The Rose

The Rose
dia wanita yang kuat



Pagi pun datang, zakira masih terlelap walau cahaya matahari telah menembus seluruh kamar nya, tapi keberadaan seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya tertidur membangunkan zakira


Zakira terkejut saat membuka mata, Zion sudah berdiri di hadapan nya


" Kau sudah bangun ? " Tanya nya sambil tersenyum


" Apa aku bermimpi ? Ada apa dengan ekspresi wajah nya ?" Gumam nya dalam hati sambil mengumpulkan nyawa nya


" Kau terlihat cantik bahkan saat baru bangun tidur ! " Puji Zion membuat zakira semakin heran


" Ayo bangun, aku akan menunjukan sesuatu !" Zion menuntun zakira ke meja makan yang telah di sulap seperti di lestoran bintang 5 dengan menu sarapan yang mewah dan berlimpah


Zakira cukup tercengang dengan kejutan pagi hari ini. Lalu Zion mempersilahkan zakira untuk duduk dan mempersilahkan zakira makan apapun yang dia suka


Tentu saja zakira tanpa banyak memilih langsung menyantap semua hidangan mewah yang ada di hadapan nya


Setelah selesai makan Zion memberikan sebuah hadiah kepada zakira yaitu sebuah tas branded limited edition, mata zakira langsung terbelalak melihat tas yang sangat cantik dan tentu dia sangat menyukai nya


" Kau menyukainya ?" Tanya Zion, zakira mengangguk sambil mengelus tas baru milik nya


" Bagus, berarti misi pertama selesai !" Ujar Zion, zakira menoleh heran kepadanya


Kemudian Zion beranjak dari tempat duduknya lalu mendekati zakira


" Mulai hari ini aku akan menjadi pria paket komplit untukmu, yaitu pria romantis, baik , lembut , kaya dan tentu saja tampan !" Ujar Zion, zakira masih melongo dengan ucapan Zion


" Kau harus bersiap siap karena nanti kau akan jatuh cinta kepada ku !" Ujar nya lalu dia mengecup kening zakira,


" Aku pergi dulu, nanti malam aku akan pulang cepat !" Pungkasnya kemudian dia berlalu pergi


Sementara zakira masih begong di depan meja makan


" Apa semua tadi hanya mimpi ?" Tanya zakira kepada dirinya sendiri, lalu dia mencubit pipinya


" Aww, ini bukan mimpi ! Tapi ada apa dengan sikap nya itu ? Kenapa dia tiba tiba berubah ? Jangan jangan dia akan meninggal ? Hah ya ampun itu mengerikan !" Celoteh zakira


****


Sementara di rumah, Zahir terlihat merindukan sosok kakak nya, sampai dia tidak nafsu makan.


Dia pun bersiap untuk pergi ke sekolah tanpa sarapan, dengan langkah yang berat dia memaksakan diri untuk pergi.


Pada saat jam makan siang, zakira mengirimi Zahir pesan


✉️ Zahir ? Sedang apa kau ?


✉️ Aku sedang malas !


✉️ Kau mau bolos sekolah ? Kakak sekarang sedang di depan sekolah Mu !


Zahir langsung terperanjat dan segera membereskan tas nya, lalu dia berlari menuju ke luar gerbang tanpa mempedulikan para penjaga sekolah


" Kakak !" Teriak Zahir dari sebrang sambil melambaikan tangan nya


" Kenapa dia terlihat sangat senang ?" Gumam zakira saat melihat wajah Zahir yang berseri seri


Zahir pun segera berlari dan memeluk kakak nya


" Kakak tak apa apa kan ?" Tanya Zahir


" Kakak baik baik saja !"


" Syukurlah, aku mengkhawatirkan kakak !" Zahir kembali memeluk zakira


" Sepertinya kau sangat merindukan kakak !" Goda zakira


Zahir langsung melepaskan pelukannya dan kembali ke mode nya


" Biasa aja !" Ucap Zahir datar


" Alah sok jaim banget !" Zakira merangkul Zahir dan mengajak nya untuk bermain


" Tapi kenapa mereka berdua terus mengikuti kita ?" Tanya Zahir melihat dua orang suruhan Zion mengikuti di belakang


" Jangan hiraukan mereka ! Kita senang senang hari ini ! Let's go !" Zakira terlihat bersemangat, Zahir pun terbawa suasana dan ikut bersemangat


Mereka menghabiskan waktu untuk bermain ke taman hiburan yang dulu selalu ingin mereka datangi, mereka mencoba semua wahana yang ada di sana


