
Saat sebentar lagi sampai di rumah, Zee menelpon Zidan dia bilang dia sudah berada di depan rumah Zidan
Zidan sontak panik karena zakira sedang bersama nya sekarang, zakira pun ikut panik dia meminta Zidan untuk menurunkannya di sebuah kafe tak berapa jauh dari rumah zidan
Dengan sangat menyesal Zidan pun menurunkan zakira
" Aku akan menghubungi mu nanti ! Jangan pergi jauh jauh yah !" Ujar Zidan lalu dia segera pergi
" Aku jadi seperti selingkuhan nya !" gumam zakira sambil menatap mobil Zidan yang telah berlalu pergi
" Andai Zion kayak dia, aku tidak akan pernah pergi seperti ini !" ujar nya lagi sambil berjalan masuk ke dalam kafe
Zakira memeriksa ponsel nya, ada beberapa pesan dari Zion, awalnya zakira mau mengabaikan nya namun saat melihat foto buku diary nya zakira langsung terkejut
" Tunggu dulu, kenapa buku harian ku ada di dia ?" Zakira akhirnya membalas pesan dari Zion untuk menanyakan nya
✉️ " Kenapa buku harian ku ada di kamu ?"
Zion sumringah melihat notifikasi pesan dari zakira, dia langsung membalas nya
Zion
✉️ Akhirnya kau membalas pesan ku
✉️ Aku mengambil nya di rumah mu
Zakira
✉️ Kenapa kau membawanya, itu privasi ku
Zion
✉️ Aku mengambilnya karena aku merindukan mu
Zakira terdiam membaca pesan Zion itu,
" Kenapa kau merindukan ku ? Sekarang kau menyesal ? Tapi kau akan mengulanginya lagi ! Aku tahu itu. " gerutu zakira.
Zakira berhenti membalas pesan Zion,
" Kenapa dia tidak membalas lagi ?" Ucap Zion
" Aku tidak tahan, aku akan menemuinya !" Zion mengambil kunci mobil nya lalu pergi untuk menemui zakira
****
" Kamu dari mana ?" Tanya Zee
" Euh aku dari depan, aku tadi menemui teman ku ?" Zidan mencoba berbohong, tapi Zee menatap nya curiga membuat Zidan gelagapan
" Siapa ?" Tanya Zee lagi
" Itu tidak penting, ada apa ini tiba tiba kamu datang ke rumah ku ?" Zidan mengalihkan pembicaraan
" Ta-da .! Aku beli ini buat kamu !" Zee memberikan sebuah cake kepada Zidan
" Kau selalu tahu kesukaan ku ! Ayo masuk !" dengan ramah nya Zidan membukakan pintu untuk zee
Sebenarnya Zidan merasa gelisah karena takut Zee mengetahui kalau zakira menginap di rumah nya lagi, tapi Zidan mencoba bersikap tenang.
" Kenapa muka mu pucat ? Apa kau sakit ?" Zee meraba kening Zidan
" Aku tidak apa apa ! Ayo kita makan cake nya !"
Zidan pun menikmati kue yang di bawa Zee, sementara Zee memandang kagum kepada Zidan
" Kenapa kau terus menatap ku ?"
" Aku sangat menyukai mu ," Ungkap Zee
Zidan langsung merasa canggung, dia membalas nya dengan senyuman andalannya
" Kau tidak menyukai ku ?" Tanya Zee dengan tatapan serius, Zidan langsung berhenti menikmati kue nya
Zidan nampak ragu untuk mengungkapkan isi hati nya, dia merasa harus hati hati karena takut salah bicara dan membuat Zee kecewa.
" Euh begini, aku masih menyesuaikan diri dengan hubungan baru kita, aku tahu ini tidak beda jauh dengan hubungan pertemanan tapi tentu saja ada hal hal yang lebih intim, jadi aku harap kamu memahami nya !" Ujar Zidan
Zee malah semakin merasa gemas melihat Zidan tegang dan gugup, Zee semakin mendekat kan diri kepada Zidan sampai membuat Zidan merasa tidak nyaman.
" Apa yang kamu lakukan ?" Zidan berusaha menjaga jarak nya
" Aku mau mencium bibir mu !" Ungkap Zee membuat Zidan terperanjat dari tempat duduk nya
" Kenapa kamu kaget ? Kita sudah dewasa, kita bebas melakukan apapun !" Zee kembali mendekati Zidan lalu memeluk nya
" Aku masih belum terbiasa !" Zidan terlihat semakin canggung, tapi Zee memaksa Zidan untuk menatap nya lalu Zee berjinjit sedikit lalu dia mencium bibir Zidan
Mata Zidan langsung terbelalak,lalu dia menelan air liurnya
" Itu ciuman pertamamu kan ?" Ucap Zee sambil tersenyum senang, Zidan masih tertegun dengan apa yang terjadi barusan
" Aku akan melakukan nya lebih sering, biar kamu cepat terbiasa !" Ungkap Zee, lalu dia memeluk Zidan lagi. Zidan hanya bisa terdiam pasrah dengan kelakuan Zee itu.
****
Zion berhasil menemukan lokasi zakira dari hasil melacak ponsel nya , hal itu tidak terpikirkan oleh zakira sehingga Zion bisa menemukan nya dengan mudah.
Tanpa zakira sadari, Zion sedang menuju ke arah nya namun saat baru setengah jalan, Zion menghentikan langkah nya dia berpikir mungkin dia akan membuat zakira takut kalau tiba tiba datang menemuinya seperti itu.
