The Rose

The Rose
ku bahagia



Ayah dan ibu Zidan pamit pulang dan menyuruh Zidan dan zakira berbulan madu di vila itu selama beberapa hari.


Ayah Zidan masih bersikap dingin kepada zakira begitu pun dengan ibu Zidan bahkan dia tidak mau menatap wajah zakira sedikit pun.


" Sabar yah, seiring waktu mereka pasti bisa nerima kamu ," ucap Zidan setelah ayah dan ibu nya pulang.


" Iyah gak apa apa, yang penting aku tidak melihat mereka setiap hari ," celetuk zakira.


" Kamu membenci mereka ?"


" Harus kah aku menyukai mereka ?"


" Baiklah, kamu berhak membenci mereka toh mereka tidak sebaik penampilan nya ,"


" Apa maksud mu ?"


" Nanti kamu juga tahu ," Zidan merangkul zakira lalu mengajak nya masuk kembali ke dalam vila.


****


Sore hari yang sangat damai dengan pemandangan yang indah di sekitar vila itu dan hanya ada mereka berdua saja di sana.


Zidan dan zakira duduk bersama menikmati suasana sore hari yang hangat itu, saling bercanda gurau di balkon.


Suara tawa lepas keluar dari mulut mereka berdua, seolah tidak mempedulikan hal lain yang terpenting sekarang mereka saling memiliki dan saling mencintai.


Matahari mulai terbenam membuat suasana menjadi syahdu menggiring mereka berdua untuk saling melontarkan kata manis nan romantis.


Dengan pandangan yang berbinar Zidan menatap zakira yang nampak sangat cantik, wajah nya yang putih bersih berubah menjadi kuning terkena sorot sinar matahari sore itu.


Rambut nya yang sengaja dia gerai terbang mengikuti arah angin semakin membuat nya terlihat sangat indah, membuat Zidan kembali di mabuk kepayang oleh nya.


Perlahan Zidan melingkarkan lengan nya ke pinggang ramping milik zakira lalu mendekap nya hangat.


" Aku sangat bahagia sekarang ," ucap Zidan tepat di telinga zakira.


" Aku bersyukur bisa bertemu dengan wanita secantik kamu, dan sekarang kamu milik ku selamanya ," lanjut nya membuat zakira tersenyum salting.


Zakira membalikkan badan nya untuk menatap wajah Zidan yang telah menjadi suaminya itu.


" Aku yang paling bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan kamu untuk ku, sekarang aku tidak takut dengan apapun yang akan terjadi karena kamu selalu ada untuk ku ," tutur zakira seraya menatap dalam wajah Zidan.


Lalu zakira mengecup lembut bibir Zidan.


" Terima kasih, kamu mau menerima aku yang penuh noda ini ," ujar zakira, lalu Zidan memeluk nya lagi.


" kamu adalah bunga mawar yang indah aku sudah berjanji akan membawa kamu ke tempat yang indah dari kubangan lumpur itu, hingga nanti kamu bisa tumbuh dengan baik dan lebih indah ,"


" Hanya kamu yang menganggap ku seperti bunga, yang lain selalu bilang aku ini sampah,"


" Mata hati mereka buta zakira, aku selalu melihat mu dengan cara yang berbeda ," ujar Zidan seraya merenggangkan pelukannya lalu perlahan tangan nya memegang tengkuk leher zakira.


Kemudian mulai memvacum bibir manis zakira, hari perlahan menggelap di iringi dengan suara kecupan bibir dari pasangan itu.


Suasana semakin sendu hingga membuat Zidan larut dalam cumbuan nya hingga berakhir di atas kasur.


Meski bukan malam pertama bagi mereka namun sensasi yang mereka rasakan masih sama dengan waktu pertama mereka melakukan nya.


Sampai satu jam kemudian mereka pun selesai, keduanya langsung ambruk setelah permainan yang sangat bergairah itu, dengan nafas terengah-engah mereka saling melemparkan senyum kepuasan.


" Tubuh mu sekarang hanya miliki seorang, tidak ada yang boleh menyentuh mu selain aku ," ucap Zidan seraya menarik tubuh zakira ke dalam pelukan nya lalu dia mengecup kening zakira.


