The Rose

The Rose
tempramental



Zidan dan Zahir tidak mau menyerah, mereka menyusul mobil milik zion, mereka ingin membawa pergi zakira dari Zion


Sementara Zion masih belum puas memarahi zakira


" Aku sudah memberi mu banyak uang harus nya kau berlaku baik padaku tapi kau malah meremehkan ku ? Karena aku baik pada mu jadi kau berpikir aku orang yang bodoh, hah ? Karena aku menyukaimu, ?" Ujar Zion sambil mencengkram pipi zakira dengan satu tangan nya


Zakira mencoba membela diri, dia menghempaskan tangan Zion, dan dengan berani dia melawan perkataan zion


" Aku tidak pernah meminta nya ! Kalau aku bisa memutar waktu aku tidak Sudi bertemu dengan pria sialan seperti mu !! Aku membencimu dasar bajingan, jangan kira dengan kau berbuat baik padaku aku dengan mudah menjadi budak mu, !" Teriak zakira sambil berderai air mata


" Apa ? Kau berani menjawab ku sekarang !" Zion kembali mencengkram baju zakira


" Kenapa kau selalu mengawasi ku, hah ? Kenapa kau terlalu protektif kepadaku, katamu aku hanya ****** dan kau hanya menganggap ku sebagai mainan lalu kenapa kau melakukan semua ini !! harus nya kau tidak terlalu peduli dengan ku bahkan jika aku mati sekalipun kau hanya perlu menyewa wanita lain untuk kau main kan ! " Zakira terus mengeluarkan semua kekesalan nya


Sampai membuat Zion tertegun mendengar ucapan zakira lalu dia melepaskan cengkraman nya


" Kau masih tidak mengerti ? Atau pura pura tidak mengerti ? Sudah aku bilang kau berbeda dengan mereka ! Setelah semua yang ku lakukan untuk mu kau menganggap semua itu apa... ? Kau kira aku main main saat aku bilang aku mencintai mu ? Aku sudah bilang aku tidak pernah main main dengan ucapan ku, semua yang aku katakan pada mu adalah ketulusan ku tapi ternyata kau menganggap nya angin lalu ! Kau tidak menghargai semua usaha ku,!" Ujar Zion


" Lalu aku harus gimana ? Bagaimana aku harus menghargai mu sedang kan melihat wajah mu saja membuat ku takut, mendengar suara mu saja membuat ku merinding, kau tahu bahkan saat di dekat mu saja aku merasa sesak !! Kau ingin aku membalas kebaikan mu ? Sadarlah kau itu terlalu egois !" Karena emosi zakira jadi tidak bisa menjaga ucapan nya


Zion tertegun mendengar perkataan sarkas keluar dari mulut zakira, seraya terus menatap zakira, tak berapa lama Zidan dan Zahir menghampiri mereka


Zahir segera membawa zakira ke dalam mobil milik Zidan,


" Zakira..zakira jangan bawa dia !" Teriak Zion berusaha mengejar zakira


Namun Zidan menghalanginya


" Berhenti lah, kau menyakitinya ! Kau membuat dia semakin ketakutan !" Ujar Zidan, Zion pun berhenti dengan nafas yang terengah-engah


" Ego mu terlalu kuat ! bahkan sampai menutupi nuranimu !" Pungkas Zidan, dia pun pergi membawa zakira, Zion membiarkan zakira pergi kali ini


" aah ! Sialan !" Teriak Zion terlihat frustasi sambil menendang nendang ban mobil nya


****


" Kakak sekarang udah aman, aku akan melindungi. !" Zahir mencoba menenangkan zakira yang masih menangis


" Dia memukul kakak lagi ? Coba lihat ! " Zahir memeriksa pipi zakira yang terlihat memerah dan lutut nya yang berdarah karena sempat terjatuh


" Udah udah, kakak aman sekarang !" Zahir memeluk zakira sambil memejam kan matanya untuk menguatkan dirinya sendiri


