The Rose

The Rose
pantaskah aku menerima semua perlakuan itu ?



Sepanjang perjalanan pulang zakira lebih banyak diam, sementara Zidan berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan tidak mengungkit lagi masalah kemarin dan juga semalam.


" Kita pulang dulu," ucap Zidan singkat.


" Kita jemput Gyandra dulu ," ucap zakira ketus.


" Kamu harus mandi dulu, kamu mau menggendong Gyandra dengan keadaan seperti itu ?"


Zakira mencium baunya sendiri dan memang bau alkohol masih tercium di seluruh badan nya, tanpa banyak protes zakira pun menuruti Zidan kali ini.


****


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian zakira segera mengajak Zidan untuk pergi menjemput anak nya, tapi Zidan malah tertidur di sofa.


" Kata nya mau jemput Gyandra, kenapa kamu malah tidur ," tegur zakira dengan suara lantang.


" Nanti sore aja, aku ngantuk sekarang ," Zidan melanjut kan tidur nya.


Kembali kesal zakira tidak mempedulikan nya dan berniat pergi sendiri.


Mendengar suara pintu depan di buka Zidan langsung terperanjat menyusul zakira yang sudah berada di luar rumah.


" Iyah Iyah, aku siap siap sekarang , kamu tunggu sebentar ok," ujar Zidan sambil menghadang langkah zakira.


Zidan pun menuntun zakira untuk kembali ke dalam rumah seraya menunggu dia bersiap siap.


" Kenapa dia jadi cerewet dan gampang marah sekarang," gerutu Zidan di dalam hati.


" Cepat ih !" Suruh zakira sudah terlanjur kesal.


" Iyah Iyah, sebentar ," Zidan mempercepat langkah nya dan bergegas berganti pakaian.


****


" Kita lupakan semua kejadian kemarin, ok ," ujar Zidan memecah keheningan di dalam mobil, zakira menoleh ke arah nya dengan tatapan tajam nya mengisyaratkan ke tidak setujuan nya.


" Aku juga akan melupakan kelakuan mu semalam ," ucap Zidan balik menatap tajam zakira, merasa sama sama salah zakira pun setuju untuk saling memaafkan .


" Tapi, kenapa dia tiba tiba ada bersama kita ?" Tanya zakira.


" Kamu tidak ingat dengan apa yang terjadi semalam ?" Tanya Zidan heran.


" Memang semalam ada apa ?" Tanya zakira lagi dengan polosnya.


Lalu Zidan memperlihatkan beberapa memar di wajah nya untuk mengingat kan kejadian semalam.


" Wajah kamu kenapa ?" Tanya zakira lagi masih dengan wajah polos nya.


Zidan langsung menghela nafas panjang melihat kelakuan istrinya itu.


" Aku peringatkan kamu ! jangan pernah mabuk lagi kayak semalam, masih untung aku datang kalau tidak aku tidak tahu lagi nasib kamu bakalan gimana ," Zidan kembali mengomeli zakira.


Kali ini zakira pasrah seraya tertunduk mendengarkan Omelan Zidan tanpa menyangkal nya sedikit pun.


Tapi tiba tiba terbersit di ingatan nya tentang kejadian semalam.


" Hah, ya ampun ! " teriak zakira mengagetkan Zidan .


" Ada apa ?" Tanya Zidan bingung.


" Aku semalam memarahi Zion ! Ya ampun, jangan sampai aku berkata yang tidak tidak ," zakira menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang dia lakukan semalam.


" Gimana ini Zidan ?" Zakira menoleh ke arah Zidan dengan wajah panik, setelah memarkirkan mobil nya Zidan menoleh ke arah zakira.


" Lupakan semuanya, anggap saja semalam hanya mimpi zakira ," ucap Zidan.


" Apa ?" Zakira jadi bingung.


" Aku tidak mau ada orang ketiga dalam pernikahan kita, jadi jangan bahas lagi tentang dia ," Zidan menatap wajah zakira dengan serius.


" Baiklah ," jawab zakira seraya menundukan kepalanya.


