The Rose

The Rose
dia yang pergi kembali lagi



Setelah di rasa suasana hatinya mulai membaik, zakira mengajak Gyandra pulang, namun tiba tiba anak nya rewel.


" Kenapa sayang ? Kamu masih mau main ?" Ucap zakira mencoba menenangkan Gyandra, namun dia masih saja rewel meski sudah di beri susu membuat zakira bingung harus berbuat apa lagi.


" Aduh kamu kenapa sih, jangan nangis terus dong ," zakira sudah mulai cemas, takut nya Gyandra sakit.


Zakira pun segera bergegas membawa nya pulang, saat di jalan pulang kebetulan saat itu Zidan juga lewat jalan yang sama, merekapun berpapasan.


Melihat sosok yang di rindukan nya tiba tiba ada di hadapan nya, Zion langsung menghentikan motornya agak jauh di belakang zakira, namu zakira tidak mengenali nya karena Zion menggunakan helm full face.


Itu hal bagus bagi Zion, karena dia bisa melihat kabar zakira tanpa di ketahui nya.


Masih belum sadar ada seseorang yang memperhatikan nya zakira terus bejalan seraya menggendong Gyandra.


Dan yang membuat zakira heran sekaligus membuat nya tenang, tiba tiba Gyandra berhenti menangis dan kembali tenang bahkan dia berceloteh dengan bahasa bayi nya.


Tentu saja hal itu membuat zakira senang.


" Eh anak mamah udah sembuh ? Tadi kenapa kamu ? Kamu mau ngeprank mamah ya," Ucap zakira dengan senyum yang merekah di bibir nya.


Zion ikut tersenyum melihat zakira nampak terlihat bahagia, sekaligus terharu saat melihat anak yang di gendong zakira sudah tumbuh besar.


Zion berharap dia lah yang menjadi ayah dari anak zakira itu, Zion belum tahu bahwa sebenar nya anak itu memang anak kandung nya.


****


Sesaat setelah itu, ada sebuah mobil berhenti tepat di hadapa zakira menghalangi pandangan Zion.


Seorang pria segera turun dan ternyata itu adalah Zidan.


" Kenapa kamu disini ?" Tanya Zidan seraya menghampiri zakira.


Zakira masih enggan berbicara dengan Zidan rupanya, sesaat setelah melihat Zidan zakira langsung memalingkan wajah nya dan berniat pergi.


" Hei, mau kemana ? Ayo pulang ," ajak Zidan, zakira malah menatap nya sinis.


" Aku tahu ucapan ku kemarin keterlaluan, aku minta maaf ayo kita bicara kan baik baik semua nya, "


Zakira masih bungkam dan berusaha melepaskan pegangan Zidan dari lengan nya.


" Mau kemana ? Ayo pulang," Zidan menarik paksa zakira, sampai membuat Gyandra menangis lagi.


" Lepaskan aku, kau membuat dia menangis lagi," zidan pun melepaskan genggamannya.


" Jangan pedulikan kita, pulang saja sendiri sana !" Zakira mendorong Zidan lalu dia pergi meninggal kan Zidan.


" Zakira ! Aku mohon dengar kan aku dulu ," Zidan mengikuti zakira.


" Jangan mengikuti ku!" Bentak zakira, Zidan langsung menghentikan langkah nya, zakirapun melanjutkan langkah nya menjauhi Zidan yang sudah mulai frustasi.


Zidan menatap nanar kepergian zakira itu.


" Kenapa dia keras kepala sekali ," gerutu Zidan.


Sementara Zion masih menyaksikan drama yang terjadi antara zakira dan Zidan tadi.


" Apa mereka bertengkar ?" Benak Zion. Tak di sangka Zidan menyadari keberadaan nya.


Saat hendak kembali masuk ke dalam mobil Zidan menyadari keberadaan seorang pria memakai helm yang sedang berdiri di seberang jalan dan sepertinya dia sedang memperhatikan nya.


Merasa ada yang aneh, Zidan memperingati Zion untuk tetap diam di tempat, sementara dia sedang menyebrang untuk menghampirinya.


Zion yang tadinya ingin singgah sebentar malah harus berurusan lagi dengan Zidan.


" Sejak kapan kau disini ?" Tanya zidan tegas, Zion bingung harus menjawab apa karena Zidan pasti mengenali suaranya.


" Buka helm mu, apa kau menguntit istri ku, hah ?" Zion semakin bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang.


Zidan terus mendesak Zion untuk membuka helm nya, dan mengancam akan melaporkan nya ke polisi jika dia tidak menurut.


Dengan terpaksa Zion mengalah, dan perlahan melepas helm nya.


" Brengsek, apa yang kau lakukan di sini !" Bentak zidan seraya mencengkram baju Zion sesaat setelah melihat wajah Zion.


" Sorry, aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya kebetulan lewat," ucap Zion mencoba menjelaskan situasi nya saat ini.