Zidan membawa zakira dan Zahir ke rumah nya, dia berpikir jika ke rumah zakira kemungkinan Zion akan datang lagi kesana


Zakira sudah berhenti menangis tapi masih sesenggukan


" Kamu duduk dulu di sini , aku akan mengambil kotak obat !" Ucap Zidan


Zahir langsung mengobati lutut kakak nya sedang Zidan membuatkan minuman hangat, dan mengambil kompresan


Setelah beberapa saat, zakira tertidur di paha Zahir dengan keadaan masih sesenggukan


" Bagaimana ini ? Orang itu akan terus mencari kakak ku !" Ujar Zahir


Zidan pun menghela nafas, sambil memikirkan cara agar Zion berhenti memperlakukan zakira dengan semena mena seperti tadi.


" Aku akan coba menemui dia ! Sekarang kamu istirahat dulu ajah, aku akan memindahkan nya ke kamar !"


Zidan memangku zakira dengan perlahan dan menidurkannya di kamar, sejenak dia memandangi wajah zakira lalu dia mengelus lembut pipi zakira yang nampak masih memerah


" Kamu pasti telah mengalami banyak hal berat !" Uca Zidan pelan


****


di rumah, Zion nampak sangat terpukul dengan perkataan zakira tadi hingga membuat nya stres


Zion telah menghabiskan beberapa botol bir untuk menghilangkan stres nya,


Kata kata zakira dan zidan tadi terus terngiang di pikirannya


" Aah !! Sialan kau ****** !" Zion melempar botol yang di pegang nya.


Lalu Zion tiba tiba menangis, sambil sesekali mengumpat, rambut dan baju yang acak-acakan, mata yang memerah dan beberapa lebam di wajah nya membuat Zion terlihat sangat kacau.


Di tambah emosi yang tidak stabil membuat nya semakin terlihat seperti orang stres berat


Zion berjalan sempoyongan ke arah kamar zakira


" Zakira ! zakira !! " Teriak nya terus


" Kenapa kau melakukan ini pada ku ! Aku sudah berusaha menjadi pria baik untuk mu, tapi kau malah pergi dengan pria itu, zakira.! " Celoteh Zion terlihat sudah teler


Zion terus memanggil manggil nama zakira, sampai dia terlelap di kamar zakira


****


Pagi telah tiba, zakira terbangun dengan suara seseorang yang sedang memasak


Zakira pun beranjak dari tempat tidur lalu pergi menuju ke dapur


" Kau sudah bangun ? Bagaimana keadaan mu ?" Tanya Zidan


" Aku sudah tidak apa apa !" Jawab zakira malu malu


" Duduklah, kita sarapan bareng !"


" Kau mau berangkat sekolah ?" Tanya zakira seraya tersenyum


" Iyah, kakak gak apa apa kan di rumah sendirian ?"


" Disini aman kok, Zion gak bakalan tahu !" Ujar Zidan


Zakira mengangguk pelan, mereka bertiga pun sarapan bersama, zakira merasa ini seperti mimpi karena setelah sekian lama dia akhirnya bisa sarapan bersam adik nya lagi


" Makan lah !" Ucap Zidan, Zakira pun segera menyantap makanan nya


Setelah selesai sarapan, Zidan dan Zahir pamit pergi


" kita terlihat seperti keluarga bahagia !" Gurau Zahir


" Kau ini ! Sana pergi !" Ujar zakira sambil tersenyum , Zidan ikut tersenyum melihat zakira terlihat bahagia


****


Sementara Zion terbangun masih dengan keadaan kacau, dia memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing


" Ah sialan, kenapa kepalaku pusing !"


