
Zion masih menunggu kedatangan Zahir di rumah nya, Zion bahkan sudah menerobos masuk ke dalam rumah tapi sudah beberapa jam dia belum juga pulang
Dia berkeliling kesetiap sudut rumah rusun sederhana itu, dia melihat satu persatu foto zakira dan zahir yang tertempel di dinding
Terlihat zakira yang tersenyum manis di setiap foto itu
" Apa yang membuat dia tersenyum seperti itu ?" Tanya nyahbpada diri sendiri
" Hanya ada foto mereka berdua, kemana foto ayah dan ibunya ?" Zion celingukan ke arah dinding lain, tapi tidak ada foto ayah dan ibunya zakira yang di pajang
Lalu dia masuk ke kamar zakira yang terlihat berantakan, lalu Zion berjalan ke arah meja belajar dia melihat ada sebuah buku harian milik zakira lalu Zion iseng membacanya
Tertulis awal buku harian itu di buat 5 tahun lalu, itu berarti waktu zakira sekolah kelas 1 SMA
Zion nampak menikmati isi dari buku harian itu, hingga tidak sadar dia senyam senyum sendiri,
****
Zahir berpamitan untuk pulang, awal nya zakira berniat untuk ikut pulang bersama Zahir, namun Zahir menyarankan supaya kakak nya tetap bersembunyi dan jangan mengkhawatirkan nya
Zahir menitipkan kakak nya kepada Zidan, Zahir percaya kalau Zidan akan menjaga kakak nya dengan baik
" Besok aku kesini lagi, kakak istirahat yang banyak yah !" Ucap Zahir
Zahir melambaikan tangan dari kejauhan, zakira hanya menatap kepergian adik nya itu
" Angin nya kencang, ayo masuk !" Ujar Zidan membuyarkan pandangan zakira
****
Karena terlalu asik membaca buku harian milik zakira Zion sampai lupa dengan tujuan nya datang ke rumah itu
Zion mengambil buku harian milik zakira dan bergegas pulang tapi saat di tangga dia bertemu dengan Zahir yang baru pulang
Zahir tidak mengenalinya, tapi Zion mengenali Zahir
" Aku akan menemui lagi besok !" Ucap Zion dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin
Zahir tidak mengerti maksud Zion, dan menatap nya aneh, lalu Zahir menggelengkan kepalanya
" Apa dia mabuk !" Ujar nya
****
" Gantilah baju mu !" Zidan memberikan tas yang di bawa Zahir tadi
" Maaf aku membuat mu tidak nyaman !" Jawab zakira sambil mengambil tas nya
Setelah berganti pakaian zakira melihat Zidan sedang mempersiapkan beberapa obat untuk dirinya
" Sini, perbanmu harus di ganti !" Ucap Zidan lembut menyuruh zakira duduk di kursi, zakira pun menurut dengan malu malu dia berjalan ke arah Zidan
" Maaf yah, aku periksa dulu kondisi tangan kamu !" Zidan meraih pergelangan tangan zakira lalu melepaskan perban nya
" Aww, sakit !"
" Maaf maaf, aku akan lebih perlahan lagi !"
" Ini masih bengkak !" Ucap Zidan
" Ini harus di kompres es, sebantar aku akan ambilkan !"
Zakira terus memperhatikan Zidan yang terlihat sangat peduli kepadanya, Zidan duduk kembali di samping zakira seraya membawa kompresan
Zidan memegang tangan zakira lalu menempelkan kompresan tadi di lengan zakira, tanpa sadar mereka terlihat seperti sedang bergenggaman tangan
" Aww !" Erang zakira mengeratkan pegangan tangannya ke tangan Zidan
" Tahan sebentar yah, ini tidak akan lama !" Ucap Zidan
Melihat sikap Zidan yang sangat perhatian membuat zakira tersentuh, dia merasa aman berada di dekatnya walaupun baru beberapa hari saling mengenal,
Tanpa sadar zakira memandangi wajah Zidan yang berada sangat dekat dengan wajah nya
" Sudah mendingan ? " Tanya Zidan seraya menoleh ke zakira, zakira masih dengan serius menatap Zidan yang akhirnya mereka berdua saling menatap hingga beberapa saat
" Dddrrrr" suara ponsel Zidan menyadarkan mereka berdua, Zidan langsung menjawab nya
Zakira menyadarkan dirinya untuk tetap tahu diri dengan keadaan nya
Zidan pun sudah kembali dan memberi tahu zakira kalau yang menelpon nya adalah Zee
" Dia pasti sangat marah karena aku masih disini !" Ucap zakira merasa tidak enak
" Dia tidak tahu, aku bilang kalau kamu sudah pulang !" Ujar Zidan
" Aku sangat berterima kasih kamu sudah banyak menolong ku, bahkan setelah kejadian tadi kamu masih mau menolong ku!" Ujar zakira dengan suara pelan dan menundukan kepala
Zidan yang sedang membereskan peralatan medisnya langsung berhenti saat zakira mengungkit tentang siapa dirinya
" Kau tidak merasa jijik padaku ?" Tanya zakira, Zidan menatap ke wajah zakira, dan terdiam sejenak
" Kalau sudah minum obat nya, kau bisa istirahat lagi !" Zidan malah mengalih kan pertanyaan zakira tadi dan pergi untuk menyimpan semua barang nya.
