The Rose

The Rose
apa salah nya menghargai orang lain



Sudah hampir satu Minggu zakira terbaring koma, belum ada tanda tanda dia akan segera siuman, namun kondisi nya berangsur membaik.


Hampir setiap waktu Zidan menyempatkan diri untuk melihat kondisi zakira, walupun kadang mendapat kecaman dari Zee, Zidan tetap mengunjungi zakira.


Zahir kini sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, walaupun sekarang dia harus terus menginap di rumah sakit.


" Bagaimana kalau kakak ku tidak bangun lagi ?" Ucap Zahir lirih.


" Bicara apa kau ! Kakak mu akan segera bangun, jangan berpikiran yang tidak tidak !" Tegur Zidan.


Walaupun Zidan juga merasa gelisah, tapi dia mencoba memberi dukungan moril kepada Zahir yang sudah hampir putus harapan itu.


Hingga keajaiban pun datang kepada mereka, zakira membuka matanya membuat Zahir dan Zidan sumringah.


Zidan segera memeriksa kodisi nya, semua organ vitalnya berpungsi dengan baik, hanya saja zakira masih belum bisa bergerak dan berbicara.


" ya ampun, kakak akhirnya " ujar Zahir senang.


" sepertinya kakak mu masih belum sepenuh nya sadar kita tunggu sebentar lagi " ujar Zidan sambil memeriksa keadaan zakira.


****


Sementara Zion kini telah kembali menjadi seorang mafia judi menuruti kemauan ayah nya, Zion akan menuruti kemauan ayah nya sampai kondisi zakira pulih.


Namun dia sudah ancang ancang untuk merencanakan balas dendam kepada ayah nya, tapi sekarang dia harus membuat ayah nya kembali mempercayai nya lagi.


Selama zakira di rumah sakit, Zion belum pernah menjenguknya walaupun ingin tapi ayah nya akan menghabisinya jika dia ketahuan masih menemui zakira lagi.


Juga Zidan dan Zahir tidak akan senang melihat dirinya berada di sekitar zakira, untuk saat ini Zion harus tersiksa dengan rasa rindu dan bersalah terhadap zakira.


Senyuman yang pernah menghiasi bibir nya kini telah lenyap, dalam keseharian nya dia hanya di temani minuman keras sebagai penenang nya tak lupa juga rokok teman paling setia nya.


Zion kembali harus merasakan dinginnya kesepian dan hampa nya rumah mewah itu, termasuk hatinya yang kini mulai menjadi keras lagi.


" Bagaimana keadaan nya sekarang ? Apa dia baik baik saja ?" Ucap Zion pada dirinya sendiri dengan mata yang berkaca kaca dia menatap kosong ke halaman luas miliknya.


Lalu Zion melemparkan gelas berisi bir yang tengah di genggamnya ke tanah, Zion nampak sudah sangat frustasi dengan kehidupan nya itu.


****


sementara di rumah sakit kondisi zakira semakin membaik, kini Semua alat bantu kehidupan zakira telah di lepas, kondisi nya telah stabil bahkan sudah bisa merespon saat di ajak bicara walau hanya dengan mengangguk.


Zahir tak bisa menahan kebahagian nya sampai dia tak sadar meneteskan air mata, begitu pun Zidan dia terus memuji zakira atas perjuangannya melawan masa kritis nya.


" kamu hebat zakira, aku yakin kamu wanita yang kuat " ujar Zidan memberi kan semangat kepada zakira yang sedang dalam tahap pemulihan.


Hari hari cepat berlalu, kini zakira sudah bisa bicara namun badan nya masih kaku untuk bergerak, jadi untuk mempermudah nya zakira menggunakan kursi roda.


kondisi psikis nya pun belum sembuh total zakira masih mengalami trauma dan syok berat, jadi di harapkan orang di sekitar nya membantunya untuk kembali pulih dari traumanya.


" Kamu mau jalan jalan ?" Tanya Zidan dengan nada lembut nya, zakira mengangguk pelan.


Zidan membawa zakira ke taman untuk menghirup udara segar,


" Terima kasih, lagi lagi aku merepotkan mu !" Ujar zakira pelan


Zidan berjongkok di hadapan zakira sambil tersenyum dia berkata semua yang dia lakukan tulus tanpa rasa beban atau terpaksa, lalu Zidan mengelus lembut rambut zakira


" Kamu hebat ! " Ucap nya masih dengan senyuman nya, zakira pun ikut tersenyum.


perlakuan hangat dan lembut dari Zidan membuat kondisi psikis zakira cepat pulih dan selalu membuat suasana hatinya tenang.


Tapi, tanpa Zidan sadari Zee selalu memperhatikan perlakuan hangat nya kepada zakira membuat Zee terus terusan harus merasa cemburu.