" Maaf atas sikap kasar ku kemarin, yah ," Zidan mengecup kening zakira.


Zakira kembali menatap Zidan.


" Semua yang aku katakan itu tidak benar, aku hanya terpancing emosi , aku tidak akan mengulangi nya lagi, aku janji ," ujar Zidan serius lalu dia mengecup bibir zakira.


" Ayo kita jemput anak kita ," zakira mengangguk tanpa banyak bicara.


Sebenar nya zakira bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dia gampang sekali terpancing emosi tapi juga gampang di bujuk rayu.


Jadi terkadang di satu waktu dia sangat keras kepala tapi di lain waktu dia mudah melunak.


Makanya dia selalu bimbang dengan apapun yang dia lakukan dan selalu menyesal pada akhirnya.


****


Zakira dan Zidan segera masuk ke dalam rumah perang tua zidan, dan mereka langsung di sambut oleh nyinyiran dari ibu Zidan yang masih saja tidak menyukai zakira, apalagi setelah mengetahui kejadian semalam makin makin dia tidak menyukai zakira.


Walaupun begitu zakira tetap mencoba bersikap sopan kepadanya.


" Dimana Gyandra mah ?" Tanya Zidan.


" Dia sedang di asuh sama si mbak ," jawab ibu Zidan tanpa menoleh.


" Lain kali kalau mau bertengkar jangan bawa anak mu kesini, bikin pusing saja !" Omel ibu Zidan, zakira dan Zidan hanya bisa meminta maaf.


" Kamu lagi, kalau ngurus anak tuh yang bener, anak sama ibu sama sama bikin kesel terus ," lanjut ibu Zidan terus ngedumel.


" Emang dia kenapa, sampai bikin mamah kesel ?" Tanya Zidan mencoba bersabar menghadapi bibir runcing ibunya itu.


" Anak mu itu terus aja nangis, mamah suruh aja dia tidur sama si bibi ,"


Zakira masih mencoba sabar dengan sikap ibu mertuanya itu, walau pun sebenar nya zakira sangat ingin melawan nya.


Tanpa banyak bicara zakira segera pergi mencari keberadaan anak nya.


" Eh non datang, si Dede nya lagi tidur non ," ucap seorang art.


" Dimana dia ?" Tanya zakira.


" Dia di kamar saya, mari saya antar ," art itu menunjukan Gyandra yang tengah tertidur pulas di kamar art itu.


Zakira merasa tersinggung karena bisa bisa nya anak nya di biarkan tidur di kamar pembantu di kamar yang sempit dan juga panas.


" Maaf yah bibi, udah ngerepotin sama terimakasih sudah mau mengurus Gyandra pasti dia rewel banget ," ucap zakira seraya menggendong Gyandra.


" Tidak non, dia tidak rewel sama sekali malahan bibi mah suka sama dia, dia anteng banget ," ucap art sembari mengelus lembut kepala Gyandra.


" Loh kata mamah dia rewel dan nangis terus ,"


" Nggak kok, dia mah gak tahu orang dari semalam dia sama bibi ,"


Zakira semakin sakit hati karena ternyata ibu Zidan pun tidak menyukai anak nya bahkan saat yang dia tahu Gyandra adalah anak kandung Zidan.


entah bagaimana nanti kalau kedua mertuanya tahu tentang kebenaran nya.


" Saya permisi dulu ," zakira pamit pergi kepada art itu.


Dengan mata yang berkaca kaca zakira segera membawa Gyandra keluar rumah bahkan tidak berpamitan dulu kepada ibu Zidan.


" Zakira ! Ada apa lagi ?" Zidan menyusul zakira yang berjalan tergesa.


" Tanya saja sama ibu mu !" Jawab zakira ketus.


Zidan pun menghela nafas panjang, karena pasti ibu nya membuat zakira tersinggung lagi.


Zidan pun kembali ke dalam rumah untuk menegur ibunya.


" Mamah, apalagi yang mamah lakukan ?"


" Emang apa yang mamah lakukan ?"