Zakira hanya bisa menghela nafas, lalu meminum obat yang ada di hadapannya.
****
Karena belum mengantuk zakira terus berguling guling bulak balik di kasur, tidak ada yang bisa di main kan karena ponsel miliknya di jabel Zion
Zakira pun mencoba menonton tv, karena takut membangunkan Zidan dia berjalan mengendap-endap, tapi ternyata Zidan belum tidur dia baru keluar dari kamar mandi
Dia melihat zakira berjalan mengendap-endap, Zidan pun mengikutinya yang justru membuat zakira kaget setengah mati, hingga tak sengaja mengumpat
" Kau membuat ku takut !" Ujar zakira dengan nafas yang terengah-engah
" Maaf aku tidak bermaksud begitu, aku hanya mengikuti mu, kenapa kamu mengendap-endap begitu ?
" Euh anu, apa boleh aku menonton tv ?" Tanya zakira malu malu
" Ya ampun hanya itu !" Ujar Zahir lalu dia mengijinkan nya
" Aku tidur duluan yah !"
" Iyah, makasih banyak !"
Karena sudah biasa merawat orang jadi Zidan tidak merasa terganggu atau pun canggung saat orang asing ada di sekitar, termasuk tinggal di rumah nya.
****
Sementara Zion melanjutkan membaca buku harian milik zakira yang sudah terisi penuh itu
" Kenapa aku jadi merindukan dia sekarang !" Gumam nya, lalu Zion masuk ke kamar yang di kasih untuk zakira, dia menatap ke setiap sudut dengan tatapan kosong
Kemudian Zion menutup matanya sejenak
" Sialan kenapa dengan ku ini ! Dia benar benar telah merusak hati keras ku !" Ujar Zion kepada dirinya sendiri
" Aku harus membawanya lagi !" Pungkasnya
****
Keesokan hari nya Zion datang ke rumah Zahir untuk menyelesaikan tujuan nya kemarin
" Siapa kau ?" Tanya Zahir dingin saat Zion sudah berada di depan pintu rumah nya
" Aku yang menelpon mu kemarin !" Jawab Zion dingin juga
*( Tapi sepertinya mereka cocok, orang dingin bertemu dengan orang dingin, jadilah kulkas 2 pintu )
" Kau yang memukul kakak ku ?" Zion membuka pintu dengan kasar lalu mendekati wajah Zion
" Dia gak sengaja ke banting !" Jawab Zion datar
" Brengsek ! Lalu mau ngapain kesini mau membanting nya lagi ?" Zahir mulai kesal
" Aku mau membawa dia lagi, dia harus bertanggung jawab !
" Kenapa dia yang harus bertanggung jawab ?"
" Karena aku sudah membayar nya !" Tanpa segan Zahir menjotos wajah judes Zion
Para pengawal Zion hendak melawan menghajar Zahir tapi di tahan oleh Zion
Zahir kini di pegangin oleh 2 pengawal Zion biar dia tidak berontak
" Kau sudah tahu kalau kakak mu itu seorang pelacur ? Kau tahu kan pekerjaan seorang pelacur seperti apa ?" Zion bicara dengan nada yang meledek Zahir, membuat Zahir semakin emosi dan ingin menghajar nya lagi namun dia tidak bisa melawan karena dia di tahan oleh pengawal berbadan kekar
" Lihat dirimu kau sangat menyedihkan, aku sangat kasian sama kakak mu !"
" Tapi kakak mu sangat cantik sampai aku jatuh hati saat pertama kali melihat dia, dia membuat ku terobsesi kau tahu ! " Ujar Zion seraya tersenyum smirk
" Jadi dimana dia sekarang ?" Zion mendekat kan wajah nya ke wajah Zahir
" Aku akan membunuh mu, goblok !" Teriak Zahir, merasa tersinggung Zion pun meninju wajah Zahir
" Dasar tidak tahu malu, kau makan dari uang pemberian ku tapi kau menghina ku seperti itu ! "
" Dimana dia sekarang !!" Bentak Zion mulai emosi
" Hahah kau tidak akan bisa menemukannya !" Ledek Zahir semakin membuat Zion kesal
" Kau tahu, aku sudah menyewa kakak mu untuk 1 tahun ! Kau dengar satu tahun, aku sudah membayar nya mahal tapi dia malah kabur dasar ****** kurang ajar !! Jadi ayo katakan dimana dia sembunyi ?" Ujar Zion seraya mencengkram baju Zahir
" Aku tidak akan mengatakan nya, walaupun kau mengancam ku !"
Kesabaran Zion yang setipis tisu di bagi dua pun telah habis, dia memerintahkan para ajudan nya untuk membawa Zahir ke tempat nya.