" Iyah, sekarang kamu adalah pelanggan ku satu satu nya dan untuk selamanya," jawab zakira masih terengah-engah.


menjadikan malam itu adalah malam yang sangat menyenangkan bagi mereka berdua, tidak ada yang melarang ataupun menganggu, bahkan sekarang mereka bisa melakukan nya kapan saja mereka mau.


****


Malam yang indah telah berlalu dengan cepat, kini matahari telah datang lagi menyinari setiap sudut kamar yang cukup luas itu.


Zakira terbangun lebih dulu karena merasa perut nya mual lagi dan segera berlari ke dalam toilet.


Setelah selesai dengan urusan nya itu zakira kembali membaringkan badan nya ke atas tempat tidur, merasa badan nya sangat lelah setelah bertarung semalaman tadi.


Membuat dia mengantuk lagi sekarang, baru mulai terlelap lagi, tangan nakal Zahir mulai menggerayangi badan nya lagi.


" Jangan mulai lagi, kita sudah melakukan nya semalaman ," tegur zakira, tapi Zidan malah menarik nya ke dalam selimut lalu mengecupi leher zakira yang sudah penuh dengan tanda merah hasil ukiran bibirnya.


" Hentikan Zidan ! tenaga ku sudah habis ," Zakira mencoba berontak, tapi tenaga nya tidak cukup untuk melawan tenaga Zidan yang masih saja kuat.


" Zidan ... !" Teriak zakira.


" Apa ?" Tanya Zidan polos seraya mengangkat kepalanya, zakira langsung mencengkram rahang Zidan.


" Hentikan ! Sudah cukup, aku lelah ," ucap zakira seraya melototi Zidan untuk memperingatinya.


" Baiklah, kita lakukan lagi nanti malam ," ucap Zidan seraya tertawa kecil.


" Bagaimana perut mu ? Apa masih mual ?" Tanya Zidan sambil mengelus lembut perut zakira.


Zakira mengangguk pelan.


" semua akan berlalu cepat, semua nya tidak akan terasa tiba tiba dia udah lahir ajah," ucap Zidan seraya terus mengelus perut zakira dengan wajah senang.


" Kamu senang ?"


" Tentu saja aku mendapatkan kebahagian berkali kali lipat , kamu sudah menjadi istriku dan aku akan segera menjadi seorang ayah sekarang," ujar Zidan tersenyum lebar seraya menyenderkan kepalanya di dada zakira.


Zakira ikut tersenyum mendengar ucapan Zidan itu seraya mengusap lembut rambut Zidan.


" Kamu mau bayi perempuan atau laki laki ?" Tanya zakira.


" Laki laki atau perempuan tidak masalah, yang penting bayi nya lahir dengan selamat dan kamu nya juga sehat, semoga bayi nya kembar cewek cowok, " zakira langsung menjewer telinga Zidan cukup keras.


" Aaaah " erang Zidan


" Satu ajah aku takut buat ngelahirin nya apa lagi dua !" Omel zakira.


" Iyah sayang, maaf ," Zidan mencubit gemas pipi zakira.


" Udah ah, aku mau cari suasana baru ," zakira mendorong Zidan lalu beranjak pergi dari dalam kamar di ikuti oleh Zidan.


****


Zidan mengajak zakira untuk pergi jalan jalan ke sekitar vila yang berada dekat gunung. Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat suasana hati mereka menjadi sangat baik.


Zidan membawa zakira menyusuri sebuah kebun bunga yang terlihat sangat cantik sampai membuat mata zakira terbelalak dan terkagum kagum.


Tak mau menyiakan moment, Zidan menyuruh zakira berpose di antara bunga bunga itu lalu dia mengambil banyak foto zakira dan beberapa kali berfoto bersama.


" Kamu suka tempat ini ?" Tanya Zidan, zakira mengangguk dengan raut wajah yang berseri.


Lalu Zidan meraih tangan zakira lalu dia menyilangkan jemari nya ke jemari zakira, kemudian zakira menatap wajah Zidan dengan penuh cinta.


Zakira berharap kehidupan nya kedepan berjalan baik baik saja, tidak ada lagi luka atau pun air mata, dia ingin di sisa hidup nya hanya ada kebahagiaan.