Zion berusaha untuk bangun hari ini walaupun tidak bersemangat menghadapi nya


Di dalam kamar mandi Zion menatap dirinya di cermin dia terlihat sangat berantakan


Lalu dia tertawa


" Dasar payah Hanya karena seorang wanita kau jadi seperti ini !" Ucap nya pada diri sendiri


" Wanita itu sudah merubah dirimu menjadi orang lain, apa berharganya dia bahkan dia hanya seorang pelacur ! Banyak wanita sepetinya di luar sana, kau harus melupakan nya ! Ya, aku harus melupakan nya bahkan dia sudah menghina dan merendahkan ku ! Aku tidak akan mengurus nya lagi !" Ujar Zion sedang membangun kembali semangat hidup nya dengan mensugesti dirinya sendiri untuk melepaskan zakira


Zion pun memperbaiki penampilannya, dia akan melupakan semua hal yang terjadi kemarin, Zion kembali kedirinya sebelum bertemu zakira


Zion si brengsek dan playboy, Zion menghabiskan waktunya untuk bersenang senang seperti dulu, bahkan sampai lupa pulang, dia terus minum minum dan bermain bersama wanita penghibur


Nanda yang sedang bekerja melihat Zion sedang bersenang-senang tapi dia tidak melihat zakira


" Dimana anak itu ?" Nanda celingukan mencari keberadaan zakira


Namun dia tidak menemukan nya dimana pun, Nanda pun menelpon nya


Zakira menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Zion, Nanda pun mengerti, Nanda memberi tahu zakira bahwa Zion telah kembali seperti dulu, tapi zakira bilang dia tidak peduli dengan Zion, dia mau melakukan apapun terserah dia


Tapi sebelum menutup panggilannya Nanda bertanya tentang uang bayarannya


" Apa dia tidak memintanya kembali ?"


" Tidak, tapi aku akan mengembalikannya !"


" Tapi sebenarnya uang yang kemarin aku transfer bukan dari si Karin, tapi dari si Zion, dia bilang uang itu untuk mengganti uang kamu yang di ambil si Karin !"


Mendengar hal itu zakira jadi merasa semakin di rendahkan oleh Zion


" Cinta ? Bahkan Dia benar benar menganggap ku hanya wanita bayaran !" Keluh nya


" Tentu saja, aku memang hanya wanita rendahan, pantas saja dia memperlakukan ku seperti ini !"


****


Zahir mengabari zakira bahwa dia akan pulang telat karena mau mengambil beberapa baju di rumah


Karena merasa bosan, zakira pun mencoba berkelingling melihat lihat isi rumah Zidan, dia melihat beberapa foto Zidan dan orang tua nya nampak bahagia


" Keluarga yang sempurna !" Ucap nya


" Udah kaya, pintar di sayang orang tua lagi dia benar benar menjalani hidup yang sempurna !"


Dari luar terdengar suara mobil, ternyata Zidan sudah pulang, zakira memperhatikannya dari balik jendela


Zidan yang menyadari zakira sedang memperhatikannya pun melemparkan senyuman manis nya, zakirapun membalas nya dengan senyuman pula


" Apa yang kamu lakukan ?" Tanya Zidan lembut, zakira menggelengkan kepalanya


" Tidak ada !" Jawab zakira


Mereka pun berbincang santai menceritakan tentang diri mereka , sampai tak terasa hari sudah mulai gelap


" Kamu mau makan di luar ?"


" Nanti gimana kalau ada pacarmu lihat ?"


" Kau benar, dia belum tahu kalau kamu nginep di sini !"


" Kamu belum memberitahu nya ?"


" Aku tidak akan memberitahu nya, bisa kacau kalau dia tahu !"


" Kita masak yang ada ajah !" Ajak zakira, Zidan pun menyetujui nya


Zakira dan Zidan pun memasak berdua, kepribadian zakira yang humbel dan Zidan yang ramah menjadikan mereka berdua cepat akrab dan tidak merasa canggung satu sama lain.


Bahkan keakraban mereka terlihat seperti sudah kenal lama.