
Malam semakin larut, tapi belum ada kabar apapun dari zakira membuat Zahir dan Zidan semakin khawatir.
Pada akhirnya Zidan mengambil keputusan untuk melapor kepada polisi. Zidan melapor bahwa zakira di bawa kabur oleh seorang pembunuh yaitu Zion.
Polisi langsung memproses laporan Zidan dan melakukan pencarian dan penelusuran terkait tuduhan pembunuhan yang di lakukan Zion.
Karena Zidan menjadi pelapor dia harus memberi keterangan yang jujur untuk mempermudah polisi segera menemukan Zion dan juga Mayat korban.
Berkat keterangan Zidan polisi bisa bekerja dengan cepat, berdasarkan rekam jejak cctv yang terekam di setiap jalan polisi telah mengidentifikasi mobil milik Zion.
Timsus berhasil menemukan jejak kecelakaan di tepi jurang tempat Zion mengesekusi ayah nya, setelah di telusuri ke ujung jurang mereka berhasil menemukan jasad ayah Zion dari dalam jurang.
Sementara tim yang lain mencari keberadaan zion dan zakira sekarang, tentu saja hal yang mudah bagi para polisi yang sudah ahli dalam bidang ini.
Hanya dalam hitungan jam mereka sudah sampai di vila Zion. Mendengar suara sirine polisi Zion dan zakira langsung terbangun dari tidur mereka.
" Saudara Zion, anda sudah di kepung, mohon menyerahkan diri sekarang !" Perintah seorang polisi melalui pengeras suara.
Zion langsung terperanjat tiba tiba polisi mengepung nya, tapi dia tidak berniat untuk menyerah kan diri, Zion segera mengajak zakira untuk bersembunyi.
" Ada apa ini Zion ?" Tanya zakira bingung dan ketakutan.
" Tidak apa apa, ini hanya salah paham tapi kita harus sembunyi sekarang " ujar Zion
" Salah paham ? Kalau begitu kamu bisa bilang sama mereka kenapa kita harus sembunyi ?" ujar zakira mulai gemetaran.
" Mereka tidak akan percaya " Zion menatap zakira berharap dia bisa mempercayainya lalu dia memeluknya untuk menenangkannya.
" Semua nya akan baik baik saja, ok ! Kamu percaya padaku ?" Zakira terdiam sejenak lalu mengangguk pelan.
" Bagus, gadis pintar sekarang kita harus sembunyi " Zion menarik zakira ke ruangan rahasia milik nya.
" Saudara Zion ! Kami peringatkan sekali lagi anda sudah di kepung, silahkan menyerahkan diri " ujar seorang polisi, tapi Zion tidak mau menuruti mereka.
Melihat tidak ada respon polisi segera disiagakan untuk menggrebek ke dalam vila.
Terdengar suara pintu yang di dobrak dan langkah kaki beberapa orang membuat zakira semakin ketakutan dan membuat nya hampir menangis.
Zion segera menenangkan zakira, namun keadaan semakin tidak terkendali, para polisi terus menggeledah ke seluruh ruangan membuat Zion jadi panik.
" Apa yang sebenarnya terjadi Zion ?" Tanya zakira dengan suara gemetar.
" Aku akan menjelaskan nya nanti, sekarang kita harus lari dulu"
" Kenapa kita harus lari, kita tidak berbuat salah, kan ." Mendengar ucapan zakira Zion jadi bingung harus menjelaskan nya gimana.
Karena jika dia jujur kepada zakira bahwa dia telah membunuh ayah nya, zakira akan kembali membencinya lagi.
Polisi telah menemukan ruangan rahasia tempat Zion dan zakira bersembunyi, tidak ada pilihan lain Zion yang mulai terpojok menarik zakira untuk keluar dari vila melalui jalur pelarian.
" Dia melarikan diri pak !" Laporan seorang polisi kepada pemimpin pasukan.
" Segera sisir kawasan sekitar vila, jangan sampai dia lolos " perintah pimpinan kepada seluruh pasukan.
Keadaan yang tadinya tenang kini menjadi riuh dan menegang kan, Zion dan zakira berlari tanpa arah untuk kabur dari kejaran polisi.
Zakira terus berlari mengikuti Zion walaupun dia tidak tahu alasan kenapa dia di kejar polisi dan kenapa dia harus kabur.
" Aaah " teriak zakira yang terjatuh dan kaki nya terkilir
" Kau tidak apa apa ?" Zion segera membantu zakira bangun.
" Apa salah ku ! Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini !" teriak zakira memarahi Zion.
" Maaf kan aku zakira, ini semua di luar kendali ku " jawab Zion merasa bersalah.
Beberapa polisi telah berhasil menemukan keberadaan Zion, mereka langsung menodongkan senjata ke arah mereka berdua.
" Kami menemukan dia bersama seorang wanita " ujar seorang polisi kembali melapor ke pimpinan nya.
" Baiklah tahan dia, kalau memungkinkan selamat kan dulu si wanita " ujar si pemimpin.
" Menyerah lah, kau telah di kepung." ujar seorang polisi memperingati Zion .
