
Pagi hari yang cerah telah menjelang, Zidan nampak semangat untuk pergi bekerja, seperti rutinitas nya setiap pagi dia selalu menyiapkan sarapan nya sendiri karena memang dia tinggal sendirian.
" Ting ," satu pesan masuk dari Zee
✉️ Aku membuat kan mu bekal makan siang ! ( Di sertai sebuah foto ,)
" Kenapa dia terus bersikap seperti pacar ku ?" Gumam Zidan sambil tersenyum lalu dia segara bergegas untuk pergi
Zee memang sangat percaya diri memberikan kode cintanya kepada Zidan, walaupun Zidan masih betah dengan status teman namun Zee tidak putus harapan untuk bisa menjadi kekasih Zidan.
***
Sementara zakira sedari malam tadi terus memeriksa Zahir, untunglah panas badan nya sekarang sudah turun
Zakira pun pergi keluar sebentar untuk membeli makanan untuk Zahir, sebelum pulang dia mampir ke sebuah cafe untuk membeli minuman hangat tak sengaja dia bertemu dengan Zidan yang juga sedang memesan kopi
Bagi zakira Zidan adalah dokter yang menyebalkan
" hai, Kita bertemu lagi !" Sapa Zidan mengagetkan zakira
" Apa kita sedekat itu untuk saling menyapa ?" Protes zakira
" Tidak, tapi aku hanya ingin menyapamu saja ! " Ujar Zidan enteng, zakira langsung memalingkan mukanya kebetulan pesanan nya sudah beres bersamaan dengan milik Zidan
Karena ingin segera pergi zakira sampai salah mengambil gelas,
" Itu punya ku !" Ucap Zidan, tanpa berkata kata zakira menukarkan nya kembali lalu berlalu pergi dengan langkah tergesa
Lagi lagi kelakuan zakira membuat orang menggelengkan kepala, sebelum masuk ke dalam mobil nya Zidan sempat membalikan badan nya untuk melihat zakira, ada sesuatu yang aneh yang Zidan rasakan sampai membuat nya bingung, namun Zidan tidak mempedulikannya Zidan pun segera melajukan mobil nya.
***
Saat dalam perjalanan pulang, zakira bertemu dengan Rendy yang kebetulan berpapasan dengan nya di jalan, dia langsung menagih janji zakira kemarin. Namun Zakira tidak bisa pergi bersama nya karena dia harus segera pergi ke rumah Zion, dengan menggunakan Zahir sebagai alasan terakhirnya.
" Baiklah aku akan mengalah sekarang, tapi lain waktu aku akan memaksamu !" Ujar Rendy lalu tanpa peringatan Rendy mengecup bibir zakira, saking kaget nya zakira hampir menjatuhkan gelas kopi yang di pegang nya
" Apa yang kau lakukan, tidak sopan sekali ! " Protes zakira sembari melihat kesekitar nya, hal tadi membuat nya sangat malu karena di lihat banyak orang dan tentu saja mata mata Zion yang di perintah kan untuk mengikuti zakira kemana pun dia pergi
Dan kejadian tadi tentu saja akan sampai ke telinga Zion, dan zakira tidak tahu bahwa dia harus membayar atas kejadian tak terduga tadi.
***
Zakira segera bergegas pulang dengan perasaan kesal
" Masih pagi sudah bertemu dengan orang orang menyebalkan !" Celoteh nya lalu ponsel nya berbunyi, ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dia kenal
" Kau harus datang sekarang !!!" Terdengar suara Zion berteriak dari penggilan telepon sampai membuat zakira menjauhkan ponsel nya dari telinga dia
" Sialan !" Umpat nya di dalam hati
" Aku akan segera ke sana !"
