The Rose

The Rose
kembali masuk ke kandang singa



Zakira belum tahu kalau adiknya sekarang tengah di sandera, dia sekarang sedang ingin pergi menemui Nanda tanpa untuk menanyakan keberadaan mamih Karin


Zakira berjalan sambil terus memantau sekitar nya, dia terus menyembunyikan wajah nya di balik topi dan masker


" Ya ampun Lo ngapain kesini ?" Nanda menarik zakira ke tempat sepi sesaat setelah dia melihat nya


" Lo emang gila, emang apa yang dia lakuin sama Lo sampai Lo nekad kabur ?" Tanya Nanda seraya mencemaskan zakira


" Pokok nya dia mengerikan, aku takut banget sama dia, dia bahkan sampai nyiksa aku, lihat ini !" Zakira menunjukan tangan nya yang masih di perban dan beberapa bagian tubuh nya yang lebam


" Anjir, apa dia segila itu !!"


" Kamu sudah menemukan si mamih ?" Nanda menggelengkan kepalanya


" Gue minta maaf sumpah gue ngerasa bersalah banget di tambah keadaan Lo yang ke gini gue gak tahu lagi harus ngomong apa ! Dan sekarang gue kesel banget sama si Karin, dia pergi begitu saja sama semua uang Lo tanpa mau peduli dengan keadaan Lo ! Kalau dia ada disini gue udah banting tu *****, kurang ajar banget !" Gerutu Nanda yang terlihat sangat kasihan kepada zakira


Zakira menjadi kesal mendengar si Karin kabur, dan sekarang dia tidak bisa melakukan apa apa


" Maafin gue harus nya gue gak ngajak Lo kerja ke gini, jadi mulai sekarang mending Lo keluar ajah lo gak cocok kerja ke gini, lo cocok kerja di bidang yang baik baik ajah !" Zakira mengangguk seraya menahan air matanya


" Lo jangan nangis, tuh kan gue jadi ikut sedih !" Nanda pun memeluk zakira


" Gimana dengan kontrak aku sama Zion ?"


" Tenang gue akan mengurus nya, gue akan bilang sama tu laki brengsek kalau Lo di tipu sama si Karin ok !"


" Udah udah, nanti ada orang yang tahu Lo disini, yang sabar ajah mungkin ini cobaan buat Lo !" Nanda menepuk nepuk punggung zakira untuk menenangkan nya


Zakira pun pulang dengan penuh kekesalan dan juga kecewa, sebenarnya uang yang di berikan Karin sudah cukup besar tapi melihat zakira hampir kehilangan nyawa nya seharusnya dia mendapatkan bagian nya full, itulah yang membuat zakira kesal, dia yang kerja tapi orang lain yang dapat enak nya


Udah yang ngontrak dia psikopat lagi tambah tambah lah kekesalan zakira


****


Saat zakira tiba di rumah Zidan dia datang bersamaan dengan Zee yang juga datang ke rumah Zidan


Zee langsung menatap sinis kepada zakira, dari kejauhan sudah bersiap untuk mengomeli nya , zakira menghela nafas kasar melihat Zee menghampirinya


" Kenapa kau masih di sini ?" Tanya nya sinis


" Aku..aku mau mengambil barang ku dulu !" Jawab zakira


" Benarkah, kau berharap aku percaya ?"


" Kau pikir aku akan mencuri ?" Zakira mulai kesal karena Zee selalu bicara tidak sopan kepadanya


" Ya itu bukan aku yang bilang yah ! Tapi bisa saja kan"


Karena tidak mau memperpanjang urusan, zakira pun ingin segera menjauh dari hadapan zee, zakira menekan sandi kunci rumah Zidan yang malah membuat Zee semakin marah


" Kau tahu kata sandi rumah pacar ku ? " Teriak Zee


" Dia yang memberitahu ku !" Balas zakira dengan nada tinggi


Tapi Zee malah menamparnya


" Dasar wanita rendahan tak tahu diri kamu, pergi kau dari sini !" Bentak Zee


Zakira tidak bisa melawan apa apa, karena sekarang dia sangat kesal tapi Zee tidak akan bisa dia lawan karena bagaimanapun zakira tetap yang akan terpojok


Zakira pun masuk ke dalam rumah dan segera membereskan baju baju nya


Tapi dia bingung harus pergi kemana sekarang karena banyak orang di luar sana yang mencari keberadaan nya, yang akhirnya malah membuat zakira menangis lagi


Zee pun menelpon Zidan menanyakan soal zakira yang masih berada di rumah nya, dan dia mengancam akan menelpon orang yang sedang mencari dia, sontak Zidan langsung cemas.


Zidan pun bergegas ijin pulang cepat untuk melerai mereka berdua.