Mereka berdua nampak sangat menikmati dan bahagia menghabiskan waktu berdua saja. Zakira pun mengajak Zahir untuk berbelanja apapun yang dia mau, zakira bilang tidak ada gunanya mengeluh, dia menyuruh Zahir untuk menikmatinya saja selagi ada dan punya


Tanpa zakira sadari, sedari tadi para pengawal nya selalu melapor apapun yang di lakukan zakira ke Zion, bahkan si pengawal mengirimi foto dan video kebersamaan zakira dan Zahir


" Aku tidak boleh cemburu dia hanya adik nya, dia hanya mencoba menyenangkan adik nya " ujar Zion menenang kan dirinya melihat zakira terlihat bersenang senang


" Tapi aku iri !" Keluh nya, lalu dia melihat raut wajah zakira yang sedang tersenyum ceria dan tertawa lepas


" Aku akan membuat mu seperti itu juga zakira !" Gumam nya


****


Setelah lelah seharian bermain, zakira dan zahir sangat puas bisa bersenang senang bersama.


Merekapun pergi ke sebuah restoran untuk mengisi perut, namun saat baru masuk zakira bertemu dengan Zee yang juga berencana makan bersama rekan kerjanya di restoran yang sama


" Wah, ini kebetulan atau apa ?" Ucap Zee saat melihat zakira duduk di meja seberang nya


" Kenapa harus ketemu dia sih !" Gerutu zakira pelan, melihat Zee sedang menatap nya


Tak berapa lama, teman kerja Zee mulai berdatangan termasuk Zidan yang juga ikut hadir, namun saat itu Zidan tidak tahu dengan keberadaan Zahir dan zakira di belakang nya


Sementara itu zakira mencoba menikmati makanan nya tanpa menghiraukan keberadaan Zee yang sesekali melihat nya dengan sorot mata sinis nya


Lalu saat zakira ingin pergi ke toilet Zee mengikuti nya, merekapun bertemu langsung di dalam toilet


" Apa kau anak orang kaya ?" Tanya Zee tiba tiba seraya memperbaiki riasan nya, zakira langsung berdecik karena merasa malas untuk berhadapan dengan Zee


" Kenapa memang !" Tanya zakira dengan nada ketus, Zee tertawa kecil


" Sombong sekali, aku tahu wanita kayak kamu tuh cuma banyak gaya doang, padahal aslinya kere kan !" Ujar Zee meledek zakira


" Gak ada memang dan aku tidak peduli, aku hanya mau menyadar kan kamu untuk tahu diri ajah, waktu itu Zidan hanya kasian jadi jangan kepedean, walau pun kamu cantik tapi dia tahu kelas !" Sarkas Zee


" Kamu pikir aku menggodanya ? Tenang saja aku tahu batasan !" Jawab zakira lalu berlalu pergi dengan perasaan kesal


Zakira kembali kemejanya lalu mengajak Zahir untuk segera pergi, namun saat di kasir lagi lagi dia berpapasan dengan Zidan


" Kita ketemu lagi !" Ucap Zidan dengan wajah berseri nya , namun kali ini Zakira menatapnya dingin lalu memalingkan muka nya


Setelah selesai membayar zakira tanpa sepatah katapun pergi melewati Zidan begitu saja, membuat Zidan heran namun saat dia melihat Zee keluar dari arah toilet dia tahu apa yang sudah terjadi.


****


Tak berapa lama setelah makan Zakira di beritahu oleh salah satu pengawal untuk segera pulang, zakira dengan berat hati pun terpaksa menurut dan berpamitan dengan Zahir


" Kakak harus pergi sekarang !"


" Kenapa kita jadi harus berpisah seperti ini ! Ini menyedihkan !" Keluh Zahir


" Udah, lain waktu kita main lagi ok !" Ujar zakira mencoba menghibur Zahir,


Zakira pun masuk kedalam sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sudah siaga menjemput nya


Dari balik kaca zakira melambaikan tangan kepada Zahir dengan senyuman yang merekah di bibir nya, membuat Zahir pun ikut tersenyum, namun saat mobil nya telah berjalan seketika senyum nya pun langsung hilang.


Zahir menatap kepergian kakak nya dengan tatapan nanar, tersirat dari wajah nya kalau dia sedih melepas kakak nya pergi ke rumah milik orang asing.