" Tapi apa maksudnya ini, kau melihat aku dan zakira tadi ?"


" Itu di luar perkiraan ku,"


" Tunggu dulu, jangan jangan sejak tadi kau mengikuti zakira ?"


" Aku tidak bermaksud apapun, aku hanya ingin melihat keadaan nya saja !" Zion terus berusaha membela dirinya.


" kau bilang kau akan pergi jauh dan tidak akan kembali, tapi apa ini ?" lanjut Zidan.


Merasa Zidan sudah menyinggung nya, Zion pun menunjukkan setelan pabrik nya yang dingin dan sangar.


Zion menatap Zidan dengan tatapan dingin dan tajam.


" Aku memang akan pergi, kau tidak perlu memerintah ku !" ucap Zion pelan tapi tegas.


" Pergilah, jangan sampai zakira melihat mu berada di sekitarnya ," tukas Zidan angkuh membuat Zion tersenyum smirk.


" Ku harap kau akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang ! " Ujar Zion kembali memakai helmnya lalu Zion naik ke atas motornya.


Sebelum pergi Zion membuka kaca helm nya lalu menatap Zidan dengan tajam untuk mengancam nya.


" Perlakukan dia dengan baik, atau aku akan merebut nya lagi !" pungkas Zion lalu dia berlalu pergi dengan sangat cepat dari hadapan Zidan.


Zidan membuang nafas kasar, mengetahui Zion kembali lagi membuat perasaan nya gelisah.


****


Zakira masih belum juga pulang, dia sepertinya benar benar sedang tidak ingin berhadapan dengan Zidan karena ucapan nya yang menusuk hatinya semalam.


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, Zidan menunggu zakira pulang dengan perasaan gelisah terlebih zakira masih mematikan ponsel nya semakin membuat Zidan kalang kabut.


Sudah tidak bisa bersabar lagi, Zidan bergegas pergi untuk mencari keberadaan zakira sekarang, meskipun tidak tau harus mencarinya kemana.


" Kenapa kau jadi sangat menyebal kan !" Gerutu Zidan seraya terus mencoba menghubungi zakira.


Sementara zakira tengah berada di kosan nya Zahir.


" Apa kau sedang bertengkar dengan suamimu ?" Tanya Zahir heran tiba tiba kakak nya ingin menginap disana.


" Kau tidak akan mengerti walaupun aku menjelaskan nya," ujar zakira datar.


" Ya udah sebaik nya kakak menyelesaikan nya, bukan menghindarinya," ucap Zahir terlihat kesal.


" Diam, nanti keponakan mu bangun !" Tegur zakira.


" Aku akan menelpon Zidan, aku akan menyuruh nya datang kesini dan membawa mu pulang," Zahir meraih ponselnya


" Hei, jangan !" Zakira hendak merebut ponsel Zahir namun terlambat karena telepon nya sudah tersambung.


📞 " Apa kakak mu disana ?" Tanya Zidan langsung


📞 " Iyah, dia disini cepat bawa dia pulang !"


📞" Baiklah aku akan kesana sekarang, tolong tahan dia jangan sampai dia pergi lagi !"


Panggilan pun terputus dan zakira langsung memukul kepala Zahir.


" Dasar kurang ajar !" Ucap zakira kesal.


Tak berapa lama Zidan datang, dan langsung membawa pulang zakira secara paksa tanpa banyak bicara.


Zidan benar benar terlihat marah tapi zakira masih tidak ada takut nya, zakira masih saja tidak mempedulikan Zidan yang terus meminta maaf.


Tidak mau masalah nya berkepanjangan, Zidan menitipkan Gyandra kepada ibu nya tanpa meminta persetujuan zakira supaya mereka bisa memiliki waktu untuk segera menyelesaikan masalah mereka tanpa ada gangguan.


Walaupun zakira protes, Zidan balik tidak mempedulikan nya, lalu Zidan kembali menyeret zakira untuk masuk ke dalam mobil dan bergegas kembali pulang ke rumah mereka.


Saat tiba zakira langsung mengeluarkan semua kekesalan nya kepada Zidan, dan Zidan mendengarkan nya dengan seksama tanpa menjawab atau pun menyanggah nya.


" Sudah puas ?" Tanya Zidan setelah zakira berhenti mengomel.


Zakira menatap nya tajam dengan nafas yang terengah saking emosinya.


Setelah itu Zidan gantian yang mengeluarkan semua yang dia rasakan selama ini supaya zakira mengerti dengan kondisinya juga.


" Jadi ? Mau mu gimana ? Kau mau kita cerai saja ?" ujar zakira.


Zidan tak menyangka, kata itu bisa keluar dari mulut zakira, mana mungkin pernikahannya yang belum genap satu tahun itu sudah membahas tentang perceraian.


Wait !!!


Zakira minta cerai ?


Apakah mereka akan benar benar bercerai ?


Next atuh next ...