" Zakira ? Itu nama mu,?" Tanya seorang polisi kepada zakira, zakira yang sudah ketakutan setengah mati mengangguk pelan.
" Kami tidak akan menyakiti mu, jadi jangan takut kami akan menyelamat kan mu, kau kenal Zidan ? " Zakira langsung menghentikan tangis nya saat mendengar nama Zidan lalu zakira kembali mengangguk.
" Kami bersama dia, jadi tenanglah " ujar sang polisi seraya memberi kode kepada zakira untuk segera berlari menjauhi Zion, namun zakira kalah cepat dari Zion.
Sesaat setelah mendengar nama Zidan, Zion menjadi kesal karena dia jadi tahu bahwa Zidan lah yang menyebabkan semua kekacauan ini.
Zion melihat seorang polisi memberi kode kepada zakira, Zion menjadi nekad dan segera menarik zakira ke pelukannya lalu mengambil sebuah pistol yang dia sembunyikan di balik baju nya.
Kemudian Zion menodongkan pistol itu tepat di kepala zakira, seketika membuat zakira ketakutan dan panik setengah mati hingga membuat dia sulit bernafas.
" Maaf kan aku, aku hanya berpura pura, jadi tolong minta kerja sama nya ," bisik Zion, walaupun begitu tetap saja zakira merasa takut.
****
Zion mengancam para polisi untuk mundur, dan menjadikan zakira sebagai sandera an nya.
Melihat situasi di luar kendali sang pemimpin memerintahkan para pasukan untuk mundur, bahkan Zion menembakan satu pelurunya ke langit untuk memperingati para polisi bahwa dia tidak main main.
Saat para polisi mulai mundur, Zion membawa zakira kembali ke vila untuk membawa mobilnya dan kembali melarikan diri.
Sementara Zidan sudah setengah jalan untuk menjemput zakira, setelah mendapat kabar bahwa Zion melarikan diri dan membawa zakira sebagai sandera, zidan yang mulai geram pergi menyusul nya.
Zidan bersama beberapa polisi mencoba untuk menghadang Zion yang keberadaan nya sudah di temukan.
Di dalam mobil Zion, zakira terus menggerutu karena kesal dengan apa yang di lakukan Zion padanya.
" Aku membencimu, aku tidak akan percaya lagi pada mu Zion, kamu memang pria brengsek dan tidak akan pernah berubah harusnya aku tahu itu ." Ujar zakira
" Maaf kan aku zakira, aku tidak bermaksud menakuti mu, aku berjanji aku tidak akan menyakiti mu " ujar Zion, sekarang dia tidak tau harus berbuat apa, yang penting sekarang dia harus kabur dari kejaran polisi.
Namun itu tidak akan mudah baginya, karena sekarang beberapa mobil polisi dan Zidan sudah berada di hadapannya.
Jalan Zion kini buntu karena tak berapa lama kemudian beberapa polisi bersenjata mengepung nya lagi.
Sang pemimpin pasukan menyerukan Zion untuk melepaskan sandera dan membuang senjatanya jika dia mau selamat.
Namun Zion masih tidak mau menyerahkan diri, dia kembali menodongkan pistol ke zakira.
Zidan yang melihat hal itu langsung panik dan khawatir jika Zion benar benar menarik pelatuk pistol nya.
" Zion, sudahlah serahkan diri mu, aku tidak tahu apa kesalahan mu tapi kau harus bertanggung jawab " ujar zakira lirih, dengan badan yang gemetar zakira mencoba membujuk Zion untuk menyerahkan diri.
" Tidak, kalau aku di penjara kau akan pergi bersama nya " Zion melirik ke arah Zidan yang terlihat sangat cemas.
" Aku benci dengan cara dia melihat mu, jika aku tidak bisa memiliki mu makan tidak ada yang boleh memiliki mu juga, ayo kita mati bersama " zakira semakin ketakutan karena sekarang Zion tengah menarik pelatuk pistol nya.
Zakira memohon sambil menangis histeris supaya Zion tidak melakukan nya.
Melihat Zion tidak juga mau menyerahkan diri pemimpin polisi memerintah kan kepada salah satu polisi untuk menembak Zion.
Karena Zion dan zakira masih di dalam mobil mungkin akan sulit untuk menyelamat kan zakira jika Zion belum di lumpuhkan.
Sebelum sesuatu yang buruk terjadi polisi yang di tugaskan segera menembak Zion di bagian lengan atas tangan yang memegang pistol.
Zion langsung melepaskan pistol nya dan darah segar nya mengenai zakira dan membuat nya berteriak histeris di tambah Zion yang ambruk di sampingnya membuat zakira semakin histeris.
Polisi segera mengaman kan lokasi dan Zidan segera menghampiri zakira.
Zidan membawa zakira keluar dari mobil Zion, sesaat setelah melihat Zidan, zakira langsung memeluknya erat dan menangis sejadi jadinya di pelukannya.
" Aku disini zakira, semua nya sudah berakhir, kamu baik baik saja, aku akan melindungimu " ujar Zidan menenangkan zakira.
Namun tiba tiba, zakira kehilangan kesadarannya dan segera di bawa kerumah sakit karena zakira mengalami serangan jantung akibat syok berat.