Tanpa mereka sadari perpisahan sendu mereka di saksikan oleh Zidan yang sedari tadi memperhatikan mereka dari dalam restoran


Zidan yang sudah mengetahui situasi nya semakin merasa bersimpati terhadap kakak beradik itu


" Hei ! Apa yang kau lihat !" Zee menyengggol lengan Zidan sampai mengaget kannya


" Ya ampun, tidak ada !" Zidan menyadarkan dirinya, lalu kembali berbaur dengan teman temannya lagi


****


Saat tiba di rumah, Zion sudah bersiap menyambut nya dengan senyuman yang di paksakan


" Kau sudah pulang ?" Tanya Zion


" Hemm !" Jawab singkat zakira, lalu Zion merangkul nya untuk mengajak nya masuk


Lalu Zion menyuruh zakira untuk menuliskan hal hal yang ingin dia lakukan , Zion berkata dia akan mewujudkan nya apapun itu, tapi dengan syarat hanya pergi atau melakukan nya dengan dia


Awal nya zakira bingung harus menulis apa, tapi karena Zion berjanji akan mewujudkannya zakira menulis semua keinginan nya mulai dari hal sepele sampai yang di luar nalar


Zion tercengang saat dia melihat hampir ada 100 list keinginan zakira, namun karena sudah berjanji mau tidak mau Zion harus melakukan nya


" kita lihat apa dia bisa mewujudkannya ?" benak zakira merasa ragu kalau Zion akan melakukannya


List pertama yang paling mudah adalah menonton film horor di bioskop


" Kau tidak pernah nonton di bioskop ?" Tanya Zion heran, zakira menggelengkan kepala dengan wajah polos


" Baiklah, ayo kita pergi !"


" Sekarang ?" Tanya zakira tidak percaya kalau Zion benar benar akan menuruti kemauan nya


" Iyah, ayoh !" Seketika wajah zakira yang tadinya murung jadi sumringah lagi, Zion pun ikut sumringah melihat usaha nya perlahan berhasil


****


Sementara Zahir masih belum pulang, terlihat dia berjalan perlahan menyusuri trotoar seraya menendang daun dan kerikil yang dia temui di jalan sambil Sesekali menghela nafas berat


Entah kebetulan atau sengaja Zidan melewati jalan yang sama dengan Zahir, saat melihat Zahir sedang berjalan sendirian Zidan pun berinisiatif untuk mengajak nya


Zidan membunyikan klakson nya, lalu menurunkan kaca mobil nya kemudian melambaikan tangan nya menyuruh Zahir untuk masuk


Tanpa berpikir panjang Zahir pun menerima tawaran Zidan itu. Namun sepanjang perjalanan Zidan melihat Zahir hanya melamun


" Kau tak apa ?" Tanya Zidan membuyarkan lamunan Zahir


" Hah ?" Zahir tidak ngeuh dengan pertanyaan Zidan


" Berapa umur mu ?" Zidan mengubah pertanyaannya


" Aku 16 tahun !" Jawab Zahir dengan suara pelan


" Kakak mu berapa usia nya ?" Tanya Zidan lagi


" 20 tahun !" Singkat Zahir


" Aku melihat kamu dan zakira tadi ! Kau sedih karena dia harus pergi lagi ?"


" Kau melihat nya ? Itu memalukan !" Ujar Zahir


" Itu tidak memalukan ! aku lihat kakak mu sangat menyayangi mu ! " Mendengar itu Zahir jadi sedih


" Dia wanita yang kuat dan tegar, dalam situasi apapun dia selalu memikirkan keadaan ku !" Ujar Zahir lirih


" Bahkan dia mengorbankan kehormatan nya hanya untuk bisa membuat ku tetap sekolah !" Lanjut nya seraya menahan tangis


Mereka pun sampai di tempat tinggal Zahir,


" Terima kasih " singkat Zahir dengan wajah muram, dia segera turun dan bergegas pergi


Zidan melihat sekitar hunian yang terlihat kumuh itu, rasa iba semakin tumbuh di hati nya,


****


Sebelum tidur Zidan terlihat sibuk mencari program beasiswa, dia berniat untuk menyekolah kan lagi zakira, berharap dia bisa membantu memperbaiki kehidupan zakira menjadi lebih baik sebelum terlambat


Dia bahkan menghubungi ayah dan ibunya untuk ikut membantunya memberi donasi uang. Mendengar anak nya ingin membantu seseorang terlebih Karena keluarga nya juga kaya, ayah dan ibu zidan langsung menyanggupi memberikan bantuan biaya kuliah sampai lulus.


Semua nya mudah jika ada uang, kini tinggal Zidan membujuk zakira supaya dia mau kembali sekolah dan tentu saja halangan terbesar nya adalah Zion.