Zion pun kembali ke mobil nya dan hanya memandang zakira dari kejauhan, setelah beberapa saat terlihat Zidan datang menemui zakira.
Zakira nampak tersenyum ramah kepada Zidan membuat Zion iri, namun kali ini dia tidak mau melabrak nya, dia tidak mau membuat zakira semakin membencinya, alhasil Zion sekuat tenaga menahan kecemburuan nya.
Walaupun hatinya sedang cemburu tapi Zion terus melihat zakira dan Zidan bercengkrama, dengan mata yang memerah dan tangan yang di kepal kan dia memperhatikan gestur tubuh dan cara Zidan berbicara kepada zakira
" Kenapa dia tersenyum seperti itu !" Gerutu Zion melihat zidan terus tersenyum saat mendengar kan zakira bicara.
Tapi dengan begitu Zion jadi tahu cara untuk membuat zakira tersenyum tulus pada nya, dia akan meniru sikap Zidan yang terlihat ramah dan lembut.
Tapi itu akan cukup sulit bagi Zion karena kepribadian mereka berbeda, Zidan memang sudah berkepribadian ramah sedang Zion berkepribadian kasar dan dingin tentu saja bertolak belakang.
****
Saat tiba di rumah zakira menerima pesan dari Zion
✉️ Kenapa kau selalu tersenyum saat bersama dokter itu ? Aku iri !
Zakira bingung apa maksudnya,
" kenapa dia ? Aku terseyum karena ingin tersenyum !" Gumamnya, lalu menyimpan kembali ponselnya.
" tunggu dulu, kenapa dia bisa tahu ?" benak zakira heran.
Malam nya pun Zion terus mengirimi zakira pesan, walaupun zakira tidak membalas nya lagi
✉️ Zakira ? Apa kau akan kembali jika aku bersikap seperti dokter itu ?
✉️ Aku akan berubah menjadi pria lembut
✉️ Tolong bantu aku menjadi pria baik zakira !
tulis Zion memohon kepada zakira
Membaca semua pesan Zion, zakira jadi teringat pada nya, jika di pikir lagi Zion tak seburuk itu.
Dia masih punya sisi baik, zakira jadi teringat saat Zion mencoba mewujudkan keinginan nya hal itu cukup menyentuh hati nya
Tapi saat zakira membayangkan sikap kasar yang pernah Zion lakukan padanya membuat nya merinding lagi.
✉️ Aku akan mengirim kan kembali semua uang mu ! ( Balas zakira )
✉️ Aku tidak membutuhkan uang itu, aku hanya membutuhkan mu ada di sisi ku.
✉️ Kamu sungguh hanya menganggap ku wanita yang gila uang ? Aku tahu uang yang Nanda kirimkan kepada ku itu uang dari mu.
✉️ Bukan seperti itu, aku hanya ingin kau tidak mengkhawatirkan soal uang , aku tidak bermaksud membeli mu atau merendahkan mu dengan semua uang itu.
Terlanjur kesal zakira pun tidak membalas lagi pesan dari Zion.
****
Keesokan harinya Zion datang ke rumah sakit untuk bertemu Zidan.
Saat jam istirahat Zion meminta Zidan untuk menemuinya di taman rumah sakit
" Kau mau membawa paksa zakira lagi ?" Ucap Zidan
" Tidak aku tidak akan memaksanya, aku akan membuat nya kembali kepadaku dengan keinginan nya sendiri !" Ujar Zion santai
" Kau masih belum puas menyandera zakira seperti itu ?"
" Aku tidak menyanderanya, aku mencoba menjaga nya saja !"
" Berapa kau membayar nya, aku akan ganti !"
" Ini bukan soal uang !"
" Lalu soal apa ? Soal **** ? Kau masih menginginkan hal itu dari dia !"
" Jaga bicara mu, kau tak tahu apa apa !"
" Aku tahu semua nya, kau hanya menjadikan dia sebagai mainan mu !"
" Sejak awal aku tidak berniat mempermainkan nya, aku...kau tidak akan mengerti !"
" Kau mencintainya ? Aku peringatkan jangan sentuh hatinya kalau kau hanya ingin mempermainkan nya !"
Zidan pun pergi meninggalkan Zion, Zion nampak kesal karena semua orang tidak ada yang mempercayai ketulusannya
Saat hendak pergi Zion berpapasan dengan Zee merasa tidak asing Zee, kembali berbalik untuk melihat lebih jelas
" Aku seperti pernah melihat dia !" Gumam Zee sambil mengingat ingat, lalu dia baru ingat dia adalah pria yang bersama wanita yang pernah dia rawat dan dia juga baru ngeuh kalau wanita itu juga yang pernah tinggal di rumah Zidan
" Tapi kenapa dia disini ? Apa wanita itu dirawat lagi disini ?" Zee segera bergegas menuju ke tempat pendaftaran untuk mencari tahu.
" Tunggu nama dia aku lupa, sebentar za..Zaki..zakira, Iyah itu zakira !" Ungkap Zee ke seorang resepsionis.
Resepsionis bilang tidak ada nama zakira dalam daftar pasien, tapi perasaan Zee malah makin tidak tenang, kecurigaan pun mulai timbul.
Yang membuat Zee gelisah adalah takut kalau Zidan bertemu lagi dengan zakira lagi, karena hal itu membuat nya cemburu.
Tapi entah kenapa feeling nya sekarang merasa kalau zakira sedang berada di sekitar Zidan lagi, mode detektif nya pun menyala.