Zakira keluar dari kamar dengan mata yang sembab karena sudah menangis, di ruang tamu Zee sudah menunggu dengan banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan


" Hei, sini kamu ?" Suruh nya kepada zakira


" Aku masih penasaran kenapa orang orang yang terlihat menyeram kan itu mencari cari mu ? Apa kau sudah melakukan kejahatan ?" Tanya Zee


" Itu bukan urusan mu ! dan juga aku bukan orang seperti itu !" Sanggah zakira


" Lalu kau orang seperti apa hah ?" Zee kembali melototi zakira, zakira tidak bisa menceritakan hal yang sebenarnya kepada Zee


Kau tidak bisa terus terang kepada ku ? Baiklah aku akan memanggil orang yang mencarimu itu !" Zee mengeluarkan ponsel nya, sontak zakira langsung mencegah nya


" Jangan aku mohon !" Ucap zakira seraya memegang tangan Zee


" Apa yang kau lakukan !" Zee mendorong zakira


" Aku tidak bisa mempercayai mu, siapa tahu kau orang jahat !" Zee kembali menekan beberapa nomor dan menelpon nya


" Jangan , jangan lakukan itu aku mohon !" Zakira mencoba merebut ponsel nya Zee, untung nya Zidan segera datang dan segera menutup panggilan yang belum di angkat itu


" Apa yang aku lakukan ? Aku hanya melakukan hal yang benar !" Jawab Zee


" Benar menurut mu, tapi tidak untuk dia, kau tidak memikirkan keadaan nya ?"


" Kenapa aku harus peduli, aku hanya mau dia enyah dari rumah mu !" Ujar Zee masih dengan nada tingginya


Zidan terlihat sudah frustasi menghadapi Zee,


" Dia akan segera pergi ! Tapi setelah keadaan nya sehat ok !" Ujar Zidan mencoba membujuk zee dengan nada lembut


" Aku mau dia pergi sekarang juga !"


" Baik Aku akan pergi sekarang ! Kamu tidak perlu khawatir !" Ujar zakira seraya membawa tas nya


" Kamu mau kemana ?" Tanya Zidan


" Tidak apa apa, aku akan pergi ke rumah ku !"


" Jangan dulu pergi sebelum adik mu sendiri yang menjemput kamu !"


" Zidan !! Udah biarin ajah dia mau kemana, kenapa kamu peduli !" Ujar Zee masih kesal


Zidan menghela nafas mencoba menahan emosinya


" Apa ini sifat aslimu ? "


" Apa ?"


" Aku kira kau wanita yang baik , tapi...lupakan saja !" Zidan nampak sangat kesal dengan sikap Zee yang tidak seperti biasanya itu, Zidan pun pergi keluar untuk menenangkan diri


Dan Zee juga masih kesal dia duduk di kursi seraya sesekali menatap sinis ke zakira yang masih berdiri di dekat nya


Lagi lagi zakira bingung, apa yang harus dilakukan nya sekarang.


Zakira pun pergi keluar menyusul Zidan untuk meminjam ponselnya untuk menelpon Zahir


Sementara Zahir sedang di ikat di tengah taman yang luas milik zion dan ponsel nya kini tengah di pegang oleh Zion, otomatis saat zakira menelpon Zion yang menjawab nya


" Zahir kau dimana ?" Tanya zakira


" Di rumah ku !" Jawab Zion


Sontak zakira kaget mendengar suara menyeram kan itu lagi, zakira langsung ambruk


" Apa yang terjadi ?" Tanya Zidan membantu zakira bangun, terlihat badan nya sudah bergetar dan matanya mulai berkaca kaca


Mendengar suara pria sedang bersama zakira, membuat Zion menjadi semakin marah


" Siapa ini ?" Tanya Zidan mengambil alih panggilan


" Lo yang siapa anjing ! Kenapa Lo bisa sama cewek gue !!" Bentak Zion kepada Zidan


" Aku akan melaporkan mu ke polisi karena tidak kekerasan dan penculikan !" Ujar Zidan


" Berani berurusan dengan polisi, akan aku kirimkan kepala anak ini ke rumah mu sekarang juga !" Ancam Zion


" Jangan jangan sakiti dia, aku mohon ! Aku akan melakukan apapun untuk mu asal lepaskan dia, aku mohon !" Ujar dengan suara bergetar zakira


" Gadis pintar ! Datanglah kerumah ku ! Aku mau menukar dia dengan mu !" Ujar Zion lalu dia menutup panggilannya


" Kita harus lapor polisi! " Ujar Zidan


" Jangan, dia tidak mempan oleh hukum lapor polisi hanya akan memperburuk situasi !" Jawab zakira


" Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" Zakira menutup matanya sejenak untuk mengumpulkan keberanian dan menguatkan diri nya


" Aku akan kembali ke sana !" Ujar zakira


" Apa ? Itu berbahaya !"


" Dia menginginkan ku, aku tidak bisa lepas darinya sekarang !" Ucap zakira dengan suara yang bergetar


" Kenapa begitu ? " Tanya Zidan, mendengar pertanyaan itu zakira malah jadi ingin menangis


" Dia sudah menyewa mu ?" Zakira mengangkuk pelan


" Baiklah, ayo pergi ke rumah dia !"


" Jangan, kamu tidak boleh berurusan dengan nya !"


" Kau akan pergi sendirian ? Aku harus memastikan dia melepaskan adik mu, dan memperlakukan mu dengan baik !" Jawab Zidan


Zakira pun mau di antar pergi oleh Zidan, sementara Zee di suruh menunggu dan jangan banyak protes karena dia hanya mau mengantar zakira pergi,


Zee pun akhirnya membiarkan mereka pergi berdua walau pun hati nya sangat panas.