Zee kembali ke ruangan nya dengan sangat kesal.


" Bisa bisanya aku kalah dengan wanita rendahan itu !" Gerutu Zee


" Bagaimana kalau Zidan benar benar menyukainya ?" Zee merasa gelisah dan matanya terlihat memerah karena menahan tangis


" Aku harus mencegah nya !" Zee kembali beranjak dari tempat duduk nya seraya menyeka air matanya, lalu dia kembali pergi untuk menemui Zidan.


****


" Hah, nggak aku hanya..!" Zakira menghela nafas, Zidan langsung mengerti apa yang dirasakan zakira.


" Kau mencari Zion ?"


" Hah apa ? Ng..nggak !"


" Kau merindukan nya ?" Zakira langsung terdiam dan menunduk karena tebakan Zidan benar


Zidan menarik kursi roda zakira ke hadapannya


" Waktu itu dia bilang dia tidak bisa menjenguk kamu untuk sementara, dia harus menghukum orang orang jahat itu ! Nanti kalau urusannya sudah selesai dia pasti akan menemui kamu, jadi kamu jangan khawatir sekarang yang penting kamu sembuh dulu, yah !" ujar Zidan mencoba memperbaiki suasana hati zakira.


Zakira mengangguk pelan seraya terisak


" Dia orang baik !" Lirih nya


" Iyah, aku percaya ! Jangan nangis dong nanti kepala kamu sakit lagi !" Zidan menyeka air mata zakira, dan zakira mencoba menguatkan diri nya


Di seberang jalan agak jauh, ternyata Zion sedang memperhatikan zakira secara diam diam dan hati hati, supaya dia tidak ketahuan oleh ayah nya dan Zidan.


Hatinya merasa senang melihat zakira sudah membaik, Ingin rasanya dia memeluk zakira namun kali ini dia masih harus menahan nya demi kebaikan semua orang.


Walaupun hatinya sangat cemburu melihat kedekatan dan perhatiannya Zidan kepada zakira, dia mencoba menguatkan hatinya.


Zidan dan zakira hendak pergi kembali ke kamar, namun Zee datang dan menghadang mereka.


" Apa tidak ada perawat di sini yang bisa merawat nya ? Kenapa harus kamu ? Apa kamu tidak punya pekerjaan ?" Ucap Zee ketus dengan tatapan tidak sukanya kepada zakira.


" Aku hanya membawanya jalan jalan saja, untuk selebihnya memang di lakukan oleh perawat ! Jadi kamu santai saja !" Jawab Zidan


" Oh, Kalau begitu sebaiknya kamu jangan terlalu sering menemuinya, orang orang sudah bergunjing tentang kalian, kamu harus menjaga nama baik mu !"


" Emang aku dan zakira kenapa ? Kita tidak melakukan hal buruk !" Zee malah tertawa kecil untuk meledek zakira.


" Kau tidak dengar gosip nya ? Semua orang di rumah sakit ini sudah tahu latar belakang dia ! Dan aku masih tidak menyangka hal itu !"


Zakira yang merasa tersinggung langsung menundukan kepala nya dan wajah nya mulai memerah.


" Aku pergi duluan ! " Zakira hendak melajukan kursi roda nya, tapi Zidan menahan nya.


" Harus kah kau melakukan ini ?" Zidan mulai kesal dengan sikap Zee.


" Kau sudah mengetahuinya ? Itu membuat ku merinding !"


" Kalau kau terus bersikap seperti ini kau akan membuat ku benar benar muak ! "


" Memang aku tidak muak melihat sikap dan kelakuan mu ini hah !" Bentak Zee mulai emosi.


" Kau rela mengotori tangan mu hanya untuk menolong wanita rendah ini !


" Hentikan itu !" Zidan mencoba bersabar menghadapi kejulidan Zee kepada zakira, sedang kan zakira terlihat sudah mulai menangis mendengar kata kata sarkas dari Zee.


" Kenapa apa aku salah ? dia pelacur kan ! Sudah pasti dia wanita kotor dan hina !" Zee terus memojokan zakira.


" Diam kau !!" Bentak Zidan sudah hilang kendali


" Berhenti merendahkan dia ! Kau sesama wanita tidak pantas berkata seperti itu ! "


" Ayo pergi !" Ajak zakira sudah terisak


" Kau harus belajar untuk menghargai orang lain !" Zidan berlalu pergi meninggal kan Zee yang tengah emosi.


" Wanita itu tidak pantas dihargai, dia wanita rendahan !" Teriak Zee tanpa malu, wajah nya terlihat semakin kesal karena Zidan malah berpihak pada zakira.


** Setiap manusia berhak untuk dihargai dan di hormati, sebaliknya hal itu tergantung pada diri kita masing masing mau atau tidak melakukan nya