The Rose

The Rose
SIAL



Zakira merasa sangat sial karena telah bertemu dengan Zion dan Zidan, zakira menganggap kedua pria itu adalah penyebab hidup nya semakin menderita.


mereka berdua selalu memberi nya harapan yang indah namun pada nyatanya semua hanya omong kosong, karena ujung ujung nya zakira sendirian lagi dan terluka lagi.


Zakira berjanji pada dirinya sendiri untuk menutup hati kepada siapapun itu, zakira sudah lelah di buai harapan dan dibodohi oleh ekspektasi.


Kalau hidup nya memang harus terus di lingkup oleh kesengsaraan tidak apa bagi nya, asal kan jangan ada orang yang membuat pikiran nya tambah stres.


Maka dari itu, zakira telah menghapus rasa cinta nya kepada Zidan maupun Zion, mulai sekarang dia mau hidup bebas dan hidup hanya untuk dirinya sendiri.


Bahkan zakira telah menitipkan anak nya ke panti asuhan, dia merasa dia tidak bisa menjadi seorang ibu karena hidup nya sangat berantakan dan dia tidak mau hidup anak nya ikut berantakan juga.


Walaupun sedih tapi zakira harus melakukan nya.


" Maaf kan ibu mu nak, ini bentuk kasih sayang ku kepada mu, ibu tidak mau kamu terkena noda di diri ibu ini, kamu harus jadi anak yang baik dan bahagia ya sayang ," ujar zakira berpamitan kepada sang anak sebelum pergi meninggal kan nya di panti asuhan.


Selain itu dia berjanji akan mengunjunginya sesekali untuk melihat kabar nya, setelah di titipkan kepada sang pengasuh panti, zakira perlahan melangkah pergi.


Awal nya berat, namun sesaat setelah keluar dari gerbang panti asuhan itu, zakira merasa hati nya plong dan langkah nya ringan.


" Perasaan apa ini ? Apa aku memang ibu yang kejam ?" Benak zakira.


" sudah lah ," gumam zakira jadi tidak peduli.


Tidak mau banyak berpikir lagi, zakira segera pergi dan kembali ke rumah nya.


Merasa keberadaan nya sudah tidak aman dari pantauan Zion, zakira memutuskan untuk pergi lagi dari rumah itu.


Tak ada yang tahu apa yang ada di pikiran zakira, tapi dia masih seorang gadis yang memiliki gairah muda yang mana dia selalu bertindak tanpa berpikir ulang.


Tidak mau terus mengeluh dengan semua kesengsaraan nya, zakira memilih untuk menikmati dan menjalani nya dengan cara nya sendiri.


**** beberapa waktu kemudian


Zakira telah kembali ke dunia malam nya lagi, dia bahkan menemui kembali teman lama nya dulu yang mengajak dia untuk menjadi seorang psk.


Bahkan sekarang zakira di tawari untuk menjadi seorang mucikari.


" Nanggung hidup ku udah terlanjur hancur dan hina, kalaupun udah tobat aku tetap di nilai hina dan rendah, makanya sekarang gas kan aja lah ," ucap zakira sambil mabuk di sebuah klub malam bersama teman lamanya itu.


" Anjir, udah gua bilang jangan mau di rayu sama cowok ke gitu, walaupun lo cantik gak jadi jaminan mereka bisa memperlakukan Lo ke putri, mimpi anjir !" Ucap teman zakira.


" Bener, nyesel aku gak dengerin kamu dulu ,"


Merekapun tertawa lepas dengan keadaan sudah mabuk berat.


Walaupun ini bukan kegiatan yang baik, tapi zakira merasa senang karena merasa semua beban di hidup nya telah hilang, sekarang dia benar benar tidak peduli tentang harga diri dan penilaian orang lain, yang penting sekarang dia merasa bahagia.


****


Sudah hampir satu bulan ini Zidan pergi ke luar negeri untuk menenangkan pikiran nya, tapi bukan nya happy dia malah semakin galau karena masih belum bisa move on dari zakira.


Tidak ada lagi yang bisa dia perjuangkan untuk bisa kembali bersama zakira, karena apapun yang dia lakukan akan selalu salah pada akhirnya.


Meski begitu, Zidan telah kembali pulang dan mencoba untuk memulai hidup baru lagi.


Memulai semua nya dari awal lagi, Zidan kembali melakukan kegiatan rutin nya lagi, walau sekarang agak sulit untuknya tersenyum ceria seperti dulu.


Setelah beberapa hari di lalui tanpa memikirkan zakira, Zidan mulai kembali mendapatkan ketenangan di hati nya.


Meskipun sesekali mengingat nya tapi tidak seperti beberapa hari kebelakang, bayangan zakira hanya sesekali terbersit di pikiran nya lalu menghilang lagi tertutupi oleh pikiran yang lain.


****


Sementara Zion si pria dingin itu ternyata masih mengharapkan cinta nya zakira bisa kembali tumbuh, namun zakira ternyata telah menghilang lagi.


Setelah malam itu, Zion masih belum bisa menemukan keberadaan zakira di manapun.


Hal itu membuat Zion semakin frustasi karena selain mengkhawatirkan zakira dia juga mengkhawatirkan anak nya.


Meski dia seorang kriminal tapi naluri seorang ayah nya masih berfungsi, dia merasa anak nya sedang tidak baik baik saja sekarang.


" Kalian dimana sekarang ," ucap Zion kebingungan.