" Zakira menangis, pasti mamah menyinggung nya lagi,"


" Alah cengeng banget, pasti karena anak nya di suruh tidur sama si bibi,kan "


" Mamah walaupun dia bukan anak ku, tapi -" Zidan langsung menghentikan ucapan nya setelah sadar lagi lagi dia keceplosan.


Ibu nya langsung tertegun mendengar ucapan yang tidak sengaja Zidan ucapkan itu.


" Apa kamu bilang ? Dia bukan anak mu ?" Tanya ibu Zidan dengan suara lantang.


" Bu - Bukan begitu maksud ku, dia -"


" Jujur kamu ! " Potong ibu Zidan.


" Gyandra anak kamu atau bukan ?" Tanya ibu Zidan tegas.


" Kita bahas itu nanti saja, ibu ," Zidan mencoba mengalihkan pembicaraan.


Tapi ibu nya itu tidak akan mudah untuk di buat tenang, dia segera bergegas keluar menyusul zakira.


Walau Zidan mencoba mencegah nya namun ibu Zidan masih bersikukuh seraya ikut mencela Zidan juga.


Dengan wajah penuh amarah ibu Zidan menghampiri zakira yang sudah masuk ke dalam mobil.


" Keluar kamu dasar ****** !" Ibu Zidan menarik paksa zakira dari dalam mobil hingga zakira dan anak nya terjatuh.


" Apa yang mamah lakukan ," protes zakira tidak terima dengan perlakuan kasar ibu mertuanya itu.


Namun tanpa basa basi ibu Zidan langsung melayangkan tamparan nya.


Zidan yang baru sampai langsung menahan tangan ibunya.


Suasana pun menjadi riuh, di tambah suara tangis Gyandra yang kaget dengan apa yang terjadi.


Zidan segera membawa zakira ke tempat lain namun ibunya masih belum puas menghajar zakira.


Dia kembali menarik lengan zakira dan mendorong nya hingga jatuh.


Seorang satpam datang untuk melerai dan seorang art datang untuk mengaman kan Gyandra.


" Mamah udah !" Bentak Zidan seraya membantu zakira bangun.


" Diam kamu ! Diam kalian kalau ada yang berani menyentuh ku aku akan pecat kalian !" Ancam ibu Zidan kepada seorang satpam dan seorang art yang ikut melerai.


" Mamah hentikan, itu terlalu berlebihan !" bentak Zidan menjadi emosi dengan sikap kasar ibu nya itu.


Plakk


" Kamu juga dasar anak kurang ajar !" Zidan pun ikut kena tampar ibu nya.


" Anak siapa dia ? " Tanya ibu Zidan dengan mata yang melotot kepada zakira.


" Dia anak ku mah," jawab Zidan mencoba meyakinkan ibu nya.


" Aku bertanya pada dia, ayo jawab anak siapa dia !?"


" Aaah," erang zakira kesakitan karena ibu Zidan sekarang menjambak rambut nya.


" Dasar wanita tidak punya malu, kamu mau membodohi ku, hah ? Kamu harus terima akibat nya karena kamu berani mempermainkan ku ,"


" Lepaskan mah, kita bicarakan semua nya dengan kepala dingin ," Zidan berusaha melepaskan genggaman kuat tangan ibu nya ke rambut zakira.


Hingga datang lah ayah Zidan dan menyaksikan kejadian itu.


" Ada apa ini !!" Teriak nya sesaat setelah turun dari dalam mobil nya.


Ibu Zidan langsung melepaskan jambakan nya.


" Lihat Sampai dia tahu yang sebenar nya !" Bisik ibu Zidan.


Lalu dia merapihkan pakaian nya dan menyambut hangat kepulangan suaminya.


" Kamu sudah pulang ," ujar nya basa basi.


" Diam kamu, ada apa ribut ribut begini ?" Tanya ayah Zidan lagi seraya melihat ke arah Zidan dan zakira yang terlihat sedang menangis.


" Zidan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya !" Suruh ibu Zidan.


Wait !!!


Lagi lagi zakira harus mengalami penderitaan ?


Terus bagaimana nasib zakira nanti nya ?


Next chapter yu ...