" 10 menit tidak datang, kau akan mati !" Ancam Zion lalu mematikan panggilannya
" Oh tuhan !" Seru zakira sembari menghela nafas panjang
Beberapa menit kemudian zakira terlihat sudah bersiap pergi,
" Kakak mau kemana lagi?" Tanya Zahir melihat kakak nya tergesa-gesa
" Kakak mau pergi dulu, nanti kakak telepon yah !" Zakira segera pergi, saat sedang mencari taksi tiba tiba sebuah mobil hitam datang untuk menjemputnya, zakira sudah tahu siapa yang ada di dalam sana
" Kau melakukan kesalahan besar !" Ujar Dion tiba tiba
Saat zakira sampai dia langsung di buat tercengang dengan pemandangan yang dia lihat sekarang
" Kau sudah datang ?" Tanya Zion dengan santai " sisa 30 detik lagi, hampir saja kau membuat pria itu terbunuh !" Lanjut Zion sembari mengayun ngayunkan sebuah tongkat besbol
" Apa yang kau lakukan ? Kenapa Rendy ada disini ?" Tanya zakira khawatir melihat Rendy sudah di ikat dan mulutnya di sumpal
" Kau mengenal nya ? Aku hanya akan bersenang senang dengan dia !" Lanjut Zion santai
Zakira langsung mengerti apa yang di maksud bersenang senang oleh Zion, itu berarti Zion akan menyiksanya
Zakira langsung meminta maaf kepada Zion, walaupun dia tidak tahu letak kesalahan nya
" Kau meminta maaf untuk nya ? Kenapa ?" Tanya Zion dengan nada tinggi
" Aku aku tidak tahu apa kesalahan dia, aku mohon maaf kan dia !" Zakira mulai memohon
Zion memanggil asisten, dan memberikan zakira beberapa lembar foto yang menangkap gambar nya sedang di cium oleh Rendy tadi, zakira sekarang mengerti kenapa Zion selalu tau tentang nya, ternyata dia selalu mengikutinya
" Ini..ini !" Zakira tidak bisa beralasan lagi
" Kau tidak bisa menjelaskan nya ?" Zion berjalan mendekati Rendy lalu dia melayangkan sebuah tinjuan ke wajah Rendy
Zakira berteriak, dan hendak menghentikan aksi Zion namun di cegah oleh Dion. Setelah beberapa pukulan Zion membuka sumpal mulut Rendy
" Jangan pernah menyentuh wanita ku lagi ! Kau mengerti !" Ujar nya mengintimidasi Rendy, tapi Rendy yang sudah tersungkur mencoba bangkit dan membalas Zion
" Siapa kau brengsek ! Berani berani nya kau melakukan ini padaku ! Kau tidak tahu siapa aku?!!" Teriak Rendy sembari mencengkram kerah baju Zion , Zion tersenyum smirk
" Kau masih berani menatapku ?" Lalu Zion meninju lagi Rendy hingga dia tersungkur lagi
Zakira tidak bisa membiarkan Zion menghabisi Rendy seperti itu, zakira segera melepaskan diri dari Dion lalu berlari ke arah Rendy
" Zion aku mohon hentikan, itu semua salah paham !" Ujar zakira seraya melindungi Rendy
" Apa yang kau lakukan !!" Bentak Zion semakin marah " kenapa kau membela dia !" Zion mendorong zakira agar dia menjauh dari Rendy
Melihat Zion semakin, marah zakira bingung apa yang harus dia lakukan, karena Zion mungkin akan membunuh Rendy
" Zion aku mohon, aku minta maaf, aku tidak akan melakukan nya lagi, bahkan aku tidak akan berhubungan dengan nya lagi, aku janji !" Zakira memohon sambil berlutut di kaki Zion
Zion nampak sedikit tenang, dia pun menyuruh zakira untuk berdiri
" Sekarang hentikan semua ini yah !" Rayu zakira, dengan air mata yang mulai membasahi pipinya
Entah kenapa Zion selalu luluh saat melihat mata zakira yang memohon kepada nya. Zion pun merangkul zakira untuk pergi dari sana, namun saat Zion dan zakira berjalan sudah agak jauh Rendy mencoba bangun dengan segenap tenaga yang tersisa
Tiba tiba Rendy tertawa meledek Zion, mendengar nya Zion langsung menghentikan langkah nya dan berbalik
" Dia milik mu ? Dia hanya ****** dia bisa milik siapa saja !" Teriak nya membuat Zion tersulut amarah lagi, namun zakira menahan nya, lalu zakira mengisyaratkan kepada Rendy untuk diam
" Dia mantan pacar ku dan aku yang mendapat keparawanan nya, kau hanya dapat bekas ku , hahaha ! " Rendy malah terus memancing emosi Zion walaupun keadaan nya sudah babak belur, perkataan Rendy tadi juga membuat zakira tercengang karena membuat Zion akan sangat marah
Benar saja Zion sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi,
" Bawa dia ke kamar !" Zion mendorong zakira ke arah Dion, lalu dia mengambil pemukul baseball kemudian berjalan ke arah Rendy, Rendy hendak kabur namun terlambat dia mencari ajal nya sendiri padahal tadi Zion sudah melepaskannya.
" Zion..! Jangan, kamu gak boleh melakukan itu !" Teriak zakira masih berusaha melerai walau dia sedang seret paksa, namun terlambat Zion harus melampiaskan kemarahannya itu
Zakira di kurung di sebuah kamar, dengan rasa takut bercampur khawatir dia tak tahu lagi apa yang harus dia lakukan, akhirnya dia hanya bisa menangis di pojokan kamar besar itu.
Sementara Zion masih terus melampiaskan kemarahannya kepada Rendy, Rendy nampak sudah terkapar bersimbah darah, tidak ada yang berani melerai jika Zion sedang marah karena bisa bisa orang yang melerai akan ikut kena hajarnya.