap mengawasi zakira dan Zahir.
" Bagaimana kamu suka ?" Tanya Zidan , zakira mengangguk
" Rumah ini terlihat nyaman untuk di tinggali kita berdua ! walupun bekas tapi keadaanya masih bagus." Jawab zakira sambil melihat kesekeliling nya
" Nanti kita belanja perabotan rumah yang lain, sekarang kamu istirahat dulu .!"
" Aku sudah banyak istirahat di rumah sakit, sekarang aku akan meregang kan otot-otot ku biar tidak kaku. !"
" Kau mau melakukan apa .?"
" Aku mau membersihkan rumah. !
" Aku akan membantu mu .!"
" Tidak usah, Zahir yang akan membantu ku ya kan Zahir .?" Zakira menoleh ke arah Zahir yang sepertinya tengah malas.
" Hemm !" Jawab Zahir pasrah.
" Semakin banyak yang bantu semakin cepat selesai ya kan !" Zidan keukeuh mau membantu, akhirnya zakira membiarkannya melakukan keinginanannya
Zidan memang tidak setengah setengah dalam membantu zakira, sampai hal kecil pun Zidan selalu menawarkan diri untuk membantu zakira.
Semakin hari keakraban di antara mereka semakin terjalin erat, sampai mereka tidak mempedulikan penilaian orang orang terhadap mereka.
Namun hubungan mereka masih hanya sebatas teman, Zidan tahu kalau zakira menyukai Zion dan zakira tahu kalau Zidan berpacaran dengan Zee.
****
Zidan melihat zakira sedang melamun di depan jendela ruang tamu, lalu Zidan berdehem untuk menyadarkan zakira.
" Apa yang kau pikirkan ?" Zidan menghampiri zakira sambil terseyum
" Hah ? Nggak aku hanya ..!" Zakira bingung harus membuat alasan apa.
" Kau memikirkan dia ?" Tebak Zion, zakira langsung terdiam karena itu berarti benar.
" Kau mencintainya ?"
" Entah lah, aku sebenarnya masih bingung, aku mencintainya atau hanya merindukannya saja !" Zakira kembali menolehkan pandangannya ke luar jendela, sedang Zidan masih terus menatap ke arah nya.
" Kau mau jalan jalan ,!" Ajak Zidan dengan senyuman manis nya, zakira menoleh ke arah nya.
" Ayo kita cari kesibukan lain .!" Zidan menuntut tangan zakira dan zakira tidak bisa menolak nya.
Zidan mengajak zakira untuk berbelanja semua kebutuhan di rumah baru zakira, berharap pikiran zakira bisa teralihkan.
" Bagus yang mana ,?" Tanya zakira menunjukan dua panggorengan yang berbeda
" Aku tidak tahu, kedua nya terlihat sama .! " Zidan melihat dengan seksama kedua benda itu
" Tapi kedua nya punya fungsi yang sama kan ,?" Tanya Zidan, sambil saling bertatapan dengan zakira
" Iyah sih ! Yang ini ajah deh ," Ujar zakira sambil memasukan satu barang ke dalam troli di ikuti senyuman Zidan .
Lalu kemudian mereka pergi ke tempat penjualan kasur, mereka terlihat sibuk memilih dan memilah berbagai jenis kasur yang ada, tiba tiba ada seorang pelayan toko datang untuk memberi mereka saran.
" Oh Iyah boleh !" Jawab zakira.
" Kalian pasti pengantin baru, saya rekomendasikan kasur yang ini, ini cocok untuk pasangan baru menikah .!" Ujar si pelayan tadi membuat zakira dan Zidan langsung saling melihat dan jadi salting.
" Gak apa apa, buat jaga jaga .!" Goda Zidan, zakira memukul pelan lengan nya membuat Zidan tertawa.
Setelah selesai berbelanja semua yang di perlukan, mereka berencana untuk makan malam di luar, namun saat di jalan tidak sengaja mobil Zidan dan Zion yang kebetulan lewat di jalan yang sama berpapasan di lampu merah.
Zion yang tengah galau itu tiba tiba ingin menoleh ke sampingnya dan melihat zakira ada di mobil di sebelah nya.
Terlihat zakira tersenyum dan sesekali tertawa bersama Zidan, entah apa yang mereka bicarakan namun hal itu membuat Zion semakin cemburu dan juga ada rasa takut kalau zakira akan pindah ke lain hati.
Melihat zakira terlihat dekat dan nyaman saat berada bersama Zidan membuat Zion khawatir bahwa Zidan benar benar akan merebut zakira dari nya.
Zion pun mengikuti kemana pergi nya mobil mereka, sampai Zidan dan zakira tiba di sebuah restoran, zion rela menunggu lama dan dengan kuat nya dia melihat wanita yang dia cintai bersenang-senang bersama pria lain.
melihat cara Zidan memandangi zakira, Zion tahu kalau Zidan memang sudah menyukai zakira. akhirnya Zion bertekad akan menemui zakira walupun janjinya belum terpenuhi.
tapi Zion akan menemui zakira secara diam diam, karena jika Zidan tahu dia akan melarang nya dan semakin menjauhkan nya dari zakira.