Karena tak ada cara lain untuk menemukan zakira dan anak nya, Zion berpikir untuk menanyakan keberadaan mereka kepada Zahir.


Padahal Zahir pun belum mengetahui tentang apa yang terjadi kepada kakak nya akhir akhir ini.


Tidak sulit menemukan Zahir hanya dengan sekali cari langsung bisa menemukan keberadaan nya.


Namun Zion mencoba bersabar Walaupun sebenarnya sangat ingin menghajar mulut lancang nya itu, tapi tidak untuk sekarang.


" Kau tahu dimana kakak mu sekarang ," tanya Zion tidak mau basa basi lagi.


" Kau masih menginginkan nya ? Dia sudah menikah tentu saja dia pasti di rumah suaminya ," jawab Zahir santai.


" Kau tidak tahu kalau kakak mu sudah bercerai ?" Tanya Zion heran, Zahir langsung tertegun mendengar hal itu, Karena dia baru mengetahui nya.


" Apa maksudmu brengsek!"


" Kau benar benar tidak tahu ?"


Merasa tidak yakin dengan ucapan Zion, Zahir langsung pergi untuk menemui Zidan dan berharap zakira masih bersama nya dan perkataan Zion hanya lelucon.


****


Sesampainya di depan rumah Zidan, Zahir langsung menggedor pintu dengan sangat keras, Zidan yang sedang istirahat segera membukanya.


Dia langsung kaget mendapati Zahir berada di depan pintu dengan wajah khawatir.


" Dimana kakak ku ?" Tanya Zahir seraya nyelonong masuk dan mencari keberadaan zakira, namun dia tidak menemukan nya bahkan keponakannya pun tidak ada di sana.


" Dimana kakak ku !!" Teriak Zahir mulai berkaca kaca.


" Kau belum tahu, kita sudah bercerai sebulan yang lalu ," ujar Zidan ragu.


" Apa ? Kenapa ? Lalu gimana dengan kakak ku ? Kau membiarkan nya sendirian bersama seorang bayi !" Zahir mulai emosi dan mencengkram baju Zidan.


Zidan tidak bisa berkata kata sekarang, karena jika di pikir lagi dia memang terlihat brengsek.


" Kau bilang akan membuat dia bahagia, tapi apa ini ? Kau membuang dia sekarang ," Zahir mendorong keras badan Zidan.


" Maaf kan aku, tapi bukan-"


" Diam kau, urusan kita belum selesai !" Potong Zahir lalu dia pergi seraya menunjuk Zidan dari kejauhan untuk memperingati nya.


Zahir segera pergi untuk mencari keberadaan kakak nya sekarang, beberapa kali dia mencoba menghubungi nya namun tidak juga di jawab.


Tentu saja sekarang tidak ada waktu untuk menjawab telepon karena zakira tengah sibuk melayani pria hidung belang yang tengah menikmati tubuh indah nya meski telah melahirkan seorang anak.


Setelah selesai bekerja baru dia menyadari beberapa kali Zahir menelpon nya, takut ada apa apa zakira pun menelponnya balik.


Baru juga terhubung zakira sudah mendapat bentakan keras dari sang adik yang terdengar sangat marah kepadanya.


****


Tak mau membuat adik nya terus khawatir, Zakira pun menemui Zahir untuk menjelaskan semuanya, walau pun sangat terlambat.


" Kakak mabuk ?" Tanya Zahir sesaat setelah bertemu dengan kakak nya dan dia mencium bau alkohol yang sangat kuat di badan zakira.


" Nggak ," jawab zakira santai.


" Apa yang sudah kakak lakukan ? Dimana anak mu ?" Tanya Zahir terlihat sedang menahan kekesalan nya.


" Dia ..." Zakira bingung harus menjelaskan nya mulai dari mana dulu.


" Ayo jawab ! Kenapa kakak tidak memberitahu ku kalau kakak sudah bercerai ! Katakan dimana Gyandra sekarang ," ujar Zahir mendesak zakira untuk bicara lebih jelas.


" Gyandra , dia - kakak titipkan dia di panti asuhan ," ujar zakira ragu ragu seraya menatap Zahir dengan sedikit ketakutan.


" Kau gila ! Kenapa kau membiarkan anak mu sendiri di panti asuhan ! ," Bentak Zahir.


" Lalu aku harus nitipin dia dimana ? Aku harus kerja !" Jawab zakira ikut menaikan nada bicara nya untuk membela diri.


" Kerja apa ? Kakak jadi pelacur lagi ?" Ucap Zahir lagi dan langsung membuat zakira terdiam karena tebakan Zahir benar.


Zahir menatap wajah zakira dengan tatapan yang kecewa.


" Sudah aku bilang jangan lagi bekerja seperti itu, kenapa kau tidak dengar ? Kau harus kasian sama anak mu ! Bagaimana dia bisa memanggil mu ibu kalau kau serendah ini ," ujar Zahir mulai menangis.


" Lalu aku harus gimana ? Semua yang aku lakukan selalu saja salah, aku selalu menemukan jalan buntu Zahir, dan aku tidak berdaya sekarang, aku harus gimana lagi ? " lirih zakira


Zahir menatap nya iba, dia pun tidak bisa menyalah kan zakira sepenuh nya, karena dia pun masih belum bisa membantu kakak nya untuk memberinya kehidupan yang lebih baik.


Terlalu egois kalau Zahir menuntut zakira untuk bersabar dan tetap kuat dalam keadaan hidup nya yang malah semakin hancur itu.