****
Zidan dan zakira nampak sudah selesai dan telah keluar dari dalam restoran, namun terlihat Zidan kembali ke dalam restoran karena ketinggalan sesuatu.
Zakira pergi ke parkiran sendiri, waktu itu lah yang di manfaatkan oleh Zion untuk menemui zakira.
Zion tiba tiba menarik zakira ke tempat lain dan membekap mulutnya, otomatis zakira syok zakira mencoba melawan nya.
" Ini aku, Zion .!" Ucap Zion, zakira langsung lega tapi kakinya terasa lemas.
" Kau membuat ku takut .!" Ujar zakira hampir menangis.
" Maaf kan aku .!" Zion langsung memeluk zakira dengan erat.
" Kemana saja kamu .?"
" Maafkan aku ! Aku belum bisa menemui mu dengan bebas untuk sekarang .!"
" Kenapa .?" Tanya zakira, Zion melonggarkan pelukannya
" Situasinya tidak memungkin kan ! Aku akan segera menemui mu nanti ! Tolong tunggu aku .!" Ujar Zion dengan sorot mata memohon dan terlihat buru buru, membuat zakira heran.
" Kau akan menunggu ku, kan ?" Tanya Zion serius sambil menggenggam kedua tangan zakira, zakira menatapnya dengan sayup dan mengangguk pelan.
Zion menatap dalam dalam mata zakira, tersirat bahwa dia sangat merindukan sosok nya itu.
" Aku mencintaimu zakira ! " Zion mengecup bibir zakira.
sementara Zidan telah kembali keparkiran, melihat zakira tidak ada Zidan jadi cemas, dia memanggil manggil namanya.
mendengar suara Zidan, Zion terlihat bergegas untuk pergi namun sebenarnya dia masih ingin bersama zakira.
" Aku pergi dulu,aku janji nanti aku akan menemui mu lagi.!" Zion kembali memeluk zakira sebelum dia pergi.
Zakira masih kebingungan dengan apa yang terjadi barusan, pertemuan singkat itu terasa seperti mimpi.
" Zakira !" Terdengar Zidan terus memanggil nama nya, zakira langsung terperanjat dan segera menghampiri Zidan.
" Darr !" Zakira tiba tiba muncul di belakang Zidan seraya menepuk punggung Zidan membuat dia terkejut.
Melihat aksi jail nya berhasil zakira tertawa lepas membuat Zidan ikut tertawa.
" Kamu dari mana .?"
" Aku hanya berkeliling, biar semua makanan nya cepat turun .!" Jawab zakira cukup meyakinkan Zidan.
" jangan jauh jauh, aku khawatir " ucap Zidan sambil mengajak zakira segera pergi.
Di dalam perjalanan pulang zakira tiba tiba menjadi pendiam, Zidan melihatnya hanya memandang kosong ke luar kaca mobil.
" kenapa ? Ada masalah .?" Tanya Zidan membuyarkan lamunannya.
" Kalau orang bilang nanti itu artinya kapan .?"
" Euh.. nanti bisa berarti tidak pasti kapan waktunya, bisa beberapa jam lagi, bisa besok atau lusa atau mungkin bisa sangat lama ! Kenapa tiba tiba bertanya begitu .?" Zidan jadi penasaran.
" Tidak, aku hanya ingat perkataan seseorang .!"
" Daripada menunggu yang tidak pasti, mending kamu jalani saja yang sudah pasti !" celetuk Zidan , membuat zakira langsung menoleh kepadanya yang sedang fokus menyetir.
" Kenapa ?" Tanya Zidan merasa kalau zakira menatap nya dengan tatapan serius.
" sudah ku bilang jangan membuat ku harus memilih, nanti aku bingung .!" Ujar zakira pelan.
" Aku akan membuat mu tidak bingung ! Aku akan membuat mu langsung memilih ku .!" ucap Zidan sambil menghentikan laju mobilnya karena mereka sudah sampai di rumah zakira.
Zakira tertegun mendengar ucapan Zidan itu, kemudian Zidan menoleh ke zakira yang masih memandanginya.
Suasana seketika menjadi hening, mereka masih terus saling menatap dengan sorot mata yang mengartikan isi hati mereka masing masing.
Dari mata turun kehati, detak jantung semakin tak terkendali, Zidan dan zakira tak sadar saling mendekatkan wajah mereka.
Dan pada akhirnya mereka berdua berciuman mesra di dalam mobil, untuk sekejap mereka lupa bahwa ada hati yang harus mereka jaga.
Hingga suara telepon Zidan yang berbunyi menyadarkan mereka, dengan nafas yang sudah terengah zakira melepaskan ciumannya.
Mereka berdua langsung merasa canggung.
" Aku pulang dulu .!" Zakira segera turun dari mobil sambil menahan malu, Sementara Zidan heran dengan dirinya kenapa dia tidak bisa menahan dirinya.
" Itu memalukan !" Gumam Zidan.
" Apa yang aku lakukan !" Gumam zakira sambil bergegas masuk ke dalam rumah.